NovelToon NovelToon
Mirage

Mirage

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Romansa Modern / Konflik etika / Tamat
Popularitas:152.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

Mira, seorang wanita yang harus hidup berkubang di lumpur penuh dosa. Mengubur semua impiannya atas masa depan dan cinta. Bukan karena alasan klise, melainkan sebuah pembalasan dendam atas orang tuanya di masa lalu.

Masa kecilnya yang begitu keras, membuat Mira menjadi pribadi yang tangguh dan tak mudah menyerah.

Hingga ia bertemu dengan pria masa lalunya, yang selalu hadir di dalam mimpi buruknya.

Akankah pria itu akan selalu menjadi mimpi buruknya? Ataukah justru menjadi penerang jalannya yang gelap gulita?

⚠️Novel ini mungkin mengandung beberapa hal-hal negatif, mohon bijak dalam memilih bacaan🙏 jika berkenan, silakan mampir dan baca ya, jangan lupa tinggalkan kritik dan saran juga di kolom komentar😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi yang lain

Saat di tengah jalan, seseorang menarik kerahnya dari belakang. Mari pun terjungkal, dan barang bawaannya terjatuh dengan beberapa baju yang terburai.

*Dia mengusap-usap bo*kongnya yang terasa sakit akibat membentur paving blok*.

"Bagi duit!" seru orang itu.

Mari mendongak dan dia sangat terkejut, mendapati siapa yang ada di hadapannya.

"Kakak," gumamnya lirih.

Mari kecil pun bangkit berdiri. Ia kemudian merapikan kembali barang bawaannya, dan hendak beranjak dari tempat itu.

"Bagi duit!" Bentak orang yang ternyata adalah kakak Mari, seorang anak laki-laki yang usianya hanya terpaut tiga tahun darinya.

Mari tertegun mendengar teriakan kakaknya. Ia terus menggenggam erat tali kantong plastik itu.

Ini bukan kali pertama sang kakak merampoknya, dan Mari kecil selalu berusaha untuk menolak perintah kakaknya itu.

Namun, tubuhnya yang lebih kecil dan pendek, membuatnya selalu saja kalah ketika harus berebut uang dengan sang kakak.

"Nggak ada. Mari nggak ada uang, Kak." Mari kemudian berjalan melewati kakaknya begitu saja.

Namun, sang kakak tidak tinggal diam. Dia kembali menarik kerah baju belakang Mari kecil hingga ia pun kembali terjungkal.

Dengan kasar, ia menggeledah tubuh Mari, mencari apa yang ia minta. Mari kecil pun meronta, dan mencoba menghalangi kakaknya menyentuh saku celananya.

"Minggir!" anak laki-laki itu menghempaskan tangan kecil adiknya dengan kasar, dan mulai meraih apa yang sedari tadi dilindungi oleh gadis kecil itu.

...💋💋💋💋💋...

"Tidak! Jangan! Kembalikan, Kak! Kembalikan!" pekik seorang wanita yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

"Hah! Hah! Hah!"

Nafasnya terdengar memburu. Ia lalu mengusap kasar wajahya.

"Kamu kenapa, Mir?" tanya Thom, pria yang sedari tadi berusaha mengguncang-guncang tubuh seksi itu, agar segera bangun dan tersadar dari mimpinya.

Mira menoleh, dan menatap dalam wajah pria parub baya yang berada di sampingnya itu.

"Apa mimpi buruk itu datang lagi?" tanya Thom lagi.

Mari terdiam. Ia bangkit dan duduk bersandar di head board diikuti oleh Thom.

Pria itu menatap khawatir ke arah wanita cantik itu.

"Aku tidak apa-apa, Thom. Dan ini juga bukan mimpi buruk itu lagi," sahut Mira yang masih mencoba mengatur nafas dan detak jantungnya, yang masih berkejaranan akibat mimpi tadi.

"Apa ini ada hubungannya dengan Nona Cheria? Atau bisa ku panggil dia dengan Riri?" tanya Thom menyelidik.

"Tolong jangan ungkit orang itu lagi, Thom. Aku tak kenal dengan mereka dan tak ingin mengenal siapa mereka. So please, jangan kaitkan aku dengan mereka lagi, Oke!" Mira menekankan ketidaksukaannya itu kepada Thom.

