NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Resonansi Makam Pedang dan Puncak Sepuluh Ribu Pedang Terbang

​Matahari perlahan naik, menyinari ribuan peserta ujian yang tersebar di sepanjang Tangga Kehendak Langit. Pemandangannya sungguh menyedihkan. Sebagian besar merangkak di anak tangga ke-200, tubuh mereka gemetar hebat, memuntahkan darah karena tekanan formasi tak kasat mata yang terus menusuk pikiran mereka bagaikan ribuan jarum.

​Di anak tangga ke-600, hanya tersisa kurang dari seratus orang. Di antara mereka adalah para jenius sejati dari keluarga kerajaan dan klan kelas atas.

​"Ugh... tekanannya bertambah dua kali lipat setiap seratus langkah!" geram seorang pemuda berambut perak dari Kekaisaran Awan Putih, tubuhnya basah kuyup oleh keringat saat ia menjejaki anak tangga ke-750. Ia adalah salah satu unggulan utama tahun ini, berkultivasi di Kondensasi Qi tingkat 9.

​Namun, saat pemuda berambut perak itu bersiap mengambil jeda untuk bernapas, sebuah bayangan hitam melewatinya dengan santai. Kecepatannya tidak melambat sama sekali. Langkah kakinya seringan daun yang jatuh ditiup angin, memijak anak tangga ke-751, 752, 753...

​Pemuda berambut perak itu membelalakkan matanya, nyaris menggigit lidahnya sendiri. "S-siapa orang itu?! Mengapa dia berjalan seolah sedang berkunjung ke pasar malam?!"

​Orang itu tentu saja adalah Lin Xuan. Topi bambunya masih bertengger rapi di kepalanya. Jangankan berkeringat, napasnya bahkan tidak berubah temponya.

​Di langit, tiga Tetua Penguji yang berdiri di atas pedang terbang mereka mulai saling pandang dengan ekspresi horor.

​"Tetua Zhao, periksa kembali formasi Tangga Kehendak Langit! Apakah batu roh intinya kehabisan energi?" seru salah satu tetua, jenggotnya bergetar melihat Lin Xuan menembus anak tangga ke-800 tanpa berhenti sedetik pun.

​Tetua Zhao segera mengeluarkan sebuah cermin perunggu untuk memeriksa fluktuasi formasi. Wajahnya langsung pucat pasi. "F-formasinya bekerja pada tingkat maksimum! Tekanan Niat Pedang di atas anak tangga 800 setara dengan serangan mental kultivator Pembentukan Fondasi tingkat 1. B-bagaimana pemuda berkultivasi Kondensasi Qi tingkat 6 itu bisa menahannya?"

​Mereka tidak tahu bahwa aura Kondensasi Qi tingkat 6 hanyalah ilusi yang diciptakan Mutiara Kekacauan. Lebih dari itu, apa arti tekanan 'Niat Pedang fana' bagi seseorang yang di dalam Dantiannya bersemayam Sang Demon Venerable, leluhur dari segala kehancuran?

​"Niat pedang udik ini mencoba menekan pikiranku? Benar-benar penghinaan! Bocah, lepaskan secercah Niat Pedang Bintang Jatuh Primordialmu. Hancurkan ilusi mereka!" raung Sang Demon Venerable di dalam pikiran Lin Xuan.

​Lin Xuan tersenyum simpul di balik topi bambunya. Ia kini berdiri di anak tangga ke-900. Hanya tersisa sembilan puluh sembilan langkah lagi menuju puncak gerbang sekte. Tekanan di sini begitu pekat hingga udara terasa seperti cairan timah yang berat.

​"Baiklah. Waktunya memberi sedikit salam perkenalan," gumam Lin Xuan.

​Ia mengambil satu langkah ke anak tangga ke-901, namun kali ini, ia tidak menahan auranya. Sekelompok kecil Qi abu-abu yang membawa ketajaman absolut dari Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial merembes keluar dari tubuhnya.

​WUSSS!

​Seketika, kabut tebal yang menyelimuti seluruh Gunung Pedang Surgawi terbelah menjadi dua.

​Wenggg! Wenggg! Wenggg!

