NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!

Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.

Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.

Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.

Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.

tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.

mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.

CINTA TERLARANG

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30 pamit

Tok tok tok....

Suara pintu di ketuk dari luar, di dalam ruangan...

Tiga orang yang sedang berada di dalam ruangan itu menoleh ke arah sumber suara.

" masuk..." jawab nyonya Laura kemudian.

Cklek...

Pintu ruangan yang tak lain adalah kamar nyonya Laura terbuka dari luar.

" permisi nyonya....maaf saya mengganggu, ada yang ingin saya bicarakan dengan nyonya " Xyra nampak berdiri di ambang pintu yang terbuka.

" Xyxi...kau sudah sadar ?! " tanya nyonya Laura. Di sisinya madam Liana juga pak Luka juga menatap Xyra lekat lekat.

Wajah wanita itu masih jelas nampak pucat.

" iya nyonya... " jawab Xyra

" kemarilah...mendekatlah kemari,

kenapa kau hanya berdiri di sana "

ucap nyonya Laura lagi. Xyra pun akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar itu dan kemudian berhenti di hadapan wanita tua itu.

" bagaimana keadaanmu ?! Kau sudah baikan ?! " tanya nyonya laura lagi.

" iya nyonya...saya sudah baikan, maaf karena telah merepotkan " jawab Xyra dengan sungkan.

" ah tak apa....jika kau masih merasa kurang baik, istirahatlah lagi "

" tidak nyonya...saya sudah merasa baik baik saja,

Tapi saya ingin bicara sesuatu dengan nyonya "

" bicara sesuatu ? apa itu ?! "

" saya mohon pamit nyonya...." jawab Xyra dengan sedikit terbata.

Sungguh ia merasa berat mengatakan ini, tapi ia harus melakukannya...

ia tak mau tetap berada di sini yang itu artinya sama saja dengan ia mempertaruhkan keutuhan rumah tangganya.

Nyonya Laura terkejut mendengar jawaban Xyra, begitupun dengan madam Liana dan juga pak Luka.

Dua orang kepercayaan nyonya Laura itu sontak saling menatap sejenak.

" pamit ?! Maksudmu ?! Kau ingin izin pulang lebih awal ?! " tanya nyonya Laura pada akhirnya.

" tidak nyonya, saya minta maaf karena saya tidak bisa lagi bekerja di sini " terang Xyra dengan raut wajah sendu.

" maksudmu kau berhenti bekerja padaku Xyxi....?! "

" ya nyonya "

" tapi kenapa ?! Apa aku merepotkanmu ?atau.... aku membuatmu berada dalam kesulitan....?! "

" tidak nyonya tidak "

" lalu jika tidak kenapa kau ingin berhenti bekerja padaku ?! "

Xyra tertunduk, ia takut mengatakan alasannya.

Sementara nyonya Laura....

wanita tua itu hanya bisa menghela nafas di dalam hati.

Ia sudah menyangka semua ini akan terjadi, ia paham betul sosok seperti apa perempuan yangg telah merawatnya beberapa bulan kebelakangan itu.

Ia tahu....

Xyxi adalah sosok wanita yang setia dengan segala komitmennya.

Hanya saja.... ia tak menyangka jika ini akan terjadi secepat ini.

Sepertinya....

Sang cucu benar benar sudah bertindak gegabah....

cicit nyonya Laura di dalam hati.

" saya merasa kurang memberikan waktu saya untuk suami saya nyonya " jawab Xyra kemudian dan jelas jika saat ini ia tengah berbohong.

" sungguh ?! hanya itu alasanmu ?! Tidak ada alasan lain ?! "

" sung...sung...sungguh nyonya, hanya itu " jawab Xyra tergagap.

" apa suamimu menuntut waktumu untuknya ?! " tanya nyonya Laura menyelidik

" tidak nyonya...tapi saya merasa bersalah kepadanya " jawab Xyra kemudian jujur.

Ya...

Itulah yang sejujurnya, ia merasa bersalah kepada sang suami karena perlakuan Bryan kepadanya.

" tidak bisakah kau memikirkannya lagi Xyxi.....

Mungkin kau tidak perlu sampai berhenti dari pekerjaanmu merawatku di sini.

Mungkin kau hanya butuh libur untuk beberapa hari saja.

Tak apa...aku akan mengizinkannya " nyonya Laura mencoba menahan Xyra,

Xyra tertunduk lebih dalam,

" maafkan saya nyonya...." jawab Xyra kemudian dengan sendu.

Mendengar jawaban Xyra, Nyonya Laura menghela nafas berat.

" baiklah...

terserah padamu, aku tak punya hak dan tak bisa untuk melarangmu.

Tapi ingatlah...kapanpun kau ingin kembali bekerja di sini,

Datanglah kapanpun itu...

Aku siap menerimamu " jawab nyonya Laura kemudian.

" terimakasih nyonya "

" hemmm....tunggu sebentar di sini " perintah nyonya Laura sebelum ia memutar kursi rodanya dan bergerak mendekat ke arah brankasnya yang ada di kamar itu.

Setelah beberapa menit, ia kembali memutar kursi rodanya lagi dan mendekat kepada Xyra.

" ini gaji terakhirmu bulan ini, terimalah...." ucap nyonya Laura sambil menyerahkan sebuah amplop panjang berwarna coklat yang cukup tebal.

Xyra terbelalak melihat amplop itu, ia tak langsung menerima amplop itu.

" tidak nyonya...saya sudah menerima gaji saya minggu lalu " tolak Xyra.

" terimalah Xyxi...ini hakmu, atau aku tidak akan mengizinkan kau keluar dari pekerjaanmu merawatku hemmm ?! " jawab nyonya Laura tegas.

