NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perluasan Jangkauan

Pagi di Underworld tidak membawa sinar matahari yang cerah, melainkan pendaran cahaya magis dari kristal-kristal langit yang memberikan nuansa ungu lembut di sepanjang koridor kastel. Ayaka berdiri di depan cermin besar di kamarnya, jemarinya perlahan merapikan kimono biru miliknya yang telah diperbaiki secara ajaib oleh pelayan kastel. Meskipun tubuhnya masih terasa sedikit kaku, aliran energi hangat dari Riser semalam telah memulihkan sebagian besar kekuatannya.

"Permisi, Nona Kamizato?" suara lembut Shizuka terdengar dari balik pintu. "Tuan Riser sudah menunggu di aula tengah untuk sarapan bersama."

Ayaka menarik napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya yang sedikit tidak beraturan. Sebagai putri dari klan Kamizato, dia harus menjaga martabatnya, bahkan di dunia yang dihuni oleh makhluk yang menyebut diri mereka iblis. "Baik, saya akan segera keluar."

Saat pintu terbuka, Ayaka disambut oleh senyum ceria Shizuka yang tampak tidak memiliki beban hidup sedikit pun. Shizuka membimbingnya menyusuri lorong-lorong megah yang dihiasi permadani merah dan zirah kuno. Namun, kedamaian itu sedikit terganggu saat mereka mendekati aula utama. Hawa dingin yang tajam—berbeda dengan miliknya—mulai merembes dari sela-sela pintu besar.

Pintu terbuka, menampakkan sebuah pemandangan yang membuat Ayaka terpaku.

Riser duduk di ujung meja panjang, sedang menyesap teh dengan tenang. Di sisi kirinya, seorang wanita berambut ungu panjang dengan katana di pinggangnya sedang membersihkan bilah pedang dengan kain sutra. Di sisi kanannya, seorang wanita tinggi dengan rambut biru es dan seragam militer putih sedang menatap Ayaka dengan pandangan predator yang tidak ditutup-tutupi.

"Selamat pagi, Ayaka. Duduklah," ucap Riser tanpa mengalihkan pandangan dari cangkirnya.

Ayaka membungkuk sopan, sebuah gerakan yang sangat anggun dan formal. "Terima kasih atas keramahan Anda, Tuan Riser."

Saat Ayaka duduk di hadapan Esdeath, suasana di meja makan itu mendadak menjadi sangat dingin. Esdeath meletakkan dagunya di atas tangan, matanya menyipit menatap Ayaka dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Jadi, ini si mungil dari dimensi lain itu?" suara Esdeath terdengar seperti es yang pecah. "Aura esmu terasa murni, tapi terlalu lembut. Di mataku, kau terlihat seperti bunga hiasan yang akan hancur jika terkena badai sedikit saja."

Ayaka tidak menunduk. Dia membalas tatapan Esdeath dengan ketenangan seorang bangsawan yang terbiasa menghadapi tekanan politik di Inazuma. "Kekuatan tidak selalu harus ditunjukkan dengan kekasaran, Nona. Salju yang turun dengan lembut pun bisa menenggelamkan sebuah kota jika waktunya tiba."

Saeko, yang sedari tadi diam, menghentikan aktivitasnya membersihkan pedang. Dia menatap Ayaka dengan minat yang tumbuh. "Jawaban yang bagus. Aku Saeko Busujima. Aku bisa merasakan bahwa kau bukan hanya sekadar wanita bangsawan. Kau memiliki jiwa seorang pejuang di balik kain sutra itu."

[ Analisis Interaksi Tim: ]

* Esdeath: Mencoba mendominasi melalui intimidasi aura.

* Saeko: Menilai melalui insting pedang.

* Ayaka: Mempertahankan harga diri dengan etiket bangsawan.

* Kecocokan Tim: Sedang mengalami gesekan awal yang diperlukan.

Riser meletakkan cangkirnya ke piring porselen dengan bunyi klikt yang pelan, seketika menghentikan ketegangan yang mulai memuncak. "Esdeath, jangan menakut-nakuti tamuku. Dan Ayaka, jangan tersinggung. Di sini, kekuatan adalah bahasa utama. Mereka hanya sedang mencoba 'berkenalan' denganmu melalui cara mereka sendiri."

"Aku mengerti, Tuan Riser," jawab Ayaka pelan.

"Setelah ini," lanjut Riser, matanya menatap Ayaka dengan serius, "aku ingin kau ikut ke lapangan latihan. Bukan untuk bertarung, tapi agar kau bisa melihat bagaimana kami bekerja di dunia ini. Dan mungkin, kau bisa menunjukkan sedikit kemampuanmu agar Esdeath berhenti menganggapmu sebagai hiasan."

Esdeath menyeringai lebar. "Oh, aku sangat menantikannya. Aku ingin melihat apakah esmu bisa membeku di bawah tekananku."

[ Sinkronisasi Jiwa: 74%. ]

[ Catatan Yui: Tiga wanita pengguna senjata tajam dalam satu ruangan... Kamu benar-benar sedang membangun 'Harem Kematian' yang sangat efisien, Pemalas. Pastikan kamu tidak tertusuk salah satu dari mereka saat mereka mulai bersaing memperebutkan perhatianmu. ]

Mereka tidak bersaing untuk perhatianku, Yui. Mereka bersaing untuk membuktikan siapa yang paling berguna bagiku, batin Riser dengan penuh keyakinan.

Sarapan berlangsung dalam keheningan yang penuh dengan penilaian rahasia. Ayaka mencicipi makanan dunia bawah yang ternyata tidak seaneh yang dia bayangkan. Namun, pikirannya tetap melayang pada latihan yang akan datang. Dia tahu bahwa untuk bertahan hidup di sini, dia tidak bisa hanya mengandalkan statusnya sebagai putri Kamizato. Dia harus menjadi seorang ksatria di bawah panji Phoenix yang menyelamatkannya.

Riser berdiri, menandakan sesi makan berakhir. "Ayo. Mari kita lihat apakah bunga salju dari Inazuma bisa mekar di tengah panasnya api Phenex."

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!