NovelToon NovelToon
PELAKOR UNTUK MADU-KU

PELAKOR UNTUK MADU-KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Menyembunyikan Identitas / Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Almira Abimanyu, di hari ia mengetahui kehamilannya, Gilang, suaminya justru membawa Lila, istri kedua yang juga tengah hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Ancaman Almira

.

Sampai di dalam kamarnya, Almira segera mengunci pintu. Kamar yang dulu menjadi tempatnya memadu kasih dengan Gilang, kini ia tak akan membiarkan pria itu memasuki kamarnya. Apalagi sang madu yang yang mungkin ingin menguasai.

Setelah sejenak beristirahat, Almira membuka ponselnya. Jarinya menari di atas layar, membuka aplikasi CCTV. Senyum sinis mengembang di bibirnya ketika mendapati Lila berulang kali berusaha membuka pintu kamarnya. Ia memang sudah menduga hal itu. Karena itulah, tadi ia mengunci pintu kamarnya sebelum pergi, padahal dulu ketika ia hanya tinggal di rumah itu bersama Gilang, hal itu tak pernah ia lakukan.

Almira, yang masih duduk bersandar di atas ranjang, mengedarkan pandangannya ke seluruh isi ruangan. Ada begitu banyak benda berharga di dalam lemari kaca. Perhiasan, tas branded, jam tangan mewah, dan koleksi barang seni. Jika Lila tahu dirinya memiliki semua itu, pasti ingin mengambilnya.

“Aku takkan membiarkan itu terjadi," gumamnya. "Sebelum aku bercerai dengan Gilang dan keluar dari rumah ini, aku akan membuat rumah dalam keadaan kosong melompong.”

Namun, ia juga bingung bagaimana caranya bisa mengeluarkan barang-barang berharga itu dalam waktu cepat. Jika hanya mengandalkan dirinya sendiri yang membawa sedikit demi sedikit, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, keburu adik madunya gatal.

Hingga kemudian, sebuah ide cerdas muncul di benaknya. "Sifa," gumamnya sambil memetik jari. "Dia yang akan menolongku untuk membawa keluar barang-barang ini," ucapnya kemudian segera menghubungi Sifa.

“Iya, Mir? Ada apa? Kamu sudah sampai rumah, belum?"

"Aku sudah sampai rumah sejak tadi, Fa. Oh, iya. Bisa gak kamu datang ke rumahku besok pagi? Aku butuh bantuanmu," pinta Almira.

"Tentu saja, Mir. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Sifa khawatir.

"Aku ingin kamu membantuku mengamankan barang-barangku yang ada di sini," jawab Almira.

"Maksudmu?" tanya Sifa bingung.

"Iya, semua barang-barang mewahku. Aku tidak mau mata adik maduku hijau saat melihatnya. Dia pasti akan merengek sama Gilang untuk memiliki barang-barang ini. Aku tidak rela. Nanti, kalau Gilang tanya, bilang saja bahwa barang-barang itu sebenarnya adalah milikmu yang aku pinjam," jelas Almira.

Sifa terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Oke, Mir. Aku mengerti. Aku akan datang besok pagi dan membantumu."

Almira menghela napas lega setelah bicara dengan Sifa. Merasa tubuhnya tak lagi lelah, ia segera membersihkan diri di kamar mandi. Guyuran air hangat membasahi tubuhnya, seolah meluruhkan segala penat dan kekesalan yang mengendap. Tubuhnya juga lebih segar dan rileks.

Wanita itu kemudian menggelar sajadahnya di lantai kamar. Waktu Ashar sudah hampir habis. Apalagi ia juga sekalian ingin mengganti shalat dzuhur yang tadi ia tinggalkan.

Usai melaksanakan kewajibannya, Almira duduk bersimpuh di atas sajadah. Menengadahkan kedua tangannya, memohon kepada Sang Pencipta.

"Ya Allah, berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi segala cobaan yang menimpa rumah tangga hamba. Kuatkanlah hati hamba untuk tetap sabar dan ikhlas menerima segala ketetapan-Mu. Tunjukkanlah hamba jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Lindungilah hamba dari segala godaan dan bisikan setan yang terkutuk. Aamiin."

Air mata mulai mengalir membasahi pipinya, mengingat bahtera rumah tangganya sedang dihantam badai yang dahsyat.

*

*

*

Almira turun ke lantai bawah ketika hari telah malam. Perutnya terasa lapar karena terakhir kali makan adalah bersama Sifa di restoran tadi siang.

