Survive Game adalah permainan dimana semua pemain nya harus bertahan hidup hingga dia menjadi orang terakhir, para pemain di bolehkan saling membunuh ataupun kerja sama. Dan siapapun yang berhasil bertahan sampai akhir, akan mendapatkan hadiah berubah hal untuk meminta satu permintaan apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rider1049v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Api putih dan Api pemusnahan.
Asaki berhadapan dengan Shin, mereka berdua terus waspada satu sama lain.
"Di pihak ku? Mana mungkin aku percaya." kata Asaki.
"Ya, memang benar tidak baik langsung percaya pada orang yang baru di temui," kata Shin. "Tapi, bukannya di situasi ini, akan menguntungkan bagi mu jika percaya pada sesama korban?" tanya Shin.
"Sesama korban kata mu? Kau, ketika di aula itu, aku bahkan tidak melihat mu." kata Asaki sambil menatap tajam.
Shin tersenyum mendengar perkataan Asaki.
"Seperti yang di harapkan dari Asaki, ingatan dan penglihatan yang benar-benar luar biasa." kata Shin.
Shin mengeluarkan pedang pendek warna putih dengan motif kepala naga di gagang nya, dengan cepat Shin langsung menyerang Asaki, tapi serangan Shin bisa di tangkis oleh Asaki dengan tangan kosong.
"Benar-benar sebuah kesenangan!" kata Shin.
"Dasar sialan, apa yang kau inginkan?" tanya Asaki.
"Yang aku inginkan hanya satu, kesenangan!" jawab Shin dengan tegas.
Asaki mengenggam pedang Shin dan melempar Shin ke depan, Shin berhasil mengambil posisi dan mendarat dengan aman, tapi hanya dalam 1 detik Asaki sudah ada di depan Shin dan mengarahkan tinju nya ke Shin.
"
Armor naga putih langsung muncul di tubuh Shin, saat Shin terkena pukulan Asaki, tubuh Shin langsung berubah menjadi api dan pukulan Asaki menembus api itu, Asaki terkejut dan menatap Shin.
Shin langsung menendang wajah Asaki menggunakan lutut nya, Asaki terkena tendangan itu tapi Asaki hanya termundur beberapa langkah ke belakang, dan mengeluarkan sedikit darah dari hidung nya, Asaki mengusap darah itu.
"Kesenangan yang tersenyum, armor killer." kata Shin sambil membuat beberapa pose keren.
"Kau benar-benar menginjak ekor singa yang sedang tidur, aku akan membuat mu menyesal!" kata Asaki dengan sangat kesal.
Asaki melapisi tinju nya dengan api nya dan meningkatkan kekuatan api nya, api itu berputar di tangan Asaki layaknya pusaran angin. Lalu Asaki melancarkan serangan ke arah Shin, pusaran api langsung muncul dan semakin besar hingga Shin tertelan ke dalam pusaran api itu.
Asaki tersenyum begitu melihat Shin tertelan oleh pusaran api milik nya, beberapa saat kemudian Shin keluar dari pusaran api itu dan melompat ke arah Asaki, Asaki terkejut begitu melihat Shin yang masih baik-baik saja.
Shin langsung bergerak dengan sangat cepat dan menebas tangan Asaki, meskipun tidak sampai putus, tapi luka yang di buat Shin cukup dalam, Asaki berlutut sambil memegangi lengannya yang terluka.
"Oi, oi, jangan bilang orang yang pernah bertarung melawan Sky, hanya sebatas ini?" tanya Shin.
"(Apa-apaan orang ini? Tubuh nya layaknya api yang dapat menelan api.)" pikir Asaki.
Asaki berdiri dan menyembuhkan tangannya yang terluka, kemudian dia menatap Shin.
"Kau, sebenarnya siapa?" tanya Asaki.
"Sudah kubilang, aku ini Shin Asuka, armor killer, dan seorang pengembara." jawab Shin.
Asaki kembali memunculkan api nya, tapi kali ini kekuatan nya sudah berada di tingkat yang benar-benar berbeda, Asaki bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya dan langsung mengarahkan tinjunya ke Shin, Shin menangkis tinju Asaki dengan pedang nya, tapi setelah itu Shin terpukul di wajahnya dan terlempar ke belakang.
Shin membentur dinding labirin yang ada di belakang nya dan darah topeng nya sedikit hancur.
