Pertemuan di suatu peristiwa yang cukup menegangkan. membuat sang pria yang ditolong jatuh hati pada penolongnya.
Aland Rey Dewantara menklaim bahwa Sera Swan adalab miliknya.
Hai.. readers..
Karya pertama ku dan pengalaman pertamaku..
Semoga suka ya. mau tes duku nih ombaknya.. hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunavery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22 : Hukuman yang Ringan
Sera dan Aland kini sudah sampai di sebuah mansion yang cukup megah. Mansion ini adalah markas besar dari geng mafia Peter.
Peter pun menyambut mereka dan membawa mereka langsung ke bawah tanah. Tempat dimana biasa mereka melakukan eksekusi pada musuh mereka.
Peter menawarkan sebuah masker agar mereka menutupi bau yang sangat amis dari bekas bekas pembu nuhan. Sera menolak dan Aland hanya mengikutinya.
Paul berada di sebuah sel yang sangat remang dan terlihat mengerikan. Tangan dan kakinya diikat dengan tali.
“Bisa buka pintunya? Aku ingin masuk.” Pinta Sera.
“Tidak ada yang masuk Sera. Aku tidak akan mengijinkanmu mendekati ba ji ngan itu.” Aland memegang tangan Sera.
Peter yang disana hanya menggeleng pelan melihat tingkah Aland yang menurutnya berlebihan.
“Kamu bisa menemaninya masuk Aland jika takut Sera terluka.” Ucap Peter membuka gembok dan mempersilahkan Sera masuk ditemani Aland dan anak buahnya.
Paul yang terlihat masih tidak sadarkan diri membuat Sera geram dan...
BUUGGHHH
“Argghhh” Paul mengerang kesakitan saat Sera melepaskan pukulan pada bekas luka di wajahnya yang masih memerah.
“Bangunnn..!!” Ucap Sera.
Paul menatap pelan Sera dan tersenyum mengerikan. “Apa pukulanku tidak cukup keras untuk membuatmu sadar tuan Paul?”
“Ternyata kam.u masih hidup..” lirih Paul.
Sera hanya ingin tau alasan sebenarnya dia diculik. “Apakah kamu memang suruhan Kate?”
Paul hanya tertawa di sisa tenaganya. Aland yang melihat itu mencengkram baju Paul dengan erat. Sera memberi aba aba untuk tidak membuatnya pingsan dulu.
“Jika memang kamu tidak menjawab itu mengartikan memang benar kamu suruhan Kate dan aku tidak akan melarang Aland ataupun para anggota mafia disini menghabisimu. Cepat katakan kenapa?”
“Aku menyu kaimu Sera..” lirih Paul
BUGHHH
Kini Aland yang memberikan pukulan telak pada bagian perut Paul dan Paul mengerang sangat kesakitan.
Yah Aland sudah memperingatkan Sera untuk tidak mengeksekusinya sendiri karena Aland tidak ingin tangan Sera kotor dan membiarkan Peter beserta anak buahnya yang melakukan sisanya.
“Aku tidak per nah menyesal Sera Swan... uhukkk uhukk..” Paul terbatuk dan mengeluarkan darah segar.
Sebenarnya Sera ingin mengirimkannya ke penjara namun Peter mengatakan bahwa itu adalah hukuman teringan yang didapatkan oleh seorang penjahat seperti Paul.
Sehingga Peter menawarkan diri untuk menghabisinya dan Aland serta Sera tidak perlu mengotori tangan.
Sera pun setuju dan membiarkan Peter melakukan hukuman apapun pada Paul lalu dirinya beserta Aland keluar dari ruangan yang begitu pengap tersebut.
“Apakah kita harus ke apartemen dulu?” tanya Aland.
Sera menggeleng, “Aku ingin bertemu dengan Kate.” Pinta Sera.
“Baiklah.. lalu kita akan segera kembali ke Jakarta..” seru Aland.
“Terima kasih bantuanmu Peter.. Datanglah ke Jakarta saat pernikahan kami.” Ucap Aland lagi sambil bersalaman.
“Tentu saja jika aku tidak sibuk..” jawabnya singkat dan berkedip ke arah Sera. Aland gemas ingin melemparkan pukulan melihat tingkah genit Peter pada Sera. Terlalu banyak pria yang menyukai calon istrinya ini.
“Aku akan benar benar mengikatmu Sera karena terlalu banyak pria yang menyukaimu.” Bisik Aland.
