NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Kamu jahat, Mas." Zhea membatin sambil menaruh kue yang dibawanya ke lantai. Dengan menahan sakit yang amat sangat menyesakkan dan menahan jijik yang membuat perutnya bergejolak ... Zhea merogoh ponselnya. Mengarahkan kamera dengan tangan gemetar. "Kalian berdua pasti akan menyesal." Setelah cukup merekam bukti, Zhea memasukkan kembali ponselnya ke tas selempang miliknya. Dia berjongkok, mengambil kotak kue dan berbalik pergi meninggalkan tempat itu.

Di sepanjang lorong kantor yang sepi itu, Zhea berusaha menahan isak tangisnya. Ia tidak boleh lemah. Ia tidak mau mengeluarkan air mata. Namun di dalam lift, tangis Zhea akhirnya pecah. Tubuhnya merosot ke lantai.

Suara tangisnya membahana di ruang kecil itu.

Bibirnya bergetar, kepalan tangannya memukul-mukul dadanya yang sesak. "Brengsek kau Zavier! Setan! Menjijikan!" Umpatan itu menjadi pengiring tangisan yang menyakitkan.

Lelaki yang ia percaya sepenuh hati dan ia cintai setulus jiwa ... nyatanya tega mengkhianati kepercayaannya dan juga menduakan cintanya.

Dengan mata kepalanya sendiri ... Zhea melihat sang suami menunggangi perempuan lain.

"Sakiit! Sakiit ..." Zhea masih memukul-mukul dadanya. "Zavier ... Elara ... tunggulah pembalasan dariku," pungkasnya sambil menyeka air mata, bangkit dari lantai lift dan keluar dari lift itu seolah tidak terjadi apa-apa.

Kotak kue yang ia bawa tadinya akan Zhea buang, tapi tidak jadi ia lakukan. "Biarlah ini jadi kue ulang tahun terakhirmu ... dariku, Zavier Dinata," desisnya sebelum masuk ke dalam mobil.

Meski hatinya hancur lebur, namun Zhea tetap menjaga konsentrasi dan kewarasannnya. Ada Zheza yang sangat membutuhkan kehadirannya.

"Kuat, Zhea. Kamu harus kuat demi Zheza. Jangan menjadi wanita yang lemah." Zhea menarik napas panjang, lalu mengembuskannya secara perlahan. Ia pun mulai melajukan mobilnya, meninggalkan area parkiran kantor Zavier.

Di lantai empat, tepatnya di ruangan Zavier. Lelaki itu dan sang sekretaris tak menyadari jika Zhea sudah memergoki mereka.

Keduanya masih sibuk memacu tubuh. Malah kini, Elara yang mengambil kendali. Bergerak liar di atas tubuh Zavier yang duduk bersandar di kursi kebesarannya.

Dua tubuh itu sudah benar-benar tanpa penghalang. Suara peraduan kulit menciptakan melodi yang menjijikan.

"Oohh ... Ela ... kamu selalu membuatku terlena," desah Zavier sambil mencengkeram pinggang ramping wanita berambut panjang bergelombang berwarna cokelat itu.

Elara memajukan wajahnya tepat ke depan wajah Zavier yang memerah, sambil tak berhenti menggoyangkan tubuhnya. "Bapak juga selalu membuatku terkapar tak berdaya," desisnya seraya meraup bibir Zavier.

Keduanya bertukar saliva. Liar dan ganas. Seolah dunia hanya milik mereka berdua.

______

Zhea tiba di depan rumah pukul dua puluh satu lebih tiga puluh menit. Ia mematikan mesin mobil, tapi tangannya tetap di setir. Lampu teras menyala temaram. Rumah itu biasanya terasa hangat, aman, dan penuh cinta. Tapi malam ini … rumah itu terasa seperti jagal sunyi yang siap memakan jiwanya.

Zhea tidak langsung turun. Tangannya gemetar, napasnya tersengal. Rasa itu belum hilang, gambar Zavier dan sekretarisnya … masih berputar di kepala, seperti film yang dipaksa replay tanpa henti.

Suara-suara menjijikan itu terngiang-ngiang di telinganya. Menciptakan harmoni yang menyakitkan.

