"Aku tidak akan pernah mencintaimu Aya!" ucap Dewa dengan sorot mata penuh kebencian.
Mampukah Aya menaklukan hati suaminya? atau malah dia akan menyerah begitu saja? Seorang adik ipar yang kini malah menjadi istri kedua sang kakak Ipar
Ikuti perjalanan Seorang muslimah meraih cinta dari suaminya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Aya
1 Jam kemudian.....
Aya membangunkan kedua putranya untuk ibadah Zuhur bersama, Faza dan Gaza terbangun lalu beranjak kekamar mandi, setelah itu keduanya menjalankan ibadah Zuhur, sementara Aya tengah menata pakaian mereka dilemari.
Tak lama kemudian
"Bunda,,, kita akan tinggal dicini ya bunda?"Tanya Gaza
"Iya sayang,,, kita akan tinggal dirumah Ayah kalian" jawab Aya
"Tapi bunda,,, Faca takut lihat Ayah celem" ucap Faza
"Ayah kalian juga manusia sama seperti kita" ucap Aya
Tok
Tok
"Nyonya,, waktunya makan siang. Tuan sudah menunggu anda dan tuan muda" ucap pelayan
"Ayo Anak-anak waktunya kalian makan siang" ucap Aya
Lalu Aya menggandeng kedua putranya keluar dari kamar mereka menuju ke ruang makan. Saat mereka sampai di dekat meja makan, Alangkah terkejutnya Sikembar dan juga Aya ketika melihat pria dewasa yang terlihat gagah dan ganteng tengah duduk di depan meja makan dengan senyum
"Ayo kita makan bersama" ucap Dewa dengan senyum ramah
"Bunda,,, Om itu ciapa?" tanya Gaza
"Itu...itu...." ucap Aya yang jadi Gagu ketika Gaza bertanya
Dewa tersenyum "Ini Ayah kalian, memangnya siapa lagi?" ucap Dewa
"Ayah????? tapi Ayah kami banyak lambut diwajahnya Om, jadi Om bukan Ayah kami" ucap Faza
"Benal kan bunda itu bukan Ayah kami?" tanya Gaza
"Em... sepertinya itu Ayah kalian" jawab Aya
Sikembar masih bingung melihat perubahan pada Dewa. Padahal 1 jam lalu mereka masih melihat Dewa berjambang dan terlihat sangat menyeramkan, sementara sekarang mereka sudah melihat sosok Dewa yang terlihat begitu ganteng dan sangat gagah. Dewa mencukur jambangnya sampai bersih hingga membuatnya terlihat seperti Dewa yang dulu.
Lalu Aya mengajak Faza dan Gaza duduk di kursi, keduanya masih takut namun sesekali mereka menatap ke arah Dewa dengan tatapan tidak percaya jika Om brewok itu berubah menjadi Om ganteng yang ternyata adalah Ayah mereka.
Kemudian Aya mengambilkan makanan untuk kedua putranya dan untuk dirinya sendiri. Dewa ingin meminta Aya mengambilkan makanan juga untuk Dewa namun rasanya masih sangat canggung. Dewa paham dengan situasi saat ini, ia pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Lalu mereka makan bersama, tidak ada yang bersuara saat jalannya makan siang, Aya tidak pernah mengajarkan kepada putra-putranya untuk berbicara saat makan.
Setelah selesai makan siang, Aya ingin membereskan piring kotornya namun di larang oleh Dewa, Lalu Dewa mengajak Aya dan anak-anak mereka menuju ke halaman belakang.
"Waahhhhh ada kolam lenanggggg" ucap Faza saat melihat ada kolam renang di halaman belakang
"Kamu mau berenang??" tanya Dewa
"Iya mau, tapi Faca belum bica belenang" jawabnya
"Kalian tunggu disini" ucap Dewa
Lalu Dewa kedepan dan menyuruh anak buahnya membelikan pelampung anak-anak, setelah itu ia kembali ke halaman belakang dan melihat Aya dan Anak-anak tengah bermain air dipinggir kolam
"Sebentar lagi pelampungnya datang dan kalian bisa belajar berenang" ucap Dewa
"Tapi nanti kami tenggelam" ucap Gaza
"Nanti Ayah ajari. Kalian harus bisa berenang, jangan kayak bunda gak bisa berenang" ucap Dewa saat melirik kearah Aya yang langsung diam ketika Dewa menghampiri mereka tadi.
