Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.
Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.
Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Penyesalan dan Roda Takdir 2
Sebuah suara logam yang sangat berat dan menggema mengejutkan Ye Xuan. Dia mendongak. Di tengah ruangan hampa itu, berdiri sebuah roda raksasa yang tingginya mencapai puluhan meter. Roda itu terbuat dari logam kuno berwarna perak gelap, dipenuhi ukiran simbol-simbol aneh yang memancarkan cahaya biru terang. Roda raksasa itu berputar pelan, memancarkan aura tekanan yang luar biasa berat.
Di depan roda tersebut, sebuah layar holografik transparan tiba-tiba muncul di udara, tepat beberapa langkah di hadapan Ye Xuan.
Layar itu tidak bersuara. Hanya ada beberapa baris teks berwarna putih yang terang.
[ Anomali Terdeteksi: Kematian yang Melampaui Batas Takdir ]
[ Persyaratan Terpenuhi. Membuka Ruang Gacha Takdir. ]
[ Kompensasi Regresi Diberikan: 1 Tiket Gold ]
Mata Ye Xuan membaca tulisan itu dengan cepat. Pikirannya yang matang sebagai pria berusia 35 tahun mencoba memproses informasi yang tidak logis ini.
"Regresi? Seperti mundur ke masa lalu? Dan ini... Tiket Gold?" batinnya.
Layar holografik itu berkedip perlahan, lalu tampilannya berubah menjadi sebuah antarmuka yang sangat bersih dan sederhana. Hanya ada tiga menu utama di sana.
[ Panel Misi ]
[ Ruang Gacha ]
[ Inventory ]
Di sudut kanan atas layar itu, terdapat ikon sebuah tiket berwarna emas yang berkilau dengan angka '1' di sebelahnya.
"Sistem? Seperti di webnovel yang sering dibaca anak sekolah yang datang ke minimarket?" gumam Ye Xuan. Dia menatap roda raksasa di depannya. Kepalanya masih terasa pening. "Jika ini halusinasi sebelum mati, maka ini terlihat sangat nyata."
Dia mengangkat tangan kanannya perlahan, lalu menyentuh tulisan [ Ruang Gacha ] di udara.
Layar berubah. Roda raksasa di depannya langsung berhenti berputar dengan suara dentuman berat. Di layar holografik, muncul sebuah tombol besar dengan tulisan.
[ Putar Roda - Menggunakan 1 Tiket Gold ].
"Hahhhhh..." Ye Xuan menghela napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya. "Aku tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan. Mari kita lihat apa yang ada di dalam putaran ini."
Tanpa ragu, Ye Xuan menekan tombol di layar itu.
Tiket emas di sudut layar menghilang menjadi debu cahaya.
Grummmmmmmm!!!!
Roda raksasa di depannya bergetar sangat hebat. Ruangan hampa itu ikut berguncang. Kemudian, roda itu mulai berputar dengan kecepatan yang menakutkan. Cahaya dari simbol-simbol di roda itu berkedip menyilaukan mata, bergantian antara warna biru, ungu, dan emas terang.
Ye Xuan menyipitkan matanya, menatap roda itu dengan serius.
Putaran roda itu perlahan-lahan melambat.
Tek... tek... tek...
Suara jarum penunjuk di bagian atas roda terdengar bergesekan kuat dengan batas kotak hadiah.
Akhirnya, roda itu berhenti berputar. Jarum penunjuk itu berhenti tepat di sebuah area yang memancarkan cahaya emas menyilaukan.
Layar holografik di depan Ye Xuan langsung menampilkan teks baru.
[ Selamat! Anda mendapatkan Hadiah: Warisan Tabib Dewa Kuno. ]
[ Memulai Proses Integrasi... ]
"Tabib Dewa Kuno?" batin Ye Xuan bingung.
Namun, sebelum dia bisa berpikir lebih jauh, seberkas cahaya emas melesat cepat dari roda raksasa itu dan langsung menghantam tepat di tengah dahinya.
"Ughh!"
