NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-enam

Sore harinya, saat Najwa sedang murojaah di dalam kamarnya...., sang pembantu rumah tangga mengetuk pintu...

Tok

Tok

Tok

Mendengar ketukan pintu, Najwa menyelesaikan bacaannya sampai di akhir ayat....lalu berdiri membuka pintunya...

Ceklek....

"Ada apa bi? " tanya Najwa lembut.

Sang bibi tersenyum,ia sangat senang melihat wajah cantik nona mudanya yang terlihat sangat teduh...enak sekali di pandang.

" Tuan besar sudah menunggu Nona Najwa di ruang keluarga" balas Bibi tersenyum sopan.

" iya...bik, sebentar lagi Najwa akan turun, Najwa mau lepasin mukena dulu" ucap Najwa ramah,lalu menutup pintunya....

Najwa dengan segera melepaskan mukenanya, tak lupa ia mengambil kaos kaki dan jilbab instan agar cepat menemui kakeknya.

setelah bersiap, Najwa segera turun ke lantai dasar menggunakan lift,

Ting....

Saat pintu lift terbuka, mereka yang berada disana terkejut, pasalnya tadi Monika dan Raisa menyuruh Najwa untuk lewat tangga saat akan ke kamarnya, namun sekarang anak itu turun dengan mudahnya menggunakan lift hanya seorang diri.

Najwa terdiam di depan pintu lift, melihat wajah-wajah yang terlihat shock.

Sang kakek yang melihat Najwa tetap berdiri diam ,ia melangkah mendekati Najwa. Matanya yang tajam menatap Najwa dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Najwa tidak menunduk ketakutan. Ia justru menatap balik Kakek Suhadi dengan pandangan yang teduh namun berwibawa. Ia kemudian membungkuk takzim dan mencium tangan kakeknya dengan sangat sopan.

"Assalamualaikum, Kek. Saya Najwa," ucapnya tenang. Suaranya jernih, tanpa getaran sedikit pun.

Kakek Suhadi tertegun. Ia merasakan energi yang berbeda dari gadis ini. "Waalaikumussalam. Jadi... kamu anak Maryam?"

"Benar, Kek. Saya putri dari almarhumah ibunda Maryam," jawab Najwa. Ia lalu menoleh ke arah Monica yang masih memasang wajah angkuh. Dengan sopan, Najwa mengangguk kecil.

Monica langsung membuang muka, melihat senyum gadis itu yang sama persis dengan Maryam, bedanya Maryam tersenyum dengan wajah takut, sedangkan gadis di depannya tersenyum dengan wajah penuh intimidasi....

Setelah berbincang lama, kakek memutuskan untuk pergi kembali karena ada urusan, ia pergi dengan hati puas,...apa yang ia cari sudah ada pada Najwa, ia perlu membimbing sedikit maka , Najwa akan sempurna seperti impiannya.

***

Malam itu, ruang makan kediaman Suhadi yang megah terasa seperti sebuah panggung sandiwara yang penuh ketegangan. Meja panjang dari kayu mahoni itu dipenuhi hidangan mewah, namun hawa dingin yang menusuk tidak berasal dari pendingin ruangan, melainkan dari tatapan dua pemuda yang baru saja tiba.

Alendra , masuk dengan langkah angkuh, jas kampusnya tersampir di bahu. Di belakangnya, adiknya ....Adriansyah , mengekor dengan gaya pemberontak, tangannya sibuk memainkan kunci mobil sportnya. Keduanya sudah mendapatkan "briefing" singkat dari Monica di lantai atas tentang "gadis kampung" yang mencoba masuk ke wilayah mereka.

Namun, saat mereka sampai di meja makan, langkah keduanya mendadak terhenti.

Najwa sedang membantu pelayan menata piring terakhir. Ia mengenakan gamis berwarna nude yang sangat elegan namun bersahaja, dengan jilbab yang tertata rapi membingkai wajahnya yang bersih tanpa polesan make-up sedikitpun.... Cahaya lampu kristal di atas meja seolah memantul di wajah Najwa, memberikan kesan tenang dan suci.

Adriansyah berbisik sangat pelan pada Alendra "Bang... itu beneran anak haram yang Mama bilang? Kok... beda jauh?....dia sangat cantik, bahkan gadis-gadis di kampus kita kalah jauh dengan kecantikan alaminya"

Alendra terdiam. Sebagai pria yang sering dikelilingi model dan mahasiswi cantik di kampus elitnya, ia harus mengakui satu hal: Najwa memiliki kecantikan yang "mahal". Bukan cantik yang menggoda, melainkan cantik yang membuat orang segan untuk menatapnya terlalu lama. Ada rasa damai yang terpancar dari wajah adiknya itu.

Afkar berdiri dengan bangga "Alendra, Adriansyah... kemari. Kenalkan, ini Najwa. Adik kalian." ucap Afkar tersenyum.