"Bunda gak bica belenang?" tanya Faza dan Aya menggeleng
"Kenapa bunda?" tanya Gaza
"Bunda sudah besar dan gak bisa lagi belajar berenang. kalian saja yang berenang" jawab Aya
"Kalau bunda mau, Ayah bisa ngajarin berenang" ucap Dewa saat berbicara kepada anak-anak
"Ayo bunda kita belajal belenang cama-cama" ucap Gaza dan Faza bersamaan merengek kepada Aya
"Enggak sayang. Kalian saja yang belajar berenang yah" ucap Aya
Lalu Faza dan Gaza menangis bersama didepan Aya , posisi yang sangat sulit bagi Aya untuk menolak ketika kedua putranya sudah menangis dihadapannya
"Baiklah,, bunda ikut belajar" jawab Aya pasrah
Dewa tersenyum didalam hatinya karena sudah mengetahui titik lemah Aya ada ditangan kedua putranya. Otak cerdas Dewa pun langsung bekerja dan akan memanfaatkan kedua putranya untuk memepet bundanya. Namun masih ada PR lagi untuk Dewa, yaitu Dewa belum bisa membedakan mana Faza dan mana Gaza karena keduanya benar-benar sangat mirip
"Bunda, kalau boleh tau mana Faza dan mana Gaza, sumpah Ayah gak bisa bedain mereka berdua" ucap Dewa menggaruk kepalanya karena merasa bingung
Aya ingin tertawa namun ditahan mati-matian, jadi ternyata Dewa belum juga bisa membedakan mana Faza dan mana Gaza
"Aku Faca Yah" ucap Gaza
"Aku Gaca" ucap Faza
Dewa mengamati satu persatu putranya dan mencari dimana letak perbedaan keduanya. Namun dia masih belum bisa menemukan perbedaannya. Dewa merasa pusing saat tidak bisa membedakan keduanya
"Ayah belum bisa membedakan kalian berdua" ucap Dewa pasrah dan sikembar pun tertawa lepas ketika melihat expressi Ayahnya yang kebingungan saat membedakan mereka. Lalu mereka pun toss bersama Saat berhasil mengerjai papanya.
Tak lama kemudian anak buah Dewa membawakan pelampung dan juga perlengkapan renang lainnya yang bisa di gunakan untuk anak-anak belajar berenang. Sementara itu ada 1 paperbag untuk Aya
"Pakailah jika mau belajar berenang" ucap Dewa
Aya mengambilnya dan membawanya kekamar mandi. Sementara Dewa langsung membuka bajunya dan juga baju anak-anak, setelah itu Dewa memasangkan pelampung kepada sikembar. Kemudian Dewa menceburkan diri lebih dulu kedalam kolam renang dangkal, lalu menyuruh putranya satu persatu untuk turun, tidak ada takut-takutnya keduanya turun sesuai instruksi Ayah mereka. Dewa mengajari kedua putranya untuk menggerakkan tangan dan kakinya, sedikit kesulitan namun sepertinya Faza dan Gaza sangat antusias mau belajar.
Sementara itu di kamar mandi, Aya terkaget kaget saat melihat isi didalam paperbag itu ternyata baju renang 2 piece berwarna merah. Ingin sekali Aya menjerit sekeras-kerasnya dan mengatai Dewa Mesum. Bisa-bisanya dia memberikan Baju renang seperti itu kepada Aya.
Lalu Aya memasukkan kembali kedalam paperbag dengan perasaan kesal. Setelah itu Aya keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam kamarnya. Aya begitu kesal dan hilang mood belajar berenang. Namun sesaat wajah kedua putranya kembali membayanginya. Aya tidak ingin membuat kedua putranya kecewa. Kemudian Aya membuka lemari dan mengambil Ledging panjang, kaos tunik dan juga jilbab jerseynya, lalu Aya masuk kekamar mandi dan mengganti pakaiannya.
