NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

5 Bulan telah berlalu-----

Tak terasa usia Kandungan Safa sudah memasuki bulan ke 6. Perut yang dulunya rata kini mulai membuncit..Mual dan muntah yang sering ia alami mulai meredah. Dan Safa sudah menjalani kehamilan dengan normal tanpa ada drama yang selalu membuatnya bolak balik kekamar mandi.

Akan tetapi luka hati yang ia dapatkan semakin terasa, apalagi dengan sikap Febri yang selalu mengutamakan Desi dan begitu takut kalau Desi tau hubungan gelapnya dengan Safa.

Safa ingin menyerah, namun ia masih bingung harus kemana, pulang kerumah orang tua dengan kondisi perut yang buncit seperti ini, akan mengakibat kan ia akan di usir dan di caci oleh sang ibu lagi.

Hari ini adalah jadwal Safa untuk memeriksakan kandungan lagi, ia sudah bersiap dan tinggal menunggu taksi online yang barusan ia pesan.

"Mau kemana Fa ?" tanya Orlando mengagetkan perempuan cantik itu.

Safa menoleh "Mau kerumah sakit periksa kandungan"

"Oh, sama aku aja kebetulan aku melewati rumah sakit kok"

"Tidak usah Ndo, aku tidak mau merepotkan kamu terus. Selama ini kamu selalu bantuin aku"

"Sudah ku katakan jangan sungkan, aku ikhlas kok nolong kamu"

Lucu memang, Orlando yang bukan siapa-siapa Safa malah sering berada di dekatnya, saat Safa membutuhkan sesuatu atau sedang menginginkan makanan aneh karena dalam fase mengidam, Orlando lah yang melakukan nya.

Sementara Febri ??

Kemana laki-laki itu saat Safa membutuhkan dia ? Febri hanya datang dan menemui Safa saat istrinya tak ada di rumah. Inilah yang membuat Safa bosan karena Febri tak pernah mau mengakuinya dan menikahinya secara resmi.

Lalu dimanakah janji Febri dulu ?

Entahlah, Safa sendiripun tak ingin mengingat janji manis suaminya sendiri.

"Mala ngelamun, ayo berangkat !"

"Tapi aku kan sudah pesan taksi online Ndo, gak enak nantinya"

"Udah serahkan saja semuanya padaku" Orlando menebar senyum kearah Safa.

Safa memeriksa ponselnya sebentar, ternyata pesanan mobilnya di batalkan sendiri oleh sang sopir dengan alasan terjebak macet, sangat kebetulan memang dengan begitu Safa tak perlu tak enak hati nantinya.

"Ya udah deh, tapi makasih sebelumnya"

"Siap..."

Orlando mulai menyalahkan mobilnya, lalu menginjak pedal gas dan mobil melaju dengan pelan.

Di dalam perjalanan Banyak obrolan di antara Orlando dan Safa, hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah sakit.

"Makasih ya Ndo, maaf karena merepotkan kamu lagi"

"Iya Fa, salam ya sama dedeknya. Semoga dia sehat"

"Dia pasti dengar sendiri kok"

Orlando tergelak, dulu ia tak pernah percaya kalau Safa sedang mengndung, namun semakin hari ia melihat Safa mengalami mual dan muntah Orlando kian sadar. Puncaknya Orlando yakin saat itu ia menemani Safa membeli susu khusus ibu hamil.

Safa sudah keluar dari mobil, sementara Orlando masih menatap punggung Safa yang semakin menjauh.

"Andai saja kamu belum menikah Fa, aku sudah pasti akan mempersuntingmu"

"Maafkan aku kalau aku menaruh rasa sama kamu Fa, tapi aku akan berusaha untuk mengubur rasa ini dalam-dalam"

Orlando menghela nafas panjang, ia kembali menyalahkan mobil saat Safa sudah tak terlihat lagi. Kemungkinan wanita itu sudah masuk kedalam rumah sakit.

"Semoga sehat terus Fa, kamu sama baby mu, aku tau kamu sering menangis karena suamimu jarang ada di sampingmu"

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

Biasanya Safa akan datang ke klinik dimana suaminya berada, namun hari ini Febri mengabari kalau ia sedang bertugas di rumah sakit dan meminta Safa datang kerumah sakit saja.

