NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:116k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

“Wanita itu turun dari mobil di tengah jalan, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa,” jawab Lucien dengan nada malas.

“Dan kau benar-benar membiarkannya begitu saja?” Lyra tak bisa menahan diri untuk ikut campur.

Lucien menatap adiknya dengan alis berkerut.

“Lalu aku harus apa? Memohon padanya?” Tatapannya meremehkan.

“Kau tidak bisa meninggalkannya sendirian di jalan!” Lyra meninggikan suara. “Pikirkan sedikit! Dia perempuan, Lucien. Wanita perlu diperlakukan dengan baik dan merasa dicintai. Apa kau akan mati kalau bersikap baik sekali saja? Pergi dan jemput dia!” perintah ibunya dengan amarah yang meledak-ledak.

Namun alih-alih menuruti, Lucien justru berbalik dan naik ke kamarnya. Ia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dengan kasar.

Sebagai seorang ibu, Lady tahu betul karakter anaknya. Ia takut Lucien akan semakin kehilangan kendali karena amarahnya. Dengan napas berat, ia menyuruh Lyra meminta nomor Sisi. Namun kekecewaan mereka semakin dalam saat Lucien menjawab dengan dingin,

“Aku tidak punya nomornya.”

“KAU--!” Ibunya menunjuk Lucien dengan jari gemetar.

“Apa kau sengaja membuatku marah? Kalian sudah hampir seminggu menikah, tapi tidak saling punya nomor?” suaranya bergetar menahan emosi.

Lyra hanya bisa menghela napas panjang sambil menopang tubuh ibunya.

“Memangnya selama ini beda?” balas Lucien kesal. “Apa yang baru?”

“Aku tidak peduli bagaimana kau memperlakukan mantan istrimu,” ujar ibunya tajam. “Tapi kau harus baik pada Sisi. Dia satu-satunya menantu yang benar-benar kusayangi.”

“Aku tidak peduli,” jawab Lucien datar. “Aku akan segera menceraikannya. Atau mungkin sekarang.”

“APA?!” Lady dan Lyra berteriak bersamaan.

“Ce… cerai?” Ibunya hampir jatuh pingsan.

Untung Lyra sigap menahan tubuhnya.

“Aku tidak bisa hidup lebih lama lagi,” ratap Lady. “Lihat kakakmu, mau cerai lagi!”

“Baru seminggu!” protes Lyra terengah-engah. “Kak, apa kau sudah gila?”

Ia lalu menoleh pada ibunya dengan dramatis.

“Ibu, aku akan mati bersamamu.”

Lucien terdiam ketika ayahnya tiba-tiba muncul.

“Kalau kau berani menceraikan Sisi,” kata ayahnya dengan suara berat, “aku yang pertama akan mati di hadapanmu.”

“Hah? Kalian semua sudah gila?” gumam Lucien tak percaya.

Ia benar-benar tidak mengerti. Dari sekian banyak istri yang pernah ia miliki, mengapa Sisi, yang baru bersamanya lima hari, dibela habis-habisan oleh keluarganya? Bahkan lebih dari dirinya yang anak kandung.

Untuk pertama kalinya, ibunya tidak memihaknya.

Kesal, Lucien mengusap wajahnya dengan frustasi.

Pandangannya jatuh pada cermin besar di depan tempat tidurnya. Langit di luar mulai gelap. Tanpa sadar, ia meraih kunci mobil dan turun tanpa pamit, mengabaikan panggilan orang tua dan adiknya.

Begitu duduk di mobil, Lucien menghantam setir dengan marah.

Ke mana aku harus mencarinya? Perempuan sialan itu benar-benar membuatku gila, batinnya.

Ia menyalakan mesin dan menuju tempat ia meninggalkan Sisi, berharap wanita itu masih di sana. Namun harapannya sia-sia.

Matanya kemudian menangkap kartu nama ayah Sisi. Ia segera menelepon.

“Halo, apa Sisi di rumah?” tanyanya begitu sambungan tersambung.

“Tidak. Ken--” Lucien langsung memotong.

“Apa kau tahu salah satu temannya?”