Dengan rasa berat dan tak enak hati, Xyra akhirnya mau menerima amplop coklat yang di ulurkan nyonya Laura padanya.

" nyonya...terimakasih banyak....anda sudah sangat baik kepada saya,

juga semua orang di vila ini....

Jujur....

Di sini saya bisa merasakan menjadi manusia yang sebenarnya " cicit Xyra dengan air mata yang mulai berurai.

Nyonya Laura menatap dalam wajah sendu yang berurai air mata di hadapannya itu.

" Xyxi....siapapun manusianya....entah dia memiliki latar belakang atau tidak,

Entah dia memiliki harta atau tidak, seorang manusia tetaplah manusia.

Dan seorang manusia itu tetap memiliki kehormatan dan harga diri.

Hanya tinggal bagaimana manusia itu menjaga dan mempertahankan kehormatan dan harga dirinya.

Karena sebenarnya, kehormatan dan harga diri itu titipan dari yang kuasa untuk kita.

Kita berkewajiban untuk menjaganya....

Kau paham maksudku kan....?! " ucap nyonya Laura.

Ia teringat akan ucapan Bryan tadi tentang bagaimana wanita di hadapannya itu di perlakukan dengan sangat buruk oleh keluarga laki laki yang sedang mati matian ia pertahankan itu kini.

Xyra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.

Jujur ia tak paham siapa yang di maksud sang majikan,

Karena ia tak mengira sedikitpun jika majikannya itu tahu akan kehidupan yang selama ini ia jalani.

Hanya saja ia merasa sedikit tersentil,

" saya paham akan hal itu nyonya...tapi terkadang apa yang sudah terjadi kepada kita membuat kita sulit untuk melakukannya, hutang budi membuat kita seringkali tak berdaya...." jawab Xyra kemudian dengan raut wajah penuh tekanan.

Bukan bermaksud membantah ucapan nyonya Laura,

Namun ia ingin mencoba menyampaikan...

terkadang hutang budi membuat seseorang seperti dirinya tidak berdaya.

Ya...

Xyra merasa telah berhutang budi kepada keluarga Yari terutama kepada Yari sendiri.

Mendengar jawaban Xyra, Nyonya Laura menghela nafas.

" jika mungkin kau izinkan....aku ingin sedikit meringankan bebanmu,

Bolehkah ?! " cicit nyonya Laura dan membuat Xyra mendongak menatapnya.

Ia mencoba mencerna apa maksud dari perkataan wanita tua di hadapannya itu.

Namun satu hal yang ia pahami....nyonya Laura seakan tahu hal tentang dirinya.

Perlahan Xyra menggeleng,

" terimakasih nyonya....tapi saya baik baik saja " jawab Xyra kemudian.

Keputusannya sudah bulat....ia akan terus berada di sisi sang suami apapun yang terjadi.

Raut kecewa tersirat di wajah tua nyonya Laura.

" baiklah Xyxi....aku menghormati dan menghargai keputusanmu,

Semoga ke depannya kau akan selalu mendapatkan kebaikan "

" terimakasih nyonya....saya permisi " pamit Xyra untuk yang terakhir kalinya.

Xyra memutar tubuhnya dan melangkah keluar setelah sebelumnya ia pun pamit kepada madam Liana dan pak Luka.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘺
shinta
waduh degdegan nih, dimana mereka akan bertemu, rumah sakit atau di pertemuan perusahaan. ahhhh kak Thara, gantung kita kayak jemuran iniiihhh
Widia Aldiev
jika Bryan ketemu baby Syakil jangan di persulit ya kak Tara 🙏🙏
Widia Aldiev
ayo Bryan selangkah lagi kamu bakal ketemu anak kamu ❤️❤️❤️
Titin Rosediana
wah.. nanggung bnyk up donkzz❤️❤️❤️🙏🙏🤭
nur hayati
makin seru
Widia Aldiev
ayo Bryan sedikit lagi kamu akan bertemu benihmu yg kini tumbuh menjadi Batuta yg tampan seperti kamu,semoga mereka bertemu di rumah sakit ❤️❤️❤️ g sabar nunggu nanti siang 🔥🔥
novi💜💜
berjuang bry,,,, ada bocil juga yg harus di perjuangin tuh
shinta
sepertinya perjuangan Bryan akan dimulai😍😍😍😍
novi💜💜
waaah suasana desa tempt tinggal xyra mengingatkanku di desa saat masa kecil thor, disana juga pada garap lahan milik perhutani di tanami jagung, ketela padi dan banyak lainnya.banyak tengkulak datng kesana untuk beli hasil panennya.tetep semangat thor
novi💜💜: aku orang jawa tengah ka, desa masa kecil persis banget kayak yg d cerita kaka ini
total 2 replies
Susanti
suka
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘺𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢🤔
Widia Aldiev
takdir benang merah masih terikat antara Xyra dan Bryan kalau sudah terhubung sejauh apapun Xyra berlari maka benang merah itu yg akan menuntun ya Kembali pada Bryan...yg buruk akan Tuhan singkirkan dan yg baik akan Tuhan dekatkan..karena semua sudah ada pada garis masing-masing ❤️❤️❤️
Siti Nurhasanah
aduuuhh...takdir oh takdir
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
shinta
bukankah itu perusahaan Bryan??
indy
senangnya Xyra sudah sukses. darah bisnis keluarganya mengalir deras pada xyra
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Siti Nurhasanah
benar. uang dari Yari berhasil membangun harga firi dan kehormatan Xyra. Semangat Xyra.
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘
khitara: makasih kakak🙏
total 1 replies
shinta
Xyra tetaplah kuat.... semoga Klian cepat dipertemukan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!