NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Cukup Zella, Hanya Zella

Bagas sulit mempercayai keadaan di depan matanya. "Selama ini kamu tidak lumpuh?"

"Aku pura-pura lumpuh untuk memancing musuh yang berselimut kesetiaan untuk menampakan kelicikan mereka. Sejauh ini tak-tikku berhasil." Abi kembali duduk di kursi rodanya.

"Lalu buat apa kamu memasang alat-alat bantu yang sama sekali tidak kamu butuhkan? Bahkan kamu memasang alat-alat bantu di rumah anakku!"

"Selalu waspada tidak ada ruginya, om." Abi tersenyum melihat kebingungan di wajah calon mertuanya. "Ku harap om bisa rahasiakan ini dari semua orang. Bahkan dari Zella."

"Apa untungmu berpura-pura lumpuh pada anakku? Kau tidak mempercayai dia?"

"Aku ingin menikmati setiap detik bagaimana dia memperhatikanku. Jika dia tahu aku tidak lumpuh, mungkin dia tidak seperti itu. Tapi om Bagas tenang saja. Aku akan memberitahu Zella saat aku sudah siap."

"Terserah padamu. Aku protes pun percuma."

"Sekarang om percaya padaku kalau aku bisa menjaga Zella?"

"Aku percaya kamu mampu menjaga Zella. Tapi aku malah khawatir kamu akan mempermainkannya."

"Mempermainkan apa?"

"Kamu punya segalanya, semua yang ada di sekitarmu ingin menjadi bagianmu. Kamu faham maksudku. Aku hanya khawatir Zella terluka lagi."

Abi tertawa mendengar kekhawatiran yang Bagas maksud. "Aku tidak bisa berjanji pada om. Tapi aku berjanji pada diriku sendiri hanya Zella dan cukup Zella."

"Semoga saja. Karena aku hanya ingin putriku bahagia." Bagas mengayunkan sepasang kakinya meninggalkan rumah itu.

Sedang di sana, Miko sangat terkejut karena Abi membuka rahasianya pada calon mertuanya. "Anda yakin rahasia Anda aman bersama om Bagas?"

"Sangat yakin, malah aku ingin mengejutkan Zella suatu hari nanti."

"Aku hanya khawatir Pak Abi terpedaya seperti dulu."

"Entah mengapa aku sangat yakin, kalau segala yang Zella beri itu sebuah ketulusan."

"Apa saat malam pernikahan nanti Anda akan memberi kejutan ini?" tanya Miko.

"Terlalu cepat. Aku malah penasaran bagaimana Zella melayaniku jika aku meminta hal itu." Abi tersenyum geli.

"Anda nakal sekali!" gerutu Miko.

"Sudah. Kunci semua pintu kita istirahat dulu!"

***

Hari yang ditungu-tunggu akhirnya tiba. Akad Nikah Zella dan Abi digelar di balroom hotel yang ternama di kota Zella. Acara masih lama, namun di tempat acara tamu sudah mulai berdatangan.

"Permisi mas!" Seorang gadis cantik memanggil salah satu anggota WO.

"Iya ada apa Kakak cantik."

"Kamar mempelai wanita mana? Saya Alea teman mempelai wanita. Saya diberi izin untuk masuk." Alea memperlihatkan kartu akses yang dia miliki.

Melihat kartu Alea, Alea diarahkan menuju kamar yang Zella tempati. Sesampai di kamar yang dimaksud, tak membuang waktu lagi Alea langsung menekan bel pintu. Tak lama pintu terbuka, menampakan sosok Zella dengan baju santainya.

"Alea? Kamu datang cepet banget! Acara nanti sore, masih lama." Zella langsung menyambut temannya dengan pelukan.

"Aku tau, tapi aku mau ketemu sama kamu dan rumpi tipis-tipis!"

"Anak dan suami kamu mana? Ajak masuk sini."

"Calon suami mu nggak marah kalau bawa laki-laki lain ke kamar ini?" goda Alea.

"Kan ada kamu juga."

"Ayank!" Alea memanggil suaminya. "Ayo masuk sini."

"Kalian duluan aja, aku nemenin dedek dulu."

"Ya udah biarin mereka berdua. Aku nggak sabar mau ngobrol sama kamu!" ucap Alea.

"Yok masuk, tapi pintunya buka sedikit biar suami kamu pas mau masuk nggak nunggu dibukain lagi."

"Zella! Kamu tahu asal usul suami kamu, dia keturunan mana asli mana?"

