NovelToon NovelToon
Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Selingkuh / Romansa / Cintapertama
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh enam

"Kay kita pulang ya," ajak Bastian.

"Masih hujan Bas," ujar Kayla melihat hujan yang masih saja deras, sudah setengah jam mereka menunggu tapi hujan belum juga reda.

"Gak apa-apa gue bawa mobil, kita ke parkiran pake payung ini."

Kayla menatap jengkel ke arah Bastian. "Kenapa gak ngomong dari tadi kalau lo bawa mobil, terus gunanya kita nunggu di sini apa?"

"Lah Lo gak nanya," ujar Bastian tak mau di salahkan.

"Ya lo ngomong lah, masa harus gue tanya dulu."

"Ni orang masih mending gue mau susul Lo ke sini ya, gue tinggal juga Lo."

"Yaudah tinggal aja sana." Ujar Kayla menantang Bastian, ia yakin laki-laki itu tak akan tega meninggalkan dirinya sendiri di sini.

Bastian melangkah mendekat ke arah dirinya, laki-laki itu memajukan wajahnya kemudian tersenyum miring. "Yakin mau gue tinggal? Lo liat sekitar hari udah gelap, hujan juga gak berhenti, orang-orang udah gak ada. Ya paling nanti Lo kedinginan sendiri di sini, kalau ada yang nemenin juga paling demit penunggu danau ini."

Kayla melirik ke sekitarnya, hari sudah semakin gelap apalagi hujan deras seperti sekarang membuat suasana semakin menyeramkan terlebih sudah tak ada lagi manusia di sana, sekarang hanya tersisa dirinya dan Bastian. Ia melirik Bastian dengan wajah sedih yang dibuat-buat takut jika Bastian benar-benar akan meninggalkannya.

"Gak usah ngasih tampang gitu, gue gak gampang luluh cuma karena tampang melas Lo." Ujar Bastian dengan wajah datar.

Kayla menatap jengkel Bastian, raut wajah sedih yang dibuat-buat ternyata tak berhasil meluluhkan laki-laki itu.

"Emang dasarnya gak punya hati, jadi gak gampang luluh," sindir Kayla.

"Terserah lo deh," ujar Bastian, laki-laki itu mengambil payung yang sebelumnya digunakan.

"Mau pulang gak Lo?atau mau gue tinggal beneran di sini."

Kayla segera mendekat ke arah Bastian, keduanya meninggalkan pendopo itu,di bawah payung yang sama mereka membelah derasnya hujan.

Setelah sampai di parkiran Bastian membuka pintu mobil untuk Kayla dan mempersilahkan gadis itu masuk. Setelah Kayla masuk ia berjalan ke arah pintu kemudi dan masuk.

Bastian menyalakan mesin dan segera menancap gas meninggalkan danau itu.

Di sepanjang perjalanan, tak ada percakapan apapun diantara mereka.Bastian yang fokus dengan jalan di depan sedangkan Kayla asyik menikmati pemandangan diluar jendela.

"Laper gak?" tanya Bastian ditengah perjalanan pulang.

"Engga," jawab Kayla tanpa mengalihkan pandangannya.

Sialnya ucapan dan perut Kayla tidak sejalan, kini perutnya berbunyi cukup keras.Kayla mendengar Bastian terkekeh di sampingnya, laki-laki itu pasti sedang menertawakannya.

"Engga salah maksudnya, gak usah malu-malu kalau lapar bilang aja."

Tak lama mobil Bastian memasuki area cafe, setelah memarkirkan mobilnya Bastian keluar tanpa mengatakan sepatah kata pun. Laki-laki itu berjalan masuk ke dalam cafe meninggalkan dirinya sendiri di dalam mobil.

Kayla memeriksa ponselnya ketika ada notifikasi pesan masuk.

Bastian jelek

Matcha latte kan?

Tunggu di sana jangan keluar masih gerimis di luar nanti Lo sakit

Kayla menyimpan kembali ponselnya, ia melihat ke luar hujan memang sudah mereda tapi masih ada rintik-rintik kecil yang berjatuhan. Tak sadar ia tersenyum kecil, ia baru menyadari jika sedang dalam mode perhatian Bastian ternyata cukup berlebihan, padahal hanya rintik-rintik kecil seperti ini tak akan membuatnya sakit.

