NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu ada untuk Hasya

"Apa yang kamu lakukan Hasya!" teriak ketiganya, berlari kencang merebut pisau yang hampir mengiris nadi di pergelangan tangannya.

Hiks! Hiks! Hiks!

Hasya menangis. Yuna mendekap lembut tubuh sahabatnya yang bergetar.

"Kamu jangan begini dong Sya?" ucap Mega, ikut memeluk Hasya yang semakin terisak.

"Aku mau mati aja! Aku gak mau hidup lagi!" Hasya meronta. Ketiga sahabatnya semakin mendekap erat tubuhnya, hingga pergerakan Hasya berhenti dengan sendirinya.

Mereka bertiga tidak ada yang bicara. Baik Yuna, Mega, maupun Lily... ketiganya memberikan dukungan bukan lewat mulut. Melainkan lewat pelukan hangat, yang lebih dibutuhkan Hasya untuk saat ini.

Lama... lama sekali mereka dalam posisi ini. Hingga keadaan Hasya sudah jauh lebih tenang, barulah mereka melerai pelukannya.

"Minum dulu Sya!" kata Mega, memberikan segelas air putih.

Hasya hanya memandang, menerima dengan lemas dan meminumnya hanya satu tegukan saja.

Yuna masih setia berada di sisinya, gadis itu menyeka wajah sahabatnya yang penuh dengan keringat bercampur air mata.

"Sebenarnya apa yang terjadi Sya? kenapa kamu sampai mau bunuh diri segala?" tanya Yuna dengan lembut.

"A-aku... Aku..." Hasya terbata. Air mata kembali mengalir di pipinya.

Sst! Sst! Sst!

"Jangan bicara kalau kamu gak sanggup Sya!" timpal Lily, diangguki oleh tiga orang lainnya.

Hasya masih sangat terpukul. Lidahnya kelu, tenggorokannya terasa tercekat. Karena semua yang terjadi terlalu mendadak dan terlalu bertubi untuk dihadapi oleh seorang gadis SMA seperti dirinya.

"Kalian gak akan ninggalin aku kan? Kalian tetap ada bersamaku kan?" tanya Hasya. Menatap ketiga sahabatnya dengan penuh harap.

"Kita gak kan ninggalin kamu Sya! Kita kan sahabat selamanya," kata Yuna, menatap dengan dengan yakin begitu juga dengan yang lainnya.

Mega memegang tangan Hasya yang dingin dan bergetar. Sepertinya semua ini benar-benar mengguncang mental sahabatnya.

Ketiganya kembali berpelukan. Memberikan kekuatan, dukungan dan segala yang sahabatnya butuhkan.

"Susah lebih tenang?" tanya Yuna, ketika Hasya yang melerai pelukan itu sendiri.

Hasya mengangguk. Ia tidak boleh diam saja, ia harus jujur pada sahabatnya. "S-sebenarnya..." Hasya masih terbata dan terisak-isak. Tapi ia sudah meyakinkan diri untuk cerita ke sahabatnya.

"Sebenarnya apa Sya? Kalau kamu belum siap jangan cerita dulu!" sambung Yuna.

"Iya Sya. kalau berat jangan cerita dulu! Kita ngerti kok!" timpal Lily.

Hasya menggeleng, ia yakin sudah siap untuk cerita. "Aku... udah dibuang sama keluargaku!" aku Hasya.

"DIBUANG?" beo ketiganya syok.

Hasya mengangguk. "Bahkan mereka gak ada yang jenguk aku. Katanya mereka malu punya keluarga pelakor seperti aku..." Hasya memberikan ponselnya ke Yuna. Memberikan bukti chat yang di kirim oleh Ibunya.

"Hasya!" Yuna menutup mulut membacanya. Ponsel itu diambil alih oleh Mega dan Lily.

"Aku sebatang kara Yun!" adu Hasya, menangis di pelukan Yuna.

"Sabar Sya. Kamu gak sendiri, kamu punya kita-kita. Kita sananya kamu, kita juga keluarga kamu!" Yuna mengusap lembut punggung Hasya dengan lembut.

Mega dan Lily juga syok setelah membaca pesan itu. Mereka kembali memeluk Hasya, yang sedang ditimpa masalah.

"Jadi sekarang berita tentang Hasya Sush kesebar kemana-mana dong ya?" tanya Lily, setelah keadaan lebih tenang.

"Bukan kesebar lagi, tapi udah viral. Ngalah-ngalahin berita tentang artis." jawab Mega, yang sekarang sudah duduk di sofa.

Hasya masih sedih. Tapi sudah tidak ada lagi air mata yang menetes. "Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku mau tinggal dimana?"

"Kalau cuma tempat tinggal gampang. Nanti aku cariin tempat yang aman. Untuk saat ini kamu jangan muncul dimanapun dulu!" kata Mega.

"Tapi sekolah aku..." Hasya menunduk. Untuk yang satu ini, sepertinya juga tidak bisa diselamatkan.