Tak lama kemudian Aya sampai dihalaman belakang dan membawa paperbag tadi. Dewa melihat kedatangan Aya dan menatapnya dari atas kebawah. Tidak banyak komentar lalu Dewa menyuruh Aya untuk turun kedalam kolam. Wajah Aya masih cemberut saat itu, namun ia tetap menceburkan diri ketika sikembar yang menyuruhnya. Nampak kedua putranya itu begitu senang memakai pelampung. Aya masih duduk di tangga kolam renang dan merasa takut ingin turun
"Kamu kenapa sih cemberut gitu?!" ucap Dewa saat didekat Aya
"Mas tuh keterlaluan banget ya! baju kebuka gitu dikasihkan aku! dasar mesum!" ucap Aya setengah berbisik kepada Dewa agar tidak di dengar Anak-anak mereka
"Kebuka?" tanya Dewa bingung
Aya menarik paperbag itu dan mengambil isinya. Niatnya mau memberikan kepada Dewa namun keseimbangan Aya hampir lepas jika dia tidak kembali berpegangan pada tangga kolam renang. Saat ia kembali memegang anak tangga, malah baju renang 2 piece itu menyangkut didepan wajahnya. Dewa membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lalu di ambilnya dan di lihatnya dengan jelas, sementara Aya masih fokus pada pegangan tangga kolam karena merasa takut jatuh.
Cepat- cepat dewa menggulung-gulung pakaian renang itu dan memasukkannya lagi kedalam paperbag. Berharap kedua putranya tidak melihatnya
"Sumpah Aya ini bukan kerjaanku!" ucap Dewa
"Aku gak percaya!" ucap Aya
"Ya Allah,, pasti ini kerjaan Herman! tadi aku suruh beli yang panjang, aku gak tau kalau dibelikan yang ini" ucap Dewa
"Bundaaaa ayooo ciniiii" ucap Faza
Aya dan Dewa menoleh bersama kearah Faza dan Gaza yang berada di kolam renang dangkal tak jauh dari mereka bertengkar.
"Ayo turun" ucap Dewa
"Takut" jawab Aya
Dengan takut- takut Aya turun dan berpegang pada lengan kekar Dewa. Sementara Dewa memberikan instruksi kepada Aya. Saat Aya sudah berada diujung anak tangga, Dewa menarik pelan tangan Aya dan malah Aya merangkul leher Dewa dengan kakinya mengikat kuat pada Dewa karena takut tenggelam, bahkan Aya sudah memejamkan matanya sangking takutnya
"Bunda,,,, kolam ini cuma 1.5 meter dalemnya, bunda gak akan tenggelem" ucap Dewa
Aya membuka matanya saat mendengar ucapan Dewa. Aya tersadar jika saat ini mereka terlalu dekat bahkan sudah menempel. Perlahan Aya menurunkan kakinya dan benar saja saat Aya sudah menapakkan kakinya didasar kolam renang, Air itu hanya diatas bahunya sedikit. Wajah Aya memerah, saat mengingat begitu refleksnya dia tadi
"Maaf" ucap Aya menutupi rasa malunya
"Gak papa,, ayo kita belajar berenang" ucap Dewa saat mencairkan suasana saat itu.
Lalu Dewa mengajari tekhnik-tekhnik berenang kepada istri dan anak-anaknya, 1 kali teori 1 kali praktek. Bagi anak-anak masih mudah tapi tidak bagi Aya, mengingat badannya yang lebih besar dari anak-anak membuatnya sedikit sulit mengapungkan badannya. Kemudian Dewa menyuruh aya untuk naik ke atas dan tengkurap di dekat kolam, Dewa menjelaskan dan memperhatikan posisi Aya, memegangi pinggang Aya dan membenarkan posisinya. Setelah itu kembali praktek kedalam kolam renang.
Hampir 1 jam lebih mereka menghabiskan waktu siang itu untuk belajar berenang. Setelah merasa lelah, Mereka memutuskan untuk menyudahi acara berenangnya. Untung saja diatas kolam itu tertutup atap otomatis, jadi tidak membuat mereka kepanasan.
Lalu Aya mengajak sikembar untuk membersihkan diri sementara Dewa menuju kekamar Atas sendirian. Ada rasa bahagia dan damai ketika berkumpul bersama istri dan anak dirumah....
.
.
.
.
Bersambung.....
Tekan Love ❤ biar lanjut