"Sudah kubilang, kalau aku akan membuat mu menyesal!" kata Asaki sambil menatap Shin dengan tatapan seorang pembunuh.
Shin berdiri secara perlahan sambil menahan rasa sakit.
"Api yang dapat membakar takdir sampai hangus, benar-benar kekuatan yang menyeramkan. (Dia bahkan bisa memukul ku yang merupakan perwujudan dari api, ini menjadi lebih menyenangkan)" pikir Shin dengan sedikit tersenyum.
Asaki bergerak dengan cepat dan mengarahkan tinju api nya ke arah Shin, Shin tersenyum kemudian memotong tangan Asaki, Asaki terkejut dan langsung mundur ke belakang lalu menyembuhkan tangan nya yang terpotong.
"Aku sudah menduga kau akan menggunakan kekuatan api mu hingga ke tingkat maksimal, karena itu aku juga sudah menyiapkan kartu As ku." kata Shin sambil menunjukkan sebuah card dengan gambar dan nama Airi.
Asaki terkejut begitu melihat card milik Airi ada pada Shin.
"Kenapa kau bisa memiliki card milik Airi? Card Airi harusnya sudah hancur." tanya Asaki.
"Benar, card Airi, card sky, dan card milik mu seharusnya sudah hancur, tapi aku menciptakan nya kembali." jawab Shin.
"Bagaimana bisa?" tanya Asaki.
"Karena aku adalah penciptaan card ini." jawab Shin.
Asaki terkejut dengan perkataan Shin.
"Aku bisa berpergian ke banyak cerita sesuka hati ku, dan dengan data yang aku dapatkan dari cerita itu, aku menciptakan banyak sekali card," kata Shin.
"Untuk apa kau menciptakan semua card itu?" tanya Asaki.
"Sejujurnya aku juga sudah lupa alasannya, habisnya itu terjadi 200 tahun yang lalu." jawab Shin.
"200." gumam Asaki dengan terkejut.
"Jika di hitung dari garis waktu disini itu 200 tahun yang lalu," kata Shin.
"Jadi begitu, jangan membuat orang terkejut seperti itu." kata Asaki.
"Kalau begitu, mati kita lanjutkan pertarungan ini." kata Shin.
Shin dan Asaki langsung bersiap, Asaki melapisi kedua tinjunya dengan api, sementara Shin membakar tubuh nya dengan api putihnya.
"(Di tangan kiri nya api yang dapat membakar takdir, dan di tangan kanan nya api kiamat, jika aku tidak berhati-hati maka aku akan lenyap)" pikir Shin.
Kedua bergerak dengan cepat dan serangan mereka saling ber bentrokan, ledakan mulai terjadi dan api mereka berdua saling ber bentrokan, armor dan pedang Shin mulai retak, sementara kedua tangan Asaki mulai mengeluarkan darah yang sangat banyak.
Shin mengayunkan pedangnya sekali lagi, dan Asaki mengayunkan tinjunya sekali lagi, ribuan serangan terjadi dalam waktu 1 detik dan ledakan besar terjadi, mereka berdua terlempar ke belakang dan terguling di tanah.
Armor Shin hancur dan tangan kiri Shin patah, sementara kedua tangan Asaki hancur dan tidak bisa di gerakkan, mereka berdua sama-sama meregenerasi luka mereka.
Shin yang melihat Asaki tidak bisa bergerak, langsung mengeluarkan satu lagi pedang pendeknya, tapi kali ini pedang itu berwarna gelap dengan lambang kepala serigala di gagang nya dan menggenggamnya menggunakan tangan kanan.
Shin melancarkan tebasan petir ke Asaki, tapi tebasan itu menghilang begitu mengenai Asaki, Shin terkejut.
"Apa!" teriak Shin.
Asaki berdiri secara perlahan meskipun kedua tangannya belum pulih, Shin terkejut lihat bahwa Asaki sedang mengigit card Airi.
"Sayang sekali, kurasa kau melupakan sesuatu" kata Asaki sambil tersenyum sombong.
Shin terkejut melihat card Airi ada pada Asaki, Shin menjadi kesal "jadi sejak awal kau mengincar itu?" tanya Shin.
"Kau benar-benar lambat berpikir." jawab Asaki.
Shin mencoba berjalan untuk merebut card itu kembali, tapi dia baru menyadari bahwa kaki nya patah, Shin akhirnya memutuskan untuk teleport mundur.