Setelah mendaftarkan diri, Safa duduk di kursi antrian, ada banyak wanita hamil yang mengantri hendak periksa. Dan mereka semua di temani sang suami.

Febri keluar sebentar dari ruangan, ia terkejut melihat sang istri duduk mengantri bersama pasien yang lain. Padahal sebelumnya Febri sudah mengatakan kalau nanti langsung masuk saja.

Tanpa menyapa Safa, Febri mendekati seorang perawat dan membisikkan sesuatu. Tak berapa lama Febri kembali keruangan.

Perawat tadi mendekati Safa "Ayo Bu Safa silahkan masuk, kenapa mengantri ? bukannya tadi sudah mendaftar ?"

"Tapi Sus"

"Tidak apa-apa Bu Safa, ayo saya antar masuk kedalam"

Safa sebenarnya tak enak hati dengan ibu-ibu yang lain, apalagi mereka semua menatap kearah Safa. Ia yakin kalau semua ini ulah sang suami.

Safa berdiri dan masuk kedalam ruangan dimana suaminya berada.

"Kenapa ngantri sayang ? kan Mas sudah bilang langsung masuk saja" ucap Febri.

"Tidak apa-apa Mas, lagian gak enak sama yang lain"

"Kenapa harus gak enak segala sih, Kamu kan mau periksa sama suami sendiri"

"Ya sudah ayo Mas periksa, gak enak kalau lama-lama"

Safa menuju ranjang tempat pasien tidur dan melaksanakan USG, sementara Febri menyiapkan alat nya.

"Halo anak Ayah, bagaimana kabarnya Nak ? sehat sajakan di dalam perut Bunda" Febri mengelus perut Safa dengan lembut, sehingga mendapatkan tendangan kecil dari calon anaknya.

"Wah-wah, anak Ayah senang ya ketemu sama Ayah. Nanti malam Ayah temenin ya Nak !"

"Mas mau menginap di apartemen nanti malam ?" tanya Safa.

"Iya, soalnya Desi ada acara keluar kota bersama teman-temannya, katanya pergi seminggu dan Mas akan menemani kamu sela seminggu kedepan"

Safa tersenyum "Makasih Mas karena akan menemani aku"

"Kita lakukan USG sekarang ya, Mas sudah gak tahan lihat wajahnya, mudah-mudahan kali ini dia gak ngumpet lagi"

Febri mengoles kan gel untuk proses USG, lalu kemudian menekan alat USG ke perut istrinya, Febri menggeser kekiri dan kekanan sehingga layar monitor menampakkan seseorang yang saat ini sedang tumbuh di perut istrinya.

"Alhamdulillah dia gak ngumpet, lihat Sayang dia menampakkan wajahnya"

"Tuh hidungnya mancung, sama seperti Mas"

Mata Safa begitu fokus menatap kelayar monitor, bahkan ia tak berkedip sama sekali.

"Jenis kelamin nya apa Mas ?" tanya Safa penasaran.

Febri kembali menggeser alat USG kemudian dia terkekeh "Pantas suka nendang kencang-kencang, ternyata baby boy" ucap Febri dengan girang.

"Baby boy ? itu berarti anak kita laki-laki ya Mas ?"

"Iya Sayang, anak kita laki-laki. Dia sehat dan perkembangan nya baik"

Selesailah sudah Febri melakukan pemeriksaan, walau sebenarnya ia masih belum puas menatap anaknya dilayar monitor, tapi Febri sadar kalau masih ada pasien lain yang harus ia periksa.

"Makasih ya sudah merawatnya dengan sangat baik"

"Sama-sama Mas, aku hanya ingin menjadi Bunda yang baik untuk anakku"

"Habis ini langsung pulang saja ! Vitamin sama yang lainnya biar Mas yang bawa. Kamu pulang nya hati-hati" Febri mencium kening Safa dengan lembut.

"Hmmm, aku belum mau pulang Mas, aku mau jalan-jalan ke Mall dulu boleh gak ?"

"Besok aja sama Mas, besok Mas izin gak kerja"

"Baiklah kalau begitu"

-----

...LIKE DAN KOMEN ...

...ADD FAVORIT...

...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!