Namun, ketika ia sampai di ruang makan, emosinya langsung meluap. Pemandangan di hadapannya membuat dadanya sesak. Ruang makan itu begitu berantakan! Sisa-sisa makanan, piring, mangkok, sendok, serta bekas pembungkus makanan dan minuman berserakan di atas meja. Lantai juga tampak kotor karena tumpahan makanan dan minuman.

Kesabaran Almira mencapai batasnya. Ia pun berteriak nyaring, memanggil nama suami dan adik madunya. "Gilang! Lila!" Suaranya menggema di seluruh rumah.

“Mereka pikir bisa berbuat seenaknya di rumah ini? Enak saja!” geramnya.

Beberapa menit menunggu dan tidak mendapatkan respon, emosi Almira semakin memuncak. Ia kembali berteriak dengan suara yang lebih keras, "Gilang! Lila! Cepat keluar atau ku bakar rumah ini!"

Teriakan nyaring Almira membuat Gilang dan Lila yang sedang berada di kamar terkejut. Mereka saling pandang dengan wajah panik. Tadinya, Lila memang sengaja menahan Gilang untuk tetap bersamanya. Namun, ancaman dari Almira membuat nyalinya ciut.

"Sepertinya Mbak Almira marah," ucap Lila dengan nada khawatir.

"Iya, sepertinya begitu," jawab Gilang sambil menghela napas berat. "Sebaiknya kita keluar saja."

Gilang dan Lila buru-buru keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. Melihat istrinya berkacak pinggang dengan wajah merah padam, Gilang merasa tidak nyaman. Sebelumnya ia tak pernah melihat istrinya seperti itu. Almira adalah wanita yang lemah lembut.

“Sayang, ada apa?" tanya Gilang mendekat, menepis pelan tangan Lila yang menggelayut di lengannya.

"Ada apa? Coba lihat ini!” seru Almira dengan nada tinggi, menunjuk ke arah meja makan yang berantakan. "Kalian ini punya adab tidak?!"

Gilang menoleh ke arah meja makan yang ditunjuk oleh Almira. “Ini… kenapa sih hal seperti ini saja diributkan? Kotor ya dibersihkan. Beres kan? Biasanya juga kamu yang membersihkan bekas makan?”

Mendengar ucapan Gilang, emosi Almira semakin meluap. "Kalian yang makan dan aku yang harus membersihkan bekasnya, begitu? Kalian pikir aku babu? Jadi ini yang katanya istri mudamu akan meringankan pekerjaanku?”

"Mira, sudahlah. Ini hanya masalah sepele. Kenapa harus dibesar-besarkan?" Gilang masih juga tidak mau mengerti keinginan Almira.

“Masalah sepele katamu, Mas? Coba aku tanya, waktu kamu pesan makanan, lalu makan, kamu ingat aku tidak?"

Pertanyaan Almira membuat Gilang menelan ludah.

“Tidak! Kamu tidak ingat aku, karena yang kamu ingat adalah perutmu sendiri,” potong Almira melihat Gilang tidak bisa menjawab.

Gilang semakin bungkam tak tahu harus bicara apa. Bahkan Lila yang awalnya begitu meremehkan Almira mendadak kelu. Kenapa sosok kakak madunya sama sekali berlawanan dari apa yang diceritakan Gilang? Bukankah katanya Almira adalah istri yang lemah lembut dan penurut?

"Coba diingat, Mas. Tiga tahun kita hidup bersama, pernah tidak kamu lihat rumah yang kotor berantakan?” Almira menatap Gilang dengan sorot yang tak pernah Gilang lihat sebelumnya. “Sekarang, baru sehari semalam kamu membawa gundik, rumah sudah seperti kapal pecah. Sebenarnya kamu pungut wanita itu dari mana?"

Lila membelalakkan matanya. Kata-kata Almira begitu pedas menusuk telinga.

"Maafkan aku, Mbak," ucapnya mencari simpati dari Gilang. "Aku sedang tidak enak badan. Lagi pula, aku sedang hamil. Aku tidak boleh terlalu lelah."

“Ini pilihan untukmu, Mas.” Almira enggan menanggapi drama adik madu teraniaya. “Suruh istrimu itu membersihkan semua ini, atau bawa dia keluar dari rumah ini. Sekarang!”

"Mas…” Lila terkejut dengan ancaman Almira. Ia segera menggenggam tangan Gilang meminta perlindungan.

"Tidak bisa begitu dong, Mira. Lila juga istriku. Dia berhak ikut tinggal di rumah ini.” Benar saja, Gilang selalu luluh dengan istri mudanya.

