NovelToon NovelToon
The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Masuk ke dalam novel / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nidia

Gilda terbangun di tempat yang berbeda dengan tubuh dan rupa yang berbeda juga. Tubuh tokoh antagonis dari novel yang dibacanya. Seorang wanita bernama Scarlett tak henti-hentinya mengejar pria yang menjadi kekasih saudara tirinya. Felix, pria tampan dan berkharisma yang selalu dipuja oleh kaum hawa. Ia melakukan semua cara agar bisa merebut pria itu dari saudara tirinya mulai dari mengancam hingga melukai saudara tirinya. Bahkan di akhir cerita Scarlett mati terbunuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Hari Pertama

"Selamat pagi Pak Alden," ucap Scarlett menemui Alden di ruangannya.

"Oh, selamat pagi Ms. Balamy. Kamu datang lebih awal ternyata," balas Alden, pria berusia hampir kepala 3 itu bangkit dari kursinya. Ia merapikan jas hitamnya.

"Panggil saya Scarlett saja Pak," kata Scarlett tidak terbiasa dipanggil dengan nama belakangnya.

"Saya suka dengan nama belakang anda. Tapi karena kamu terlihat kurang nyaman dengan itu maka saya akan memanggil nama depanmu saja." Kata Alden tersenyum menampilkan lesung pipinya membuat pria itu terlihat manis. Scarlett bahkan terpana melihat senyuman manis pria itu saat pertama kali bertemu.

"Kemari lah, saya akan menunjukkan ruangan mu," ucap Alden. Scarlett mengangguk lalu mengikuti Alden dari belakang.

"Ini ruang kerja mu. Dan tepat di depan ruangan mu adalah ruangan Frank, CEO di perusahaan ini. Frank lah yang memberikan berkas lamaran mu pada ku. Frank bilang kamu rekomendasi dari sepupunya," ujarnya lalu membuka pintu ruang kerja Scarlett.

"Kamu sudah tahu kan tugas dan tanggung jawab mu?"

Scarlett mengangguk.

"Baiklah, job desk mu hari ini saya sudah saya handle. Di meja mu sudah di sediakan semua perlengkapan yang akan membantu mu selama bekerja," kata Alden memberi arahan pada Scarlett.

"Kalau begitu saya pergi dulu," ucap Alden.

"Baik Pak, terima kasih," ucap Scarlett.

Alden tiba-tiba melangkahkan kakinya saat hampir keluar dari pintu.

"Saya lupa mengatakannya. Jangan lupa menemui Pak Frank jam 10 nanti sekaligus mengantar kopinya," kata Frank mengingatkan Scarlett.

"Baik Pak.." Scarlett mengangguk.

Scarlett membuka laptopnya dan mulai mengerjakan tugas-tugasnya.

Satu setengah jam kemudian, alarm di ponselnya berbunyi. Scarlet menyimpan file yang dikerjakannya. Scarlett merenggangkan otot-otot tubuhnya yang mulai kaku karena duduk dan berkutat hampir dua jam di depan laptopnya.

"Belum juga dua jam, rasanya badan ku sudah pegal," gumam Scarlett berdiri.

"Waktunya mengantar kopi," ucap Scarlett mengambil ponselnya, memasukkannya ke dalam kantong blazernya.

Scarlett pergi menuju pantry kantor. Dia menemui beberapa karyawan yang sedang menyeduh kopinya. Ada juga yang duduk di kursi menikmati kopi mereka.

"Alden bilang pak Frank tidak suka dengan kopi instan, lalu bagaimana cara membuatnya. Aku tidak bisa memakai alat-alat itu," batin Scarlett melihat Coffee Grinder yang digunakan untuk menggiling biji kopi dan mesin pembuat kopi espresso. Biasanya dia selalu dibuatkan kopi tapi. Scarlett melihat dua orang OB sedang duduk di sudut pantry. Sepertinya mereka bisa membantunya. Scarlett berjalan menghampiri kedua OB tersebut.

"Hai.. bisakah kalian membantuku untuk membuat kopi dengan mesin-mesin itu," ucap Scarlett menunjuk mesin pembuat kopi.

"Aku sekretaris baru Pak Frank. Aku belum pernah memakainya sebelumnya," cicit Scarlett.

"Tentu saja Nona," ujar salah satu dari mereka. OB itu kemudian mengajari Scarlett cara membuatnya. Scarlett mengikutinya, mulai dari menggiling kopi hingga menyeduhnya. Banyaknya kopi yang diseduh harus memiliki takaran yang pas agar menghasilkan kopi yang nikmat. Di timbang dengan menggunakan mesin digital.

"Terima kasih," ucap Scarlett saat kopinya sudah siap.

"Sama-sama Nona," kata OB tersebut lalu pergi.

Setelah membuat kopi, Scarlett memotong beberapa jenis buah segar dari dalam kulkas dan menatanya di atas mangkuk putih berukuran sedang. Kata Alden, Frank selalu memakan buah sebagai cemilannya. Benar-benar hidup sehat.

1
aeni
bagus seriusan
Pasikah CwElosbes
byk typo ya thor
Tarry Lestarry
bau bau modus nih🤭🤣🤣🤣
mesti Kong kali Kong ama bos nya🤣🤣🤣
Kembae e Kucir
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
tudehun
/Good/
ira rodi
ceritanya bagus...baru sekarang ada ibu tiri yg awalnya dikira gak baik berakhir ternyata baik....biasanya ibu tiri kalo dari awal jahat yah jahat sampe akhir kadang juga ibu tiri yg baik di awal sampai akhir.....gak ada yg seperti cerita ini...jadi bagus banget...
ira rodi
kau bilang uangnya di tabung tp malah mama tirimu yg habisin...bego...apasalah terima saja mobil baru....
ira rodi
scarlet mah bodoh udah tau ada bekas kissmark gitu bukannya pulang ke apart malah kerumahnya yg ada duo ular....kamu bakal di buat malu....nanti ayahmu malah berpikir kamu gak bener....
Wiliam Zero
Novelnya bagus dan tokoh utama berbahagia 👍
restu s a
Terimakasih thor.
Fiyani
Akhirnya nemu cerita yang srek dibaca dan ngena dihati
Weni Kasandra
cerita yang bagus
FHR
Laki laki kalo dicuekin..penasaraan...
Ainy Youenha
lah
RatuElla11: halo kak, mampir juga yuk kekaryaku, "Unwanted Marriage."
total 1 replies
Bela Viona
kok ad felix dmna mna..apa aku gak fokus baca ya. kehidupan scarlet kok ad felix 🤔
Dewi Habibah
bagus ceritanya
RatuElla11: halo kak, mampir juga yuk kekaryaku, "Unwanted Marriage."
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
anak si Felix bukan Frank
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ha😄 ternyta
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
Frank cewelu di jelekin diem aja
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
like ku udah biru berrti udah dibaca tapi ini ngulang lagi dari awal kenapa ya trus kau lupa ini yg mna ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!