setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan pasukan utama Cyber-Core
Di malam yang melingkupi Kota Neo-Ark dengan selimut kegelapan yang mendalam, titik-titik cahaya merah dari armada kapal tempur Sektor 4 muncul perlahan di ufuk barat, seperti ribuan mata api jahat yang hendak memakan segala yang ada di hadapannya. Setiap kapal berbentuk segi enam sempurna, dengan sayap mekanis yang menyala dengan nyala biru zamrud yang mengerikan, mengeluarkan suara gemuruh yang menggema hingga ke setiap sudut Sektor 13.
Suara yang bukan hanya kebisingan mesin, melainkan derita yang telah ditimbulkan oleh Cyber-Core selama berabad-abad lamanya. Cahaya neon dari kapal-kapal itu menerangi langit yang gelap pekat, membuat puing-puing logam dan besi yang mengambang di udara terlihat seperti pulau-pulau batu api yang mengambang dalam lautan kehampaan, mengingatkan akan reruntuhan dunia yang pernah jatuh.
Dunia yang dibangun di atas puing-puing masa lalu, namun mereka tidak pernah belajar dari kesalahan yang telah terjadi, bisik Tang Yan dalam hati sambil berdiri di puncak teras menara Sembilan Langit Terbuang. Tubuhnya yang tampak seperti remaja belasan tahun berdiri dengan tegak, pakaian putihnya bergerak lembut di bawah hembusan angin yang membawa aroma bumi yang baru mulai pulih dan energi spiritual yang samar. Di dalam dirinya, Buku Emas Kekacauan berdengung dengan lembut, seperti irama yang menyatu dengan denyut nadi alam semesta itu sendiri.
Kekuatan sejati tidak pernah berasal dari apa yang dipasang atau dimodifikasi pada tubuh, lanjut monolog batinnya sambil menatap jauh ke arah armada yang semakin mendekat. Kekuatan sejati tumbuh dari dalam, seperti pohon yang merentakkan akarnya ke dalam tanah untuk menjangkau sumber kehidupan yang paling dalam.
"Formasi Pertahanan Sembilan Segel aktifkan sekarang!" perintah Elder Mo dengan suara yang kuat dan jelas, seperti guntur yang membangunkan kesunyian malam. Sosoknya yang matang berdiri di depan pintu masuk menara utama, janggut putihnya mengembang di bawah hembusan angin, mata seperti bintang yang tidak pernah padam memantau setiap gerakan para muridnya.
Segera, sepuluh murid yang bertugas di menara utama melangkah maju dengan langkah teratur dan penuh rasa hormat. Di antara mereka adalah Liora Silverstream. Seorang gadis muda berusia dua puluh tahun dengan rambut pirang yang diikat rapi, mata biru yang tajam seperti kristal permata. Ia mengeluarkan biji energi kecil berwarna putih dari saku bajunya, matanya tertutup rapat saat memusatkan seluruh perhatiannya pada aliran energi yang mengalir dari dalam dirinya.
Master Sekte Tang telah memberikan kita kesempatan kedua, pikir Liora sambil merasakan getaran hangat dari biji energi di telapak tangannya. Di Sektor Tengah, saya hanya dianggap sebagai alat untuk memproduksi energi jiwa. Tapi di sini, saya dipandang sebagai bagian dari keluarga yang lebih besar dan menghargai cinta.
"Kita bisa lakukan ini, Theron!" teriak Liora kepada temannya yang berdiri di sebelahnya Theron Blackwood, pria muda dengan rambut hitam seperti malam dan wajah yang tegas dan penuh tekad. Dia sedang berkeringat di dahinya karena fokus menstabilkan aliran energi yang masuk ke dalam formasi, tapi wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut.
Theron mengangguk dengan tegas, matanya tetap terpaku pada titik di udara di mana formasi akan terbentuk. "Betul sekali, Liora! Master Sekte pernah berkata bahwa 'kekuatan bersama seperti sungai yang menyatu ke laut, tidak ada yang bisa menghalanginya'. Kita adalah bagian dari sungai itu sekarang!"
Di sisi lain mereka, Zhou Liang murid baru yang dulunya adalah teknisi tingkat atas dari Cyber-Core, sedang menyesuaikan parameter formasi dengan alat pemantau kecil yang ia ciptakan sendiri. Tangan yang dulu digunakan untuk memanipulasi energi jiwa manusia kini bekerja dengan penuh cinta untuk melindungi rumah mereka.
Saya pernah percaya bahwa teknologi adalah jawaban dari segala sesuatu, renung Zhou Liang dalam hati sambil menyesuaikan beberapa pengaturan pada alatnya. Hingga saya melihat bagaimana mereka menyiksa orang-orang di pabrik energi. Kini saya tahu bahwa teknologi tanpa hati hanyalah alat kehancuran.
Saat energi batu roh dari sepuluh murid tersebut menyatu di udara, sebuah tirai cahaya keemasan yang indah muncul perlahan-lahan, melingkupi seluruh area Sekte Sembilan Langit seperti kubah yang terbuat dari sinar matahari yang dikumpulkan. Cahaya itu tidak menyilaukan mata, melainkan memberikan rasa hangat dan damai yang mengalir ke dalam setiap serat tanah dan udara di sekitarnya.
Pada saat yang sama, suara keras dari speaker kapal komando utama armada terdengar menyebar ke seluruh area Sektor 13, menggema seperti suara raksasa yang ingin menindas segala Anomali yang merusak kepentingan mereka.
