Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.
Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.
“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”
Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Namun sebelum ujung pisau itu mencapai sasaran, tangan kuat Kay mencengkeram pergelangan Axlyn dan menariknya kasar ke samping.
Pisau itu melesat melewati ruang yang kosong sepersekian detik sebelumnya, menancap pada pintu mobil dengan denting keras. Seolah perasaan ingin melindungi wanita itu kembali muncul seperti dalam ingatannya barusan. Axlyn terhuyung dan hampir jatuh, namun Kay menahannya.
“Jangan pernah lakukan itu lagi,” bisik Kay tajam, sorot matanya membara.
Belum sempat Axlyn menjawab, Kay sudah bergerak menyerang dan melumpuhkan pria itu. Ia melesat ke depan seperti anak panah. Satu pukulan telak menghantam rahang pria bertubuh besar itu hingga tersungkur. Tanpa jeda, ia memutar tubuh, menendang lutut lawan lain hingga terdengar bunyi retakan.
“Noah!” seru Kay. “Kita bereskan sampah ini secepatnya.”
“Dengan senang hati!”
Noah berdiri di sisi kanannya, kini bertarung dengan koordinasi yang jauh lebih agresif. Mereka bukan lagi sekadar bertahan. Mereka menyerang… lebih tepatnya kembali menggila setelah sekian lama hidup damai.
Kay sendiri merebut tongkat besi dari salah satu musuh dan menggunakannya untuk memukul mundur dua orang sekaligus. Noah menyambar tangan pria yang mencoba menodongkan pistol, memelintirnya hingga senjata itu jatuh, lalu menendangnya menjauh.
Axlyn, yang sempat terpaku beberapa detik, menggertakkan gigi. Rasa marah pada dirinya sendiri seolah membara.
“Aku belum tumbang,” gumamnya.
Axlyn kembali memaksa masuk ke pertarungan, kali ini memposisikan berdiri di sisi Hezlyn sambil tetap membantu Kay dari belakang. Gerakannya lebih tajam, lebih nekat yang membuat Kay merasa khawatir tanpa alasan.
Satu per satu, para penyerang mulai goyah. Melihat beberapa rekannya tumbang dan situasi berbalik, pria yang tampak sebagai pemimpin memberi isyarat mundur.
“Mundur! Ambil kesempatan lain!”
Dan dalam hitungan detik, mereka menghilang kembali ke balik pepohonan, menyisakan jalan penuh bekas perkelahian dan napas yang memburu. Sunyi kembali melanda situasi jalan sepi itu.
Noah bersandar pada mobil, terengah. “Itu nyaris saja…”
Hezlyn berlari memeluk Axlyn, tubuh kecilnya gemetar. “Kak Alyn, Elyn takut…”
Axlyn berlutut, memeluknya erat. “Sekarang tidak apa-apa. Jangan takut!”
Kay berdiri beberapa langkah dari mereka, menatap pisau yang masih tertancap di pintu mobil. Lalu ia menoleh pada Axlyn. Tersirat kemarahan dan kekhawatiran dari cara Kay menatap Axlyn, seolah hatinya merasa takut sesuatu yang buruk terjadi pada wanita itu.
“Kau memang pengawalnya,” kata Kay pelan namun tegas. “Tugasmu memang melindunginya. Tapi jangan pernah lagi mengorbankan nyawamu tanpa perhitungan seperti tadi. Jika sampai kau melakukannya lagi, aku akan langsung memberhentikanmu dari tugas ini.”
Axlyn terdiam, lalu menunduk singkat. Ia tidak menyangka Kay akan semarah ini atas tindakan spontannya tadi. “Baik, Tuan. Saya tidak akan melakukannya lagi.”
Kay menghela napas, kemudian menatap hutan yang kini kembali tenang. Kali ini mungkin hanya mengirimkan beberapa orang karena mengira Hezlyn hanya dilinduungi pengawal biasa. Namun, tidak untuk lain kali setelah mengetahui bahwa Kay dan Noah akan selalu berada di sisinya.
“Mereka tidak akan berhenti,” gumam Kay. “Dan mulai sekarang… kita juga tidak akan hanya bertahan.”
“Kau benar, Kay! Aku sudah melaporkan penyerangan tadi kepada Spencer. Kita tunggu apa yang akan dia rencanakan selanjutnya,” balas Noah.
