NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 2

Gerhana Sembilan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur / Transmigrasi
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)

Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.

Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Buta

Ruang latihan bawah tanah Benteng Hitam bergema oleh suara napas yang terengah-engah dan dentingan logam yang bergesekan dengan batu.

Satu minggu telah berlalu sejak operasi brutal yang dilakukan Baili Xue.

Han Luo berdiri di tengah ruangan, bertelanjang dada. Keringat membasahi tubuhnya yang pucat. Di bahu kirinya, bekas luka bakar yang mengerikan membingkai pangkal pedang hitam keperakan yang kini menyatu dengan tulang selangkanya. Jaringan parut di sekitarnya tampak merah dan meradang.

Di hadapannya, terdapat tiga boneka latihan yang terbuat dari Besi Karang, material yang cukup keras untuk menahan serangan kultivator Ranah Pondasi Puncak.

"Lagi," desis Han Luo pada dirinya sendiri.

Dia memfokuskan Inti Emas Gerhana-nya. Qi Es dan Api berputar di dantiannya, lalu dialirkan ke atas, melewati bahu kirinya.

SRAAAKK!

"Ugh!" Han Luo mengerang keras, memegangi dada kirinya dengan tangan kanan.

Tubuhnya secara alami menolak benda asing. Setiap kali aliran Qi murni mencoba melewati pangkal logam itu, terjadi tabrakan energi. Logam itu tidak memiliki meridian. Itu adalah jalan buntu yang dipaksakan. Qi-nya harus merembes melalui pori-pori tulang dan mikroskopis logam, menciptakan sensasi seperti ribuan jarum panas yang ditusukkan ke sumsum tulangnya.

"Kau terlalu memaksakan diri, Tuan Mo."

Suara langkah kaki pelan terdengar dari pintu masuk. Su Qingxue berjalan masuk, membawa nampan berisi ramuan pereda nyeri yang diracik oleh Baili Xue. Gadis iblis itu menatap Han Luo dengan campuran antara rasa kasihan yang mengejek dan ketertarikan.

"Meridian manusia diciptakan untuk mengalirkan energi," Su Qingxue meletakkan nampan itu di meja batu. "Kau memasukkan besi mati ke dalam siklus hidupmu. Inti Emas-mu sedang kebingungan. Jika kau memaksakan Qi tempur skala penuh ke bahumu sekarang, tulang selangkamu akan meledak menjadi serpihan."

Han Luo tidak membantah. Dia berjalan tertatih ke meja batu, mengambil mangkuk ramuan itu dengan tangan kanannya, dan menenggaknya sampai habis. Rasa pahit yang menyengat lidah sedikit meredakan denyutan di bahunya.

"Ini hanya sementara," jawab Han Luo datar, matanya yang dingin menatap pedang di bahunya. "Tubuh fana ini lemah. Saat aku mencapai Ranah Jiwa Baru Lahir, aku akan menghancurkan cangkang ini dan membentuk ulang tubuhku. Lengan ini... hanya alat bantu bertahan hidup sampai hari itu tiba."

Su Qingxue tertawa pelan. "Ranah Jiwa Baru Lahir? Bahkan para jenius di Benua Tengah butuh ratusan tahun untuk mencapainya. Kau pikir kau bisa bertahan hidup selama itu dengan tubuh cacat yang titik butanya sebesar benua ini?"

"Titik buta sebesar benua," Han Luo mengulang kata-kata gadis itu dengan tawa pahit. Dia menatap tangan kanannya yang gemetar karena kelelahan Qi.

Han Luo tahu kenyataannya. Lengan pedangnya saat ini sangat mematikan dalam jarak dekat yang tak terduga, namun membuat pertahanannya penuh celah, dan menggunakannya sama dengan menyiksa diri sendiri.

"Aku sadar akan kelemahanku," ucap Han Luo. "Jika aku memaksakan gaya bertarung fisik melawan Sekte Langit Suci dalam waktu dekat, aku hanya akan menjadi daging cincang."

Su Qingxue bersandar di meja batu. "Jadi, Tuan Mo akhirnya menyadari batasannya. Apa langkahmu selanjutnya? Bersembunyi di pulau ini sampai keajaiban turun dari langit?"

Han Luo menggunakan Pedang Teratai Darah di tangan kanannya sebagai tongkat untuk berdiri.

