NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:115.8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Kematian Sang Konsultan dan Kebangkitan yang Membingungkan

​"Mana data audit kuartal tiganya? Kenapa laporannya belum ada di meja?"

​Suara itu keluar serak, kering, dan menyakitkan.

​Elena menyentakkan tangan, mencoba meraih tumpukan kertas yang seharusnya ada di sana. Detik terakhir yang dia ingat adalah ruang rapat PT. Orion, amarah yang meledak karena manajer keuangan menyembunyikan defisit, rasa nyeri hebat di dada, dan kopi dingin yang tumpah di atas keyboard.

​Lalu gelap. Mati.

​Jadi, kenapa sekarang dia basah?

​Elena membuka mata paksa. Cahaya lampu kristal menusuk retina. Terlalu terang. Terlalu mewah. Ini bukan lampu neon kantornya.

​"Sial, rumah sakit?"

​Dia mencoba duduk. Tubuhnya terasa asing—berat dan lamban. Terdengar bunyi kecipak air. Dia menunduk. Dia tidak di kursi kerja. Dia di dalam bathtub emas norak, dikelilingi busa, dengan kaki jenjang mulus tanpa varises terjulur kaku.

​"Apa-apaan ini..."

​Otaknya yang biasa memproses data jutaan dolar mengalami lag. Tangan kanannya terangkat memijat pelipis, dan saat itulah dia melihatnya. Perban tebal di pergelangan tangan kiri. Darah merembes keluar.

​Mata Elena menyipit. Dia menarik tangan itu mendekat, menganalisisnya seperti laporan keuangan yang cacat. Dia membuka perban itu dengan gerakan kaku namun stabil.

​"Luka sayat. Horizontal. Dangkal. Tidak kena nadi utama," analisisnya dingin. Sudut bibirnya terangkat sinis. "Amatir. Ini bukan mau mati. Ini cuma cari perhatian. Masih sempat diperban? Bodoh."

​Siapapun pemilik tubuh ini, dia jelas ratu drama yang tidak efisien. Kalau niat bunuh diri, kenapa pilih metode gagal begini? Ini skenario klasik: luka sedikit, pingsan cantik, tunggu suami pulang histeris.

​Suami?

​Bam. Ingatan asing menghantam kepalanya.

​Nama: Sora Araminta.

Umur: 23 tahun.

Status: Istri pajangan Kairo Diwantara.

Penyebab insiden: Overdosis obat tidur campur alkohol dan goresan tangan karena suami tidak pulang tiga hari.

​"Bodoh," desis Elena. "Investasi rugi."

​Elena—jiwa konsultan manajemen krisis paling ditakuti di ibukota, 'Hiu Betina' yang sanggup melahap CEO korup—kini terjebak di tubuh wanita manja yang tidak becus memegang pisau.

​Dia berdiri kasar. Air tumpah ke lantai marmer. Tubuh Sora gemetar, lemah. Elena membenci kelemahan. Dia mencengkeram pinggiran bathtub emas itu.

​"Bangun. Kau tidak mati. Sayangnya."

​Dia menyeret langkah keluar, mengabaikan pusing akibat sisa obat tidur. Di depan cermin wastafel, dia berhenti. Pantulan wajah itu membuatnya terdiam. Cantik, putih pucat, mata bulat rapuh. Wajah yang diciptakan untuk dimanja, tapi bagi Elena, ini terlihat menyedihkan.

​"Mata bengkak. Kulit pucat kurang nutrisi. Otot nol," komentar Elena datar, menepuk pipi dingin itu. "Pantas Kairo muak. Siapa yang mau mempertahankan aset depresiasi seperti ini?"

​Tarik napas. Hembuskan. Situasi: Dia mati karena kerja, hidup lagi di tubuh Sora. Solusi: Restructuring. Hidup Sora perlu diaudit total.

​Elena menyambar bathrobe tebal, mengikatnya kuat-kuat seolah mengencangkan ikat pinggang anggaran, lalu melangkah keluar kamar mandi. Kamar tidur utama menyambutnya dengan kemewahan berlebihan. Kelambu pastel, karpet tebal, dan foto pernikahan super besar di dinding.

​Elena mendekat. Sora di foto itu tersenyum kosong memeluk lengan seorang pria.

​Kairo Diwantara.