​Sebuah fenomena yang belum pernah terjadi selama ribuan tahun tiba-tiba meletus. Pedang terbang milik ketiga Tetua Penguji di udara bergetar hebat, merintih ketakutan seolah bertemu dengan raja lalim. Ketiga tetua itu kehilangan keseimbangan dan nyaris jatuh dari langit!

​Bukan hanya mereka. Di sabuk gunung, di pelataran Murid Luar, hingga di puncak-puncak gunung Murid Inti... ratusan ribu pedang milik seluruh anggota Sekte Pedang Bintang mulai bergetar keras di dalam sarungnya. Semuanya memancarkan dengungan panjang, menundukkan ujung pedang mereka ke satu arah yang sama: ke arah anak tangga Tangga Kehendak Langit.

​Di dasar gunung purba, jauh di bawah sekte—di tempat yang dikenal sebagai Makam Pedang Kuno—jutaan pedang patah peninggalan era kuno tiba-tiba memancarkan pilar cahaya pedang yang menembus langit!

​"Resonansi Sepuluh Ribu Pedang?! Makam Pedang Kuno terbangun?!"

​Di puncak tertinggi sekte, Aula Utama Pedang Bintang, sepasang mata tajam yang telah tertutup selama sepuluh tahun tiba-tiba terbuka. Itu adalah Pemimpin Sekte Pedang Bintang, Jian Wuji, seorang kultivator mengerikan di Tahap Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir)!

​"Seseorang memicu Resonansi Pedang Primordial! Cepat, turun ke gerbang gunung!" raung Jian Wuji, suaranya menggelegar menghancurkan keheningan sekte.

​Dalam sekejap mata, langit di atas Tangga Kehendak Langit robek. Tujuh sosok dengan aura yang menekan langit dan bumi muncul dari kehampaan. Mereka adalah Pemimpin Sekte dan Enam Master Puncak Utama Sekte Pedang Bintang!

​Kehadiran tujuh monster tua ini membuat sisa peserta ujian di tangga muntah darah dan pingsan. Namun Lin Xuan tetap berdiri tegak di anak tangga ke-999—puncak absolut. Ia mengangkat topi bambunya, memperlihatkan wajahnya yang tenang tanpa riak emosi, menatap langsung ke arah tujuh raksasa kultivasi itu.

​"Anak muda," suara Pemimpin Sekte Jian Wuji bergetar karena kegembiraan yang tak bisa disembunyikan. Matanya menatap Lin Xuan seperti menatap bongkahan emas yang jatuh dari surga. "Siapa namamu? Di usiamu yang begitu muda, pemahaman Dao Pedang-mu telah mencapai ranah 'Hati Pedang Jernih' hingga memicu Makam Pedang Kuno!"

​Sebelum Lin Xuan bisa menjawab, Master Puncak Matahari, seorang pria paruh baya berbaju merah menyala, melangkah maju.

​"Pemimpin Sekte, anak ini memiliki atribut Yang yang kuat, cocok dengan teknik Puncak Matahari-ku! Nak, namaku Lie Tian. Bergabunglah dengan Puncak Matahari, aku akan langsung mengangkatmu menjadi Murid Warisan (Legacy Disciple) pertamaku! Seribu batu roh tingkat menengah dan lima Pil Pembentuk Fondasi Emas akan kuberikan hari ini juga!"

​"Lie Tian, jangan rakus! Tubuhnya kurus begitu, dia lebih cocok dengan keluwesan Puncak Bulan!" sela seorang wanita cantik berbaju biru es, Master Puncak Bulan. "Adik kecil, ikutlah dengan kakak. Seluruh murid perempuan di Puncak Bulan akan melayanimu berlatih."

​Satu demi satu, para Master Puncak yang biasanya dingin dan arogan kini saling berteriak, nyaris berkelahi memperebutkan Lin Xuan. Bagi sebuah sekte pedang, menemukan jenius yang bisa memicu Resonansi Sepuluh Ribu Pedang adalah jaminan bahwa sekte mereka akan berjaya selama seribu tahun ke depan!

​Lin Xuan mendengarkan tawaran-tawaran menggiurkan itu dengan wajah datar. Pikirannya dengan cepat menimbang untung rugi. Jika ia memilih salah satu puncak utama, ia akan mendapat sumber daya berlimpah, tetapi gerak-geriknya akan diawasi ketat oleh monster-monster tua ini. Rahasia Mutiara Kekacauan bisa terbongkar kapan saja.

