NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Defisini Normal

Hari Rabu di UA dimulai seperti sekolah menengah pada umumnya. Pelajaran bahasa Inggris bersama Present Mic yang sangat berisik, lalu matematika bersama Ectoplasm. Bagi sebagian besar murid kelas 1-A, ini adalah bagian yang membosankan. Namun bagi Mitsuki, setiap detik adalah pengumpulan data.

Ia duduk diam, menulis catatan dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Bukan karena ia takut tertinggal, tapi karena ia sedang menganalisis struktur bahasa dan logika dunia ini.

"Mitsuki-kun," bisik Uraraka saat jam istirahat makan siang dimulai. "Kau tidak pernah terlihat lelah, ya? Bahkan saat pelajaran Ectoplasm-sensei yang rumit itu, kau tidak berkedip sama sekali."

Mitsuki menoleh, memberikan senyuman tipisnya yang sopan. "Tubuhku didesain untuk tetap terjaga dalam waktu lama, Uraraka-san. Tidur hanyalah proses pembersihan memori bagiku."

Uraraka tertawa canggung. "Haha... desain? Kau bicara seolah-olah kau ini robot."

"Sesuatu seperti itu," jawab Mitsuki singkat, membuat Uraraka bingung apakah itu candaan atau pernyataan serius.

Kantin UA dan Rahasia "Soldier Pills"

Kantin UA dikelola oleh pahlawan masak, Lunch Rush. Aromanya luar biasa, namun Mitsuki hanya duduk di depan sebuah mangkuk berisi kaldu bening dan beberapa butir bulat berwarna cokelat gelap yang ia bawa sendiri.

Izuku, Iida, dan Uraraka duduk bersamanya.

"Wah, apa itu?" tanya Izuku sambil menunjuk butiran cokelat di piring Mitsuki. "Apakah itu camilan tradisional dari daerah asalmu?"

"Ini Hyōryōgan (Soldier Pills)," jawab Mitsuki. "Satu butir ini mengandung nutrisi yang cukup untuk bertempur selama tiga hari tanpa henti. Rasanya memang seperti tanah kering, tapi sangat efisien."

Iida membenarkan kacamatanya dengan serius. "Tiga hari?! Mitsuki-kun, sebagai murid pahlawan, kesehatan dan kelezatan makanan adalah bagian dari pemulihan mental! Makanlah sesuatu yang nyata, seperti nasi kari ini!"

"Terima kasih atas sarannya, Iida-kun. Tapi aku lebih suka sesuatu yang tidak merepotkan sistem pencernaanku saat aku harus bergerak mendadak," balas Mitsuki. Ia kemudian menatap Izuku. "Bagaimana dengan luka di lenganmu, Izuku? Aku mencium aroma obat dari Recovery Girl, tapi sel-mu tampak bekerja terlalu keras untuk regenerasi."

Izuku tersedak nasi karinya. "K-kau bisa tahu hanya dengan melihat?"

"Aku bisa merasakan peningkatan suhu di jaringan ototmu," jawab Mitsuki datar. "Kau harus berhati-hati. Cahaya matahari yang terlalu terang terkadang bisa membakar dirinya sendiri."

Pemilihan Ketua Kelas: Logika vs Popularitas

Setelah makan siang, kelas 1-A harus memilih Ketua Kelas. Ini adalah momen yang penuh ambisi. Hampir semua orang mengangkat tangan, termasuk Bakugo yang berteriak-teriak dan Iida yang sangat ingin memimpin.

Mitsuki hanya diam, mengamati keributan itu dari bangku belakang.

"Mitsuki-kun, kau tidak ingin mencalonkan diri?" tanya Tsuyu Asui, gadis katak yang duduk di dekatnya.

"Menjadi pemimpin berarti menjadi target pertama dalam sebuah penyergapan," ucap Mitsuki pelan. "Selain itu, aku lebih suka menjadi orang yang memastikan misi berhasil dari balik bayangan. Bagaimana denganmu, Asui-san?"

"Panggil aku Tsu," koreksi Tsuyu. "Aku rasa Iida-chan atau Midoriya-chan lebih cocok. Mereka punya jiwa yang lurus."

Akhirnya, pemungutan suara dilakukan. Izuku terpilih sebagai ketua, dan Yaoyorozu sebagai wakilnya. Mitsuki memberikan suaranya untuk Izuku—bukan karena ia pikir Izuku pahlawan yang hebat, tapi karena ia ingin melihat bagaimana "Matahari"-nya menangani tanggung jawab administratif.

Alarm Level 3 dan Penyusup

Ketenangan hari itu pecah ketika alarm sekolah berbunyi nyaring. "PELANGGARAN KEAMANAN LEVEL 3! HARAP SELURUH MURID EVAKUASI KE LUAR GEDUNG!"

Kantin berubah menjadi medan tempur kepanikan. Murid-murid senior dan junior berdesakan di koridor. Iida mencoba menenangkan massa, namun suaranya tenggelam dalam teriakan.

Di tengah kekacauan itu, Mitsuki tidak ikut berdesakan. Ia justru melompat ke langit-langit, menempel di sana seperti cicak, dan mengamati situasi dari atas. Ia melihat melalui jendela besar di ujung koridor.

"Hanya media?" gumam Mitsuki.

Ia melihat segerombolan wartawan yang berhasil menerobos gerbang UA yang hancur menjadi debu. Namun, matanya yang tajam menangkap sesuatu yang aneh. Gerbang itu tidak hancur karena ditabrak. Besinya hancur menjadi partikel halus seperti efek dari sebuah pembusukan yang sangat cepat.

Itu bukan pekerjaan wartawan, pikir Mitsuki. Ada seseorang yang memiliki kemampuan penghancur tingkat tinggi yang membuka jalan bagi mereka.

Ia melihat Iida yang akhirnya berhasil menenangkan semua orang dengan menempel di atas pintu darurat, menjelaskan bahwa itu hanya wartawan. Semua orang bernapas lega, namun Mitsuki tetap waspada.

Ia turun dari langit-langit tepat di samping Izuku yang terlihat gemetar.

"Izuku," bisik Mitsuki.

"Ah, Mitsuki-kun! Kau di mana tadi? Tadi kacau sekali..."

"Jangan lengah," ucap Mitsuki, wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. "Gerbang sekolah hancur dengan cara yang tidak alami. Seseorang sedang menguji pertahanan sekolah ini. Wartawan itu hanya pengalih perhatian."

Izuku tertegun. "Maksudmu... penjahat?"

"Mungkin," Mitsuki menatap ke luar jendela, ke arah hutan yang mengelilingi UA. "Ular tidak akan menyerang jika lubangnya belum terbuka. Dan hari ini, seseorang baru saja membuka lubang itu."

Sore harinya, Izuku memberikan jabatan ketua kelas kepada Iida, merasa bahwa Iida lebih layak setelah aksinya di kantin. Kelas berakhir dengan tawa, namun Mitsuki tetap diam di gerbang sekolah saat akan pulang.

Ia menyentuh sisa-sisa gerbang yang hancur. Ia mengambil sedikit debu besi itu dan menciumnya.

"Kehancuran yang instan," bisik Mitsuki. "Ayah akan sangat tertarik dengan energi seperti ini."

"Mitsuki! Ayo pulang bareng!" teriak Kaminari dan Kirishima dari kejauhan.

Mitsuki menoleh, kembali memasang wajah polosnya. "Tunggu aku."

Ia berlari menyusul teman-temannya, membaur dalam kerumunan murid yang tertawa, menyembunyikan fakta bahwa insting ninjanya baru saja mencium bau bahaya yang akan segera datang.

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!