Aku berasal dari keluarga miskin di London, kemudian menjadi tulang pungung untuk keenpat adik perempuanku dengan berjualan koran dan menyemir sepatu, ayahku pemabuk dan ibuku sering menangis karena letih dan kesal.
Dari kecil aku suka latihan tinju, sampai suatu saat bertemu dengan mister penjual koran yang ternyata adalah seorang petinju dunia yang tidak terkalahkan, dan perjalanku di mulai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Kejutan Dari Dampsey
Semua terkejut dan terperangah, bahkan mister yang setiap hari bersamanya juga sedikit kaget melihat speed dan power dari Dampsey, wasit kemudian mengumumkan kemenangan dengan KO. Dengan berlari para medis segera mengangkat Mike dari matras ke tandu, sementara pelatihnya merasa khawatir dan cemas, dia menyaksikan pukulan yang sangat keras dan bertenaga sangat berbahaya sekali.
Bahkan dia sendiri tidak akan sanggup menerima pukulan seperti itu apalagi anak didiknya, dalam tinju memang bakat diperlukan tapi yang utama tetap saja power dan speed.
" Bagaimana anak ini berlatih sehingga bisa begerak dengan cepat dan mempunyai pukulan yang sangat keras " pikirnya dalam hati.
Andrew, jesus dan pemenang lainnya juga melihat pertarungan ini, sangat sadis hanya satu pukulan saja membuat sang favorit tumbang dan tak mampu bangkit lagi, sementara di satu sisi Dampsey membungkuk ke arah pelatih lawan dan kemudian ke arah juri dan penonton, adab yang ditunjukan sangat bagus sekali.
Mister merasa puas..puas sekali melihat penampilan anak didiknya, dia membuka kedu sarung tinju Dampsey kemudian memeluknya
" kamu sangat luar biasa sekali bocah " katanya sambil menepuk nepuk kepala anak itu dengan lembut, " Sekarang keringkan badan dengan handuk dan tunggu diruang ganti " perintahnya.
Dampsey segera berlalu dan menuju ruang ganti, dia kemudian membalut tubuhnya dengan handuk dan menarik nafas dalam dalam, kemudian menstabilkan dirinya, setelah kering dia memakai baju agar tidak merusak tubuhnya dengan suhu yang berganti dengan cepat.
Di dalam sasana tinju mister kemudian dikerubungi oleh wartawan dan para pengamat, mereka bertanya tentang bocah itu, dengan cepat mister menjelaskan bahwa mereka masih berlatih dan tidak puas dengan hasil yang dicapai, wawancara seperti ini biasa berlangsung jika anak didik mereka menang.
Mister kemudian pergi ke ruang ganti, berbincang dengan Dampsey " bagaimana perasaan kamj bocah ' tanyanya sambil menatap dengan bangga
" Sangat senang sekali mister tapi saya hanya dapat sedikit pengalaman dalam duel yang sebenarnya " dengan jujur dia menceritakan kondisinya.
" Tenanglah masih banyak pertarungan lain yang akan kamu ikuti nanti " dari sana nanti kamu bisa ambi pelajaran berharga untuk pertarungan, untuk saat ini berkonsentrasi untuk pertandingan kedua yang akan dilakukan dua hari nanti " terang mister memberi wejangan.
Dalam dua hari ini Dampsey lebih banyak memusatkan pukulan ke bagian bagian akupuntur tubuh manusia, menurut dia tidak baik jika bertarung terlalu lama, selain merugikan juga penuh dengan resiko, nilai jual seorang petinju adalah keistimewaanya, maka perlu ada sesuatu hal istimewa yang mesti jadi ciri khas nya.
Dia memilih untuk meng KO kan lawan dengan cepat sebagai nilai istimewa dirinya sebagai petinju⁰di mata Dampsey hanya tersenyum dengan tetap memberi nasehat nasehat yang menurutnya pantas dia ucapkan.
Dua hari telah berlalu sekarang waktunya menjalankan pertandingan berikut, lawannya kali ini adalah Jesus sang speed, dia memiliki langkah yang bagus dan gerakan yang tidak terduga Dampsey sudah pernah melihat gerakan dia dan membikin simulasi pertarungan di dalam pikirannya, dia sudah tahu cara mengalahkan orang itu dengan satu pukulan.
