NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Aku Ingin Bahagia

Elyra sore itu tidak pulang ke rumah Ziyan yang kini dia tempati, dia belum ingin bertemu dengan Leon atau siapapun. Dia membutuhkan waktu sendiri, untuk menenangkan diri sendiri. Elyra pergi ke warnetnya, disana ada yang sedang menunggu warnet Elyra, yang merupakan teman satu sekolahnya.

Elyra mendorong pintu warnet miliknya pelan. Bel kecil di atas pintu berbunyi nyaring.

“Tring!”

Dari balik meja kasir, seorang gadis langsung menoleh.

“Eh?! Bos besar datang!” seru Rani sambil berdiri cepat. Elyra tersenyum tipis.

“Berisik banget. Lagi sepi?” Tanya Elyra sambil nyengir kuda, karena dua kata yang dia ucapkan itu berlawanan.

“Sepi kayak chat mantan ih,” Rani manyun lebay. “Sejak kamu nggak jaga sore, pelanggan pada kabur.” Tambahnya lagi, Elyra terkekeh.

“Ngawur,” Elyra duduk di kursi dekat kasir, dan menghela nafas kasar.

 “Aku lihat tiga orang di pojok sana. Itu sisa survivor, yang lain tumbang oleh kuota dan tugas sekolah” Rani terkekeh, Elyra kembali menghela napas pelan.

“Kamu kenapa?” Rani menyipitkan mata curiga. “Datang-datang aura kamu kayak habis diputusin tiga kali.” Tambahnya lagi karena memang Elyra nampak dipenuhi banyak beban.

“Lebih parah dari itu Ran,” gumam Elyra, kembali menghela nafas.

“Hah? Jangan bilang-” Rani langsung duduk mendekat. “Leon?” Tebak lagi Rani sambil memainkan jarinya, dan menyenggol tangan Elyra.

“Jangan sebut nama itu dulu.” Elyra melirik tajam.

“Ooooh… fix berat.” Rani mengangguk serius palsu. “Mau curhat atau mau aku bikinin mie dulu?”

“Mie,” jawab Elyra cepat, jelas karena dia bukan tipe orang yang suka menceritakan hal pribadinya. Baik pada teman atau pada siapapun, Elyra orang yang akan memendam segalanya.

“Keputusan bijak,” Rani berdiri. “Orang sedih itu wajib dikasih karbohidrat.” Beberapa menit kemudian Rani balik sambil membawa dua cup mie.

“Nih. Obat semua masalah.” Elyra meniup uap panasnya.

“Kalau mie bisa nyelesain hidup, dunia udah damai. Setidaknya damai lima menit,” Rani terkekeh mendengar celotehan Elyra. Mereka makan sebentar dalam diam.

“Tadi ada kejadian lucu tau,” kata Rani tiba-tiba, dia tahu bila Elyra tak akan menceritakan masalahnya. Jadi, dari pada membuat Elyra makin terbebani, Rani memilih mengalihkan pembicaraan.

“Apa?” Tanya Elyra, dia nampak tidak penasaran. Namun, dia juga tahu apa tujuan Rani di baliknya.

“Anak kecil main game balapan, bukannya ngerem malah pencet tombol keluar.” Ucap Rani sambil mengingat-ingat kejadiannya.

“Hah?” Elyra sedikit tersendat mie nya dan menatap Rani.

“Karakter langsung ilang, dia teriak, ‘Mobil aku diculik!’” Rani memperagakan bagaimana anak kecil itu berbicara sambil berteriak menggemaskan.

“Serius?” Elyra refleks tertawa kecil.

“Serius demi mie rebus.” Elyra akhirnya tertawa lebih lepas.

“Ya ampun… bisa-bisanya.” Tawa Elyra, dia bisa membayangkan bagaimana anak kecil itu sudah bekerja keras dan hasilnya nihil.

“Nah tuh,” Rani menunjuk wajah Elyra. “Senyum kamu balik.” Elyra menghela napas, lebih ringan.

“Di sini emang selalu bikin tenang.” Jawab Elyra, itulah mengapa dia melarikan diri ke tempat itu.

“Ya iyalah, ini kerajaanmu,” Rani membusungkan dada. “Aku cuma penjaga sementara.” Tambahnya, karena dia juga tak menyangka akan di beri kepercayaan oleh putri salju di sekolahnya.

“Penjaga paling cerewet, gak sementara juga boleh kalo kamu betah.” Elyra mencubit lengan Rani pelan.

“Astaga bos kejam!” Mereka tertawa bersama, suara Elyra tak lagi seberat tadi.

"Mau main modar legend gak?" Tawar Rani lagi, Elyra nampak sejenak berpikir dan memberi isyarat lewat matanya.

Mereka akhirnya mulai membuka hp masing-masing, pengunjung warnet juga bertambah saat malam mulai menjelang. Elyra sudah memasuki lobby di game tersebut, dan sebuah pesan sampai. Itu dari Deon, dia meminta bergabung di Lobby, namun Elyra menolaknya dengan sopan.