Najwa mendongak, tersenyum tulus, dan menangkupkan kedua tangannya di dada, sebuah gestur penghormatan tanpa menyentuh fisik.

"Assalamualaikum, Kak Alendra, Kak Adriansyah. Najwa senang bisa bertemu kakak-kakak hari ini."ucap Najwa dengan nada ceria seperti saat bertemu dengan kakak-kakak sepupunya.

Melihat kedua putranya sempat terpaku, Monica segera berdeham keras, memecah pesona sesaat itu. Rasa gengsi Alendra dan Adriansyah langsung naik ke permukaan. Mereka ingat misi mereka, membuat Najwa merasa kecil.

Alendra duduk dengan kasar, tanpa membalas salam Najwa "Jadi ini orangnya? Papa yakin dia bisa menyesuaikan diri di sini? Aku nggak mau ya, reputasiku di kampus hancur kalau orang-orang tahu aku punya adik yang... yah, begini. Ketinggalan zaman." ucapnya dengan nada sinis.

Adriansyah menyeringai licik "Pasti dia nggak tahu cara pakai pisau dan garpu ini, Bang. Di sana makannya pakai tangan di atas daun pisang, kan? Raisa, tolong ajarin 'pelayan baru' kita ini biar nggak malu-maluin Papa."

"Adriansyah...jaga bicaramu, ingat, dia adik mu, bukan pelayan, kau harus menyayangi dan menjaga nya dengan baik, seperti kau memperlakukan Raisa" tegas Afkar membuat Adriansyah terdiam, lalu memutar bola matanya malas.

Monica dan Raisa terkikik. Afkar hendak memprotes kembali, namun Najwa memberikan isyarat dengan matanya agar ayahnya tetap tenang.

Najwa mengambil pisau dan garpu dengan gerakan yang sangat luwes, bahkan lebih anggun dari Raisa "Makan dengan tangan adalah sunnah yang menyehatkan, Kak Adriansyah. Tapi menguasai tata krama di meja makan orang lain adalah bentuk penghormatan. Di pesantren, kami tidak hanya belajar kitab suci, tapi juga belajar bagaimana menjadi manusia yang beradab di mana pun kami berada." balas Najwa telak, membungkam mulut kakak-kakaknya yang meremehkan dirinya dengan bukti yang nyata.

Najwa memotong daging steak-nya dengan sempurna, gerakannya begitu tenang seperti seorang putri bangsawan.

"Oh ya, Kak Alendra. Aku dengar Kakak sedang menyusun skripsi di bidang ekonomi? Tadi aku sempat membaca sekilas jurnal risetmu di perpustakaan Papa. Ada satu bagian tentang algoritma Neural Network yang sepertinya bisa dikritisi lebih dalam jika dihubungkan dengan prinsip keadilan distribusi. Mungkin kita bisa diskusi nanti?" kata Najwa sampai selesai memotong stik...dan tetap menggunakan tangan kanan saat menancapkan garpu itu pada potongan stiknya.

Alendra tersedak air minumnya. Matanya membulat. Bagaimana mungkin seorang gadis hafidzah tahu tentang Neural Network?

Alendra Gengsinya memuncak "Halah! Paling cuma baca judulnya doang. Jangan sok tahu. Kuliah di kampus kita itu berat, bukan cuma modal hafalan yang nggak ada gunanya di dunia kerja."

"Betul itu, Alendra. Besok Najwa akan mendaftar di kampus kalian. Mama sudah pilihkan jurusan Hubungan Internasional yang paling sulit. Kita lihat, apa otak pesantrennya bisa bersaing dengan anak-anak pejabat di sana." timpal Monica menatap remeh pada Najwa.

"Iya, dan ingat ya Najwa, di kampus kita nggak boleh pakai gaya 'ustazah'. Bisa-bisa kamu dibully satu fakultas. Mending kamu jadi asisten pribadiku aja di sana, biar aman." ucap Raisa terkekeh.

" jaga batasan mu Raisa!" tegas Afkar menatap tajam putri angkat nya.

Najwa meletakkan alat makannya perlahan. Ia menatap Raisa, lalu beralih ke kedua kakaknya dengan tatapan yang tajam namun lembut.

"Terima kasih atas perhatiannya, Kak. Tapi aku ke kampus untuk belajar, bukan untuk ikut kontes popularitas. Jika teman-teman kalian merasa terganggu dengan jilbabku, mungkin itu masalah di cara berpikir mereka, bukan di pakaianku." kata Najwa tegas namun tetap lembut.

Adriansyah membanting sendoknya "Sok pintar banget lo! Liat aja besok, gue nggak akan bantuin lo kalau lo dikerjain anak-anak!"

Adriansyah berdiri dan pergi meninggalkan meja makan, diikuti Alendra yang sebenarnya masih terbayang-bayang betapa cerdasnya argumen Najwa tadi. Mereka kesal, bukan karena Najwa buruk, tapi karena mereka sadar bahwa adik mereka ini terlalu sempurna untuk mereka benci.

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!