NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Saudara palsu / Duda / Menikah dengan Kerabat Mantan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:588.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Belva Kalea harus menelan kekecewaan saat mengetahui calon suaminya berselingkuh dengan saudara tirinya tepat di hari pernikahannya. Bukan hanya itu saja, Glory diketahui tengah mengandung benih Gema Kanaga, calon suaminya.

Di sisi lain, seorang pengusaha berhati dingin bernama Rigel Alaska, harus menelan pil pahit saat mengetahui istrinya kembali mengkhianatinya. Disakiti berulang kali, membuat Rigel bertekad untuk membalas rasa sakit hatinya.

Seperti kebetulan yang sempurna, pertemuan tak sengaja nya dengan Belva membuat Rigel menjadikan Belva sebagai alat balas dendam nya. Karena ternyata Belva adalah keponakan kesayangan Roland, selingkuhan istrinya sekaligus musuhnya.

Akankah Rigel berhasil menjalankan misi balas dendam nya?
Ataukah justru cinta hadir di tengah-tengah rencananya?

Mampukah Belva keluar dari jebakan cinta yang sengaja Rigel ciptakan?
Ataukah justru akan semakin terluka saat mengetahui fakta yang selama ini Rigel sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

"Dari mana Om tahu aku di sini?"

Belva sangat terkejut dengan kedatangan Roland ke hotel tempatnya menginap.

Roland menghembuskan napas beratnya saat melihat sikap keponakannya yang enggan menatapnya.

"Kamu lupa siapa Om mu ini?" Roland terkekeh sambil nyelonong masuk ke dalam kamar Belva tanpa dipersilahkan. "Kamu pergi ke lubang semut sekali pun, Om bisa menemukanmu."

Roland duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya. Matanya menatap teduh keponakannya yang masih mematung di belakang pintu.

"Kemarilah!" Roland menepuk tempat duduk di sampingnya, meminta supaya keponakannya itu duduk di sana.

Belva memutar bola matanya malas, namun tetap menuruti perintah Omnya. Hanya saja Belva enggan duduk berdekatan dengan Roland, wanita cantik itu memilih duduk di sofa dengan jarak yang cukup jauh dengan Omnya.

"Stop di situ!" Belva menajamkan tatapannya saat Roland hendak bergeser ke arahnya.

"Ck! Ngobrol begini mana enak?" Roland berdecak karena jaraknya dengan Belva cukup jauh. "Pacaran aja LDR gak enak," celetuk Roland. Pria itu sengaja menyindir halus keponakannya.

Belva mendelik tak suka saat Omnya sengaja menyinggung nya soal LDR. Belva tahu mungkin saat ini Omnya sudah mengetahui fakta tentang kegagalannya menikah dengan Gema.

Dari awal Roland menentang keras hubungan keponakannya itu dengan Gema. Entah alasannya apa, namun setiap Belva menanyakan alasan kenapa omnya tidak menyukai kekasihnya waktu itu, Roland tidak pernah menjelaskan secara spesifiknya. Pria itu hanya mengatakan Gema bukan yang terbaik untuk Belva.

Karena itulah saat Belva mengabari akan menikah dengan Gema, Roland sangat kecewa bahkan pria itu sengaja tidak datang ke pernikahan keponakan kesayangannya karena tidak ingin melihat Belva menikah dengan Gema.

"Om seneng kan, aku gagal nikah sama Kak Gema?" Belva kembali berkaca-kaca saat kembali menyebut nama pria yang sudah menyakitinya begitu dalam. Namun sekuat apapun Belva melupakannya, membuang semua tentang Gema dari ingatannya, namun tetap saja nama pria itu masih melekat di hatinya.

Roland menatap nanar keponakannya yang sangat terpukul itu. Suaranya yang bergetar menahan tangis menandakan jika ia amat terluka dengan kenyataan yang dialaminya.

Ingin rasanya Roland mendekap keponakannya itu dengan erat, memberikan bahunya untuk bersandar, dan membiarkan nya menumpahkan tangis yang ia tahan. Namun lagi-lagi Belva menghentikannya untuk mendekat.