“Hmm, untuk sekarang kita kembali melanjutkan perjalanan ke perusahaan.” Perintah Kay pada yang lainnya, tetapi tatapannya terus tertuju pada Axlyn yang terus memegangi bagian perutnya. “Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa aku sangat mengkhawatirkan keadaannya?”
Meski merasa khawatir dengan keadaan Axlyn yang terus memegangi perutnya, Kay memilih tidak berkata lebih banyak. Ia memilih membawa Hezlyn ke dalam mobil, di susul oleh Axlyn dan Noah. Seperti yang Kay perintahkan, mereka kembali melanjutkan menuju perusahaan sesuai tujuan awal mereka.
Di sisi lain kota wilayah timur, di lantai tertinggi gedung yang lampunya tak pernah benar-benar padam, layar-layar monitor memantulkan cahaya biru pucat ke wajah Spencer. Ia tiba lebih cepat karena menggunakan helicopter pribadinya.
Spencer berdiri dengan kedua tangan bertumpu pada meja kaca, rahangnya mengeras saat satu per satu berkas digital terbuka di hadapannya. Dimana Kay telah mencari wanita itu selama dua bulan lebih, tetapi tidak menemukan jejaknya sama sekali. Sekarang… ia berhasil menemukannya dengan mudah dengan dugaan yang ia simpulkan sendiri.
“Pastikan ini bukan kesalahan data, bukan?” ucap Spencer dingin mencoba memastikan.
Nero mengangguk tegas. “Aku sudah mencari tahu semua yang anda minta Tuan. Dan… seperti yang tertulis dalam laporan yang aku berikan kepada anda. Di sana tertulis bahwa wanita bernama Axlyn itu pernah menjadi pengawal dari Leora Vallon, putri Adam Vallon yang berniat menjebak Tuan Kay. Setelah pesta malam itu, Axlyn mengundurkan diri dan mendapat skor selama dua bulan karena meninggalkan tugasnya selama pesta itu berlangsung. Sampai akhirnya dia ditugaskan ke sini sebagai pengawal Nona kecil.”
“Aku juga mencari tahu lebih detail seperti yang anda perintahkan, Tuan! Dimana satu bulan kemudian, dia mengunjungi sebuah rumah sakit dengan hasil pemeriksaan seperti yang anda lihat dalam laporannya.” Lanjutnya.
“Dia benar-benar sedang mengandung anak dari Kay?” Spencer tak percaya dengan fakta yang telah ia temukan itu.
“Sepertinya wanita yang sedang dicari oleh Tuan Kay dan keluarga Xavier memang dia, Tuan!” ujar Nero membenarkan dugaan tersebut. “Namun, untuk kejadian saat pesta aku tidak menemukan petunjuk apapun. Sebab semua rekaman cctv baik selama pesta maupun di motel itu telah di hapus permanen oleh seseorang.”
“Ini pasti ulahnya… Axlyn! Tapi kenapa dia menyembunyikan semua ini dari Kay? Bukankah seharusnya dia memberitahu kebenarannya?” gumam Spencer, ia tidak bisa menebak apa yang dipikirkan wanita itu.
“Sepertinya dia mengira kalau Tuan Kay sudah menikah dan Nona kecil sebagai anak kandungnya. Karena itulah dia tidak berani memberitahukan kebenarannya. Atau mungkin dia sedang menunggu Tuan Kay mengingatnya kembali,” celetuk Nero memberitahukan kemungkin yang Axlyn pikirkan.
Spencer menyeringai tipis. “Gila. Jadi wanita yang membuat Kay dan Keluarga Xavier setengah mati mencari ke seluruh penjuru Praha… ternyata sekarang sudah berada dihadapannya?”
“Masih ada satu hal lagi, Tuan! Sepetinya dia sedang hamil anak kembar,” ujar Nero menunjukkan hasil pemeriksaan Axlyn.
“Apa katamu?” tanya Spencer tak percaya.
“Kehamilan kembar, Tuan. Usia kandungan saat ini mau memasuki tiga bulan. Dan dari waktu konsepsinya…” Nero menggantung kalimatnya.
“Memang benar anak Kay,” gumam Spencer pelan, lalu tertawa lirih. “Ini gila. Ini benar-benar gila.”
Bersambung….
𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..
𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