"Nggak pernah cari tahu sejauh itu."

"Duh!" Alea menepuk dahinya sendiri. "Jadi kamu nggak tahu kalau Kakek Abi itu orang arab?, tepatnya dari Sudan."

"Masa? Soalnya garis wajah Abi nggak ada arab-arabnya."

"Aku baca artikel yang memuat kisah Abi. Dari dia bangun bisnis, tentang pernikahan dia dan silsilah singkat keluarganya. Kamu tahu kalau Kakek Abi itu pengusaha dari Sudan yang menetap di sini?"

"Nggak tahu, lalu kenapa?" tanya Zella dengan polosnya.

"Coba baca google." Alea memasukan kata pencarian 'laki-laki yang memiliki ukuran mr.p yang besar'

"Ih Alea kok kamu sesat gitu sekarang!" Zella tak habis pikir ternyata obrolan Alea sejauh itu.

"Baca nih." Alea memberikan handphonenya pada Zella.

"Nggak mau, lagian kenapa kamu sesat gini? Sejak kapan kamu sesat?"

"Ih Zella, aku cuma kepo. Kalau Abi mengikuti gen Kakeknya, lalu informasi di google benar. Kamu sanggup gitu?"

"Arfa! Tolong ruqiyah istrimu Arfa!" teriak Zella.

"Ihh jangan ajak suami aku ghibahnya. Nanti dia ngomel. Pas aku komentarin artikel itu aja dia ngomel-ngomel."

"Assalamu alaikum."

Suara salam yang sangat meneduhkan membuat Zella lupa dengan bahasannya bersama Alea.

"Wa alaikum salam. Anak Mama!" Zella belum melihat sosok itu, namun dia yakin itu Tifa.

Seperti dugaannya, anak cantik itu masih berdiri di tengah pintu.

"Masya Allah, cantiknya mama datang." Zella langsung memeluk putrinya.

"Kakek yang jemput aku."

Zella melepaskan pelukannya dan menghujani wajah anaknya dengan ciuman hangat. "Mama kangen."

"Tifa juga kangen mama. Alhamdulillah dikasih libur sama yai agar Tifa hadir di hari bahagia mama."

"Makasih sayang."

"Hai cantik."

Tifa langsung menoleh kearah suara itu. "Hai Aunty Alea." Tifa langsung menyalimi Alea.

"Pantesan suara mama melengking, ternyata ada pemicunya."

"Biasa sayang, aunti Alea suka nakal sama mama."

"Nenek mana? Tifa kangen sama Nenek."

"Nenek di ruang keluarga. Ayok kita kesana." ajak Zella.

Zella menoleh kearah Alea. "Ikut kami sini, kita kumpul sama keluargaku. Biar sesatmu nggak lepas lagi!"

Alea nyengir, dan segera mengikuti Zella dan Tifa.

Kedatangan Tifa di tengah keluarga di sambut hangat oleh semua orang. Kehadiran Alea bersama anak dan suaminya juga menambah keseruan. Mereka semua larut dalam hangatnya pertemuan ini. Di tengah obrolan, terdengar suara bel.

Upi langsung berlari menuju pintu dan membukanya. Tampak 1 gadis remaja dan seorang anak laki-laki. "Halo, kalian berdua cari siapa?" tanya upi sopan.

"Kami mau ketemu tante Zella."

Merasa namanya di sebut Zella segera menyusul upi. Melihat sosok yang datang senyum Zella kembali merekah. "Rihana, Rayhan. Apa kabar?" Zella langsung menyambut keduanya dan memeluk mereka bergantian.

"Kabar baik tante. Kami kangen sama tante. Makanya minta antar ketempat tante."

"Ayok sini masuk. Kenalan sama keluarga tante, dan seseorang yang sering tante ceritakan sama Rihana." Zella mengisyarat kearah Tifa. "Dia putri tante yang pernah tante ceritakan sama Rihana."

Rihana dan Tifa saling tatap. Keduanya saling lempar senyum.

"Tifa sayang, ayok kenalan sama Kak Rihana dan adik Rayhan."

Menyaksikan Zella saling mengenalkan ketiga anak itu, semua yang ada di ruangan mengerti kalau 2 orang yang baru datang adalah anak sambung Zella.

1
Yusna Wati
aku gk suka abi perhatian sama anjani pdhal anjani udh menghianati pernikahan apa gk jijik si abi deket2 anjani
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!