"Biarkan Om memelukmu, Om tahu Kamu butuh seseorang untuk bersandar. Karena itu kan, Kamu datang ke sini? Karena hanya Om mu ini yang bisa nenangin Kamu," ucapnya lirih. Namun dari kata-katanya terdengar amat meyakinkan.

"Dan ternyata aku salah. Datang ke sini hanya membuat lukaku semakin bertambah." Belva memberanikan diri menatap Omnya. Dengan mata memerah wanita cantik itu berteriak di depan Roland. "OM SAMA SEPERTI DIA, BAJINGAN YANG DOYAN SELANGKANGAN. AKU BENCI KALIAN!"

Teriakan Belva sangat menggema di setiap ruangan. Roland bahkan sampai memejamkan matanya. Namun, bukan karena teriakan Belva yang memekakkan telinga itu yang membuat Roland memejamkan mata. Tapi, di setiap kata-kata Belva terdengar amat menyayat hati.

"Maafkan, om. Om tahu, om salah. Om mohon jangan seperti ini. Biarkan om memelukmu, om tidak tahan melihatmu seperti ini," Roland menatap Belva dengan tatapan mengiba, berharap keponakan cantiknya itu luluh dan membiarkannya mendekap tubuh ringkih keponakannya.

"Aku tidak mau bersentuhan dengan Om, sebelum Om memastikan kesehatan Om lebih dulu," ucapnya ambigu.

"Apa maksud Kamu, Abel? Om tidak sakit. Om tidak akan menularkan penyakit apa pun."

Roland semakin bingung karena Belva seperti menganggapnya memiliki penyakit mematikan yang bisa menular ketika bersentuhan dengan nya.

"Om tidak akan tahu sebelum Om memeriksanya. Bisa saja kan Om sudah terkena penyakit kelamin yang menjijikkan."

Roland melotot tak percaya, keponakannya itu berani menghinanya dengan mengatakan memiliki penyakit terkutuk itu tanpa rasa bersalah.

"Jaga ucapanmu, Abel! Om tidak memiliki penyakit menjijikkan itu." Roland sedikit meninggikan suaranya. Rasa kesal lah yang membuatnya tanpa sadar meninggikan suaranya.

"Dari mana Om tahu? Bisa saja wanita itu sudah menularkan penyakitnya. Aku bisa lihat dari tatapan matanya, wanita itu jalang profesional."

"Ck! Sok tahu Kamu."

Walaupun Roland mengakui tebakan Belva itu sepenuhnya benar. Namun ia tidak mengiyakan, karena tidak ingin keponakannya itu semakin menganggapnya memiliki penyakit itu.

"Jangan meragukan insting ku, Om. Aku juga tahu saat ini Om sedang khawatir. Insting ku bilang, Om takut tebakanku itu benar, Om memiliki penyakit itu, kan?"

"BELVA!"

Belva mencebikkan bibirnya. Namun ia sangat puas sudah berhasil membuat omnya itu ketakutan. "𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘖𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳. 𝘈𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶."

"Kalau Om yakin tidak memiliki penyakit itu, harusnya Om tidak akan takut untuk melakukan tes kesehatan," Belva tersenyum smirk. Ia sengaja memancing omnya supaya mau melakukan pemeriksaan.

Walaupun Belva yakin Omnya tidak memiliki penyakit itu, namun untuk sekedar memastikannya, Belva harus membuat omnya itu mau melakukan tes kesehatan.

"Baiklah, besok om akan melakukan tes pemeriksaaan," ucap Roland akhirnya mengalah. "Tapi dengan satu syarat." Roland tersenyum menyeringai.

"Kita tidak sedang bernegosiasi, Om."

"Kalau begitu Om akan memelukmu saat ini juga, biar penyakit ini menular sama Kamu."

Roland tersenyum sambil bergeser ke arah Belva. Pria itu sangat menikmati wajah keponakannya yang berubah pucat saat menatapnya.

"Ok, ok. Apa syaratnya?"