“Oke." Almira mengangguk masih sambil berkacak pinggang. “Kalau begitu tunggu di sini sampai polisi datang. Aku akan melaporkan kalian atas tuduhan perselingkuhan. Kamu ini orang pintar, Mas. Lulusan sarjana. Tahu kan, hukumnya suami nikah lagi tanpa seijin istri tua? Selamat menikmati hari-hari kalian di penjara!"

Almira bermaksud pergi dari tempat itu setelah mengeluarkan ancaman.

"Tunggu! Mira, jangan lakukan itu!” Gilang segera mengejar langkah Almira.

“Bukan hanya itu, Mas." Almira menghempaskan tangan Gilang. “Aku akan melapor ke atasanmu. Karena yang aku tahu, di perusahaan tempatmu bekerja, ada larangan karyawan memiliki dua istri!”

Jeduar!

Mata Gilang terbelalak sempurna. Jika Almira benar-benar melaksanakan ancamannya, habis sudah. Masalah di perusahaan yang tadi siang saja belum ada jalan keluarnya. Apa lagi jika ditambah laporan Almira.

"Tidak! Tunggu! Jangan lakukan itu. Aku akan menyuruh Lila untuk membersihkan semuanya.”

"Kok aku sih, Mas!” protes Lila. Namun tatapan mata Gilang membuatnya tak bisa melawan. Ia juga tidak mau dipenjara. Dengan wajah bersungut-sungut ia mulai bergerak.

"Buat benar-benar bersih seperti sedia kala! Awas kalau tidak!" ancam Almira.

1
Cindy
lanjut
Ma Em
Dasar para benalu yg tdk tau diri sdh ditampung dikasih tempat untuk tidur dikasih makan eh malah mau menguasai .
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
salahmu dewe to
Anbu Hasna
G heran Gilang begitu, toh emaknya aja serakah
Nar Sih
jgn mimpi bisa ngerebut rmh alamira ya gilang sama ibu mertua julid ,yg ada kalian dulu yg di lempar keluar🤣
juwita
si lila goblok si Gilang kan hasil. ngerebut jd gmn skrg rasanya enak g? klo si Gilang di rebut mbk Rini? sakit kan nah itu jg yg di rasakan amira
dewi rofiqoh
Lanjuut
ora
Serakah banget kau Gilang ...
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apa mmng bgtu ya yg NB org g pnya akan serakah..soale ngalamin jg😂 yg berjuang biar bs pnya rmh siapa eh mlh pgn bkn yg pnya pergi dr rmh sndiri...seumur hdp sm ibunya boro2 rmh sepeda dan motor aja g bs punya glrn stlh nkh bs pnya rmh kndraan roda 2 dan 4 yg semua jls krn hsl nya istri ngaku2😬 kl mau cerai yg angkat kaki istri😂 pdhl kl hdp sm ibunya smpe bau tua g bkl pnya rmh sndiri
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: langka...kl jiwa nya orang kaya santai aja kl mghdpi org2 norak sprti b rosidah dan adik ipar numpang tp belagu boto2 matur nuwun pura2 baik kek🤭 apalagi kl itu rmh mer3ka sndiri mkn menjadi
total 3 replies
Nie
Wah mba Rini jago akting nih tapi awas ya mba jgn sampe jatuh cinta ma Gilang ya 🤭
Irma
bukan bodoh lagi itu mah mira
astr.id_est 🌻
sokorrrr 🤣
Nar Sih
rencana yg bnr,,mantap mira dan good job buat mbk rini👍
Nar Sih
bnr kata almira ,si gilang emang suami yg bodoh😂
Nar Sih
dasar laki,,buaya tetep aja buaya
mery harwati
Aq bakal keplok² klo ternyata anak yang dikandung Lila bukan anak kandung Gilang & Rini berhasil menyingkirkan Lila plus Gilang dan keluarganya harus minggat dari rumah Mira yang sudah diberikan pada Rini sebagai rasa terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
itu
Hary Nengsih
cepet slsaikan sebelum ketahuan hamil
Irma
belum tau aja sii Gilang

semangat thor
Irma
mampus maaf thor baru nongol diriku paket data aku baru ke isi di tambah baru lahiran maafkan diriku ini yaa thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp kak. makasih sudah kembali hadir.
selamat atas kelahiran amanah dari Allah. semoga kelak menjadi anak yg berbakti , Sholeh/Sholeha. Aamiin 🤲🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!