NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertaruhan nyawa di dermaga

Udara pelabuhan yang amis dan lembap seolah membeku di sekitar mereka. Alya Cendana menatap tangan Selena yang masih mencengkeram pergelangan tangannya sendiri. Ada keraguan yang melintas di mata merah itu—sebuah celah kecil yang tidak pernah disangka akan muncul dari seorang Selena Arunika.

"Kau menggertak," desis Alya, namun suaranya sedikit bergetar. "Kakekmu tidak akan sebodoh itu memasang protokol penghancuran diri pada seluruh hartanya."

"Dia memang tidak bodoh, Alya. Dia hanya sangat paranoid," balas Selena dengan nada yang sangat tenang, meski jantungnya berdegup seperti genderang perang. "Dia tahu bahwa suatu hari, orang-orang serakah seperti kau akan datang mengetuk pintunya. Dia menciptakan sandi ini bukan untuk melindungi uangnya, tapi untuk memastikan jika dia kalah, maka tidak akan ada pemenang. Scorched earth policy. Kau ingin bertaruh?"

Di dalam mobil, Bhanu memanfaatkan momen keraguan Alya. Dengan gerakan secepat kilat yang bahkan tidak bisa ditangkap oleh mata Renggana, ia meraih pisau kecil yang disembunyikan Dahayu di balik jok mobil dan menghujamkannya ke paha Renggana.

"ARGH!" Renggana memekik, senjatanya terlepas.

"Sekarang, Dahayu!" teriak Bhanu.

Dahayu bergerak layaknya bayangan. Ia menendang pintu mobil hingga menghantam salah satu penjaga di luar, sementara tangannya yang lain sudah menggenggam senjata cadangan. Suara tembakan pecah di dalam gudang, memantul di dinding-dinding seng tua, menciptakan simfoni kematian yang memekakkan telinga.

"Tembak dia! Tembak Selena!" teriak Alya sambil mencoba mundur.

Namun, Selena tidak lari. Saat penjaga terdekat mengarahkan moncong senjata padanya, Selena justru merangsek maju, menggunakan tubuh Alya sebagai perisai manusia. Ia melingkarkan lengannya di leher Alya, menekan pemotong kertas yang sejak tadi ia sembunyikan tepat di urat nadi wanita itu.

"Suruh mereka berhenti, atau kau akan menyusul sejarah keluargamu sekarang juga!" ancam Selena. Suaranya tidak lagi terdengar seperti suara wanita yang takut; itu adalah suara seorang penguasa yang sedang menghakimi mangsanya.

Bhanu keluar dari mobil, wajahnya berlumuran darah Renggana, namun matanya menatap Selena dengan binar yang belum pernah ada sebelumnya—sebuah pengakuan atas kekuatan yang setara. Ia berdiri di samping Selena, senjatanya mengarah pada sisa-sisa penjaga Alya yang kini bimbang.

"Turunkan senjata kalian," perintah Bhanu dingin. "Atau nona kalian akan pulang dalam kantong plastik."

Melihat bos mereka dalam bahaya maut, para penjaga itu perlahan menurunkan senjata mereka. Renggana merangkak keluar dari mobil, memegangi pahanya yang bersimbah darah. Ia menatap Bhanu dengan kebencian, namun juga ada sedikit rasa hormat yang aneh.

"Kau menang kali ini, Bhanu," geram Renggana. "Tapi kau mengurung monster di dalam rumahmu sendiri. Lihat matanya. Dia bukan lagi Selena yang kau beli."

Bhanu tidak memedulikan kata-kata Renggana. Ia berjalan mendekati Selena dan Alya. Ia mengambil alih posisi Selena, menodongkan pistolnya langsung ke dahi Alya, sementara Selena melepaskan cengkeramannya.

Selena terengah-engah, tangannya gemetar namun matanya tetap tajam. Ia menatap Alya yang kini pucat pasi. "Katakan pada ayahku," ucap Selena pelan namun sangat jelas, "bahwa putrinya sudah mati di vila semalam. Yang tersisa hanya seorang Vandana yang akan menagih setiap keping pengkhianatannya."

Dahayu mendekat dengan laptopnya, wajahnya masih sedatar permukaan es. "Bhanu, kita harus pergi. Polisi air dan tim keamanan cadangan Alya akan sampai dalam lima menit. Kita punya akses ke pelabuhan pribadi di sisi timur."

Bhanu menarik Alya dan mendorongnya ke arah Renggana yang terluka. "Bawa dia pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran untuk tidak membunuhnya."

Mereka berlari menuju dermaga kecil di belakang gudang, di mana sebuah kapal cepat mesin ganda sudah menunggu. Saat kapal itu melesat membelah ombak malam menuju Singapura, Jakarta tampak seperti lautan api di kejauhan.

Di dalam dek kapal yang sempit, Bhanu mendekati Selena. Ia melepaskan jasnya yang kotor dan menyelimutkannya ke bahu Selena yang menggigil karena adrenalin yang mulai turun.

"Sandi penghancuran diri itu..." Bhanu memulai, suaranya kini lebih lembut. "Apakah itu benar, atau kau hanya berbohong?"

Selena mendongak, menatap mata sang Matahari. Ia tersenyum tipis—sebuah senyum misterius yang bahkan membuat Bhanu merasa tidak nyaman.

"Menurutmu?" tanya Selena balik. "Bukankah kau yang bilang aku pemegang kunci terakhir? Sebagai pemilik kunci, bukankah aku bebas menentukan apakah pintu itu menuju brankas emas atau menuju neraka?"

Bhanu terdiam. Ia menyadari satu hal yang mengerikan sekaligus menarik: Selena tidak pernah memberi tahu apakah itu gertakan atau kenyataan. Dia telah menciptakan senjata terkuat dalam negosiasi—ketidakpastian.

"Dahayu," panggil Bhanu tanpa melepaskan pandangannya dari Selena.

"Ya, Bhanu?"

"Batalkan kontrak perjodohan awal. Buat kontrak baru."

Selena mengernyit. "Kontrak apa?"

Bhanu mendekatkan wajahnya, suaranya berbisik namun penuh otoritas. "Kontrak kemitraan sejajar. Aku tidak butuh pengantin yang penurut. Aku butuh ratu yang bisa membakar dunia bersamaku. Dan kau, Selena... kau baru saja membuktikan bahwa kau adalah satu-satunya orang yang cukup gila untuk melakukan itu."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!