​Elena menyipitkan mata. Dia tahu wajah itu. Kairo adalah "paus besar" di dunia bisnis lamanya. Tipe pemimpin otoriter yang memecat separuh direksi di minggu pertama menjabat. Dominan. Gila kontrol. Dan Sora si bodoh ini mencoba memanipulasi pria sejenis itu dengan ancaman bunuh diri murahan?

​"Strategi marketing sampah," cibir Elena. "Kau tidak bisa menekan negosiator ulung dengan emosi. Tekan dia dengan data. Dengan kerugian."

​BRAK!

​Pintu kamar terbuka kasar. Seorang pelayan berseragam hitam putih masuk dengan wajah horor.

​"Nyonya!" jeritnya melengking. "Ya ampun, Nyonya Sora! Nyonya sudah sadar?!"

​Pelayan itu berlari mendekat, panik. "Tuan Kairo... Tuan Kairo sedang di jalan pulang! Satpam bilang mobil Tuan sudah masuk gerbang! Nyonya harus kembali ke tempat tidur! Pura-pura pingsan lagi atau menangis! Kalau Tuan lihat Nyonya berdiri begini, nanti dia marah karena Nyonya cuma main-main!"

​Elena menatap pelayan itu tanpa ekspresi. Jadi ini SOP rumah ini? Istri sakit, pelayan menyuruh bersandiwara?

​"Siapa namamu?" Suara Elena rendah, berat, tanpa nada rengekan.

​Pelayan itu mengerjap bingung. "M... Mina, Nyonya. Nyonya lupa?"

​"Mina," potong Elena. "Berhenti teriak. Suaramu polusi."

​Rahang Mina jatuh. Sora tidak pernah bicara begitu. Sora biasanya akan memeluknya sambil menangis histeris. Elena mengabaikannya, berjalan melewati Mina menuju sofa tunggal di dekat jendela. Dia duduk, menyilangkan kaki, bersandar dengan aura penguasa mutlak.

​"Tapi Nyonya..." Mina masih gagap, "Tuan Kairo sebentar lagi sampai! Kita harus panggil dokter! Atau Nyonya mau ganti baju dinas malam yang merah itu..."

​"Diam."

​Satu kata. Datar. Mengintimidasi.

​Mina langsung kicep. Bulu kuduknya meremang. Tatapan Nyonya Sora hari ini berbeda. Kosong, tajam, dan memandang Mina seolah dia adalah serangga tak berguna.

​Elena memijat pangkal hidungnya. Dia butuh bahan bakar agar otak encernya bisa bekerja menyusun strategi keluar dari neraca kehidupan yang berantakan ini.

​"Dengar, Mina. Aku tidak butuh dokter. Lukanya cuma goresan kucing, tempel plester selesai. Aku tidak butuh baju seksi. Dan aku tidak peduli suamimu—maksudku suamiku—pulang atau tidak."

​Elena menatap tajam pelayan itu.

​"Turun ke dapur. Buatkan aku kopi hitam. Americano. Double shot. Tanpa gula. Tanpa krimer. Harus panas."

​Mina melongo. "Ko... kopi hitam? Tapi Nyonya benci kopi? Nyonya biasanya minum teh melati..."

​"Manusia berubah. Seleraku kopi pahit sekarang. Sepahit hidup ini," potong Elena sarkas. Dia menunjuk meja nakas. "Dan satu lagi. Ambilkan laptop itu. Lalu cari di laci meja rias, kumpulkan semua buku tabungan, tagihan kartu kredit, surat kepemilikan aset, dan laporan pengeluaran rumah tangga bulan ini."

​Wajah Mina pucat pasi seperti melihat hantu. "Da... data keuangan? Untuk apa, Nyonya?"

​Elena tersenyum tipis. Senyum predator.

​"Untuk audit," jawabnya singkat. "Cepat kerjakan. Kalau dalam lima menit kopiku belum ada, kau kupecat."

​Kata "pecat" bekerja magis. Mina mundur teratur lalu lari terbirit-birit keluar kamar, melupakan fakta bahwa majikannya baru saja mencoba bunuh diri.

​Ruangan kembali sunyi. Elena menghela napas panjang, menyandarkan kepala. Matanya menatap keluar jendela besar, ke arah pelataran rumah mewah di bawah sana.

​Sebuah sedan hitam mengkilap baru saja berhenti.