__

Bastian maju selangkah setelah mendapat giliran untuk memesan, ia melihat menu dan memesan minuman kesukaan Kayla dan beberapa roti. Sembari menunggu pesanannya, Bastian melihat-lihat sekeliling kafe itu. Kafe nya cukup sederhana tapi banyak pelanggan yang datang saat ini, tempatnya juga cukup aesthetic dan cocok untuk menjadi tempat nongkrong.

Pandangan Bastian jatuh pada sepasang manusia yang sedang duduk cukup jauh dari tempatnya berdiri, ia menyipitkan matanya karena sepertinya ia cukup familiar dengan sepasang manusia itu.

Tangan Bastian terkepal ketika ia sadar siapa mereka, ia terus mempertahankan sepasang insan yang tengah bermesraan itu.

Cowok brengsek!

Ingin sekali Bastian menghampiri mereka dan menghajarnya, tapi ia tak mungkin melakukannya di sini pasti akan menjadi pusat perhatian.

Arga Lo benar-benar cowok brengsek di saat Kayla rela nunggu, Lo malah mesra-mesraan dengan perempuan tanpa ngasih kabar.

"Pesanannya kak."

Suara pramusaji mengalihkan perhatiannya, Bastian segera mengambil pesannya dan memisahkan diri. Ia menoleh lagi ke arah dimana Arga dan Kanaya berada tadi, ternyata mereka sudah tak ada di sana. Mata Bastian menyisir seluruh Kafe untuk memastikan keberadaan Arga dan Kanaya, ternyata mereka sudah berada di luar, sepertinya mereka akan pulang.

Bastian keluar dari kafe menuju parkiran, ia masuk ke dalam mobilnya. Ketika sudah masuk ke dalam mobil ia lihat Kayla tengah tertidur, merasa tak tega Bastian tak membangunkan Kayla dan ia meletakkan makanan yang ia pesan tadi di dasbor.

___

Bastian menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Kayla, ia melirik ke samping gadis itu masih tertidur nyenyak. Karena tak tega membangunkan Kayla, ia hanya diam dan menatap wajah Kayla yang tertidur.

"Pasti capek ya nungguin Arga tadi, secinta itu ya Lo sama Arga sampai Lo rela nunggu selama itu bahkan Lo sampai kedinginan. Kenapa Lo gak pergi aja Kay? Padahal dari awal dia gak pasti buat dateng nemuin Lo."

Arga menatap sendu ke arah Kayla, sahabat kecilnya ini terlalu baik untuk menjadi kekasih Arga yang brengsek.

"Kay, andai Lo tau urusan yang Arga bilang itu bohong, dia selingkuh lagi Kay. Gue liat dia berduaan di kafe sama Kanaya adik lo, dia brengsek kan? Makanya Lo harus segera lepas dari dia."

Bastian melepas sabuk pengamannya, ia menggeser tubuhnya agar lebih mendekat ke arah Kayla, tangannya terulur menyentuh pipi Kayla dan perlahan ia mengelusnya. Bastian menarik kembali uluran tangannya, ia menyentuh dadanya yang berdebar kencang.

"Kay maaf, gue mungkin akan ingkari janji gue."

Bastian segera menegakkan kembali tubuhnya ketika melihat pergerakan dari Kayla, perlahan gadis itu membuka matanya.

"Loh,udah sampai rumah gue Bas?kok gak bangunin gue si?"

"Udah gue bangunin, Lo nya aja yang kebo susah banget di bangunin," ujar Bastian berbohong.

"Masa sih?"Tanya Kayla ragu

"Eh gak percaya ni anak, yaudahlah bawa tuh makanan Lo."

Bastian menunjuk sebuah paper bag berisi makanan dan minuman yang ia pesan tadi.

"Makasih, yaudah gue mau masuk dulu, Lo mau mampir dulu?"

Bastian terdiam sebentar. "Boleh deh, udah lama gak main ke rumah Lo."

Mereka berdua pun keluar dari mobil. "Gue parkir di sini gapapa?" tanya Bastian.

