NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

"Sudah selesai belum? Apa kau tenggelam di dalam sana?"

Luca mengetuk pintu kamar mandi dengan tidak sabar. Hidungnya masih terasa sedikit perih akibat serangan tak terduga tadi.

Namun, saat pintu itu terbuka, kata-kata makian yang sudah disiapkan Luca di ujung lidahnya lenyap seketika.

Queen keluar dengan langkah kecilnya. Ia mengenakan gaun tidur merah muda bergambar kelinci besar yang tadi dibeli Bobby.

Karena ukuran baju itu sedikit kebesaran, kerahnya melorot ke satu bahu dan panjangnya sampai menutupi mata kaki. Rambutnya yang basah berantakan. Pipinya yang gembul memerah karena uap air panas.

"Om... Queen susah jalan," keluh bocah itu dengan suara cemprengnya yang terdengar menggemaskan.

Bobby yang berdiri di dekat lemari langsung menjatuhkan tumpukan handuk yang dipegangnya.

"Astaga! Luc, lihat! Dia benar-benar seperti boneka hidup! Kenapa bisa ada makhluk seimut ini?"

Tanpa pikir panjang, Bobby merentangkan tangannya lebar-lebar.

"Sini, Queen! Sini sama Om Bobby! Biar Om gendong ke bawah, nanti jatuh kalau jalan sendiri."

Belum sempat Bobby melangkah, Luca sudah lebih dulu mengadang di depannya. Sebuah lengan kokoh menghalangi jalan Bobby.

"Jangan sentuh dia," desis Luca tajam.

Bobby mengernyit bingung. "Lho? Kenapa? Aku kan cuma mau membantu. Kau sendiri tadi yang bilang dia bau kencing, sekarang dia sudah wangi stroberi, kenapa aku tidak boleh menggendongnya?"

"Tanganmu kotor. Kau tadi yang memegang ban mobil, kan? Jangan menularkan kuman pada... pada asetku," alibi Luca dengan wajah datar.

"Aset? Kau memanggil bocah ini aset? Luc, kau benar-benar aneh," gerutu Bobby, namun ia tetap mundur karena tidak mau mencari masalah dengan tuan mudanya yang sedang dalam mode over protective.

Alena, di dalam tubuh Queen, hanya bisa menghela napas pasrah. Ia menunduk menatap daster kelinci yang dikenakannya.

Demi seluruh kode biner di dunia, aku ingin menghilang sekarang juga. Baju apa ini? Kenapa harus ada telinga kelinci di bagian kupluknya? Kalau musuh-musuhku melihat aku memakai daster pink ini, mereka tidak akan membunuhku, mereka akan menertawakan ku sampai mati tersedak.

"Ayo makan. Aku lapar," perintah Luca sambil melirik Queen sekilas, lalu berjalan mendahului.

Sesampainya di ruang makan, pemandangan mewah menyambut mereka. Meja panjang itu dipenuhi dengan berbagai hidangan, steak wagyu, pasta, sup krim kental, hingga berbagai hidangan penutup yang menggugah selera.

Queen menatap meja itu dengan mata berbinar. Sejak terbangun di tubuh ini, perutnya terasa kosong melompati dua kehidupan. Masa bodoh dengan harga diri, harga perut lebih penting!

Namun, masalah baru muncul. Kursi di meja makan itu terlalu tinggi untuk ukuran tubuh bocah lima tahun.

Queen mencoba menarik salah satu kursi berat itu, lalu mencoba memanjatnya dengan susah payah.

"Queen bisa sendiri! Jangan bantu!" serunya saat melihat Luca mulai mendekat.

Queen tidak mau terus-menerus digendong seperti bayi. Ia ingin menunjukkan bahwa meski tubuhnya kecil, mentalnya tetap seorang peretas mandiri.

Hap!

Satu... dua...

Kaki pendeknya bergelantungan di udara, tangannya mencengkeram pinggiran kursi, tapi bokongnya tidak kunjung mencapai dudukan.

Queen terengah-engah, wajahnya memerah karena menahan marah.

"Katanya bisa sendiri. Mau sampai besok pagi baru bisa duduk?" Luca berdiri di sampingnya, menyilangkan tangan di depan dada dengan senyum dingin yang tampak sedikit mengejek.

"Diam! Kursi ini saja yang terlalu sombong, tingginya tidak masuk akal!" omel Queen sambil terus berjuang.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Luca membungkuk. Dengan satu tangan, ia mengangkat tubuh Queen seolah bocah itu hanya seringan bulu ayam, lalu mendudukkannya dengan mantap di atas kursi.

