NovelToon NovelToon
Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan sentuh apa pun. Jangan duduk di sofa sebelum mandi. Dan singkirkan remah kerupuk itu dari jangkauan radar saya!" — Calvin Harvey Weinstein.
Nirbita Luminara Rein mengira hidupnya sudah berakhir saat orang tuanya pergi dan kakaknya, Varro, menyatakan mereka bangkrut. Tapi ternyata, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat ia "digadaikan" oleh kakaknya sendiri kepada Calvin—CEO jenius yang punya alergi akut pada segala sesuatu yang tidak rapi.
Bagi Calvin, Nirbi adalah sumber kuman berjalan. Bagi Nirbi, Calvin adalah kulkas dua pintu yang cerewetnya minta ampun. Namun, di balik semprotan disinfektan dan aturan ketatnya, Calvin menyimpan rahasia: Ia sudah jatuh cinta pada "si kuman kecil" ini sejak insiden pelukan salah sasaran di kampus dulu.
Bisakah rumah super steril Calvin bertahan dari badai keberantakan Nirbi? Atau justru hati Calvin yang akhirnya "terkontaminasi" cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Rahasia di Bawah Meja dan Kecupan di Dapur

Makan malam kali ini terasa sangat sunyi, hanya suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen. Calvin duduk di ujung meja dengan wibawa biasanya, sementara Nirbi duduk di sampingnya, dan Varro tepat di depan mereka.

Varro sengaja tidak banyak bicara. Matanya yang tajam sesekali melirik ke arah adiknya yang tampak terlalu fokus pada sayuran di piringnya. "Bi, kamu kok makannya pelan banget? Biasanya kayak kerbau kelaparan," sindir Varro.

"Eh? Aku... aku lagi belajar makan estetik, Bang! Kan Kak Calvin bilang harus rapi," jawab Nirbi sambil nyengir canggung.

Tanpa Varro ketahui, di bawah meja yang tertutup taplak kain mahal itu, tangan Calvin sedang menggenggam erat tangan Nirbi. Calvin mengusap jemari Nirbi dengan ibu jarinya, memberikan sensasi hangat yang membuat Nirbi sulit berkonsentrasi pada makanannya.

Tiba-tiba, garpu Nirbi terjatuh. Saat ia membungkuk untuk mengambilnya, Varro ikut condong ke depan untuk melihat ke bawah meja. Dengan gerakan refleks kilat yang hanya dimiliki oleh atlet atau CEO yang sedang jatuh cinta, Calvin melepaskan tangan Nirbi dan berpura-pura merapikan letak kakinya.

Varro kembali tegak. Ia melihat wajah Calvin yang tetap datar tanpa dosa, dan wajah Nirbi yang sudah merah padam.

'Gue tahu lo berdua main kucing-kucingan. Oke, kita liat seberapa lama lo bisa tahan, Vin,' batin Varro. Ia memilih diam, menyusun rencana besar di kepalanya untuk menguji apakah Calvin benar-benar tulus atau hanya ingin mempermainkan adiknya yang polos.

Misi Pengambil Air di Dapur

Setelah makan malam, Varro berpura-pura masuk ke kamar tamu untuk menelepon rekan bisnisnya. Kesempatan ini langsung diambil oleh Nirbi.

"Aku haus... mau ambil minum dulu di dapur," pamit Nirbi dengan suara yang agak dikeras-keraskan agar terdengar sampai ke kamar tamu.

Tak lama kemudian, Calvin berdiri. "Saya harus memastikan dapur tetap steril setelah digunakan."

Di dapur yang berlapis marmer hitam itu, Nirbi baru saja menuangkan air ke gelasnya saat sepasang lengan kokoh melingkar di pinggangnya dari belakang. Aroma parfum sandalwood yang maskulin langsung menyerbu indra penciumannya.

"Kak! Nanti kalau Abang liat gimana?" bisik Nirbi panik, tapi ia tidak melepaskan pelukan itu.

Calvin memutar tubuh Nirbi hingga mereka berhadapan. "Dia sedang sibuk. Saya tidak tahan melihatmu terus-menerus bersikap dingin di meja makan tadi."