Roland tergelak karena berhasil mengerjai keponakannya. "𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘈𝘣𝘦𝘭, 𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘢𝘯. 𝘓𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘢𝘳 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯."

"Jika Om tidak terbukti memiliki penyakit itu, Kamu pulang ke apartemen, dan tinggal sama Om."

Belva nampak berpikir, setelah mengetahui kelakuan omnya yang ternyata berandal, Belva enggan tinggal bersama Roland. Belva tidak ingin di suatu waktu ia memergoki lagi omnya berbuat mesum. Karena setiap Belva melihat hal menjijikkan di depan matanya, itu akan mengingatkan nya pada pengkhianatan Gema.

Bagaimana caranya Belva melanjutkan hidup? Sementara Gema sendiri sudah bahagia dengan wanita yang menjadi selingkuhan nya dulu, benak Belva.

"𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘪𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘰𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘖𝘮 𝘖𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘪𝘵𝘶?"

...----------------...

Sementara itu orang yang Belva anggap sudah hidup bahagia bersama istrinya, tengah merasa benar-benar hancur.

Mengkhianati Belva menjadi penyesalan terbesarnya, sekaligus kesalahan terbodohnya karena tergoda dengan bujuk rayu Glory kala itu yang menawarkan kenikmatan sesaat.

"Andai waktu itu aku tidak tergoda rayuan menjijikkan mu. Mungkin saat ini Belva lah yang berada di bawah kungkungan ku."

Gema terus menggagahi Glory tanpa ampun, gerakannya sangat kasar, seiring dengan semua umpatan yang Gema layangkan pada wanita yang berstatus istrinya itu.

"Ahhhhh sakit, Gem. Tolong hentikan!"

Gema tidak mengindahkan rintihan istrinya, ia terus memacu semakin cepat bersama gelombang kenikmatan yang mulai mencapai puncaknya.

"Aaaahhhhh Belva!"

Air mata Glory mengalir deras bersamaan dengan Gema yang ambruk di sampingnya. Tidak ada kenikmatan yang Glory rasakan walaupun beberapa kali merasakan pelepasannya. Hanya rasa sakit, perih, dan kecewa yang Glory rasakan. Apalagi saat suaminya itu menggumamkan nama wanita lain di setiap selesai percintaannya.

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

1
Saptyaning Rahayu
belva ketemu sama om duda
Risna Tanjung
sammaa,,, ternodai akoh nya thor😔🤭
Saptyaning Rahayu
kasihan Abel
Saptyaning Rahayu
mantap ayukk balas belva
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙟𝙤𝙨𝙤𝙝 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖.🤭
𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙩𝙝𝙤𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙖𝙟𝙖, 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙗𝙖𝙗𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙡𝙜... 𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙙𝙥𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙗𝙪𝙢𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞2 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙞 𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙜, 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙧 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙪𝙘𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙘𝙖𝙡𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗, 𝙘𝙖𝙢𝙚𝙧 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙨𝙠𝙪𝙞𝙩 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙢𝙪 𝙩𝙧𝙚𝙫𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜2 𝙙𝙪𝙙𝙖... 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙝.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙮𝙖 𝙑𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧, 𝙗𝙤𝙨 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙧𝙗𝙖 𝙗𝙨 𝙟𝙙 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙪𝙧𝙪𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙇𝙖𝙣𝙙 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙙𝙪𝙝 𝙤𝙢𝙖 𝙍𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙜𝙚𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙠.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠2 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙟𝙜 𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙪𝙞𝙩 𝙙𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙊𝙡𝙖𝙣𝙙 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙪 𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙧𝙞𝙯𝙠𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜.. 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙮𝙚𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙊𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙧𝙣 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙢𝙪.
𝙩𝙥 𝙠𝙤𝙠 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙠𝙚 𝙍𝙤𝙡𝙖𝙣𝙙.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙞𝙘𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙤𝙗𝙖𝙩, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙞𝙣 𝙠𝙚 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.
𝙊𝙩𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙧𝙮𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙟𝙙 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙝𝙣𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜..😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙤 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙞𝙢𝙖𝙠 𝙖𝙟𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙩𝙥 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙪𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!