"Mir, aku memang belum tau semua hal tentang mu. Tapi, aku bisa melihat dari sorot matamu kalau kamu gusar ketika melihat kehadiran Nona itu, dan aku yakin jika kalian memang sudah saling kenal di masa lalu."

"Mir, terkadang ada hal-hal yang sangat ingin kita hindari, namun justru semakin berusaha menghindar, kita justru semakin dekat dengan hal itu. Aku tau kamu sangat ingin membuang masa lalu mu. Tapi, jika masa lalu itu memang ditakdirkan untuk kembali, kamu bisa apa?"

Thom mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi wanita itu, lalu mengusapnya lembut dengan ibu jarinya.

"Berdamailah dengan masa lalumu, Mir."

Mira menoleh dengan tatapan nyalang ke arah Thom.

"Seperti yang kau bilang tadi, kalau kau tidak tau apa-apa tentang masa laluku. Jadi, jangan pernah kamu sok tau dan sok menasehatiku, Thom. Kita hanya partner ranjang, sebuah hubungan simbiosis mutualisme."

"Kamu butuh tubuhku, dan aku butuh uang dan kekuasaanmu. Cukup seperti itu saja, tidak lebih!" ucap Mira penuh penekanan.

Wanita cantik nan seksi itu kemudian beranjak dari tempat tidrunya, dan berjalan ke luar dengan raut wajah memerah menehan emosinya, atas kata-kata Thom yang ia rasa sangat tak pantas.

Thom hanya bisa menghela nafas kasar sambil menatap Mira pergi.

"Aku hanya ingin kamu bisa terbebas dari belenggu yang buat sendiri, Mir." Thom bergumam pada dirinya sendiri.

Pria itu kemudian merebahkan diri di atas kasur, lalu menarik selimut untuk menutupi perut buncitnya.

Sedangkan di luar kamar, Mira berjalan menuruni anak tangga dan menuju ke dapur. Ia mengambil sebuah gelas dari rak piring, dan menuangkan air ke dalamnya.

Ia kemudian meneguk air itu hingga tandas, dan meletakkan kembali gelas itu ke dalam washtafle.

kedua tangannya bertumpu pada pinggiran washtafle. Ia menundukkan wajahnya sambil menghela nafasnya yang terdengar begitu berat.

Tak lama, ia mengangkat wajahnya, dan menatap ke arah sebuah cermin yang tergantung di hadapannya dengan tatapan nanar.

.

.

.

.

Jika kamu suka ceritanya, silakan tinggalkan like dan komen di bawah ya😊

1
Verlit Ivana
Mungkin seulas Kak kalau senyum, seutas cocok untuk tali.
*cmiiw
🐌KANG MAGERAN🐌: iya bener 😅 maaf ken🤭
total 1 replies
Verlit Ivana
mantap Kak, penggambaran tragisnya kena. /Smile/
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak
total 1 replies
Verlit Ivana
Kak, mungkin karena pake tanda seru ya, aku bacanya si petugas kayak sambil bentak. /Frown/.
🐌KANG MAGERAN🐌: gemes kan lihat tulisan acak-acakan
total 5 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Mercenary of El Dorado
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih mbak Author sudah di ijinin baca Marathon 👍🌹❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Lingga junior mau lounching
Bundanya Pandu Pharamadina
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
❤❤❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
perasaan sudah baca, otw lagi 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
mundur alon alon sing penting tetep gadi konco yo mbak Author
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga nanti bahagia Lingga Mira
Bundanya Pandu Pharamadina
part ulang yah kaka Author👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
ternyata yg nolong Arya(Lingga) tek kira Thomas
Bundanya Pandu Pharamadina
Lingga Mira 👍❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Mira😭😭😭😭
Bundanya Pandu Pharamadina
ada teka teki hubungan apa antara mama Mirna (Shofia) sama Thomas dan mami Ge*mo
Bundanya Pandu Pharamadina
tMira itu bukan teripang tapi anak konda
Bundanya Pandu Pharamadina
per*ek teriak per*ek duhhh🤭🤭
Bundanya Pandu Pharamadina
ihhh sampai ikutan gos²an bacanya
Bundanya Pandu Pharamadina
Mungkin Mari /Mari belum siap untuk kembali seperti dulu Lingga
Bundanya Pandu Pharamadina
mungkinkah dia(Lingga) anak dan keluarga yg di tolong Mira🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!