“Tidak, sebenarnya kami tidak terlalu--” Untuk kedua kalinya, Lucien memutus sambungan.

Ia mengusap wajahnya dan menjambak rambutnya sendiri, amarahnya memuncak.

“Pastikan kau tidak pulang, dasar perempuan sialan,” gumamnya geram sebelum menyalakan mesin dan kembali ke mansion.

***

“Jadi kalian memang bertengkar dengan suamimu yang katanya itu?” tanya Aletta dengan nada mengejek.

Sisi memutar bola matanya kesal. Sejak tadi Aletta terus mengulang pertanyaan yang sama.

“Alet! Gila kau. Pertanyaannya tidak ada habisnya. Operator seluler saja kalah sama kau,” balas Sisi sarkastis.

Aletta ikut memutar mata. Sisi bahkan sempat membayangkan ingin mencungkil bola mata sahabatnya itu dan menyiramnya ke toilet.

“Kalau kalian tidak bertengkar, lalu kenapa kau ada di sini, dasar Bodoh!”

Sisi melotot mendengar panggilan menjengkelkan itu.

“Kangen saja sama kau, Ulet-ku tersayang,” jawab Sisi sambil menyeringai lalu mencibir.

Sebenarnya, Sisi tidak pernah mengatakan pada Aletta bahwa ia bertengkar dengan Lucien. Sahabatnya itu terlalu reaktif, bisa jadi bencana kalau tahu semuanya.

“Namanya Aletta, bukan Ulet-ku! Menjijikkan, dasar penyihir!” teriak Aletta kesal.

Sisi hanya tertawa.

“Kau pastikan saja dia tidak menyakitimu. Kalau iya, aku akan mengembalikan Jericho padamu. Kau tahu dia sangat mencintaimu. Bahkan kalau kau sudah bercerai nanti, dia pasti tetap mau menerimamu,” ujar Aletta tanpa rem.

Sisi menghela napas panjang.

Aletta tidak salah. Jericho adalah pacarnya selama satu tahun dan sekarang sedang berada di luar negeri. Sisi tahu, Jericho pasti akan sangat terluka jika mengetahui ia sudah menikah.

“Jangan bilang dia belum tahu?” Aletta menatapnya tajam. “Astaga, kau akan menyakiti dia.”

Sisi memejamkan mata erat.

“Aku akan bicara dengannya begitu dia pulang. Jadi tenang saja, Ulet. Aku tahu apa yang kulakukan,” jawab Sisi dengan nada kesal.

Aletta mengerang frustrasi.

“NAMAKU ALETTA!”

Sisi tidak bisa menahan tawa melihat Aletta seperti anak kecil, menggerak-gerakkan kaki dan memukul bantal karena kesal. Benar-benar tidak dewasa.

Pikiran Sisi kembali melayang pada kejadian hari ini. Semuanya berjalan baik sampai Lucien merusaknya. Ia mengakui, kata-kata pria itu sangat menyakitkan. Sisi sempat mengira Lucien berbeda, tapi ternyata tidak. Meski begitu, ia juga tahu ini bukan sepenuhnya kesalahan Lucien. Pasti ibu tiri dan anak jalang itu telah mengatakan sesuatu padanya.

Sialan.

Tunggu saja. Aku pasti akan membalas kalian.

Sisi menarik napas panjang sebelum akhirnya kembali ke Mansion. Ia sebenarnya tidak ingin pulang, tapi tidak punya pilihan. Ia tahu orang tua Lucien pasti mencarinya, karena hanya Lucien satu-satunya di rumah itu yang tidak peduli padanya.

“Syukurlah kau pulang. Aku pikir kau tidak akan kembali lagi,” ucap Lady dengan lega. “Aku khawatir anakku benar-benar akan menceraikanmu.”

Sisi terpaku.

“Mana dia?” tanyanya cepat.

“Dia pergi sekitar tiga puluh menit yang lalu,” jawab Lady.

“Kau dari mana saja? Kenapa Kakak jadi sangat marah tadi? Seperti orang kehilangan akal.”

