NovelToon NovelToon
Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:47.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Om Ganteng, kerjanya cuma duduk doang? Kok nggak lari-lari kayak Mami? Om pemalas ya?"


Cayvion Alger, seorang CEO dingin, terkejut saat bocah 4 tahun yang mengatainya "pemalas" ternyata adalah anak kembarnya sendiri—hasil "kesalahan satu malam" empat tahun lalu dengan asisten pribadinya, Hara.

Rahasia ini terbongkar saat Hara terpaksa membawa anak-anaknya ke kantor karena pengasuh sakit.

​Demi hak asuh dan citra perusahaan, Cayvion mengajukan pernikahan kontrak dengan syarat dilarang jatuh cinta. Hara menyetujuinya, namun menegaskan bahwa kekuasaan Cayvion sebagai bos tidak berlaku di rumah.

Kini, Cayvion harus menghadapi tantangan baru: mengurus kekacauan anak-anak dan menahan hatinya yang perlahan luluh pada istri kontraknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Logika Elio

​​"Keluar! Sana main saham atau apa kek! Jangan mainin rambut anak orang!"

​Suara teriakan Hara dan bantingan pintu kamar mandi masih terngiang di telinga Cayvion. Pria itu berjalan gontai menuju ruang kerja pribadinya di lantai satu dengan bahu merosot. Dia baru saja dipecat secara tidak hormat dari jabatan 'Tukang Salon Dadakan'.

​Cayvion menghembuskan napas kasar, menyugar rambutnya yang berantakan.

​"Setidaknya aku masih punya satu keahlian yang dihargai dunia," gumamnya pada diri sendiri untuk menghibur ego yang terluka. "Aku masih CEO. Aku masih raja pasar modal."

​Dia melangkah masuk ke ruang kerjanya yang dingin dan ber-AC sentral. Dia butuh melihat angka-angka. Dia butuh melihat grafik hijau yang menenangkan jiwa, bukan rambut kusut yang bikin stres.

​Namun, kursi kebesarannya sudah ada yang menduduki.

​Elio.

​Bocah lima tahun itu duduk bersila di atas kursi kulit hitam yang terlalu besar untuknya. Di depannya, laptop Cayvion menyala terang, menampilkan dashboard pergerakan saham real-time yang bergerak liar.

​"Elio," panggil Cayvion, mempercepat langkahnya. "Jangan pencet sembarangan. Itu bukan game balap mobil. Kalau kamu salah klik, Papa bisa rugi miliaran dalam satu detik."

​Elio tidak kaget. Dia juga tidak menyingkir. Jari telunjuk mungilnya menunjuk layar monitor yang didominasi warna merah menyala.

​"Jelek," komentar Elio datar.

​Cayvion sampai di samping meja, melihat layar laptopnya. Memang benar, pasar sedang merah. Indeks harga saham gabungan sedang terjun bebas gara-gara isu inflasi global. Portofolio investasi pribadinya sedang 'berdarah'.

​"Kenapa garisnya merah dan turun terus kayak perosotan?" tanya Elio tanpa menoleh, matanya fokus pada grafik yang menukik tajam ke bawah.

​Elio mendongak, menatap ayahnya dengan tatapan polos tapi menusuk.

​"Papa miskin?"

​Pertanyaan itu menohok ulu hati Cayvion. Dia ingin tersinggung, tapi melihat kepolosan di mata anaknya, dia sadar Elio hanya bertanya berdasarkan logika visual: Merah artinya bahaya, turun artinya jatuh.

​Cayvion menarik kursi tamu, duduk di sebelah Elio. Dia memutuskan untuk tidak menggunakan istilah rumit seperti 'fluktuasi', 'dividen', atau 'bearish market'. Dia harus memakai bahasa yang dimengerti anak TK yang suka merakit robot.

​"Papa nggak miskin, Elio. Papa cuma lagi... rugi sedikit," jelas Cayvion sabar. "Lihat garis merah ini? Bayangkan Papa beli apel."

​Elio memiringkan kepalanya. "Apel?"

​"Iya. Papa beli satu apel harganya sepuluh ribu rupiah. Papa simpan apelnya, berharap besok harganya naik jadi dua puluh ribu, biar Papa untung," Cayvion menggunakan jari tangannya untuk berhitung. "Tapi ternyata, hari ini harga apelnya turun. Orang-orang cuma mau beli apel Papa seharga lima ribu rupiah."

​Cayvion menunjuk grafik merah di layar.

​"Itu artinya garis merah turun. Nilai apel Papa berkurang setengahnya. Paham?"

​Elio mengangguk-angguk pelan. Wajahnya serius.

​"Berarti Papa bodoh," simpul Elio.

​Cayvion tersedak ludahnya sendiri. "Apa?"

​"Kalau harganya turun terus, kenapa Papa simpan apelnya?" Elio menunjuk layar lagi. "Nanti apelnya busuk. Harganya jadi nol. Papa nggak dapet apa-apa."

​"Itu namanya strategi hold, Elio. Menunggu harga naik kembali," bela Cayvion, meski hatinya mulai goyah mendengar logika sederhana anaknya.

​"Kelamaan," potong Elio.

​Tangan kecil bocah itu bergerak, menunjuk ke sudut kanan bawah layar. Di sana ada satu grafik kecil yang warnanya hijau neon, bergerak naik tegak lurus ke atas berlawanan dengan pasar yang merah.

