mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30 pamit
Tok tok tok....
Suara pintu di ketuk dari luar, di dalam ruangan...
Tiga orang yang sedang berada di dalam ruangan itu menoleh ke arah sumber suara.
" masuk..." jawab nyonya Laura kemudian.
Cklek...
Pintu ruangan yang tak lain adalah kamar nyonya Laura terbuka dari luar.
" permisi nyonya....maaf saya mengganggu, ada yang ingin saya bicarakan dengan nyonya " Xyra nampak berdiri di ambang pintu yang terbuka.
" Xyxi...kau sudah sadar ?! " tanya nyonya Laura. Di sisinya madam Liana juga pak Luka juga menatap Xyra lekat lekat.
Wajah wanita itu masih jelas nampak pucat.
" iya nyonya... " jawab Xyra
" kemarilah...mendekatlah kemari,
kenapa kau hanya berdiri di sana "
ucap nyonya Laura lagi. Xyra pun akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar itu dan kemudian berhenti di hadapan wanita tua itu.
" bagaimana keadaanmu ?! Kau sudah baikan ?! " tanya nyonya laura lagi.
" iya nyonya...saya sudah baikan, maaf karena telah merepotkan " jawab Xyra dengan sungkan.
" ah tak apa....jika kau masih merasa kurang baik, istirahatlah lagi "
" tidak nyonya...saya sudah merasa baik baik saja,
Tapi saya ingin bicara sesuatu dengan nyonya "
" bicara sesuatu ? apa itu ?! "
" saya mohon pamit nyonya...." jawab Xyra dengan sedikit terbata.
Sungguh ia merasa berat mengatakan ini, tapi ia harus melakukannya...
ia tak mau tetap berada di sini yang itu artinya sama saja dengan ia mempertaruhkan keutuhan rumah tangganya.
Nyonya Laura terkejut mendengar jawaban Xyra, begitupun dengan madam Liana dan juga pak Luka.
Dua orang kepercayaan nyonya Laura itu sontak saling menatap sejenak.
" pamit ?! Maksudmu ?! Kau ingin izin pulang lebih awal ?! " tanya nyonya Laura pada akhirnya.
" tidak nyonya, saya minta maaf karena saya tidak bisa lagi bekerja di sini " terang Xyra dengan raut wajah sendu.
" maksudmu kau berhenti bekerja padaku Xyxi....?! "
" ya nyonya "
" tapi kenapa ?! Apa aku merepotkanmu ?atau.... aku membuatmu berada dalam kesulitan....?! "
" tidak nyonya tidak "
" lalu jika tidak kenapa kau ingin berhenti bekerja padaku ?! "
Xyra tertunduk, ia takut mengatakan alasannya.
Sementara nyonya Laura....
wanita tua itu hanya bisa menghela nafas di dalam hati.
Ia sudah menyangka semua ini akan terjadi, ia paham betul sosok seperti apa perempuan yangg telah merawatnya beberapa bulan kebelakangan itu.
Ia tahu....
Xyxi adalah sosok wanita yang setia dengan segala komitmennya.
Hanya saja.... ia tak menyangka jika ini akan terjadi secepat ini.
Sepertinya....
Sang cucu benar benar sudah bertindak gegabah....
cicit nyonya Laura di dalam hati.
" saya merasa kurang memberikan waktu saya untuk suami saya nyonya " jawab Xyra kemudian dan jelas jika saat ini ia tengah berbohong.
" sungguh ?! hanya itu alasanmu ?! Tidak ada alasan lain ?! "
" sung...sung...sungguh nyonya, hanya itu " jawab Xyra tergagap.
" apa suamimu menuntut waktumu untuknya ?! " tanya nyonya Laura menyelidik
" tidak nyonya...tapi saya merasa bersalah kepadanya " jawab Xyra kemudian jujur.
Ya...
Itulah yang sejujurnya, ia merasa bersalah kepada sang suami karena perlakuan Bryan kepadanya.
" tidak bisakah kau memikirkannya lagi Xyxi.....
Mungkin kau tidak perlu sampai berhenti dari pekerjaanmu merawatku di sini.
Mungkin kau hanya butuh libur untuk beberapa hari saja.
Tak apa...aku akan mengizinkannya " nyonya Laura mencoba menahan Xyra,
Xyra tertunduk lebih dalam,
" maafkan saya nyonya...." jawab Xyra kemudian dengan sendu.
Mendengar jawaban Xyra, Nyonya Laura menghela nafas berat.
