NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: tamat
Genre:Dokter / Komedi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:457.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Drama Rumah Tangga

Bab 17

“Selamat sore, akang-akang dan teteh-teteh cantik. Kebetulan sekali sedang ngumpul begini. Saya datang di waktu yang tepat ya. Teh Lisa, aduh makin cantik saja.”

Lisa tersenyum kecut. Tidak ada perasaan bangga apalagi berbunga-bunga dipuji oleh pria itu. entah ada urusan apa datang ke puskes padahal sudah sore di mana pelayanan sudah tutup kecuali IGD. Benar kata bang Beni, kalau bapak kades yang satu ini memang kurang kerjaan.

“Masa dia cantik pak, kata saya biasa aja,” seru Rama.

“Ah Kang Rama ini bisa saja. Teh Lisa memang cantik mau dilihat dari sudut mana pun. Ngomong-ngomong, ini ada apa kok ngumpul di sini kaya yang gabut.”

“Mana ada gabut pak, kita sedang memikirkan masa depan bangsa,” seru Beni. Apa yang diobrolkan mereka tadi termasuk masa depan bangsa, seperti jodoh Sapri. Apa jadinya bangsa ini kalau Sapri tidak lagi bekerja beberes di puskes atau nasib kreditan motor Rama yang mana ada hubungannya juga dengan masa depan bangsa ini.

“Bagaimana kalau kita pergi, saya traktir makan di kota. Ini malam minggu, kumaha? (Gimana). Teh Lisa, mau ya?”

Lisa langsung merinding sampai ke dalam-dalam. Bergidik ngeri membayangkan jika dia menyanggupi permintaan pria itu. kalau dilihat-lihat umurnya sekarang mungkin sudah kepala empat, tapi berlagak macam anak abege baru kenal cinta. Beger sana sini.

Sempat bertemu Pak Wahid tadi siang dan beliau memberikan nasihat agar hati-hati dengan pria yang satu ini.

“Saya hanya kasih saran, jaga diri kamu dari beliau. Sepak terjangnya agak berbahaya, kadang saya pikir kok bisa masyarakat memilih beliau ini menjadi pemimpin. Tidak perlu saya jelaskan buruknya dia, kamu pasti sudah dengar.”

Hihh, Lisa sampai bergidik. Macam ada makhluk astral mendekat.

“Nggak bisa pak, saya sudah ada janji dengan pacar saya,” sahut Lisa. Meski agak takut, ia harus berani agar tidak dimanfaatkan dan ditindas.

“Pacar teh Lisa siapa?” tanya Cecep bahkan menatap bergantian pada anggota tim pria. Menilai dan menyimpulkan sendiri. Melihat Beni, sepertinya tidak mungkin, Sapri apalagi.

“Yang jelas ganteng Pak.” Rama menambahkan agar Cecep akhirnya percaya.

“Bukan kang Rama?”

Rama tergelak lalu menggeleng. “Bukanlah pak, saya sama dia nggak akur. Habis kepala saya ditoy0r terus. Bisa mati muda saya pacaran sama dia.”

“Nyindir kamu,” ujar Yuli lirih bahkan mendorong pelan punggung Rama karena sering menoy0r kepala Rama.

“Masih muda, ganteng, kerjaan jelas. Sungguh pria idaman para wanita, saingannya pun nggak main-main. Marimas dan nutrisari, iya nggak pri.” Beni memukul bahu Sapri di sampingnya yang langsung mengangguk.

Raut wajah Cecep berubah kecewa meski pandangannya masih memindai Lisa.

Tidak ingin menjadi santapan duda buaya buntung itu, Lisa menaik tangan Yuli. “Ayo, pulang kita siap-siap malam mingguan.”

“Ayolah, bentar lagi cowok aku juga datang,” seru Yuli.

“Datang dari mana? Gue disini Jule.”

Cecep masih memandang Lisa yang pergi bersama Yuli lalu memandang trio semprul. “Beneran teh lisa mau pergi sama pacarnya?”

“Bener, pak.” Kali ini trio semprul kompak bersuara.

“Ck, masa asah golok harus sama Marina lagi. Udah bosan,” gumam Cecep. “Ya sudah saya pamit, permisi.”

“Loh, nggak jadi, ajak kita ke kota pak?” tanya Beni.

“Nggak, saya sibuk.”

***

“Parah, nggak inget umur. Dia udah punya anak belum sih, gimana kalau ada anak perempuan. Nggak takut bakal jadi korban laki-laki macam dia,” keluh Lisa. Tidak berani membicarakan encep saat di jalan, khawatir ada tetangga yang mendengar.

