NovelToon NovelToon
Istri Hyper Untuk Gus Hilman

Istri Hyper Untuk Gus Hilman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Matahari sore di Desa Sukamaju sedang terik-teriknya, namun tidak sepanas suasana hati Gus Hilman. Pemuda berusia 22 tahun itu baru saja turun dari mobil, merapikan sarung instan dan kemeja kokonya yang wangi setrikaan. Ia baru tiga hari kembali dari Jakarta untuk mengelola pesantren kecil milik kakeknya di ujung desa.

"Gus Hilman!"

Suara cempreng itu memecah ketenangan. Hilman menghela napas panjang tanpa menoleh. Ia sudah tahu siapa pemilik suara itu. Keyla. Anak tunggal Pak Lurah yang menurut desas-desus warga adalah "ujian berjalan" bagi kaum pria di sana.

Keyla datang dengan motor matic-nya, berhenti tepat di depan Hilman hingga debu jalanan terbang mengenai sepatu kulit sang Gus. Gadis 17 tahun itu turun dengan gaya menantang. Ia mengenakan tank top merah ketat yang memperlihatkan bahu mulusnya, dipadu dengan celana jins pendek di atas lutut. Rambutnya yang dicat cokelat dibiarkan tergerai, basah oleh keringat yang membuatnya tampak semakin... mencolok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Tiara kembali ke rumah dengan langkah yang sangat ringan, seolah-olah rasa kantuk dan keluhan tentang nyamuk tadi hilang tertiup angin pagi. Senyumnya tidak berhenti mengembang, membayangkan betapa dekatnya wajah Zaki tadi.

"Heh! Malah senyum-senyum!" tegur Arkan yang masih mengekor di belakangnya dengan wajah gusar. "Lo tahu nggak, di sini itu nggak sembarangan. Bisa-bisa Kang Zaki kena takzir (hukuman) gara-gara kejadian tadi!"

"Yaelah, kan nggak sengaja jatuh, Abang tiri yang bawel!" sahut Tiara sambil masuk ke ruang tamu.

Di dalam, ternyata Pak Baskoro sedang menyesap kopi hitamnya sambil membaca koran. Ia melirik Tiara yang tampak berantakan dengan baju tidur yang terkena noda rumput di bagian lutut.

"Dari mana kamu, Tiara? Pagi-pagi sudah kotor begitu?" tanya Pak Baskoro dengan suara baritonnya yang tegas.

"Habis... ehem, kenalan sama lingkungan sekitar, Pa," jawab Tiara asal sambil buru-buru naik ke lantai atas menuju kamar Nayla.

Sementara itu, di kamar, Nayla dan Hilman baru saja selesai melipat sajadah setelah mengaji bersama. Nayla sedang mencoba duduk di tepi ranjang dengan gerakan yang jauh lebih luwes dibandingkan kemarin sore.

BRAK!

Tiara membuka pintu tanpa mengetuk, membuat Hilman refleks membetulkan letak kacamatanya karena kaget.

"Kak Nayla! Kak! Lo harus tolongin gue!" seru Tiara heboh.

Nayla mengernyit. "Apaan sih, Ra? Pagi-pagi udah teriak-teriak. Itu lutut kamu kenapa kotor?"

"Tadi gue jatuh, tapi jatuhnya estetik banget, Kak! Gue jatuh tepat di atas dada cowok paling ganteng yang pernah gue liat seumur hidup!" Tiara duduk di samping Nayla dengan mata berbinar-binar. "Gue mau tau dia siapa. Dia pake baju abu-abu, pake peci, wajahnya adem banget kayak ubin masjid. Mas Hilman, Mas pasti tau kan siapa dia?"

Hilman terdiam sejenak, otaknya langsung memproses deskripsi tersebut. "Baju abu-abu... barisan depan santri pagi ini... itu pasti Zaki," jawab Hilman pelan.

"Nah! Zaki! Namanya keren banget!" Tiara memukul bantal dengan gemas. "Mas Hilman, gue mau dong nomor WhatsApp-nya. Atau minimal akun Instagram-nya deh!"

Hilman menghela napas panjang, memberikan tatapan "sabar" ke arah Nayla. "Tiara, Zaki itu santri senior yang sedang fokus hafalan. Dia tidak pegang ponsel setiap hari, dan di sini ada aturan ketat soal interaksi antara santri dan lawan jenis."

Nayla tertawa terpingkal-pingkal melihat adik tirinya yang biasanya sombong kini tampak seperti penggemar fanatik. "Ciee, ada yang kena pelet ustadz desa nih? Mana kemarin katanya nggak level sama cowok sarungan?"

"Ih, Kak Nayla jangan ngeledek! Yang ini beda, Kak. Pas mata kita ketemu tadi, kayak ada kembang api meledak di sekitar gue!" Tiara memegang pipinya yang panas. "Kak, pinjemin aku kerudung dong. Aku mau nyamar jadi santriwati biar bisa lewat depan masjid tanpa diteriakin Bang Arkan."

Nayla melirik Hilman dengan nakal. "Gimana, Mas? Izin nggak kalau aku 'mendandani' Tiara jadi ustadzah gadungan?"

Hilman menggeleng tegas namun ada senyum tipis di wajahnya. "Jangan aneh-aneh, Nay. Tapi, kalau Tiara memang mau belajar berpakaian lebih sopan selama di sini, Mas tentu izinkan. Siapa tahu itu langkah awal dia dapat hidayah, bukan cuma dapat Zaki."

"Tuh denger! Ayo, Ra, kita ke lemari. Kita cari kostum paling 'alim' buat kamu biar si Zaki makin pusing liat kamu!" seru Nayla penuh semangat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!