Lagi lagi Andrew memetik kemenangan TKO atas lawannya kali ini agak cepat yaitu di ronde ke empat, lawannya tumbang dengan hidung patah dan bibir yang sobek. Pelatih Andrew sangat puas sekali dengan anak didiknya yang sudah berhasil memenangkan dua pertarungan sengit antara pendatang baru.
Nama Dampsey di pangil dia segera menuju ke dalam arena demikian juga dengan Jesus yang memasuki dengan bergaya yaitu melompat lansung dari tali ring dan kemudian bersalto, dia tidak takut dengan lawannya.
Jesus mengangap bahwa pukulan yang dilakukan oleh Dampsey adalah keberuntungan disaat Mike belum dalam keadaan siap, padahal dalam tinju tidak ada namanya keberuntungan atau lucky blow, semua penuh dengan perhitungan dan pengamatan, Jesus juga mengangap tinggi dirinya dari lawan karena dia punya kecepatan yang hebat.
Ting..ting
Bell dibunyikan kedua petarung saling berhadapan tanpa melepaskan tatapan mereka, saling mengawasi seperti macam menungu mangsa, tanpa mempedulikan lagi Dampsey bergerak cepat dan melayangkan pukulan tipuan, dia memulai dengan jab tetapi hanya pukulan kosong sesunguhnya dia mengincar pukulan hook yang sangat keras, Jesus kaget dengan tipuan ini dia berusaha menangkis dengan blocking kedua tangannya, tapi Dampsey melakukan pukulan body blow kearah ulu hati, yang menyebabkan pertahanannya terbuka, seketika pukulan hook dari bawah meluncur dengan keras.
Saking kerasnya pukulan ini merontokan meyebabkan beberapa giginya terlepas dan dia terbang keatas dan roboh ke bawah tanpa mampu bangkit kembali, dalam pikirannya sempat terlintas sebelum hilang kesadaran " aku serasa dipukul dengan palu besi yang kuat, aku tidak mau melawan dirinya lagi "
" Gila ..kecepatan dan powernya sangat menakutkan sekali " puji para pengamat tinju dan wartawan berbarengan, belum pernah mereka menyaksikan power sekeras itu, sangat sadis sekali efek pukulan tersebut, lagi lagi pelatih dan ahli medis membawa tandu dan segera melarikannya ke ruang perawatan.
Wasit kemudian menyatakan bahwa Dampsey menang KO di ronde pertama, gemuruh tepuk tangan bergelora dalam arena tinju, ini adengan yang sangat menarik, brutal dan sadis, bagi wartawa berita seperti ini yang mereka cari, mister kembali menyuruh dia masuk ke ruang ganti untuk menstabilkan suhu tubuhnya.
Mister memberikan waktu untuk wartawan bertanya, beberapa pertanyaan di jawab dengan lugas, mister mengatakan jika dia menjadi juara di kelas ringan lima puluh dua kilogram maka akan lompat ke kelas selanjutnya. Pengamat tinju juga sepakat bahwa Dampse tidak cocok di kelas ini, tapi mereka menungu hasil final antara Andrew versus Dampsey dua hari ke depan.
Mereka pulang ke rumah dan kemudian berbincang satu sama lain " kali ini lawan terakhir cukup kuat yaitu Andrew, saya berharap kamu sudah mampu membuat langkah selanjutnya, dan jika kita berhasil juara maka kita akan lompat kelas " katanya menerangkan kepada Dampsey
" Saya menurut saja sama mister, mana yang terbaik bagi mister lalukan saja, saya akan berlatih dengan baik dan lebih keras lagi " katanya sambil pergi ke ruang latihan.
Dia mengulang kembali pukulan di bagian akupuntur patung manusia, kali ini setiap pukulan yang lepaskan meningalkan tanda rusak di bagian akupuntur yang ditempelkan.
" Aku harus jadi juara, dalam dua hari ini aku akan mematangkan pukulan shadow tingkat empat " katanya dengan sorot mata yang teguh dan tajam, dia tidak boleh menyia nyiakan kesempatan yang telah di kerjakan oleh mister, jasanya sebagai pelatih tidak terbalaskan, maka hanya dengan menjadi juara demi juara dia akan mampu membalas jasa sang mister.
" Dampsey naik ke atas dan duduk di sofa " perintah mister kepadanya, dia kemudian duduk di sofa dan sang mister mengambil kedua tangannya dan kemudian mulai memijat secara perlahan tetapi sangat menyakitkan, setelah memijat mister juga merendam kedua tangan Damsey dalam cairan ramuan rempah rempah