Kayla melihat posisi mobil Bastian yang terparkir. "Gak apa-apa si, jalan perumahan ini lumayan gede jadi kalau mobil lewat masih muat atau Lo mau parkir di halaman aja?"

Bastian menggeleng. "Gak usah deh, gue cuma mampir sebentar kok."

Kayla membuka gerbang rumahnya, diikuti oleh Bastian di belakang.

Di teras rumah ia melihat Arga dan Kanaya yang tengah duduk berdua, sepertinya mereka tengah menunggu seseorang ataukah mereka sedang menunggunya?

Arga beranjak dari duduknya begitupula dengan Kanaya, laki-laki itu menatap ke arahnya dan Bastian secara bergantian.

"Dari mana kamu? Aku hubungin kamu gak bisa. Aku khawatir karena jam segini kamu gak ada di rumah, ternyata asyik jalan sama sahabat tercinta," ujar Arga dengan nada seperti menyindirnya.

"Harusnya aku yang tanya kamu darimana?"tanya Kayla dengan nada datar.

"Kok malah balik nanya? Aku kan udah bilang kalau aku ada urusan mendadak ,setelah itu aku ke sini untuk nemuin kamu ternyata kamu udah gak ada di rumah."

"Ga, tadi siang kamu bilang gak bisa jemput aku karena ada urusan mendadak dan nyuruh aku untuk pergi sendiri ke tempat yang aku tuju, kamu akan menyusul setelah urusan kamu selesai. Aku datang sendiri ke sana Ga,aku udah share lokasi yang mau aku tuju ke kamu, aku nunggu kamu disana. Harusnya aku yang tanya kemana kamu?a. Aku berusaha buat hubungin kamu tapi gak bisa, pesan dari aku juga gak kamu baca."

Kayla melangkah maju mendekati Arga, ia mengambil ponselnya lalu memberikannya pada Arga. "Baterai ponselku abis, kamu bisa periksa kalau gak percaya. Kamu bilang aku jalan sama Bastian? Kamu salah Ga. Kalau Bastian gak datang susul aku mungkin aku akan meringkuk semalaman di sana sendiri atau mungkin aku akan mati kedinginan sendiri di sana. Arga, kalau kamu benar-benar coba hubungin aku, pasti kamu lihat pesan yang aku kirim dan kamu pasti akan susul aku ke sana tapi nyatanya engga kan?"ucap Kayla nada datar.

Arga merogoh kantong celananya kemudian ia memeriksa ponselnya, laki-laki itu terdiam lalu menatap Kayla.

"Kay, maaf aku-"

Belum sempat Arga berbicara Kayla sudah terlebih dahulu memotong ucapannya.

"Gak usah jelasin apa-apa."

Kayla melangkah mundur menjauh dari Arga "Bas, masuk sini jangan di luar."

Arga menatap tak suka ke arah Kayla yang mengabaikannya dan memilih mengajak Bastian masuk ke dalam.

Kayla melirik ke arah Arga dan Kanaya sebentar lalu ia melangkah masuk ke dalam rumah, disusul oleh Bastian di belakang.

Bastian menghentikan langkahnya ketika berada di samping Arga, ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah laki-laki itu.

"Kafe hijau, urusan yang Lo maksud di sana?apakah berduaan bersama wanita lain itu urusan mendadak yang sangat penting?"

Bastian tersenyum miring melihat Arga yang terlihat sangat terkejut dengan pertanyaannya "Kaget ya kenapa gue bisa tau."

Bastian menepuk-nepuk pundak Arga "Tadinya gue mau samperin Lo dan hajar Lo di sana, tapi gue masih berbaik hati untuk gak mempermalukan Lo di depan umum dan gue juga gak mau Kayla tau kalau kekasihnya ini sedang bermesraan dengan adiknya sendiri di sana."

Bastian menarik tangannya dari pundak Arga, laki-laki itu menatap tajam Arga dan Kanaya. "Gue kasih Lo kesempatan untuk perbaiki hubungan Lo dan Kayla, kalau sampai kejadian ini terjadi lagi gue gak akan segan-segan untuk kasih tau Kayla dan Tante Lia tentang hubungan kalian."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!