Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 - Serangan Balik
Para mahasiswa di dalam ruangan itu benar-benar tenggelam dalam informasi yang baru saja mereka gali.
Semakin lama mereka membaca, semakin sulit menyembunyikan keterkejutan di wajah masing-masing.
Barang-barang pribadi Kevin Sanjaya mulai dari pakaian yang dikenakannya, jam tangan di pergelangan tangan, hingga mobil sport yang diparkir di luar, memiliki nilai lebih dari Miliaran Rupiah. Jika seluruh kekayaan orang-orang di ruangan itu digabungkan, jumlahnya bahkan tidak sebanding dengan milik Kevin Sanjaya seorang diri.
Yang membuat mereka semakin terdiam adalah fakta berikutnya.
Mobil sport dan jam tangan mewah Kevin Sanjaya menggunakan sistem keamanan global berbasis sidik jari eksklusif. Tanpa sidik jari pemilik asli, barang-barang itu tidak mungkin digunakan oleh orang lain.
Artinya, tidak ada ruang untuk kebohongan.
Semua itu adalah milik Kevin Sanjaya sepenuhnya.
Perasaan tidak suka dan kecurigaan yang sebelumnya tersimpan di hati para pria di ruangan itu perlahan menghilang, digantikan oleh kekaguman yang tulus.
“Dewa… dia benar-benar dewa.”
“Ini baru namanya pangeran menawan.”
“Gila… orang seperti ini benar-benar ada?”
Sorakan dan gumaman kagum terdengar bersahutan.
Para siswi menatap Kevin Sanjaya dengan mata berbinar, seolah sedang melihat tokoh utama dari novel romantis. Sementara itu, Kevin Sanjaya hanya tersenyum tipis dan tenang, percaya diri, juga sama sekali tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuk di sekitarnya.
Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Dewi Haryanto.
“Bagaimana?” katanya sambil tersenyum mengejek.
“Sekarang kamu merasa malu, bukan?”
“Kalau begitu,” lanjutnya dengan suara jelas,
“sebutkan dengan lantang, siapa sebenarnya yang tidak punya wawasan di sini?”
Tawa langsung meledak di seluruh ruangan.
Bahkan Nona Yati yang sebelumnya masih menahan air mata, kini tak kuasa menahan senyum dan ikut tertawa kecil.
Kurir ini… benar-benar tahu bagaimana cara membuat semua orang terdiam.
“Tidak mungkin…”
Wajah Dewi Haryanto berubah pucat.
“Dia hanya kurir Ojol pengantar makanan. Bagaimana mungkin dia sekaya ini? Dan bagaimana mungkin Nona Yati bisa punya pacar seperti dia?!”
Kevin Sanjaya justru merasa geli melihat reaksinya.
“Semua yang aku miliki,” katanya santai,
“aku dapatkan dari mengantar makanan.”
Ia menoleh ke arah Nona Yati, tatapannya lembut.
“Aku dan Yati bahkan bertemu pertama kali saat aku sedang mengantarkan pesanan.”
Kalimat itu membuat suasana semakin heboh.
“Serius?”
“Yati, apa benar begitu?”
Para siswi langsung mengerubungi Nona Yati, penuh rasa penasaran.
Nona Yati mengangguk pelan, wajahnya memerah.
“Iya…”
Ia lalu menceritakan bagaimana Kevin Sanjaya dulu memanggilnya turun menggunakan pengeras suara hanya untuk mengantarkan pesanannya. cerita sederhana, sedikit memalukan, tapi entah kenapa terasa sangat manis.
“Ah, itu romantis banget!”
“Yati, kamu benar-benar beruntung!”
Tatapan iri langsung tertuju padanya.
Sementara itu, Dewi Haryanto berdiri kaku, wajahnya kelabu seakan seluruh harga dirinya telah dihancurkan.
Sebaliknya, Kevin Sanjaya tampak sedikit canggung menghadapi reaksi berlebihan semua orang.
Namun baginya, satu hal jauh lebih penting, Selama Nona Yati bahagia, semua itu tidak berarti apa-apa.
Dengan senyum ringan, Kevin Sanjaya berkata,
“Yati suka hal-hal romantis dan kejutan kecil. Jadi aku hanya berusaha memenuhi keinginannya.”
Ia kemudian membuka kotak hadiah yang dibawanya.
“Yati,” ucapnya lembut,
“kalung Blue Ocean Heart ini untukmu. Semoga kamu menyukainya.”
Begitu kotak itu terbuka, Cahaya putih yang menyilaukan langsung memancar keluar!
Seluruh ruangan seakan diselimuti kilauan terang yang membuat orang tanpa sadar menyipitkan mata.
Di atas lapisan beludru hitam, terbaring anggun sebuah kalung luar biasa, tersusun dari hampir seratus berlian biru, masing-masing berkilau seperti lautan dalam, membentuk rantai kemewahan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
“Ya Tuhan…”
“Itu… Blue Ocean Heart?!”
Semua orang terpaku.
Mata mereka membelalak, napas tertahan, hati dipenuhi rasa tak percaya.
Untuk sesaat, tidak ada satu pun suara di ruangan itu, selain kekaguman yang membeku di udara.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