NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Mendua

Salahkah Aku Mendua

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Teman lama bertemu kembali / Cintapertama / Tamat
Popularitas:270.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Aku adalah Dara, aku pernah menjalin hubungan dengan Bastian semasa sekolah, tapi karena tidak direstui, akhirnya hubungan kami kandas.

Akhirnya aku menikah dengan seseorang laki-laki lain, Lima tahun kemudian aku bertemu dengan Bastian kembali, yang ternyata sudah menikah juga.

Pernikahanku yang mengalami KDRT dan tidak bahagia, membuatku dan Bastian menjalin hubungan terlarang setelah Lima Tahun.

Salahkah, aku Mendua ~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh Satu

Pagi hari ini diam-diam Dara menyiapkan berkas untuk pengajuan gugatan cerainya. Dia tak akan minta persetujuan dari suaminya. Walau keputusan perceraian dari pria.

Rico yang belum pergi ke kantor heran melihat istrinya sibuk dengan surat-surat. Bahkan dia melihat ada buku nikah mereka.

"Kamu mau apa dengan buku nikah itu?" tanya Rico.

Dara cukup terkejut dengan kehadiran suaminya. Dia pikir pria itu telah pergi ke pabrik.

"Menyiapkan berkas perceraian kita," jawab Dara dengan jujur.

"Kamu pikir aku akan setuju dengan perceraian ini? Jangan mimpi kamu akan bisa bebas dariku!" seru Rico.

Wajah pria itu terlihat menegang. Mungkin tak percaya jika istrinya akan mengatakan hal itu. Menggugat cerai dirinya.

"Setuju atau pun tak setuju, aku tetap akan mengajukan perceraian. Apa guna aku menikah, tapi semua tetap aku lakukan sendiri. Aku minta mulai hari ini kamu bisa menyusun bajumu dan pergi dari rumahku!" seru Dara.

"Kau mengusirku?" tanya Rico.

"Ya, mending aku hidup sendiri!" jawab Dara dengan penuh penekanan.

Mendengar jawaban dari istrinya darah Rico terasa mendidih. Dia mendekati wanita itu dan tanpa belas kasihan melayangkan tamparan ke wajahnya. Darah segar mengalir dari sudut bibir Dara. Melihat hal itu sang suami ketakutan dan wajahnya tampak menyesal. Dia pergi meninggalkan Dara seorang diri.

Dara mengambil ponselnya dan meminta memotret wajahnya sendiri. Dia lalu mengganti pakaiannya. Wanita itu ingin segera ke rumah sakit untuk melakukan visum.

Saat akan menggendong bayinya, gawai Dara berdering. Dia melihat nama Bastian tertera di layar. Wanita tak mengacuhkan dan meraih tubuh putrinya. Dia menggendong dan segera meninggalkan kamar.

Dara mengunci pintu rumahnya. Lalu berjalan menuju jalan. Namun, baru beberapa langkah, kakinya berhenti berjalan karena ada mobil yang berhenti tepat di sampingnya.

Pengemudi itu menurunkan kaca mobil. Dara terkejut melihat siapa orang di dalamnya.

"Kamu mau kemana, Ra?" tanya Bastian.

Ya, pengendara mobil itu adalah Bastian. Dia menghubungi Dara tadi karena ingin bertanya makanan apa yang diinginkannya. Karena teleponnya tak diangkat dia memutuskan untuk langsung menuju rumahnya.

"Aku mau ke rumah sakit," jawab Dara.

"Siapa yang sakit? Apa Cantika sakit?" tanya Bastian kuatir.

Tanpa peduli ada yang melihat, Bastian keluar dari mobil dan menghampiri Dara. Dia langsung memandangi Cantika yang berada dalam gendongan.

"Bukan Cantika yang sakit. Aku hanya ingin melakukan visum," jawab Dara.

"Visum ... kamu kenapa?" tanya Bastian lagi.

Bastian lalu menatap wajah wanita yang sangat dia cintai itu. Baru dia sadar saat melihat darah yang sudah mulai mengering di sudut bibir Dara.

"Apa semua ini Rico yang melakukan?" tanya Bastian dengan suara yang gemetar menahan amarah.

Dara hanya bisa mengangguk. Bastian lalu meminta wanita itu segera masuk dan dia akan mengantarkan ke rumah sakit.

"Dasar banci, pecundang!" ucap Bastian geram.

Bastian melajukan mobilnya menuju salah satu kantor polisi untuk membuat laporan. Dara yang tak paham akan hal itu lalu bertanya.

"Kenapa kita ke kantor polisi, bukan ke rumah sakit?" tanya Dara.

"Untuk melakukan visum atas kekerasan yang kita alami, harus membuat laporan dulu ke kantor polisi dan setelah itu baru kita bisa melakukan visum ke rumah sakit yang di tunjuk," jawab Bastian.

Visum karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat dilakukan di klinik kesehatan, rumah sakit, atau Puskesmas yang ditunjuk oleh kepolisian.

Visum merupakan laporan tertulis yang didasarkan pada hasil pemeriksaan dokter terhadap korban kekerasan. Visum bisa menjadi salah satu bukti sah di mata hukum.

