NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Tamat
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 : Jimat

Matahari sudah benar-benar tenggelam, menyisakan kegelapan yang hanya diusir oleh cahaya obor yang bergetar tertiup angin malam yang berhembus masuk ek Paviliun Anggrek---membawa suasana dingin yang menusuk.

​"Lian'er! Kau lihat istrimu ini? Dia benar-benar sudah kehilangan kewarasannya! Dia mengancam ibumu, menghinaku di depan para pelayan, dan sekarang berani menempati paviliun tamu tanpa izin!" Nyonya Wu langsung menghambur ke arah putranya, suaranya tinggi dan dramatis. Ia berharap Wu Lian akan segera mencabut pedangnya atau setidaknya menyeret Qinqin kembali ke Paviliun sempit di sayap barat kediaman.

Wu Lian tidak menjawab ibunya. Tatapan matanya yang sedingin es tetap terkunci pada sosok wanita di hadapannya. Xu Qinqin berdiri tegak, tangannya terlipat di depan dada dengan pose yang sangat menantang. Tidak ada sedikit pun binar ketakutan atau niat untuk bersujud memohon ampun. Baginya, Wu Lian hanyalah "model" tampan yang memiliki kepribadian buruk. Atau setidak nya, bagi Qinqin, jika Wu Lian sedikit saja membuka baju nya, pria itu bisa langsung masuk majalah dewasa dan membuat kaum wanita mimisan.

​"Guru Han, silakan," ujar Wu Lian pendek. Suaranya rendah namun berwibawa, memberi isyarat pada sang pertapa untuk memulai ritualnya.

Guru Han melangkah maju ke tengah halaman. Jubah putihnya berkibar meski tak ada angin. Ia mengambil selembar kertas kuning panjang dari balik lengan bajunya---sebuah jimat kuno dengan goretan tinta merah yang terlihat seperti nadi yang berdenyut.

Itu jimat vampir kan! Aku sering nonton di tv. Pikir Qinqin dalam otak nya. Astaga, mengapa mereka memperlakukan Qinqin seperti setan?

​"Jiwa yang tersesat di raga yang salah, tunjukkan wujudmu atau hancur bersama mantra ini!" seru Guru Han. Suaranya bergema kuat, memantul di dinding-dinding paviliun.

​Qinqin mengernyitkan dahi. "Waduh, Kek, ini lagi syuting film horor atau gimana? Baunya menusuk hidung tahu! " celetuknya sambil menutup hidung dengan satu tangan. Namun, di dalam hati, ia merasakan getaran aneh. Ada tekanan yang tak kasat mata mulai menghimpit dadanya.

​Guru Han tidak mempedulikan ocehan Qinqin. Ia melemparkan jimat itu ke udara. Secara ajaib, kertas itu tidak jatuh ke tanah melainkan melayang statis tepat di depan dahi Qinqin. Sang pertapa mulai merapal mantra dalam bahasa kuno yang cepat dan berirama. Bibirnya bergerak secepat kilat, menciptakan suara dengungan yang membuat telinga siapa pun yang mendengar terasa sakit. Janggut nya ikut bergoyang terkena angin.

​"A-apa yang terjadi?" Xue berbisik ketakutan dari balik pilar, ia menutup telinganya rapat-rapat.

​Tiba-tiba, pusaran angin kencang muncul tepat di bawah kaki Qinqin. Debu-debu beterbangan, dan kelopak bunga teratai dari kolam di sebelah mereka terhisap masuk ke dalam pusaran tersebut. Qinqin merasa tubuhnya mendadak berat. Kepalanya terasa seperti dihantam palu godam berkali-kali. Ingatan-ingatan asing tentang masa kecil di Timur, tentang rasa dingin di gudang, dan tentang pengabaian Wu Lian berputar cepat seperti klise film yang rusak di benaknya.

Ingatan itu lagi!​Sial, apakah kakek tua ini benar-benar bisa mengusirku? batin Qinqin sambil menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit yang luar biasa.

​"Lepaskan keterikatanmu! Kembali ke asalmu!" teriak Guru Han lebih keras. Ia menghentakkan tongkat cendananya ke lantai batu sebanyak tiga kali.

DUK! DUK! DUK!

​Pada hentakan ketiga, jimat kuning di depan wajah Qinqin meledak dengan kilatan cahaya biru terang. Qinqin terdorong mundur beberapa langkah, nafasnya terengah-engah. Namun, anehnya, setelah ledakan itu, rasa sakit di kepalanya hilang seketika. Hawa berat yang tadi menghimpit jantungnya menguap begitu saja, meninggalkan perasaan segar yang luar biasa---seolah energi qi dalam tubuh itu baru saja dibersihkan dari sumbatan-sumbatan lama.

Guru Han terdiam. Tangannya yang memegang tongkat sedikit bergetar. Ia menatap Qinqin dengan tatapan yang sangat mendalam, seolah sedang membaca sebuah teka-teki kuno yang ditulis di wajah wanita itu.

​"Bagaimana, Guru? Roh jahatnya sudah hangus, kan?" tanya Nyonya Wu dengan senyum kemenangan yang mulai merekah.

​Guru Han perlahan menurunkan tongkatnya. Ia menggelengkan kepala perlahan ke arah Wu Lian. "Jenderal, Hamba memohon maaf. Mantra pembakar sukma tadi tidak menemukan roh jahat."

​"Apa?!" Nyonya Wu berteriak tidak percaya.

