NovelToon NovelToon
A Man Who Love Me

A Man Who Love Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Healing
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: yanahn

Celia Carlisha Rory, seorang model sukses yang lelah dengan gemerlap dunia mode, memutuskan untuk mencari ketenangan di Bali. Di sana, ia bertemu dengan Adhitama Elvan Syahreza, seorang DJ dengan sikap dingin dan misterius yang baru saja pindah ke Bali. Pertemuan mereka di bandara menjadi awal dari serangkaian kebetulan yang terus mempertemukan mereka.

Celia yang ceria dan penuh rasa ingin tahu, berusaha mendekati Elvan yang cenderung pendiam dan tertutup. Di sisi lain, Elvan, yang tampaknya tidak terpengaruh oleh pesona Celia, justru merasa tertarik pada kesederhanaan dan kehangatan gadis itu.

Dengan latar keindahan alam Bali, cerita ini menggambarkan perjalanan dua hati yang berbeda menemukan titik temu di tengah ketenangan pulau dewata. Di balik perbedaan mereka, tumbuh benih-benih perasaan yang perlahan mengubah hidup keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yanahn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duri dalam Mawar

Elvan menatap Isabella dengan tatapan tajam, “Cukup, Nyonya Mo. Saya mungkin bukan bagian dari keluarga terkenal seperti Anda, tapi saya mencintai putri Anda. Dan jika Anda berpikir cinta saya tidak cukup, maka biarkan saya membuktikannya.”

Isabella membalas tatapan Elvan, menilai pria di hadapannya dengan nada sinis. “Cinta? Kau pikir hidup cuma butuh cinta? Kau bahkan tidak tahu apa-apa. Apa kau tahu tentang beban yang dia pikul sebagai bagian dari keluarga Mo?"

“Cukup, Mom!” Celia akhirnya berseru, air mata mengalir di pipinya. “Jangan berbicara seperti itu pada Elvan. Dia jauh lebih baik dan lebih banyak memberikan kasih sayang daripada apa yang pernah aku dapatkan dari kalian.”

Isabella terdiam sejenak, terguncang oleh kata-kata putrinya. Namun, ia dengan cepat menguasai diri. “Ini bukan tentang cinta, Celia. Ini tentang masa depanmu. Tentang tanggung jawabmu sebagai putri keluarga Mo.”

Celia menggeleng dengan tegas. “Aku sudah bilang, aku tidak ingin ada hubungannya lagi dengan keluarga ini. Aku bukan putri Daddy, dan aku bukan bagian dari dunia kalian. Dunia kalian itu bukan milikku!”

Elvan menyentuh bahu Celia, memberi kekuatan dalam diam. “Jika Celia memilih untuk tidak kembali, maka itu keputusannya. Dia bukan boneka yang bisa Anda kendalikan," ucap Elvan sambil menatap Isabella.

Isabella mendengus pelan, lalu berbalik menatap Caleb. “Caleb, yakinkan saudaramu. Jangan biarkan ini berlarut-larut.”

Namun, jawaban Caleb justru bertentangan dengan keinginan Isabella. “Mom, mungkin sudah waktunya kita mendengar Celia. Dia punya hak untuk menentukan hidupnya sendiri.”

“Caleb, apa yang kau katakan? Jadi sekarang kau ada di pihak adikmu dan menentang Daddy-mu?" Isabella mendesis, frustrasi.

“Tidak, Mom,” Caleb menjawab tegas. “Aku tahu persis apa yang aku katakan. Aku tidak menentang Daddy, aku hanya mengikuti kata hati. Dan aku tidak akan memaksanya melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan.”

Suasana menjadi tegang, hingga akhirnya Isabella menghela napas panjang. Ia melangkah keluar dari vila, menatap Celia untuk terakhir kalinya. “Aku akan memberitahu Daddy-mu bahwa kau menolak. Tapi ingat ini, Celia, dunia tidak akan sebaik ini selamanya. Ketika kau jatuh, jangan harap aku atau Daddy-mu akan ada untukmu.”

Celia menunduk, tak mampu menjawab. Isabella pergi dengan langkah anggun, diikuti oleh Caleb yang menatap Celia sejenak sebelum akhirnya mengekor ibunya.

Setelah mereka pergi, Celia akhirnya roboh di pelukan Elvan. “Aku tidak tahu harus bagaimana lagi.”

Elvan membelai rambutnya, membiarkannya menangis. “Kamu bisa melewatinya, kamu tidak sendiri, Celia. Apa pun yang terjadi, aku di sini. Bersamamu.”

Celia memeluknya lebih erat, merasakan kehangatan yang memberinya sedikit harapan di tengah kekacauan hidupnya.

Lily berdiri tak jauh dari mereka, menyandarkan tubuh pada dinding dengan tangan terlipat di depan dada. Sorot matanya menunjukkan campuran keprihatinan dan kewaspadaan.

Setelah beberapa saat, tangis Celia mereda. Ia menghapus air matanya dengan punggung tangan, napasnya masih tersengal.