Sera menatap marah, “ Jika kamu berani melakukan itu aku akan melarikan diri dan bersembunyi sehingga kamu tidak menemukanku dimanapun.” Jawabnya.
“Baiklah.. bercanda..” Aland mengangkat kedua tangannya menyerah.
*****
“Kate Wilson ada yang ingin bertemu denganmu.” Sipir penjara itu mengajak Kate untuk ke tempat tamu pengunjung.
Sera sudah duduk manis di balik kaca tempat pengunjung dan Kate melihat dengan tajam ke arahnya. Aura kemarahan terpancar pada Kate yang melihat Sera baik baik saja.
“Apakah tidurmu nyaman disini?” Tanya Sera santai
“Kamu tidak akan lolos setelah aku keluar dari sini Sera. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil hak Michelle.” Geram Kate.
Hatta bergerak cepat sehingga mengusut kasus penculikan Sera segera ditangani dan Kate langsung dibawa dan dijebloskan ke penjara.
“Apakah kamu yakin akan bisa keluar dari sini? Jangan pernah bermain dengan keluarga Atmajaya. Daddy ku tidak akan membela wanita ja lang sepertimu dan aku rasa Michelle akan kecewa mengetahui ibunya mencoba membu nuh kakaknya..” Sera mencoba untuk mengganggu psikologi Kate yang terlihat menyayangi adik tirinya tersebut.
“Akan aku bu nuh kamu jika berani mendekati Michelle..” ucapnya marah.
“Oke silahkan bu nuh aku jika kamu bisa berhasil keluar dari sini Kate.... aku harus pergi dan bermain dengan adik kecilku...” lagi Sera menang saat Kate mengamuk memukul kaca pengunjung dan sipir pun menyeretnya kembali ke sel.
“Puas sayang?” tanya Aland saat Sera sudah keluar dan terlihat senyum mengembang dari wajahnya.
“Sangat puas. Yah meskipun penjara adalah hukuman ringan untuknya yang sudah menghancurkan keluargaku. Aku masih memikirkan Michelle jika harus menghabisi ibunya.” Ucap Sera lalu masuk ke dalam mobil.
Aland pun melajukan jalannya langsung ke airport. Mereka akan langsung terbang ke Jakarta saat ini juga.
“Aku ingin menemui daddy dulu Al.”
“Tuan Harry menunggu di airport Sera.”
Dan benar saat akan masuk ke departemen keberangkatan terlihat Harry dan Michelle serta Hatta juga Nadin sudah disana.
“Seraa maafkan daddy” Harry memeluk erat Sera yang baru ini ditemuinya setelah terakhir di pesta.
Sera tau jika semua adalah rencana Kate dan menjebak daddy nya untuk berpisah dari Nadin namun semua sudah berlalu dan keluarga cemaranya tidak akan pernah bisa kembali lagi. Sera lebih memilih berdamai dengan waktu.
“Aku sudah memaafkanmu Daddy.” Jawab Sera lalu berganti posisi berjongkok menyamai tinggi adik tirinya yang menatapnya bingung sambil memeluk boneka barbie di sebelah kirinya.
“Kamu mau kemana?” tanya Michelle.
“Aku akan pulang adik kecil. Kamu jaga diri yang baik ya. Tolong jaga daddy kita ya.. jika ada waktu aku akan menemuimu lagi..” ucap Sera sambil mengusap kepala Michelle.
Michelle mengangguk mantap. “ Hati hati..”
“Jika ada waktu datanglah ke Jakarta saat aku menikah..” pinta Sera. Harry mengangguk dan memeluknya sekali lagi.
Hatta dan Nadin mendahului mereka masuk tanpa mengucap sepatah kata pada Harry lalu Aland menggandeng Sera untuk menyusul.
Sera membalas lambaian tangan adik kecilnya dan tersenyum manis.
“Sepertinya kamu menyukai anak kecil.”
“kenapa?”
“Bagaimana kalau kita membuat anak kecil yang banyak nanti..” ucap Aland menggoda Sera dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Mamaaa...” Sera melepas pegagan Aland dan segera berlari ke arah Nadin seakan takut dikejar oleh Aland.
Aland menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah Sera yang lucu.
seharusnya,
"Berhenti disana atau kami tembak?"
kamu harus tau arti sinopsis dan prolog. dan itu pengenalan tokoh lebih baik dibedakan bab lainnya, biar enggak campur begini.