Lagi, air matanya turun pelan. Bukan terisak keras. Namun pecah pelan-pelan, kuat.

Bagaimana mungkin ia bisa kembali ke rumah ini dan berpura-pura baik-baik saja? Sementara diri dan hatinya sudah hancur berkeping-keping.

Tapi ia harus melakukannya demi rencana besar yang sudah tersusun rapi di otaknya. Dan di dalam rumah ini, masih ada Zheza.

Bayinya.

Jiwanya.

Permata hatinya.

Harta paling berharga dalam hidupnya.

Zhea mengusap air mata, mencoba menyusun napas. Dia harus kembali sadar. Kalau dia masuk dengan mata merah parah, Bi Acih bisa curiga. Lalu nanti kalau Zavier sudah pulang, lelaki itu pasti curiga juga.

Zhea harus memainkan perannya dengan rapi dan apik.

Zhea harus jadi istri normal untuk sementara demi keberhasilan rencananya. Demi kado terakhir dan terindah yang akan ia persembahkan untuk suaminya.

Dia mengamati rumah itu sekali lagi, lalu menatap pantulan dirinya di kaca mobil.

Wajahnya pucat. Bibirnya pucat.

Ia mengusapnya pelan, merapikan rambut, menepuk area mata agar tidak terlalu terlihat habis menangis. "Bersikaplah normal, Zhea," bisiknya memperingatkan diri sendiri. Lalu, ia membuka pintu mobil.

Turun. Dan ia mencoba berjalan seperti biasa.

Bi Acih menyambutnya di ruang keluarga. "Syukurlah Ibu sudah pulang ..." Suaranya lembut, alami.

Zhea mengangguk, melempar senyum kevil. "Iya, Bi. Bapak nggak ada di kantor. Pas saya telepon, ternyata dia lagi meeting di luar," dusta Zhea.

Bi Acih mengangguk. "Pantesan kuenya dibawa lagi."

"Bi, nanti kalau Bapak pulang ... jangan beri tahu dia kalau tadi saya pergi ke kantornya," pinta Zhea.

"Siap, Bu." Anggukan Bi Acih nampak mantap.

"Makasih. Oh ya, Zheza udah tidur?" Di tengah hancurnya hati, Zhea harus tetap tersenyum demi sang buah hati.

"Iya Bu. Non Zheza sudah tidur dari setelah isya. Tadi habis minum ASI yang Ibu simpan di kulkas," jelas pembantu berusia empat puluh tahun itu.

"Baik. Terima kasih ya, Bi." Zhea memaksa tersenyum lagi. "Saya mau ke atas dulu, dan Bibi ... silakan istirahat."

"Iya, Bu." Bi Acih berbalik, dan Zhea pun berjalan ke kamarnya yang ada di lantai dua.

Sampai di depan kamarnya, pelan-pelan ia membuka pintu bercat putih itu. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah lampu kamar yang nampak menyala lembut. Ada aroma minyak telon, aroma lembut yang biasanya membuat hati Zhea hangat.

Zhea berjalan pelan ke arah boks, melihat bayinya yang tidur sangat tenang. Napas kecil itu. Dada kecil itu naik turun pelan.

Zhea duduk di samping boks. Dan perlahan, air matanya turun lagi.

Tanpa suara.

Ia meraih sweater kecil milik Zheza yang tersampir di pinggiran boks, memeluknya dan meremasnya ke dada.

Seolah memeluk seluruh hidupnya sendiri. "Sayang ..." bisiknya lirih. "Papamu mengkhianati Mama ..."

Itu bukan kalimat benci. Itu kalimat patah hati.

"Mama melihat sendiri, Nak. Dia menggauli perempuan itu. Dia atas meja kerjanya. Di depan foto kita bertiga." Pundak Zhea goyah sedikit, tapi ia cepat menahan suara. Ia tidak mau Bi Acih mendengarnya. Ia juga tidak mau Zheza terbangun.

Zhea menatap bayinya lama sekali.

Dan di saat itu, ia semakin yakin untuk bertindak. Mengumpulkan bukti sebanyak mungkin.

Dia harus membuat Zavier dan selingkuhannya malu dan tidak bisa mengelak barang sedikit pun.

