Putri Amatheia tidak pernah menduga akan bertemu dengan laki-laki yang bukan dari bangsanya, makhluk aneh dengan segala kekurangan yang ia dapati.
Pertemuan itu membuahkan cinta dan keserakahan dua manusia beda alam.
Sedangkan nyawa sang Raja berada dalam tanggung jawabnya, dengan menerima pinangan musuh sejati kaum ikan duyung, yang telah berusaha memporak porandakan kerajaan yang seharusnya menjadi kekuasaan Putri Amatheia sebagai putri mahkota.
Filghofin Orlando lelaki pendiam itu harus menelan pil pahit, ketika di hadapkan dengan permasalahan yang tidak pernah ia sadari, penduduk desa yang melakukan pembunuhan berencana untuknya, karena di yakini sebagai pemuda pembawa sial, karena hasil pernikahan terlarang dengan bangsa penghuni pegunungan Gordon, dan membuatnya terdampar di pulau antah-berantah dan mengharuskan dia memasuki tempat yang bukan dunianya.
Atas nama hati dan cinta. akan kah cinta mampu membawa keserakahan menjadi keikhlasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delima Rhujiwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Caillani yang merasa mendapatkan sambutan cintanya dari putri Galene, ketika mendengarkan sendiri ucapan putri Galene di saat berada di taman Zorxoka. Semakin memberikan semangat untuk dirinya bahwa cintanya akan berjalan mulus dengan sendirinya.
Akan tetapi tidak dengan putri Galene, semakin hari ia semakin menemui kegundahan hatinya sendiri. Namun, terhibur dengan kondisi Ratu Sinnan yang semakin hari semakin membaik.
Sehingga pagi yang cerah itu Ratu Sinnan bersama Putri Galene, kembali memasuki ruangan pustaka. Waktu luang yang mereka miliki, mereka gunakan sebaik mungkin untuk mempelajari setiap detail isi dari pustaka peninggalan moyang mereka.
"Ibunda Ratu, apakah yang di maksud dengan cinta suci? " Suara putri Galene memecahkan kesunyian di dalam ruangan tertutup itu.
Ratu Sinnan menatap lekat kearah Putri Galene, "anakku, cinta suci tidak memandang fisik maupun dari mana ia berasal,"
"Cinta adalah suatu emosi dari afeksi yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang." Ratu Sinnan mencoba menjabarkan kepada putrinya.
"Akan tetapi cinta juga akan mampu menjadi sebuah duri, bilamana itu hanya didasari dengan nafsu dan keserakahan untuk memiliki, tanpa di landasi keikhlasan. Cinta akan menjelma menjadi kebencian, tergantung dari segi mana kita menyaksikan dan merasakan dari sudut pandang yang berbeda."
Mendengar penjelasan itu putri Galene berdiam diri sambil menatap pustaka yang ia baca, akan tetapi seluruh pikirannya tertuju pada sosok Filghofin dan pernyataan cinta Caillani kepadanya beberapa hari lalu.
Ratu Sinnan mencuri-curi pandang memperhatikan wajah putrinya yang terlihat sedikit gugup, setelah mendapatkan jawaban darinya.
"Putri Galene, bagaimana kondisi mu sekarang? hmm" Ratu Sinnan yang duduk di depannya menatap putri Galene yang lekat menundukkan kepala berpura-pura serius membaca pustaka, tapi nyatanya tidak.
"Ibunda Ratu, saya.... Dalam kondisi baik-baik saja. Ha..hanya merindukan kak Amatheia, " Ratu Sinnan menangkap dusta di mata putrinya.
Senyum Ratu Sinnan mengembang, ia semakin mendekatkan posisi duduknya, kepada putri Galene.
"Hanya kepada kakakmu saja rasa rindu itu, hmm?" Goda Ratu Sinnan menyaksikan wajah putri Galene yang semakin salah tingkah.
"Maksudnya, saya juga merindukan kehadiran, ayahanda kembali di tengah-tengah kita, ibunda." Putri Galene mendongakkan kepalanya dan berusaha meyakinkan semua ucapannya kepada ratu Sinnan.
"Putriku Galene, di saat kau dalam kondisi lemah dan dalam posisi tidur dengan waktu yang tidak biasa, disitu Caillani dengan telaten meracik ramuan dan berusaha yang terbaik dalam merawat mu," cerita Ratu Sinnan dengan suara pelan dan sangat berhati-hati dalam mengucapkannya.
"Dia adalah putra duyung yang sangat bertanggung jawab, dan berhati tulus jiwanya penuh dengan keikhlasan, bunda harap! Kalian bisa bersahabat dan saling mengerti satu sama lain, sebagai teman apapun itu."Ratu Sinnan membelai sulur ikal putri Galene lalu memegang dagu putri Galene dan menarik dalam pelukannya.
Tanpa sepatah kata yang keluar dari bibir putri Galene, kelu terasa, hatinya seketika merasa nyeri. "Ibunda Ratu, se... sepertinya saya dengan Caillani adalah teman, sudah wajar kan kita saling membantu dengan kelebihan kita, dan menerima dengan kekurangan yang kita alami."
Putri Galene mencoba menutupi rasa hatinya yang meronta dan menolak, bilamana harus akrab dengan Caillani lebih dari hanya sekedar sahabat.
Namun siapa yang berani melawan titah Ibunda Ratu?
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
Perjalanan perdana menteri Leonard menyusuri daratan, mencari jejak putri Amatheia bersama Filghofin adalah tidak sulit baginya.