Tubuh Ye Xuan menegang kaku. Matanya terbelalak sangat lebar. Rasa sakit yang berkali-kali lipat lebih mengerikan dari hantaman mobil sport tiba-tiba meledak di dalam kepalanya. Rasanya seperti ada seseorang yang memasukkan pisau panas ke dalam otaknya dan mengaduk-aduknya.
Ribuan gambar, teks kuno, informasi titik meridian tubuh manusia, anatomi saraf, jenis racun, teknik pernapasan, dan cara menusukkan jarum perak dipaksa masuk ke dalam ingatannya dalam hitungan detik.
"Aaaaaarrgghh!!!"
Ye Xuan menjerit dengan suara serak. Dia mencengkeram kepalanya sendiri sekuat tenaga dan jatuh berlutut di atas lantai transparan. Pembuluh darah di pelipisnya menonjol keluar. Tubuhnya kejang-kejang. Dia adalah pria berusia 35 tahun yang terbiasa menahan sakit punggung, namun rasa sakit ini benar-benar melampaui batas kewarasan manusia.
Napasnya terputus-putus. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Dan kemudian, pandangannya menjadi gelap gulita.
"Hei! Ye Xuan! Bangun!"
Sebuah suara tamparan benda keras di meja membangunkan Ye Xuan secara paksa.
Dia membuka matanya dengan terkejut, menarik napas dalam-dalam seolah baru saja muncul ke permukaan air.
"Hahhhh! Hahhh!"
Keringat dingin bercucuran di wajahnya. Jantungnya berdebar sangat kencang hingga dadanya terasa sesak. Tangannya mencengkeram ujung meja dengan kuat.
"Kau ini kenapa malah tidur di kelasku?! Malam tadi kau habis jadi kuli bangunan, hah?!"
Ye Xuan mengerjap beberapa kali. Pandangannya yang buram perlahan menjadi fokus. Dia tidak lagi berada di ruang angkasa yang sunyi.
Dia sedang duduk di sebuah kursi kayu. Di depannya ada meja sekolah yang dipenuhi coretan. Di depan kelas, seorang guru matematika memandangnya dengan tatapan jijik sambil memegang buku absen. Dan di sekelilingnya... puluhan pasang mata murid berseragam putih abu-abu sedang menatapnya sambil tertawa mengejek.
Ye Xuan menatap kedua tangannya sendiri. Tangan itu lebih kecil. Kulitnya bersih dari kapalan tebal. Dia meraba wajahnya, tidak ada kerutan di sudut matanya.
Dia menoleh ke arah jendela di sampingnya. Pantulan wajahnya di kaca jendela menunjukkan seorang remaja berusia tujuh belas tahun. Pemuda dengan wajah yang sedikit pucat namun memiliki sorot mata yang tajam.
Otak Ye Xuan yang kini berisi pengalaman pria berumur 35 tahun dan pengetahuan medis kuno mulai menyatukan semua informasi ini.
"Aku... benar-benar kembali?" batin Ye Xuan. Matanya menatap datar ke arah papan tulis. "Aku kembali ke delapan belas tahun yang lalu?"
Di ujung pandangannya, dia bisa melihat sebuah antarmuka holografik transparan melayang statis di udara, tidak terlihat oleh siapapun kecuali dirinya.
Menu [ Panel Misi ], [ Ruang Gacha ], dan [ Inventory ] ada di sana.
Masa lalunya yang menyedihkan sebagai kasir minimarket, rasa sakit kematiannya, dan keputusasaannya di bawah hujan, semuanya terasa sangat nyata. Dan sekarang, dia diberi kesempatan kedua di masa mudanya.
Sudut bibir Ye Xuan perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat dingin dan pragmatis. Tatapan matanya yang tadi terlihat kebingungan, kini berubah menjadi tatapan seorang pria dewasa yang siap membakar dunia jika itu diperlukan.
"Baiklah," batinnya dengan tenang. "Jika kalian memaksaku mengulang hidup ini lagi, kali ini... aku akan memastikan akulah yang berdiri di puncak rantai makanan."