"Pak Deon mau masuk ya?" Senggol Rani pada Elyra, Elyra mengangguk.

"Terima aja, nanti kita kerjain buat lempar dia ke musuh." Ide jahil mereka, Elyra dan Rani bermain bukan untuk memang namun untuk bahagia.

"Pakek telolet kamu ya, aku pakek setan buat ngerasukin aja." Tambah Elyra, Rani tertawa karena faham dengan tujuan Elyra.

Mereka akhirnya main bersama, bersama Deon dan kala itu Rani on mic, mereka berhasil mengerjai Leon bertubi-tubi sampai tertawa terpingkal-pingkal.

Bel pintu warnet berbunyi nyaring lagi, pertanda seseorang masuk ke dalam warnet tersebut.

“Tring!”

Tawa Elyra langsung terhenti. Leon berdiri di sana. Napasnya sedikit memburu, matanya menyapu ruangan sampai menemukan Elyra. Wajahnya bukan marah, tapi takut nampak khawatir, dan sedikit bergetar. Leon melangkah cepat.

“Sayang…” Leon mendekat dan berhenti di hadapan Elyra, sedangkan Rani menatap mereka bergantian. Tak ada jawaban. Elyra menunduk, menggenggam ponselnya erat sampai buku jarinya memutih.

“Kamu kenapa nggak pulang?” suara Leon bergetar ditahan.

“Kamu tau aku panik nyariin kamu ke mana-mana?” Leon menunduk di hadapan Elyra, sedangkan Elyra hanya diam.

“Elyra, jawab aku…” Elyra berdiri mendadak.

“Kenapa kamu nyari aku?” suaranya dingin tapi pecah di ujungnya, menahan sesuatu.

“Karena aku khawatir!” Leon meninggi tanpa sengaja. “Kamu pergi tanpa kabar!”

“Khawatir atau takut ketahuan?” Elyra menatapnya tajam, air mata mulai menggenang. Leon terdiam.

“Kamu denger apa?” tanya Leon pelan, dia kini menyadari kesalahannya barusan dan melemahkan suaranya.

“Kamu tidur sama Tiara…” suara Elyra gemetar hebat.

“Katanya dia hamil anak kamu!” Pekik Elyra, Dada Leon naik turun.

“Elyra, itu bohong!” Leon menggenggam tangan Elyra meski kembali di kibaskan oleh Elyra.

“Kamu selalu bilang bohong!” Elyra mulai menangis. “Semua laki-laki juga gitu!” Gumam lagi Elyra, dia sudah marah dan sangat marah. Bukan tak percaya, dia hanya ingin meluapkan emosinya pada Leon, meluapkan seganya karena dia memang sesayang itu pada Leon.

“Jangan samain aku sama mereka!” Leon mendekat. “Aku nggak pernah sentuh dia!” Leon mengusap air mata yang sudah mengalir di pipi Elyra.

“Kamu sumpah demi apa?!” Elyra hampir berteriak.

“Demi hidup aku! Demi cinta aku ke kamu!” Jawab Leon, hingga akhirnya tangis Elyra pecah.

“Aku capek percaya!” Elyra memukul dada Leon lemah berkali-kali.

“Aku capek disakitin! Aku capek dibohongin!”

Leon menahan tangannya.

“Kamu nggak dibohongin…”

“Kamu nggak tau rasanya dibilang perempuan lain kalau kamu miliknya!” Elyra terisak keras.

 “Kamu nggak tau rasanya aku ngerasa kecil… ngerasa aku itu huaa…” Air matanya jatuh deras, dan tangisnya membuat geger seisi warnet.

“Aku takut, Leon… Aku takut semua yang kita jalanin cuma bohong…” Suara Elyra akhirnya pecah. Leon memeluknya erat tanpa ragu.

“Elyra, dengar aku…” suaranya gemetar juga.

“Aku nggak pernah milik siapa pun selain kamu.” Elyra menangis makin keras di dadanya.

“Kalau dia bohong, kenapa dia berani sejauh itu?!”

“Karena dia mau kita hancur,” jawab Leon lirih.

“Dan aku nggak akan biarin itu kejadian.”

Elyra mencengkeram bajunya kuat-kuat.

“Aku sakit banget… Aku bener-bener sakit…” Leon mengusap rambutnya lembut.

“Maaf kamu harus ngalamin ini… Tapi jangan pergi dari aku… Aku nggak mau kehilangan kamu…” Tangis Elyra berubah jadi isakan hebat, tubuhnya gemetar.

“Aku sayang kamu, Leon…” katanya terputus-putus.

“Aku cuma mau bahagia…" Leon memeluknya lebih erat.

“Kamu akan bahagia. Sama aku.”

“Aku janji." Hening diwarnai suara tangis Elyra yang perlahan mereda.

.

.

Ini episode berikutnya aku udah tau si🤣 hadeeh Leon & Elyra emang kalian itu ya, hidup kalian di luar prediksi BMKG aslinya.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!