"Berhenti mengoceh dan makanlah," ucap Luca sambil duduk di kursinya.

Begitu bokongnya mendarat di kursi, Queen tidak lagi peduli pada ejekan Luca. Matanya tertuju pada sepiring pasta carbonara dan potongan steak di depannya.

Tanpa menunggu instruksi, ia langsung menyambar garpu.

Nyam!

Queen makan dengan kecepatan yang luar biasa. Ia mengunyah dengan lahap, saus krim menempel di sudut bibirnya, dan pipinya menggembung sempurna seperti tupai yang sedang menimbun kacang.

Ia memotong steak dengan tangan mungilnya meski sedikit kesulitan.

Luca terdiam, ia bahkan belum menyentuh garpunya sendiri. Ia memperhatikan Queen yang sedang berperang dengan makanannya.

Ada sesuatu yang sangat ganjil. Cara bocah itu menggunakan pisau, cara matanya menganalisis setiap hidangan sebelum memakannya dan ketenangan di balik nafsu makan itu... tidak terasa seperti anak kecil yang kelaparan.

"Siapa sebenarnya anak ini? Dia tidak menangis minta pulang, dia tidak takut padaku setelah ku ancam tadi dan dia punya tatapan mata yang terlalu tajam." batin Luca.

"Pelan-pelan, Queen. Tidak ada yang akan mengambil makananmu," ucap Bobby sambil memberikan segelas jus jeruk.

"Enak! Makanan Om Galak enak sekali!" seru Queen sambil terus mengunyah, memberikan jempol kecil yang belepotan saus.

Luca tersenyum tipis, sebuah senyum hampir tak terlihat. "Tentu saja enak. Itu dimasak oleh koki terbaik. Jika kau makan sebanyak itu, kau akan benar-benar berubah jadi bola kelinci."

"Biar saja! Yang penting Queen kenyang!" sahut Queen. "Tunggu saja, Luca. Setelah perutku penuh dan energiku kembali, aku akan mencari celah di rumah ini. Tidak ada sistem yang tidak bisa ku tembus, termasuk mansion milikmu ini." batinnya.

Luca terus menatapnya, seolah sedang berusaha memecahkan kode rahasia yang tersembunyi di balik wajah polos Queen.

Di meja makan yang biasanya sunyi dan penuh ketegangan itu, kehadiran si kelinci pink kecil ini entah bagaimana membawa suasana yang sangat berbeda.

"Bobby," panggil Luca tanpa mengalihkan pandangan dari Queen.

"Ya, Luc?"

"Cari tahu semua rekaman CCTV di sekitar gudang tempat kita menjemputnya tadi. Aku ingin tahu dari mana lubang cacing yang memuntahkan bocah ini berasal."

Queen tersedak sedikit mendengar itu. Lubang cacing katanya?

*****

Maaf kakak semua ini bukan aku yg minta tips ya, dari Novel-toonnya🤭 aku gak tahu dan baru tahu ada beginian

1
tinie
ditunggu kabar baiknya
lelaki remaja dgn anak balita 😁😁😁
Senja: Siappppp🤭
total 1 replies
partini
luca dah bangun dari semedi udah dapat Ilham 🤣🤣🤣
Tiara Bella
wow Luca KY anak remaja lg LG jatuh cinta ya.....makasih Thor up nya triple.....
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Maria Hedwig Roning
thnks thor ceritanya sangat menarik...
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ: Lanjut thor, seru and semangat ya💪
total 2 replies
Murni Dewita
double up donk thor
Senja: Heheh, udah triple up hari ini kak🤭 besok ya up seperti biasa 3bab
total 1 replies
partini
good
partini
luca lagi semedi kah Thor
Senja: Hooohh
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Senja: Siappp
total 1 replies
Ita Xiaomi
Aku jg mau kue gosongnya 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Evi Marena
wkwkwkwwkk
ternyata Sean juga manusia biasa😌
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
atau jangan2 Edgar dulu yg mencelakai orang tua queen....bakal ribet ni klo benar Edgar...
Ita Xiaomi: Berharap bukan Edgar. Kasihan nanti Sean, Queen ama Luca.
total 1 replies
Tiara Bella
wow Sean sangat mengharukan ...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
tinie
mulut naga katanya🥺😁😄
Ita Xiaomi
Sama aja kalian berdua tuh kan sama-sama baru belajar tentang kehangatan 😁.
Ita Xiaomi
Sabar Luca. Ini Sean lg belajar menjd hangat😁. Ndak boleh panas.
Ita Xiaomi
Msh mencerna😁
Senja: Wkwkw😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!