"Kan Kakak sendiri yang bilang harus profesional!" Nirbi mengerucutkan bibirnya.

Calvin menatap bibir itu dengan intens. Ia memajukan wajahnya, menyatukan kening mereka. "Profesionalisme saya runtuh setiap kali kamu menyentuh tangan saya di bawah meja, Nirbita."

Tanpa menunggu balasan, Calvin mendaratkan ciumannya. Kali ini lebih lembut, lebih dalam, seolah menyalurkan rasa rindu yang terpendam karena harus berpura-pura seharian. Nirbi memejamkan mata, tangannya meremas ujung kemeja Calvin, menikmati momen rahasia yang mendebarkan ini.

Sidak yang Nyaris Gagal

Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki yang mendekat dari lorong.

Deg!

Nirbi langsung mendorong dada Calvin dengan kuat hingga pria itu mundur dua langkah. Nirbi dengan cepat menyambar lap kain terdekat dan mulai menggosok meja dapur dengan brutal.

"Iya, Pak Bos! Ini saya bersihin! Kinclong kan?! Nggak ada kuman kan?!" seru Nirbi dengan nada bicara yang terlalu kencang.

Varro muncul di ambang pintu dapur, memegang gelas kosongnya sambil menatap mereka dengan tatapan menyelidik. Ia melihat napas Calvin yang sedikit memburu dan rambut Nirbi yang sedikit berantakan.

"Lama banget ambil minumnya, Bi? Sampe mejanya digosok kayak mau ngilangin dosa gitu," ujar Varro santai.

"E-eh, ini Bang... Kak Calvin bilang ada bercak minyak, jadi Nirbi gosok sampe bersih!" Nirbi nyengir lebar, meski jantungnya serasa mau copot.

Calvin berdehem, merapikan kerah bajunya yang sedikit miring. "Navarro, pastikan kamu tidak meninggalkan jejak air di lantai setelah mengambil minum. Saya tidak mau ada kecelakaan karena lantai licin."

Calvin berjalan melewati Varro dengan wajah sedingin es. Varro memperhatikan punggung Calvin, lalu menatap Nirbi yang masih sibuk menggosok meja yang sebenarnya sudah bersih mengkilap.

"Bi," panggil Varro pelan.

"I-iya Bang?"

"Besok temenin Abang keluar ya. Ada temen lama Abang yang mau ketemu kamu. Katanya dia sukses di luar negeri," ujar Varro sambil tersenyum misterius.

Nirbi membeku. Temen lama? Jangan-jangan ini ujian dari Abang? Di sisi lain dinding, Calvin yang belum benar-benar pergi, mendengar ucapan Varro. Tangannya mengepal kuat. Sepertinya, perang dingin yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ga takut di gigit nyamuk bulan madu di hutan 🤣
Rian Moontero
mampiiirrr/Bye-Bye/👍😍
umie chaby_ba
amazon ga tuh... 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
An
amit" pake penggaris??diukur segala?? kang bangunan kah🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih kak, sudah mampir 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yaelah Caplin...
umie chaby_ba
kirain syekh puji... 😄😄😄🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
Vario Vario.. 🤣
umie chaby_ba
buset...🤭🤭🤭🤭
umie chaby_ba
alah sia cemburu... 😄
umie chaby_ba
duh... si Caplin udh kedemenan itu 😍🤣🤣
Ariska Kamisa: Calvin kak... /Facepalm/
tapi lucu sih kenapa jadi Caplin /Chuckle/
Semoga kak umi menikmati cerita saya yaa... /Kiss/
total 1 replies
umie chaby_ba
sumpah lucu😄
umie chaby_ba
Dih.. Varro Kocagghh....
udah ngasih beban nitipin NOBITA eehh.. maksudku Nirbita...
nglunjak lagi..🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ini ceritanya romansa komedian nih... asik kayanya .. kakaknya kocakk.
dari sahabat jadi musuh ini kah... bukan musuh dari awal.
Nirbita lucu banget ... ini bukan kembaran nya Nobita kan ??? /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
udah ini mah lucu lucu romantis gemes dan lebbayyy tapi aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!