​"Jiwa di dalam tubuh ini bukanlah setan," lanjut Guru Han dengan nada bingung. "Jiwa ini sangat murni, bahkan lebih kuat dari pemilik sebelumnya. Ia tidak merasuki, melainkan menyatu. Seolah raga ini memang disediakan sebagai wadah baginya. Hamba tidak bisa mengusir sesuatu yang secara hukum alam dianggap sah mendiami raga tersebut."

​Qinqin, yang mendengar penjelasan "ilmiah" ala dunia kuno itu, langsung menyeringai lebar. wanita itu merasa menang telak. Ia membersihkan debu di jubah sutranya dengan gerakan anggun yang dibuat-buat.

​"Dengar itu, Nyonya Tua? Tidak ada setan di sini," ujar Qinqin dengan nada yang sangat menyebalkan. Ia menatap Wu Lian yang masih terpaku. "Jadi, Jenderal karena aku sudah terbukti bersih dari tuduhan 'kerasukan', bisakah kita bicara bisnis sekarang? Aku lelah, lapar, dan paviliun ini butuh sedikit dekorasi ulang agar tidak terlihat membosankan."

​Wu Lian menatap sisa-sisa abu jimat di lantai. Ia melihat perubahan pada istrinya bukan hanya pada sikap, tapi pada aura. Tatapan mata emas itu kini berkilau dengan kecerdasan dan kenakalan yang mustahil dimiliki oleh Xu Qinqin yang lama.

​"Huo Lu," panggil Wu Lian.

​"Siap, Jenderal!" Huo Lu mendekat dengan sigap.

​"Biarkan dia menempati Paviliun Anggrek. Berikan apa pun yang dia minta, selama itu tidak melanggar keamanan kediaman," perintah Wu Lian datar.

​Nyonya Wu hampir pingsan mendengar keputusan putranya. "Lian'er! Kau membelanya?!"

​"Ibu, Guru Han sudah memberikan jawabannya. Jika Ibu masih ingin mencari keributan, silakan kembali ke paviliun utama. Aku tidak ingin mendengar masalah ini lagi," tegas Wu Lian tanpa emosi. Ia memberikan hormat singkat pada Guru Han, lalu berbalik pergi tanpa menoleh sedikit pun pada Qinqin.

​Qinqin memperhatikan punggung tegap suaminya itu dengan tatapan menilai. Pria yang menarik. Dingin, kaku, tapi setidaknya dia logis. Pikir Qinqin. Andai dia baik, pasti sudah kukasih kesempatan buat sewa jasa potret gratis hahaha. Girang wanita itu dalam otak nya.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Andi Ilma Apriani
sangaattt bagus
ANWi/Berly Re: makasi kak andi iilma apriani~❤️
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
bagus bangeeett thoorr ceritax tidak bertele2
Andi Ilma Apriani
hadiirr
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
jadi perempuan licik jelas salah giliran jadi penurut pendiam malah ditindas
dan diabaikan🥹
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Risna Udi
suka banget Thor ceritanya, semangat terus dan sehat selalu. ditunggu karya othor selanjutnya
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak Risna Udi~❤️
total 1 replies
Mydar Diamond
Thor apakah ini sudah tamat..apa pun jalan ceritanya menarik dan ada penamatnya selanjutnya Sambung ke karya baru yang sekarg promo nampaknya agak menarik juga
ANWi/Berly Re: sudah tamat ya ka~ makasih udah mampir kak~❤️
total 1 replies
Anisa Tanjung
keyen qinqin😍😍
ANWi/Berly Re: hehe~🤗
total 1 replies
Sulati Cus
ending yg manis dg konflik ringan
ANWi/Berly Re: makasi kak❤️
total 1 replies
sahabat pena
huhuhu happy ending.. 🥰🥰🥰ayo dong kak..cerita penata rias artis di up yg byk
sahabat pena: sama-sama kak
total 2 replies
Dede Dedeh
lagi dong....
ANWi/Berly Re: siap kak , bntr lg tamat nih....❤️
total 1 replies
Nanang Kukun
aku tetap menunggumu
ANWi/Berly Re: makasi kak~🤗
total 1 replies
Dede Dedeh
lanjut....... makin rame nih
ANWi/Berly Re: makasi kak~❤️
total 1 replies
sahabat pena
syukur lah jendral jujur menceritakan silsilah keluarga nya.. jd skrg hrs kompak sebagai partner jg pasangan... semangat
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
lin sya
mkin seru aj alurnya dan bikin penasaran cerita slnjutnya smga ttp seru dibacanya ya thor 👍
ANWi/Berly Re: amin makasi kak lin sya~ ❤️
total 1 replies
xiaoyu
ok thoor
ANWi/Berly Re: makasi kak udah mampir ~❤️
total 1 replies
lin sya
penasaran siapa org tua kandung wu lian knp smpai dibuang? tp walaupun nyonya wu menjadikan ia pion dan mendidik keras seenggaknya wu lian tumbuh jd pria tangguh dan gk bodoh2 amat, buktinya bsa nyembunyiin anak kndung nyonya wu suatu saat bsa jdi bumerang buat kluarga wu klo seandainya wu lian dan istrinya terdesak😄
sahabat pena
sakit hati, sedih, marah pasti nya hati jendral dgn kenyataan pahit.
ANWi/Berly Re: setuju kak~
total 1 replies
Dede Dedeh
lagiiii. dong........ qinqin aku padamu/Drool/
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak~❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!