NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Anime / Harem / Action / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Hanemo wasakasa adalah seorang pria yang berumur 27 tahun ia mencari uang dengan menjadi musisi jalanan namun pada suatu hari ada kejadian yang membuatnya meninggal dan hidup kembali dia dunia yang mana dunia itu di punuhi sihir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Di dalam ruangan itu, Wakasa menjelaskan secara singkat rumah seperti apa yang ingin ia beli.

Setelah mengetahui kisaran dana dan kriteria rumah yang diinginkan, wanita itu mengangguk paham.

“Kalau begitu, mari kita lihat beberapa rumah yang tersedia,” ujarnya ramah.

Mereka pun pergi melihat beberapa rumah yang tersedia, berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Ada yang lokasinya dekat dari kota namun terlalu sempit, ada pula yang luas tetapi harganya terlalu mahal. Wakasa hanya bisa menggeleng pelan setiap kali merasa kurang cocok.

Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang berdiri cukup terpencil. Bangunannya besar, dengan halaman luas dan dikelilingi pepohonan. Namun jaraknya cukup jauh dari pusat ibu kota.

“Ini rumah terakhir,” kata wanita itu sambil menunjuk bangunan tersebut.

“Ukurannya memang besar, tapi karena lokasinya jauh dari pusat kota, harganya jadi cukup murah.”

Wakasa menatap rumah itu beberapa saat.

“Bolehkah aku melihat bagian dalamnya?”

“Tentu.”

Wanita itu mengantarnya masuk. Interior rumah tersebut sederhana namun luas, dengan beberapa ruangan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Setelah berkeliling beberapa saat, mereka kembali ke ruang tengah.

“Jadi, bagaimana?” tanya wanita itu. “Apakah rumah ini cocok untukmu?”

Wakasa terdiam sejenak.

Rumahnya cukup besar… dan lokasinya jauh dari pusat kota.

Aku bisa berlatih mengendalikan kekuatan Fenrir tanpa menarik perhatian siapa pun.

Ia mengangguk.

“Baiklah,” ucap Wakasa. “Aku akan mengambil rumah ini.”

Wanita itu tersenyum, lalu menjabat tangan Wakasa.

“Baiklah.”

“Aku akan mengurus surat-suratnya. Kamu sudah bisa pindah mulai besok,” lanjutnya.

“Dan selamat atas rumah barumu.”

Setelah itu, mereka kembali ke ibu kota. Wanita itu pamit lebih dulu, disusul Sakura yang juga harus kembali ke kantornya.

“Kalau begitu, aku kembali ke kantor petualang dulu,” kata Sakura sambil melambaikan tangan.

“Sampai nanti, kalian bertiga.”

Setelah Sakura pergi, Diana menoleh ke Wakasa.

“Wakasa, apa tidak apa-apa membeli rumah sejauh itu?” tanyanya.

“Lokasinya cukup jauh dari kota.”

Wakasa tersenyum santai.

“Tentu saja tidak apa-apa. Selain harganya murah, rumah itu besar. Sayang kalau dibiarkan.”

Karna hari memang sudah sore. Diana dan Starla pun pamit untuk pulang lebih dulu, sementara Wakasa kembali ke penginapan untuk menyiapkan barang-barangnya.

Keesokan harinya, setelah berpamitan kepada pemilik penginapan, Wakasa bergegas menuju rumah barunya.

Sesampainya di sana, wanita yang kemarin mengurus pembelian rumah itu sudah menunggunya.

“Selamat pagi. Maaf aku terlambat,” ucap Wakasa.

“Tidak apa-apa,” jawab wanita itu.

“Aku ke sini untuk menyerahkan kunci dan beberapa dokumen rumah ini.”

Mereka mengobrol sebentar, memastikan semua urusan sudah selesai. Setelah itu, wanita tersebut pun bersiap pergi.

“Kalau begitu, aku permisi dulu,” ujarnya sambil tersenyum.

Setelah melihat wanita itu mulai menjauh Wakasa menatap kunci di tangannya, lalu menoleh ke rumah barunya.

Wakasa memutar kunci dan perlahan membuka pintu rumah barunya. Ia melangkah masuk, menatap ruangan yang masih kosong.

“Hah…”

“Rumah ini benar-benar belum punya apa-apa.”

Rumah itu terdiri dari dua lantai. Di dalamnya ada dua kamar tidur, dua kamar mandi, satu dapur, dan ruang tengah yang cukup luas—namun semuanya masih kosong.

Wakasa menghela napas kecil.

“Sepertinya aku harus kembali ke kota untuk membeli beberapa perabotan.”

Tak lama kemudian, ia sudah kembali berada di pusat kota. Wakasa berhenti sejenak di pinggir jalan, berpikir sambil menatap langit.

“Barang apa saja yang perlu ku beli…”

“Sofa, meja makan, kasur, bak mandi… lalu apa lagi ya?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!