Prosedur pemeriksaan visum KDRT umumnya meliputi: Memeriksa kondisi kesehatan korban secara umum, Memeriksa secara menyeluruh, Menanyakan kronologis kejadian.

Korban biasanya akan ditemani petugas kepolisian, keluarga, atau kerabat terdekat selama pemeriksaan berlangsung.

Untuk melakukan visum, diperlukan permintaan penyidik terlebih dahulu. Tanpa surat permintaan dari penyidik, dokter hanya dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengeluarkan surat keterangan sehat.

Sebaiknya visum dilakukan secepatnya setelah ada tindakan pidana agar bukti yang ditinggalkan tidak hilang.

Setelah melakukan visum, Bastian lalu mengantar Dara kembali ke rumahnya. Sebelum pulang, dia membelikan makanan untuk wanita itu.

"Aku lagi-lagi merepotkan kamu, Tian," ucap Dara merasa tak enak hati.

"Aku tak pernah merasa kamu repotkan. Justru aku senang jika kamu mau meminta tolong padaku," balas Tian.

"Aku jadi tak enak dengan Fanny. Waktumu banyak aku pakai. Padahal kamu pulang untuk liburan," ujar Dara.

"Sekarang aku sedang liburan denganmu," ucap Bastian becanda.

Dara tersenyum mendengar ucapan pria itu. Dia merasa semua ini bagai mimpi. Bastian ada di sampingnya dengan segala perhatiannya.

"Jika Rico melakukan ini lagi padamu, tolong secepatnya hubungi aku. Kalau bisa kamu harus melawan. Jangan diam saja. Makin ngelunjak tuh banci," ucap Bastian.

Dara hanya mengangguk sebagai jawaban. Bastian mengantarnya hingga di ujung jalan setapak. Tak ingin ada yang melihat pria itu dan melaporkan pada Tante Erna.

Setelah melihat Dara masuk ke rumahnya, barulah Bastian melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah wanita itu.

Sampai di rumah, Bastian melihat istri dan mamanya sedang menonton televisi di ruang keluarga. Dia menyapa sang mama dengan mencium tangan wanita itu.

"Dari mana kamu, Tian?" tanya Fanny dengan suara ketus.

"Rumah teman? Emangnya kenapa kalau aku pergi bermain dengan temanku?" Bastian balik bertanya.

"Aku gak melarang kau bergaul dengan temanmu. Namun, yang membuat aku marah karena kau berbohong.Aku tak suka itu. Sekali lagi aku tanya, kemana kau pergi tadi?"

Fanny mengulangi pertanyaannya. Hal itu membuat Bastian tersenyum miris. Dia tak suka dicurigai dan dimata-mata. Sejak bertemu Dara dan mendengar dia akan menggugat cerai suaminya, keputusan Bastian untuk berpisah dari istrinya semakin bulat.

"Ma, aku ingin pisah dari Fanny," ucap Bastian.

Mama Erna dan Fanny terkejut mendengar ucapan pria itu. Dia yang tadinya ingin marah dengan Bastian, menjadi terdiam karena syok, begitu juga dengan mamanya pria itu.

1
Titha S
bagus alur ceritanya saya suka.
Titha S
nah gitu ada visualnya jd membacanya semangat karena pemerannya sangat cantik dan tampan.👍
Ulin Dadi
👍👍👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰
Jodi Novianti
kerennnn
Jolanda Lengkey
mampus Lo fanny/Tongue/
Jolanda Lengkey
belagu banget sih riko/Awkward/
ayu cantik
suka
Farika Willesden
lumayan bgus certnya
Surati
bagus ceritanya 👍
Pepe Black Street
Amin
Ros Laini
kok aku ikutan nangis ya...
Sri Puryani
samawa bastian & dara
Sri Puryani
jangan menentang takdir Allah bu erna
Mimik Pribadi
Baru jga ktemu lgi sm Dara langsung ketahuan aja 🤦🏻‍♂️,nnt dikira Tian dan Dara sering ktemuan diblkng mantan istrinya,,,,,
Sri Puryani
lha ketaun deh ....tian yg gk sabaran pgn ketemu aja....bisa berabe nih...
Mimik Pribadi
Baru kali ini aku senang tokoh cwe nya ditampar,,,,bkn apa2 yah klo gak punya alasan kuat mana bisa Dara menggugat cerai suaminya yng Toxic,stlh ada bks kekerasan mngkn Rico tidak bisa berkutik lgi utk melepaskan Dara,secara ada bukti visum dan laporan ke pihak kepolisian ttng KDRT,smoga saja dipengadilan Agama Dara gak kesulitan dngn proses nya.
Mimik Pribadi
Coba saja nama pemesan nya ganti jngn Bastian,Asti apa Tia gitu /Facepalm//Facepalm/
Sri Puryani
hati" mencari teman dara
Sri Puryani
stlh cerai pergilah ke luar kota hidup baru disana dara....menjauhlah dr bastian dl
Sri Puryani
semoga rico tdk dendam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!