"Anomali Sektor 13! Kalian semua dinyatakan bersalah dan membahayakan keamanan dan kestabilan kota Neo-Ark! Sekarang sebaiknya kalian serahkan Biji misterius yang kalian renggut di pelelangan kepada kami, atau kami akan meratakan Sektor 13 rata dengan tanah dan mengubur kalian semua disini! Cyber-core tidak akan mentolerir sedikitpun ancaman yang mengganggu keamanan kota dan dunia!"
Di atas kapal komando utama yang berbentuk seperti teratai besi yang mengerikan, Captain Zeke Ironhart berdiri dengan sikap sombong dan penuh keyakinan diri. Tubuhnya yang tinggi dan berotot dihiasi dengan implan logam yang mengilap di wajah, leher, dan lengan kirinya, hasil dari modifikasi Cyber-Kultivasi tingkat tertinggi yang hanya bisa diperoleh oleh mereka yang berada di tingkat atas Sektor Atas. Mata kirinya yang dimodifikasi bersinar dengan cahaya biru dingin, mampu melihat segala bentuk energi dan medan magnet di sekitarnya.
"Kapten, ada tanda-tanda energi spiritual yang sangat kaya dari markas mereka," laporkan Dr. Elara Thorne, ilmuwan muda dengan kacamata besi yang melengkung dan rambut coklat yang diikat dalam sanggul ketat. Dia sedang melihat layar kontrol yang penuh dengan grafik dan angka yang berkedip-kedip. "Bukan jenis energi teknologi yang kita harapkan. Tapi lebih mirip dengan energi yang berasal dari reruntuhan Dunia Asal yang tidak pernah kita bisa pahami!"
Zeke mendengus kasar dan menampar telapak tangannya ke meja kontrol di depannya, membuat seluruh jembatan kapal bergetar. Implan logam di tangannya memancarkan cahaya merah menyala karena kemarahan yang membara di dalam dirinya.
"Energi kuno dan usang!" teriaknya dengan suara yang diperkuat oleh speaker mekanis di kerah bajunya. "Apa bedanya dengan sampah yang memenuhi seluruh Sektor 13 ini? Mereka tidak menyadari bahwa masa depan terletak pada teknologi yang terus berkembang, bukan pada kultivasi kuno yang sudah usang dan tidak relevan! Siapkan meriam plasma tingkat maksimal! Saya akan menunjukkan pada mereka bahwa kekuatan teknologi Cyber-Core jauh lebih unggul dari segala bentuk kekuatan kuno yang ada!"
Di belakangnya, lima sosok pejuang Cyber-Kultivasi tingkat atas berdiri dengan siap. Mereka adalah Bladeheart Squad elitenya pasukan tempur Sektor 4. Setiap dari mereka memiliki tubuh yang dimodifikasi secara ekstrem, lengan yang bisa berubah menjadi pedang laser atau meriam plasma, kaki yang dilengkapi dengan sistem peluncur untuk kecepatan maksimal, dan mata yang bisa melihat melalui segala rintangan. Di antara mereka adalah Seraphina Steelwing wanita cantik namun kejam dengan sayap mekanis yang bisa muncul dari punggungnya kapan saja, sosok yang dikenal sebagai "Pemburu dari Langit Baja".
"Kapten, izinkan saya untuk menjadi yang pertama menyerang," ucap Seraphina dengan suara yang dingin seperti es. "Saya ingin membuktikan bahwa kekuatan saya yang telah dimodifikasi bisa mengalahkan segala bentuk kekuatan kuno yang ada."
Zeke mengangguk dengan senyum sinis. "Silakan saja, Seraphina. Tapi jangan terlalu lama. Saya ingin melihat markas mereka hancur berkeping-keping sebelum matahari mulai muncul."
Di puncak teras menara, Tang Yan berdiri bersama Chu Ziyi, Xiao Bai, dan Luna Lin, ilmuwan lokal yang telah menjadi murid pertamanya di dunia Cyber-Kultivasi. Chu Ziyi duduk dengan tenang di kursi batu yang dibuat dari reruntuhan kapal kuno, wajahnya tetap dingin seperti es yang tidak pernah mencair, matanya yang indah seperti bintang memperhatikan setiap gerakan armada musuh dengan ketajaman yang luar biasa.
Dunia yang dibangun di atas reruntuhan namun tidak pernah mencari tahu mengapa reruntuhan itu ada, pikir Chu Ziyi dalam hati, ekspresinya tetap tidak berubah. Seperti orang yang tinggal di rumah yang roboh namun hanya memperbaiki bagian luar saja.
Xiao Bai, yang masih berwujud kucing putih kecil dengan surai yang lembut, sedang berbaring di kaki Tang Yan. Namun matanya yang besar bersinar dengan cahaya listrik yang samar, menunjukkan bahwa dia telah siap untuk bertempur kapan saja.
"Rumput baja yang jahat itu datang dengan jumlah yang banyak ya," ucap Xiao Bai dengan suara yang lembut namun penuh semangat. "Mereka pasti berpikir bahwa bisa menginjak-injak kita seperti rumput liar di jalanan. Akan aku buktikan bahwa kucing kecil ini bisa membuat mereka menjadi lumpur dengan air kencing saya yang penuh energi listrik!"
Tang Yan mengelus lembut surai putih Xiao Bai, senyum tipis muncul di wajahnya. "Tenang saja, Xiao Bai. Kita akan memberikan mereka pelajaran yang berharga tentang arti kekuatan sejati. Bukan kekuatan yang dibuat oleh tangan manusia, melainkan kekuatan yang diberikan oleh alam semesta itu sendiri."