​"Kenapa Papa nggak jual aja apel mau busuk yang merah itu sekarang? Terus uangnya dipakai buat beli yang hijau itu," kata Elio santai. "Liat tuh. Yang hijau itu naik kayak roket ke bulan. Wusss!"

​Cayvion mengerutkan kening. Dia mendekatkan wajahnya ke layar. Dia menyipitkan mata melihat kode saham yang ditunjuk Elio.

​Itu saham perusahaan tambang nikel baru yang selama ini Cayvion abaikan karena dianggap terlalu berisiko. Tapi hari ini, volumenya meledak.

​"Jual yang merah... beli yang hijau..." gumam Cayvion.

​Otak bisnisnya berputar. Logika Elio brutal tapi benar. Cayvion selama ini terlalu sentimentil mempertahankan saham lama yang terus merugi (saham warisan kakeknya), padahal ada peluang baru yang sedang booming di depan mata.

​Dalam dunia saham, ada istilah Cut Loss. Memotong kerugian sebelum makin parah, lalu memutar modal ke tempat yang lebih menguntungkan. Elio baru saja mengajarkan prinsip dasar trading tanpa kuliah ekonomi.

​"Buang yang busuk. Ambil yang roket cantik itu. Gitu aja kok repot," tambah Elio sambil mengangkat bahu, menirukan gaya bicara Gus Dur yang pernah dia lihat di YouTube.

​Cayvion menatap putranya dengan tatapan baru. Tatapan kagum.

​Bocah ini bukan cuma mewarisi wajahnya. Bocah ini mewarisi instingnya. Insting pemburu. Insting Alger.

​"Kamu benar," bisik Cayvion.

​Tanpa ragu, Cayvion mengambil alih mouse. Dengan cepat dia melakukan eksekusi. Sell All pada saham merah. Buy pada saham hijau yang ditunjuk Elio.

​Transaksi berhasil.

​Detik berikutnya, grafik hijau itu makin melonjak naik. Angka di saldo portofolio Cayvion yang tadinya minus, perlahan berbalik arah menjadi hijau. Profit mulai mengalir masuk.

​"Lihat?" Cayvion menunjuk angka yang bertambah. "Papa untung. Kita cuan."

​Elio tidak melompat girang. Dia hanya menguap lebar, seolah baru saja melakukan hal paling membosankan sedunia. Dia melompat turun dari kursi kebesaran itu.

​"Bagus deh. Berarti uang jajan Elio aman," kata Elio sambil memeluk boneka robotnya.

​Dia berjalan menuju pintu keluar, meninggalkan Cayvion yang masih terpaku menatap layar laptop dengan mulut sedikit terbuka. Cayvion merasa baru saja mendapat kuliah bisnis dari bocah lima tahun.

​Di ambang pintu, Elio berhenti. Dia menoleh ke belakang, menatap ayahnya yang masih bengong.

​"Papa lumayan pintar juga jelasinnya," ucap Elio datar, tapi ada sedikit kilatan pengakuan di matanya. "Nggak sebodoh pas main masak-masakan sama Elia tadi."

​Cayvion tersenyum lebar. Senyum tulus yang jarang dia perlihatkan.

​"Terima kasih, Partner," balas Cayvion.

​Elio mendengus pelan—dengusan yang sangat mirip dengan Cayvion—lalu menghilang di balik pintu.

​Cayvion bersandar di kursinya. Hatinya terasa hangat. Mungkin, hanya mungkin, dia mulai menemukan celah untuk masuk ke hati putranya yang sedingin es itu. Bukan lewat mainan, tapi lewat logika.

1
Ayu Padi
keren
Naufal hanifah
suka ceritanya
Rania
good
🍃EllyA🍃
ceritanya menRik
Ririn Nursisminingsih
kereenn semua karyamu peranya pinter2, cerdass👍😍😍
Savana Liora: makasih kk
total 1 replies
🍃EllyA🍃
sedih y pak dikacangin
Bonny Liberty
asal jangan di kasih api aja bisa hilang tuch Alger🤭
🍃EllyA🍃
ijin mampir author trimksh
Savana Liora: yuk mari kak
total 1 replies
awesome moment
kak, koq alger sibling dinotice klo dihapus? knp? koq bisa? trossh bsia baca dimana?
Savana Liora: iya kak, maaf yak. cerita mereka aku hapus dulu untuk sementara waktu. ketentuan dari noveltoon, maksimal hanya 4 buku yg boleh terkontrak. saat ini bukuku sudah ada 4 judul yg lg jalan. jadi, sayang banget aku up terus tp belum terkontrak bukunya. nanti kalau sudah ada bukuku yg tamat, aku up ulang cerita anak2nya.
total 1 replies
awesome moment
cayvion sdh tau. dia hrs bgmn
awesome moment
bersama dalam ketidak sempurnaan adalah untuk saling melengkapi dan menjadi kuat.
awesome moment
smg nenek sihir kalah
awesome moment
good choice. mak sihir bgitu bikin cpt mokat
awesome moment
sok2an bgts
awesome moment
jgn2 tu nenek sihir bukan mak cayvion
awesome moment
tsundere bgts
awesome moment
hnya twins yg bisa melawan
awesome moment
siap2 j. bntar lg...end
awesome moment
anak yg hebat
awesome moment
terhura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!