​Pintu mobil terbuka. Seorang pria keluar.

​Dari lantai atas, Elena bisa melihat postur tegap itu. Jas hitam pas badan, langkah kaki lebar yang terburu-buru. Bukan langkah khawatir, tapi langkah penuh amarah yang siap meledak.

​Kairo Diwantara sudah pulang.

​Elena melirik pergelangan tangannya yang diperban, lalu kembali menatap sosok pria di bawah sana. Tidak ada rasa takut di matanya, hanya kalkulasi dingin.

​"Baiklah, Tuan CEO," bisik Elena pada kaca jendela. "Mari kita lihat, seberapa dominan kau menghadapi wanita yang tidak butuh uangmu."

1
E H Mukti
Kerennnn😍😍😍😍😍😍😍
E H Mukti
Hajar elena 🤣🤣🤣👌
lin sya
si Viktor sudah end,bakal ada musuh lgi yg muncul gk ya?
msih nunggu dimna elena alias sora mengungkapkan jati dirinya ke kairo, dripd trus berbohong yg ada nnti kairo kecewa, gk buruk jg klo jujur kairo kan bucin psti bsa nerima apa adanya 💪
@Resh@
keren banget puas banget tu si aki2 menggelepar🤣🤣🤣🤪🤪🤪
@Resh@
manpussssssssss🤣🤣🤣👏
Sulis Wati
si kakek2🤣 miskinn🤭
aliifa afida
nah ini yg dibilang author.. kairo mode singa bangun....
@Resh@
yeee singanya bangkit🤣👏👏👏
aliifa afida
thor disini pnggilnya kok elena ya?? bukannya sekarang elena ada d raganya sora ya??
Savana Liora: makasih kak. udah direvisi tapi masih review. kelewat saat edit td malam karena udah ngantuk banget. thanks👍
total 1 replies
tutiana
bagus,,, kairo hanya butuh pemicu buat jd singa
lin sya
tumben kairo cerdik, peka dan bisa lindungi mental sora, pasangan yg saling melengkapi dlm keadaan terpuruk, smgat kairo, bales tuh siaki2 yg sdh ganggu mental elena 🤣
Savana Liora: bukan tumben. hanya keterpurukan Sora yang mampu membangkitkan Kairo yg "mati suri"
total 1 replies
@Resh@
lanjut thor greget banget sam tu aki2 thor gak bisa kah el jujur aja siapa dia sebenarnya sama kai
Savana Liora: aku udah up 2 bab lg. tp masih review. tunggu aja
total 2 replies
lin sya
apa sora alias elena tau kelemahan siaki2, gak mngkin kan hdupnya ttp aman dan berjaya selama bertahun tahun, cari aj musuh bebuyutan siaki2 Viktor trus bersatu buat berantas klo prlu buat stroke kan sudah bau tanah 🤭
Savana Liora: musuh bebuyutannya sih banyak. tapi perpaduan elena+ kairo saja udah cukup kok bikin pak tua tumbang. tunggu saja
total 1 replies
@Resh@
amu mah santai suka aja karna laki2 maupun perempuan ini cocok , ada saatnya kairo jadi singa ada saatnya di nurut sama istri demi kebaikan🤣
lin sya
klo tau elena bereinkarnasi di tubuh sora, siviktor bkn takut malah ngebangunin jiwa psikopat nya, lgian elena bljr dri kegagalan masalalu gk mngkin gmpang tumbang justru siaki2 hrs waspada sm elena🤭
Savana Liora: komen cerdas
total 1 replies
@Resh@
lanjut dong thor sanggaup berpuluh2 bab🤣🤣🤣🤣💪💪💪
tutiana
keren
tutiana
dari 2 cerita Othor yg sudah aq baca ( gavin-kiana,,,sora/elena-kairo ),,,
suka banget karakter utama ceweknya kuat, pinter,dominan,
sampe bab ini, kairo belum sedominan gavin di cerita sebelah ya Thor, kesannya msh lbh dominan sora/elena
ditunggu next nya, kairo-soraelena sm kuat
semangat Thor
Aanisa aliya
anaknya dimana
Savana Liora: sama nanny
total 1 replies
@Resh@
lanjut kan thor penasaran buat si viktor menderita penjara aja gak cukuk harus gila mati juga gak cukup😜😜
Savana Liora: sudah up ya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!