"Kayanya kamu gak bisa lanjut deh Sya. Sepertinya pihak sekolah pasti bakal ngambil tindakan tegas atas masalah ini!" sahut Yuna pelan dan hati-hati. Karena mau bagaimanapun, hal itu pasti menambah guncangan sahabatnya.

"Aku mengerti..." ucap Hasya lemah dan pelan.

Selama seharian, mereka menemani, menghibur, dan berusaha mengembalikan sedikit tawa milik Hasya. Meskipun itu hanya tawa kecil ataupun senyum tipis yang terlihat. Namun setidaknya jauh lebih baik, daripada air mata yang keluar.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, sudah waktunya Yuna harus pulang.

"Guys, aku belik duluan ya?" pamit Yuna, mengambil tas dan kucing mobilnya.

"Iya hati-hati ya Yun?" Sahut Hasya, kembali memeluk Yuna.

"Iya Sya. Kamu yang kuat ya? Jangan lakuin tindakan bodoh lagi. Besok pulang sekolah aku pasti jengukin kamu lagi!" pamit Yuna.

Hasya mengangguk, begitu juga dengan yang lainnya. Setelah berpamitan, Yuna keluar dari ruang rawat inap sahabatnya. Sebenarnya ia berat meninggalkan Hasya. Ia masih ingin ada disamping sahabatnya. Tapi ia juga tidak bisa melalaikan tanggung jawabnya.

Yuna memacu laju mobilnya dengan cukup kencang. Ia harus sampai di rumah duluan sebelum Bastian. Ketika akhirnya sampai, Yuna buru-buru mandi dan bersiap-siap. Sebisa mungkin ia menyambut kepulangan Bastian seperti biasa. Tapi jejak kesedihan itu, masih tertangkap oleh pria itu.

"Kamu kenapa? Kok sedih gitu?" tanya Bastian, memeluk tubuh mungil Yuna, sambil mencium aroma tubuhnya yang harum.

"Om pasti udah tau berita tentang Om Joe sama sahabat aku kan?" Yuna balik bertanya, sambil mengusap lembut dagu Bastian yang bersandar di bahunya.

"Hmm!" Bastian hanya berdehem. Karena bibir dan hidungnya masih sibuk mencium, menyesap leher jenjang milik Yuna.

"Aah!" tanpa sadar Yuna jadi mendesah. "Jangan Om! Aku lagi sedih nih!" Yuna berusaha untuk mengindari serangan bibir Bastian yang mulai merambat kemana-mana. Begitu pula dengan jari jemarinya.

Yuna yang benar-benar sedang tidak mood untuk melayani Bastian. Berusaha untuk terus menghindari hujanan ciuman dan godaan Bastian yang melenakan.

"Om aku lagi beneran lagi sedih nih!" ucap Yuna dengan suara sedikit lebih keras. Namun tetap dengan gayanya yang manja.

"Memangnya kamu mau Om melakukan apa?" tanya Bastian, menyudahi aktivitas yang sangat ia sukai dan ia tunggu-tunggu setelah habis bekerja.

Yuna diam. Sepertinya ia ragu, takut, bingung, tidak enak. Tapi harus mengatakannya demi sahabatnya.

"Om... bisa gak, bantu hapus semua berita viral tentang sahabat aku?" pinta Yuna. Memegang kedua tangan Bastian, menatap pria dewasa itu dengan penuh harap.

Bastian tersenyum smirk. Seringai licik muncul diwajahnya. "Bisa. Tapi harus ada bayarannya?"

"Bayaran?" Beo Yuna.

Bastian mengangguk, membawa Yuna duduk dipangkuan nya.

"Aku cuma punya uang dari yang Om kasi!" kata Yuna, mengambil kartu dari dalam dompetnya.

"Apa menurutmu... Aku terlihat seperti orang yang kekurangan uang?" tanya Bastian, dijawab gelengan kepala keras oleh Yuna.

"Jadi aku harus bayar pakai apa?" tanya Yuna bingung dengan ekspresi polos.

Bastian mendekat. Bibirnya tepat berada telinga Yuna, lalu membisikkan sesuatu yang membuatnya merinding sebadan-badan. "Bayar pakai tubuh kamu. Tapi aku mau main sampai benar-benar puas dan gak boleh protes! Gimana ?"

Bastian menjauh. Melihat ekspresi terkejut dengan mata melotot milik Yuna.

"Kalau setuju aku bisa lakuin sekarang... kalau tidak..."

"Aku setuju!" sambung Yuna cepat.

Bastian tersenyum senang. Ia langsung menggendong Yuna, mencium bibir gadis dengan buas tanpa jeda.

"Gak apa-apa Yuna. Demi Hasya. Dan rasanya enak juga kok!" batinnya.

Bastian membawa tubuh Yuna ke kamar. Ke kamar yang menjadi saksi setiap pertempuran dan gempuran yang terjadi antara Bastian dan Yuna.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!