“Cuma salah paham. Aku sempat mampir ke rumah sahabatku,” jawab Sisi singkat.

“Ibu, maaf sudah membuat khawatir. Kalau boleh, aku permisi dulu. Masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan,” pamit Sisi dengan senyum tipis.

Ibu dan Lyra mengangguk, meski wajah mereka masih dipenuhi kekhawatiran.

Dengan tubuh lelah, Sisi menuju kamar rahasianya. Sejujurnya, ia benar-benar kehabisan tenaga.

***

Lucien tiba dalam keadaan masih diliputi amarah. Begitu masuk, ia mendapati keluarganya duduk santai, mengobrol seolah tidak terjadi apa-apa.

Mereka berhenti ketika menyadari kehadirannya.

“Dia di sini?” tanya Lucien curiga.

“Ya. Dia di atas,” jawab ibunya singkat.

Ayah dan adiknya bahkan tidak meliriknya.

“Kenapa tidak bilang kalau dia sudah pulang?” suara Lucien meninggi.

“Itu hukumanmu karena meninggalkannya sendirian di jalan,” jawab ayahnya sambil menyeringai tipis.

Lucien menatap mereka dengan ekspresi tak percaya.

Kenapa mereka semua melakukan ini padaku hanya karena gadis itu? pikirnya geram.

***

Tiba-tiba ponsel Sisi berdering.

Nama Jericho muncul di layar.

Sisi memutar mata pelan sebelum akhirnya menekan tombol jawab.

“Ha--” Belum sempat bicara, suara Jericho sudah menyela.

“Aku merindukanmu.”

Nada suaranya terdengar lelah dan penuh rindu. Sisi hanya tersenyum pahit.

“Aku juga merindukanmu. Kapan kau pulang?” tanyanya lembut, memastikan Lucien tidak ada di sekitar.

“Itu rahasia. Tapi sebentar lagi.”

Jantung Sisi berdegup kencang mendengar kata sebentar lagi.

Sial.

Ia tahu, ia harus mengatakan yang sebenarnya. Ia tidak ingin menyakiti Jericho. Ia memang punya perasaan padanya, tapi pernikahannya membuat semuanya menjadi salah.

“Jangan beri aku kejutan. Pulanglah secepatnya. Aku perlu mengatakan sesuatu secara langsung.”

Jericho terdiam sejenak sebelum menghela napas.

“Baik. Aku akan pulang secepat mungkin. Aku harus menutup telepon. Jaga dirimu. Aku akan menikahimu begitu aku pulang.”

Sisi tertawa kecil, wajahnya memanas.

“Ya, jaga dirimu juga.”

Panggilan pun berakhir.

Sisi menghela napas kasar lalu merebahkan tubuhnya. Hidupnya benar-benar penuh masalah.

Belum selesai berpikir, ketukan bertubi-tubi terdengar di pintu.

Dengan malas, Sisi keluar dari kamar rahasianya dan membuka pintu kamar Lucien. Seorang pelayan berdiri di sana.

“Ya?” tanya Sisi berusaha ramah.

“Nyonya, Nyonya Besar memanggil. Sudah waktunya makan malam.”

“Apakah Tuan Lucien sudah di bawah?”

“Sudah, Nyonya.”

Sial.

“Tolong sampaikan aku tidak bisa ikut. Badanku tidak enak,” ujar Sisi sambil berpura-pura meringis.

“Baik, Nyonya.”

Begitu pelayan itu pergi, Sisi justru mengikutinya diam-diam. Ia bersembunyi di sudut koridor.

Ia melihat semua orang sudah berkumpul, kecuali Lucien, yang tentu saja bersikap dingin seperti biasa.

“Mana Sisi?” tanya Lady pada pelayan.

“Nyonya Besar, Nyonya Muda bilang badannya tidak enak, jadi tidak bisa ikut makan.”

“Apa? Dia baik-baik saja?”

Sisi menghela napas pelan. Ibu Lucien memang terlalu perhatian.

“Sudah kubilang, Ibu,” sela Lyra. “Dia tidak akan turun karena bertengkar dengan Kakak tersayang kita.”

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!