Zhea sudah hancur, dan dia juga ingin Zavier dan Elara hancur lebur melebihi dirinya.

Dia mengusap pipi bayinya. "Mama akan pastikan, Nak … Papamu akan membayar semuanya. Tidak hari ini. Tidak dengan teriak-teriak. Tapi dengan cara yang paling tenang … dan paling mematikan."

Zhea sudah memutuskan.

Dia akan diam dulu sekarang. Dia akan pura-pura baik seperti biasanya. Seolah tidak tahu apa-apa.

Tapi mulai malam ini, Zhea akan mulai mengumpulkan bukti lebih banyak.

Bukti nyata.

Bukti yang sangat kuat.

Bukti yang bisa menghancurkan Zavier tepat di depan keluarga besarnya.

Seringai tipis muncul di bibirnya yang menawan. "Aku akan bermain cantik, Zavier."

1
suratmi sihab
iya ihhh kasian juga
Ama Apr: 🥲🥲🥲huhu
total 1 replies
Endang Mulyawati
semoga pasangan Zhea dan Nathan bahagia juga Rafli dan gantari
Ama Apr: Aamiin🤗
total 1 replies
nunik rahyuni
yaaa....harus merasakan yg lebih lebih gila
Ama Apr: dia bkl stress kayaknya
total 1 replies
Ralin Hartati
selamat menikmati karmamu Van /Panic/itu belum seberapa orang2 yg kau siksa,dibunuh akan menghantuimu sampai tersiksa batinmu dan ketakutan sepanjang hidupmu /Skull/
Ama Apr: iya, sampai mati nggak akn tenang
total 1 replies
wita salira
selamat menikmati karma kamu Revan..
Ama Apr: betull
total 1 replies
Les Tary
karma itu memang ada revan
Ama Apr: wkwkwk
total 1 replies
@Mita🥰
udah thor matiin si revan
Ama Apr: heh iya kk, biarin sajalah dia menderita
total 1 replies
Asphia fia
si Revan sudah gk waras ya Thor
sudah menjelma menjadi menjadi iblis
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
wita salira
mudah²an Zhea bisa secepatnya nyusul tari dan memberikan adik buat zheza
Ama Apr: aamiin🫰
total 1 replies
@Mita🥰
thor saran saja ya Revan udah gak usah di tampilkan thor gak tega aku baca .....emang pantas dia dapat karma seperti itu tapi aku tetep gak tega klu baca 🙏🙏🙏
Ama Apr: hehe iya kk, biar dia busuk aja di penjara
total 1 replies
@Mita🥰
Alhamdulillah kandungan tari baik" saja
Ama Apr: hihi iya sipp
total 1 replies
Putri Alya
👍👍👍semangat trus kak💪💪💪
kalau boleh tau sampai berapa episode ya cerita nya??
Ama Apr: Makasih kk, sampai Zavier keluar penjara deh kyknya. Tp masih proses nulis lanjutannya kk🫰
total 1 replies
nunik rahyuni
rasakan ..tau kan rasanya kya apa
Ama Apr: perihhh nyooo🤣
total 1 replies
Les Tary
masih belum sadar kamu Revan atas perlakuanmu
Ama Apr: bentar lg dia sadar
total 1 replies
wita salira
akhirnya Revan mendapatkan balasan atas perbuatannya,, sekarang Revan merasakan kesakitan yang sama dengan korban² nya alami.. Makasih KK author 🫰
Ama Apr: hehe, sama2 kk. puas kan? 🤭
total 1 replies
budak jambi
ngapa Masi biso jalan t Revan knp gak lumpuh manusia biadab tu
Ama Apr: sabar kk
total 1 replies
budak jambi
semoga peluru yg bersarang di tubuh Revan terkena sarf ny biar dak bisa bergerak lagi
ayu cantik
suka
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
Titien Prawiro
Kenapa Revan menjadi kejam dan tak ada belas kasih. dendam sekali seorang pengacara jadi monster.
Ama Apr: sakit hati karena elara
total 1 replies
Sur Yani
kok masalah revan tidak muncul lg.
muncul lg dong thor mau lihat karmanya revan...😄😄😄
Ama Apr: ada kk, 233
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!