"Aku tidak pernah mengandalkan otot murni untuk memenangkan perang, Nona Suci. Kelemahan fisik harus ditutupi dengan dominasi absolut di bidang lain."

Han Luo berjalan menuju lemari besi di ujung ruangan latihan. Dia menempelkan telapak tangan kanannya ke pintu lemari, mengalirkan Qi untuk membuka segel formasi.

Di dalam lemari itu, terletak sebuah kotak giok putih yang memancarkan kabut es tipis.

Han Luo mengambil kotak itu dan membawanya ke meja batu. Dia membukanya.

Mata Iblis Es berdenyut pelan di dalamnya. Kelereng biru tua yang menyimpan rahasia Jantung Naga dan kekuatan kuno dari Reruntuhan Keempat. Benda yang membuat Jenderal Wu—seorang Jiwa Baru Lahir—dibekukan dalam hitungan detik.

"Tubuh fisikku memiliki titik buta," Han Luo menatap mata iblis itu. "Maka aku harus menutupi titik buta itu dengan sesuatu yang bisa mengendalikan medan pertempuran tanpa harus mengayunkan pedang."

Mata Su Qingxue melebar. Insting iblisnya memperingatkannya. "Kau... jangan bilang kau akan mencoba menyerap benda itu? Jenderal Wu yang seorang Jiwa Baru Lahir saja hanya bisa menggunakannya sebagai katalis eksternal! Jika kau menyerapnya ke dalam tubuhmu yang sudah tidak stabil ini, energi es purba itu akan membekukan jiwamu menjadi debu!"

"Menyerapnya dengan cara biasa memang bunuh diri," Han Luo menoleh ke arah Su Qingxue. Senyum tipis yang sangat familier kembali muncul di wajahnya.

"Tapi aku memiliki Inti Emas Gerhana. Aku akan menggunakan pusaran kekosongan di Dantian-ku untuk menelan benda ini hidup-hidup."

Tanpa menunggu bantahan Su Qingxue, Han Luo duduk bersila di tengah ruangan batu.

Dia mengambil Mata Iblis Es itu dengan tangan kanannya, menarik napas dalam-dalam, dan meletakkannya tepat di atas pusarannya (Dantian).

Han Luo memejamkan mata.

Sutra Hati Es Abadi: Mode Pembalikan!

Alih-alih memancarkan es, Han Luo menciptakan pusaran gravitasi spiritual di dalam dirinya.

Seketika, kelereng biru tua itu meledak menjadi kabut es hitam yang sangat pekat dan langsung menembus kulit Han Luo, masuk ke dalam meridian utamanya.

"GHKK...!"

Tubuh Han Luo kejang hebat. Suhu ruangan anjlok hingga dinding batu retak karena pembekuan mendadak.

Di dalam lautan kesadarannya, Han Luo tidak sedang duduk di ruang latihan. Jiwanya kini berdiri di tengah badai salju abadi. Di depannya, seekor naga es raksasa bermata biru menatapnya dengan niat membunuh yang bisa meremukkan langit.

Itu adalah sisa kehendak purba dari Mata Iblis Es.

"Manusia fana yang cacat," suara naga itu menggema di dalam pikiran Han Luo, membekukan kewarasannya. "Kau berani mencoba menelan kekuatanku?"

Han Luo, dalam bentuk jiwanya, berdiri tegak menghadapi naga purba itu. Dia tidak memiliki pedang. Dia hanya memiliki keangkuhan absolutnya.

"Cacat atau tidak," Han Luo mendongak, matanya memancarkan kegelapan Gerhana yang pekat. "Di dalam pikiranku, akulah dewanya. Tunduk, atau akan kuhancurkan sisa kesadaranmu menjadi ketiadaan!"

Pertempuran untuk memperebutkan kendali kewarasan pun dimulai. Di dunia nyata, darah mulai menetes dari hidung, mata, dan telinga Han Luo, sementara es merambat menutupi separuh tubuhnya.

1
Dianrp
pantas masuk 10 besar harusnya. karyanya cakep
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dpt budak pertama 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ceritanya muantebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
Irman
mantap banget
Irman
kasih bonus besok Thor... 🙏🙏🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
Budi Wahyono
jahat juga han luo...
tpi gw demen....
Budi Wahyono
good
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
Dianrp
secangkir kopi nikmat
Budi Wahyono
vote minggu ini untuk tabib qiu
izar
mntpp
Mamat Stone
tetap semangat dan terus berkarya
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!