Lily melangkah maju, menatap Celia dengan tegas. “Celia, dengarkan aku. Kamu tidak bisa terus seperti ini. Maaf sebelumnya, seperti yang kita tahu, keluarga Mo itu licik. Kalau kamu tidak tegas, mereka akan terus menekanmu.”

Elvan mengangguk setuju. “Lily benar. Kalau kamu sudah memutuskan untuk tidak kembali pada mereka, kita harus siap melawan mereka.”

Celia menatap Elvan dan Lily dengan pandangan penuh keraguan. “Tapi... bagaimana kalau aku malah menghancurkan hidup kalian juga?”

“Itu tidak masalah,” Lily berkata dengan nada tegas. “Kamu harus kuat, kamu bahkan sudah bertahan di dunia modeling yang penuh tekanan, Celia. Ini hanya satu ujian lagi dalam hidupmu.”

Elvan menggenggam tangan Celia, menatapnya dengan lembut. “Dan kamu tidak sendiri. Aku di sini. Lily di sini. Kita hadapi ini bersama.”

Celia menarik napas panjang, namun kegelisahan masih tergambar jelas di wajahnya. “Tapi ibuku… dia selalu punya cara untuk membuatku merasa tak berdaya.”

“Kamu tidak perlu takut pada ibumu,” ujar Lily. “Dia mungkin punya kuasa, tapi dia tidak bisa mengontrolmu jika kamu tidak memberinya kesempatan.”

Elvan menambahkan, suaranya tegas namun penuh ketenangan, “Dia memang ibumu, Celia. Tapi kamu yang punya hak atas hidupmu sendiri. Jika dia tidak bisa menerima itu, maka masalahnya bukan di kamu, tapi di dia.”

Celia memejamkan mata sejenak, mencoba mencerna kata-kata mereka. Keberanian kecil mulai tumbuh dalam dirinya. Ia menatap Elvan dan Lily bergantian, lalu mengangguk pelan. “Baiklah. Kalau begitu, kita lakukan ini. Aku tidak mau dia terus mendikte hidupku.”

Senyum kecil terlukis di wajah Lily. “Itu dia. Aku akan pastikan semuanya aman. Kalau keluarga Mo mencoba menyerangmu lewat dunia modeling, kita akan siapkan langkah antisipasi.”

Elvan menyusul, “Aku akan bicara dengan beberapa teman media. Jika mereka mencoba menyebarkan gosip atau skandal, kita harus siap.”

Celia menarik napas panjang, membiarkan rasa hangat dari dukungan mereka meresap ke dalam hatinya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa sedikit lebih kuat. “Terima kasih,” bisiknya tulus.

Elvan tersenyum, menggenggam tangannya lebih erat. “Kamu tidak perlu berterima kasih. Ini awal yang baru. Kita akan melaluinya bersama.”

Lily mengangguk, menyentuh bahu Celia dengan penuh kasih. “Kamu punya kami. Apa pun yang terjadi, kami akan selalu mendukungmu.”

Celia tahu bahwa jalan di depannya tidak akan mudah, tetapi untuk pertama kalinya, ia merasa punya kekuatan untuk melawan. Dengan Elvan dan Lily di sisinya, ia tahu ia tidak akan menghadapi semuanya sendirian.

1
Little Fox🦊_wdyrskwt
benar sekali setidak nya bisa dimakan
Seojinni_
Lanjut kakkkkk
Seojinni_
🤣
Seojinni_
Astaga Elvan, bener2 Lo ya 🤣
🌙yellow sirene chipsz🧜🏻‍♀️
wkwkwk disuruh bikin sendiri 😭🤣
🌙yellow sirene chipsz🧜🏻‍♀️
meleleh sama kata2 Elvan 🫠🫠🤧🤧
mampir ya thor
yanah~: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
Cassandra
sweet bangett Elvan dan Celiaa/Proud/
Seojinni_
Aku mampir ✌️ Ceritanya bagus kak
yanah~: Terimakasih banyak kak 🤗
total 1 replies
Seojinni_
Wowww aku suka cowok tampan dan wangi ( ˘ ³˘)♥
Author15🦋
wkwk
Author15🦋
aku udah mampir nih thor🔥❤
🌙yellow sirene chipsz🧜🏻‍♀️
wkwk Lily 😭😭 org udah hanyut dlm romansa
codefive_
Iya iya selamanyahhh🤏🏻🤏🏻
codefive_
Aku tau otak kamu van!! Xixixixi
codefive_
CELLLLL TOLONG KONDISIKAN READERS WKWKWKWK
codefive_
AKKKKK kamu juga segalanya buat aku elvan.. kyaaaaa!!🫣🫣
codefive_
GREEN FOREST SEKALI KAMU ELVAN🤏🏻🤏🏻
codefive_
How sweet awww🥹🥰
codefive_
Hot bgtttt gilssss🤭🤭🤭🤭🤭🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!