Kekuatan pada indera penciumannya yang kuat, di sertai kemampuan berlarinya yang tinggi semakin mempermudah perjalanan perdana menteri Leonard.
Hingga ia menemukan muara Enim tempat putri Amatheia dengan Filghofin singgah di saat terjadinya bulan purnama, perdana menteri yang mengubah wujud dirinya menjadi wujud yang asli.
Terdapat jejak Bargibanti yang terkurung dalam muara Enim dengan cara mengambil kekuatannya untuk bisa hidup di alam darat, menjadi semakin yakin bahwa telah terjadi pengkhianatan antara Bargibanti dengan putri Amatheia.
Perdana menteri Leonard memasuki gua yang tidak terlalu dalam di sisi muara Enim, dan melakukan meditasi untuk memulihkan tenaganya sembari beristirahat.
Ia juga merasakan aura dingin dan sepertinya gua itu adalah tempat tinggal mahkluk yang sangat familiar bagi penciumannya.
"Tempat ini sangat sunyi, namun bukan berarti tanpa penghuni. Wahai penghuni muara Enim, berikan penampakan dalam wujudmu. Aku menempati tempat ini sebagai tempat peristirahatan sementara, bantulah aku menemukan jalan tanpa rintangan." Mata perdana menteri Leonard tertutup rapat dan merapalkan beberapa mantra dan doa sebagai salam untuk penghuni gua yang sebenarnya yang kini ia tempati untuk istirahat.
Malam pun berganti pagi setelah terjadi badai ombak pasang yang menerjang muara Enim, Perdana menteri Leonard berjalan menyusuri pinggiran muara Enim, lalu memutuskan untuk kembali melakukan perjalanan menuju laut merah yang masih jauh.
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
Tengah malam gelap tanpa pencahayaan sinar bulan, menyelimuti kastil lazurod yang sangat menyeramkan, burung bangkai sang penjilat mereka setia menunggu bangkai sisa pembantaian yang selalu di lakukan dengan kejam, dan sebagai tontonan yang sangat menarik bagi para hiu dan pangeran Sharklys.
Para tawanan yang sewaktu waktu mereka jadikan santapan dengan cara mereka yang sangat bengis.
Namun tidak pada malam ini, pangeran Sharklys di kejutkan oleh penerawangan kaca ajaib miliknya.
Kaca ajaib yang selalu memberikan berita yang bersangkutan dengan pangeran Sharklys telah memberikan berita yang cukup membuat pangeran Sharklys terkejut atas keberanian dan kegigihan putri Raja Brenton, "Yang mulia pangeran Sharklys, lihatlah gadis duyung itu telah sendiri datang, sepertinya dia sudah tidak tahan untuk anda nikmati, bersiaplah pemberontakan akan segera terjadi pada kastil anda. Ini akan menjadi berkepanjangan sebab, satu di antara kalian adalah penghianat dan berusaha untuk menggulingkan kekuasaan yang mulia, ha...ha...ha..."
suara tawa nyaring terdengar menggaung di atap kastil, para tawanan termasuk Raja Brenton dan tuan Darcassan yang berada di penjara bawah tanah pun ikut mendengarkan, asing... dan ini adalah kejadian langka.
"Bedebah dengan semua ramalan mu, kaca busuk...! seru pangeran Sharklys dan berlalu meninggalkan kaca usang yang masih tertawa, menertawakan penerawangannya tentang Pangeran kegelapan yang segera suram kekuasaannya.
Sementara beberapa waktu selanjutnya, di dalam kastil Lazurod pangeran Sharklys, mengumpulkan seluruh pengawal dalam kastil dan seluruh pasukan yang berada di dalam lautan bebas di segala penjuru.
Terdapat juga sosok kecil dengan semangat yang sudah sendiri ia pupuk, kelicikan dan kemampuannya untuk merangkai kata-kata sebagai sarana ia berdusta. Bargibanti sendiri merajut impiannya sebagai penguasa teluk Belanggah yang di janjikan oleh pangeran Sharklys, andaikan ia bisa membantu mewujudkan cita-cita pangeran Sharklys untuk merebut dan mengalahkan wilayahnya kekuasaan istana Gkinzerniyu.
"Wahai kaumku, yang mampu hidup di dalam kedalaman laut maupun di darat, tunjukkan semua pengabdian yang kalian berikan padaku! Aku... Sang penguasa kegelapan di atas kegelapan, aku berikan titah kepada kalian semua! Untuk tunduk dan menurut pada perintah dan segala wewenang yang aku inginkan."
Semua yang hadir para pasukan dan pengawal kastil Lazurod yang tinggal di laut merah maupun di luar perbatasan, bersorak dan menerima segala peraturan yang sudah di tentukan oleh sang penguasa kegelapan yaitu pangeran Sharklys.
"Purnama akan kembali menghampiri kita beberapa pekan lagi, dan kaca ajaib telah memberi tahukan dengan keajaiban yang ia miliki, bahwa kita akan kedatangan tamu istimewa, sudah lama kita tidak melakukan pesta. ha...ha..ha..." Gelak tawa pangeran Sharklys di sambut dengan riuh sorak para pemuja
🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬
Penghianatan??? siapa?....
ikuti selanjutnya yuk Mak 🤗🤗
To be continued 😉
And Salam Sayang Selalu By RR 😘😘
selagi menunggu bab baru up lagi yuk kepoin karya kawan Rhuji yang di jamin seruuu habis 👍