" baiklah...
terserah padamu, aku tak punya hak dan tak bisa untuk melarangmu.
Tapi ingatlah...kapanpun kau ingin kembali bekerja di sini,
Datanglah kapanpun itu...
Aku siap menerimamu " jawab nyonya Laura kemudian.
" terimakasih nyonya "
" hemmm....tunggu sebentar di sini " perintah nyonya Laura sebelum ia memutar kursi rodanya dan bergerak mendekat ke arah brankasnya yang ada di kamar itu.
Setelah beberapa menit, ia kembali memutar kursi rodanya lagi dan mendekat kepada Xyra.
" ini gaji terakhirmu bulan ini, terimalah...." ucap nyonya Laura sambil menyerahkan sebuah amplop panjang berwarna coklat yang cukup tebal.
Xyra terbelalak melihat amplop itu, ia tak langsung menerima amplop itu.
" tidak nyonya...saya sudah menerima gaji saya minggu lalu " tolak Xyra.
" terimalah Xyxi...ini hakmu, atau aku tidak akan mengizinkan kau keluar dari pekerjaanmu merawatku hemmm ?! " jawab nyonya Laura tegas.
Dengan rasa berat dan tak enak hati, Xyra akhirnya mau menerima amplop coklat yang di ulurkan nyonya Laura padanya.
" nyonya...terimakasih banyak....anda sudah sangat baik kepada saya,
juga semua orang di vila ini....
Jujur....
Di sini saya bisa merasakan menjadi manusia yang sebenarnya " cicit Xyra dengan air mata yang mulai berurai.
Nyonya Laura menatap dalam wajah sendu yang berurai air mata di hadapannya itu.
" Xyxi....siapapun manusianya....entah dia memiliki latar belakang atau tidak,
Entah dia memiliki harta atau tidak, seorang manusia tetaplah manusia.
Dan seorang manusia itu tetap memiliki kehormatan dan harga diri.
Hanya tinggal bagaimana manusia itu menjaga dan mempertahankan kehormatan dan harga dirinya.
Karena sebenarnya, kehormatan dan harga diri itu titipan dari yang kuasa untuk kita.
Kita berkewajiban untuk menjaganya....
Kau paham maksudku kan....?! " ucap nyonya Laura.
Ia teringat akan ucapan Bryan tadi tentang bagaimana wanita di hadapannya itu di perlakukan dengan sangat buruk oleh keluarga laki laki yang sedang mati matian ia pertahankan itu kini.
Xyra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.
Jujur ia tak paham siapa yang di maksud sang majikan,
Karena ia tak mengira sedikitpun jika majikannya itu tahu akan kehidupan yang selama ini ia jalani.
Hanya saja ia merasa sedikit tersentil,
" saya paham akan hal itu nyonya...tapi terkadang apa yang sudah terjadi kepada kita membuat kita sulit untuk melakukannya, hutang budi membuat kita seringkali tak berdaya...." jawab Xyra kemudian dengan raut wajah penuh tekanan.
Bukan bermaksud membantah ucapan nyonya Laura,
Namun ia ingin mencoba menyampaikan...
terkadang hutang budi membuat seseorang seperti dirinya tidak berdaya.
Ya...
Xyra merasa telah berhutang budi kepada keluarga Yari terutama kepada Yari sendiri.
Mendengar jawaban Xyra, Nyonya Laura menghela nafas.
" jika mungkin kau izinkan....aku ingin sedikit meringankan bebanmu,
Bolehkah ?! " cicit nyonya Laura dan membuat Xyra mendongak menatapnya.
Ia mencoba mencerna apa maksud dari perkataan wanita tua di hadapannya itu.
Namun satu hal yang ia pahami....nyonya Laura seakan tahu hal tentang dirinya.
Perlahan Xyra menggeleng,
" terimakasih nyonya....tapi saya baik baik saja " jawab Xyra kemudian.
Keputusannya sudah bulat....ia akan terus berada di sisi sang suami apapun yang terjadi.
Raut kecewa tersirat di wajah tua nyonya Laura.
" baiklah Xyxi....aku menghormati dan menghargai keputusanmu,
Semoga ke depannya kau akan selalu mendapatkan kebaikan "
" terimakasih nyonya....saya permisi " pamit Xyra untuk yang terakhir kalinya.
Xyra memutar tubuhnya dan melangkah keluar setelah sebelumnya ia pun pamit kepada madam Liana dan pak Luka.
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