​Matanya kemudian menyapu barisan para Master Puncak, hingga pandangannya jatuh pada seseorang yang berdiri paling ujung, jauh dari perdebatan.

​Itu adalah seorang lelaki tua bungkuk berpakaian compang-camping, memegang sebuah labu arak yang kotor. Pria tua itu tampak tertidur sambil berdiri, sama sekali tidak peduli dengan keributan di sekitarnya. Auranya redup, seolah kultivasinya telah lumpuh, dan pedang berkarat yang tergantung di pinggangnya bahkan kehilangan ujungnya.

​"Bocah," suara Sang Demon Venerable tiba-tiba menyela, "Pilih pemabuk tua itu. Auranya memang hancur, tetapi dia berdiri tepat di atas titik meridian urat bumi yang terhubung langsung ke pintu masuk Makam Pedang Kuno. Dia adalah Penjaga Makam Pedang! Jika kau menjadi muridnya, seluruh Makam Pedang Kuno akan menjadi halaman belakang rumahmu."

​Mata Lin Xuan berbinar samar. Tepat seperti yang ia butuhkan. Tempat sepi, tanpa pengawasan ketat, dan akses langsung ke energi ribuan pedang kuno untuk menyempurnakan Seni Pedang Bintang Jatuh.

​"Para Senior, terima kasih atas tawarannya," ucap Lin Xuan memecah keributan, suaranya tenang dan sopan, namun membawa ketegasan yang mutlak.

​Seluruh tatapan para Master Puncak kini terpusat padanya, menanti dengan cemas.

​Lin Xuan mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah lelaki tua pemabuk yang compang-camping di sudut awan.

​"Saya, Lin Xuan, telah membuat keputusan. Saya ingin bergabung dengan puncak yang dipimpin oleh Senior itu."

​Keheningan mutlak tiba-tiba menyelimuti langit. Pemimpin Sekte Jian Wuji menelan ludah, wajahnya berkedut. Lie Tian dari Puncak Matahari melotot seolah bola matanya akan keluar.

​"K-kau... kau ingin bergabung dengan Puncak Pedang Patah?!" pekik Lie Tian tak percaya. "Nak, kau pasti sudah gila! Puncak Pedang Patah adalah puncak pembuangan! Pak Tua Feng itu hanyalah pemabuk gila yang kultivasinya sudah lumpuh sepuluh tahun lalu! Jika kau ke sana, masa depan pedangmu akan hancur lebur!"

​Lelaki tua pemabuk itu—Feng Wuchen—perlahan membuka satu matanya yang merah. Ia menatap Lin Xuan, lalu meneguk araknya, dan tertawa parau.

​"Hehe... anak muda yang aneh. Aku tidak punya pil, tidak punya batu roh, dan puncakku bahkan tidak memiliki atap yang utuh. Kau yakin ingin memanggilku Guru?"

​Lin Xuan tersenyum penuh percaya diri. Ia membungkukkan badannya dengan hormat.

​"Guru, yang dibutuhkan murid ini bukanlah batu roh atau atap yang utuh. Yang saya butuhkan hanyalah ketenangan... dan jutaan pedang patah yang terkubur di bawah kaki Anda."

​Mendengar kalimat terakhir Lin Xuan, tangan Feng Wuchen yang memegang labu arak tiba-tiba gemetar. Kilatan cahaya sedingin es abadi melintas cepat di kedalaman matanya yang mabuk, sebelum kembali redup.

​Pemimpin Sekte Jian Wuji menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya pasrah. "Jalan Dao adalah pilihan individu. Karena kau telah memicu Resonansi Pedang, kau berhak memilih takdirmu sendiri. Pak Tua Feng... bawa murid barumu."

​Feng Wuchen tertawa serak, melambaikan lengan bajunya yang kotor. Sebuah angin kencang berhembus, membungkus tubuh Lin Xuan, dan dalam sekejap, keduanya menghilang dari puncak Tangga Kehendak Langit, meninggalkan para elit Sekte Pedang Bintang dalam rasa penasaran dan kebingungan yang mendalam.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!