“Tau ya, katanya dia sudah berkeluarga terus punya istri muda gitu. Bukan Cuma satu. Entah karena masalah apa, yang tua minta pisah terus yang Cuma dinikahi siri juga ditinggalkan. Malah yang gue dengar dari A Ujang, ada janda dari kampung sebelah ngejar-ngejar dia, mungkin sudah dijanjikan nikah. Staf desa-nya aja pernah jadi korban," jelas Yuli mendapatkan informasi dari gibah dengan petugas puskes lainnya

“Serem amat sih itu laki. Apa kita panggil pemadam kebakaran yang bisa menyelesaikan segala masalah, bilang ada raja buaya keliaran. Lebih bu4s dari macan nggak sih?”

Lisa merogoh kunci di atas pintu setelah menyimpan sepatunya di rak lalu membuka pintu. Menuju ruang tengah dan berbaring di atas karpet, menjadikan tasnya sebagai alas kepala.

"Nanti kalau datang lagi, aku lemparin garem deh biar pergi."

"Kasih bawang putih Sa, kalau perlu bacain ayat kursi biar kejang-kejang. Dokter Oka, gimana?”

“Apanya yang gimana?” Lisa balik tanya dan langsung merogoh ponsel untuk membuka room chat bersama pria yang ditanyakan Yuli.

Subuh tadi baru membaca pesan-pesan Asoka. Karena masih jengkel dengan ucapan Marina bahkan ungkapan rindu yang disampaikan Asoka diacuhkan. Meski sempat membuat wajahnya merona. Nyatanya Asoka kembali mengirimkan pesan, mungkin saat ia masih menghadapi si Encep tadi.

...Dokter Asoka...

Lisa, kamu oke? Masih di puskes

^^^Baru pulang, dok^^^

Nggak kemana-mana ‘kan?

^^^Maunya kencan, tapi belum ada gandengan^^^

^^^Tadi pak cecep nawarin pergi, apa saya pertimbangkan aja ya^^^

Jangan aneh-aneh. Kencan denganku saja, mau kemana aku sanggupi. Tunggu aku, ya sayang

Lisa tergelak membaca ancaman Asoka, membuat Yuli mengernyit heran.

“Lo kenapa sih? Stress karena pak Cecep ya.”

“Ih, males banget. Nun jauh di sana ada Asoka yang lagi kangen sama aku."

"Cie, Lisa. Sengsara membawa nikmat. Meski tugas di pelosok begini, tapi dapat cowok yang epic banget," ejek Yuli sambil terkekeh. "Nggak kayak gue."

"Lah, kamu juga ada Rama."

"Hah, nambah sengsara."

"Siapa yang sengsara? Jule Lo serius lagi nungguin orang." Rama datang langsung duduk di samping Yuli.

Lisa pun beranjak dan meninggalkan pasangan itu. "Drama rumah tangga, nggak ikutan ah. Aku udah punya drama sendiri."

1
Kezia ayumi
mantau/Doge//Doge//Doge/
Kezia ayumi
di kamar orang juga lu yang malak RAM /Sly//Sly//Sly/
Kezia ayumi
aamiin /Applaud//Applaud//Applaud/
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
Nur Koni
blm kebongkar aja identitas anak CEO nya julee
Nur Koni
kokolan ram... sprt idemu ram
Nur Koni
kan d awal udh d speal ya thor rmh tangga aksa san istri pertama sempet goyah dan spt talak baru aksa nikah siri ama bundanya asoka
Nur Koni
iminnya d kandangin dulu yg rapet dok oka ... klu prl d gembok dulu biar ga suka keluyuran ky punya si encep
Nur Koni
selalu bpk yg ektrem ada pd bang beni.... tp cocok krn usia plaing tua
Nur Koni
sapri.... trs aja bikin w iri dok oka ma lisa smp gumoh2 aku
Nur Koni
ampun dah rama.... mulutnya los dol
Nur Koni
banyak ranjau dok oka d rumah dinas mah... semua pada punya antena yg radar sinyal nya 7G klu liatbklaian berdua mulai mojok
Nur Koni
nah rama tau aja... sinyal mu emang radar tinggi ya ram klu soal dok oka ma lisa
Nur Koni
sa.... kenapa panggil bang ben.... suruh jd wasit gitu
Nur Koni
dr oka emang beda yg d butuhkan cm cintabya lisa udh bikin kenyang ya dok
Ani Kurniati
seru cerita nya
Nur Koni
asoka mode sengklek bucin
Ayusha
jelas dari othor lah🤭
Ayusha
aku ngebayangin ini kok dg latar belakang suasana kampung yg sama dg yg di kkn novelnya teh sin 🙏
keren thor
dtyas (ig : dtyas_dtyas): bebas mendeskripsikan seperti apapun, 😊
total 1 replies
bunda DF 💞
aaaah sweet bangeet nih dokter asokaa,,, /Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!