Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedih
Tiba-tiba saja hujan turun dengan begitu deras juga petir saling bersautan.Emily terbangun dari tidurnya dan meraba sisi tempat tidur. Kosong dan hampa.
Di rumah yang sebesar ini dia hanya sendiri tanpa keluarga ataupun teman. Pernah dia meminta untuk tinggal di apartemen saja tapi Jeon menolak.Gadis cantik itu keluar dari kamar karena merasa lapar, setelah semalam tertidur tanpa makan malam. Ponsel di genggamannya berbunyi lirih. Nama kekasihku terpampang di layar.
"Sayang.." Suara Jeon terdengar di sebrang sana.
Emily hanya diam sambil tetap melanjutkan kegiatannya untuk memasak ramen.
"Emily... sayang,heyy.."
Emily hanya berdengung tanpa berniat menjawab panggilan dari kekasihnya itu. Layar ponsel berkedip meminta panggilan suara menjadi panggilan video. Emily berdecak dan menggeser tombol video dengan setengah hati.
Tidak lama wajah tampan seorang Jeon Respati terlihat di layar. Wajahnya begitu segar dengan rambut yang terlihat masih basah. Sial ini jam tiga pagi dan dia..ahh sudahlah. Rasa sakit menjalar di hati Emily,dia sudah bukan anak kecil lagi. Emily tau pasti, apa yang sudah dilakukan si keparat Jeon.
"Apa yang sedang kamu lakukan,sayang?" kembali suara lelaki itu terdengar.
Emily hanya memperlihatkan panci di atas kompor yang menyala lewat kamera belakang.
"Kamu lapar..? Bukankah sudah kubilang jangan makan makanan seperti itu"
"Ada apa..?" ujar Emily akhirnya.
"Sayang...maaf semalam aku tidak pulang, anakku demam dan dia meminta tidur sambil memelukku"
Emily berdengung lagi tanpa melihat ke arah ponsel. Tangannya sibuk mengaduk ramen yang sudah jadi. Dia duduk di kursi dan menyandarkan ponselnya di depan tubuh nya. Makan dengan perlahan tanpa mengatakan apapun. Sungguh dia sangat muak dengan laki-laki di dalam layar itu.
"Sayang.."
"Apa lagi.. tidurlah, pasti tuan Jeon sangat lelah karena sudah menghabiskan malam panas berdua dengan istri sah tuan" ucap Emily cepat.
Emily sengaja mengatakan sah dengan menekan ucapannya. Air mata sudah menumpuk di pelupuk mata. Siap ditumpahkan kapan saja,tapi dia menahannya. Sungguh Emily tidak ingin terlihat cemburu dan kesal secara berlebihan.
Pria di sebrang sana tertawa kencang. Sampai Emily menghentikan suapannya kerena merasa tersinggung dengan sikap Jeon yang seolah meledek keadaan nya.
"Apa kekasih kecilku ini cemburu..? Heyy..aku mandi karena memang badanku lengket setelah memeluk putraku sepanjang malam. Pendingin ruangan di matikan karena putraku demam".
Emily tak menggubris perkataan pria itu. Dia masih melanjutkan sesi makannya yang tertunda.
"Sayang...siang ini kita berangkat ke paris oke. Nanti aku jemput sekitar pukul delapan,jangan bawa barang terlalu banyak"
Mata gadis itu membulat sempurna,apa katanya ke Paris..Yang benar saja Jeon.
"Aku tutup telpon nya ya, tidurlah sebentar.Besok pagi aku pulang"
Panggilan dimatikan sepihak olehnya, Emily jelas belum bertanya ada keperluan apa sehingga dia di ajak pergi ke Paris. Laki-laki itu memang selalu bisa membuat Emily luluh dan melupakan apa yang dia sudah lakukan. Gadis itu menatap ramen tanpa berminat untuk menghabiskannya, walaupun isi mangkuk di depannya masih banyak.
Rasa lapar di perutnya sudah menghilang. Air mata turun begitu saja di pipi mulusnya. Dia merasa semakin rendah saja karena terlalu gampang memaafkan perbuatan Jeon.
Ahh..tapi apa yang bisa diharapkan dari seorang perempuan simpanan seperti dirinya. Bukankah di mata orang di luaran sana dia memang perempuan hina, perempuan yang hanya bisa merusak rumah tangga orang lain.
Emily menelungkupkan wajahnya di atas meja, hatinya begitu sakit menerima kenyataan ini.Kenyataan bahwa dia sangat mencintai Jeon yang notabene adalah lelaki yang sudah beristri.