Ini adalah kisah perjalanan hidup dan rumah tangga Arya Wiguna Albert Kim Said dengan saudaranya (Keluarga Besar Wiguna).
Lika-liku kehidupan, aroma balas dendam serta cinta buta yang membuat hubungan mereka menjadi rumit.
Kebersamaan, kekompakan di antara mereka membuat musuh-musuh mereka menciut nyalinya.
Penantian yang kadang membuat mereka ingin menyerah dengan keadaan, tapi keyakinan mereka tetap satu untuk terus bersabar dalam penantian.
Jika bertahan dalam penantian adalah jalan yang paling terbaik, maka aku akan tetap menjaga hati dan raga ini hanya untukmu Seseorang yang aku kasihi setulus hati, jiwa dan raga hingga maut menjemput.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 27. Pertemuan Pertama dengan si Kembar
Happy Reading...
Arya berusaha untuk mengejar Delia. Bahkan Arya mengemudikan mobilnya dengan Ugal-ugalan agar tidak kehilangan jejak Istrinya.
Delia sebelum pulang ke rumahnya, terlebih dahulu singgah ke rumah Dessy.
Setiap hari jika Delia berangkat kerja dan anak-anaknya sudah pulang sekolah pasti Mereka akan dititipkan di rumah Dessy.
Dessy merasa tidak terbebani dan baginya tidak Masalah. Saat ini Dessy sudah mengandung anak pertamanya,usia kandungannya sudah Memasuki 5 bulan.
Dessy sangat senang jika si kembar ada dan rumahnya tidak akan sepi lagi jika anak-anak Delia berada di rumahnya. Maklumlah Dessy tinggal dengan Suami dan beberapa ART Saja. Setelah menikah Dessy lebih memilih untuk jadi ibu rumah tangga dan memiliki rumah pribadi yang jauh dari keluarganya.
Arya tak menghiraukan lagi rambu-rambu lalu lintas. Arya tidak ingin kesempatan untuk bertemu dengan Istrinya tanpa pengawasan dari anak buah Ayahnya lolos lagi.
Delia mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang Saja. Sedangkan Arya bagaikan Pembalap Formula Saja yang berada di sirkuit.
untung saja lampu menyala jadi Delia dan Arya sama-sama menghentikan mobilnya. Arya bersyukur berkat lampu merah dia tidak kehilangan jejak Istrinya.
Lampu merah menyala, Para pengendara menjalankan masing-masing kendaraannya tak terkecuali Delia dan Arya.
Delia membelokkan motornya ke arah jalan menuju kompleks perumahan Dessy.
Arya menghentikan mobilnya tidak Jauh Dari rumah Dessy.
Ting tong... Ting tong...
Suara bel pintu rumah Dessy.
"Pasti itu mama KK Zack" ucap Zoe
"Ayo kita buruan buka pintunya" ucap Zack
Mereka tidak ingin terlalu merepotkan ART Dessy.
"Kasihan kalau Harus Aunty Dessy yang membukakan pintunya,Kasihan sama dedenya" ucap Zack
Mereka berlarian menuruni tangga. Pintu pun terbuka menampakkan wajah Mamanya.
Mereka langsung berhamburan memeluk tubuh Mamanya.
Karena pagarnya tidak tertutup jadi Arya Bebas melihat interaksi antara Delia dan anak-anaknya. Arya menitikkan air matanya disaat dia Melihat buah hatinya yang telah Lama dia rindukan.
"Maafkan Ayah nak, Ayah belum bisa memperjuangkan kalian, bersabarlah menunggu ayah pulang".
Jiak ada yang melihat penampilan Arya saat ini pasti akan merasa heran dengan apa yang dilihatnya. Karakter Arya sangat berbanding terbalik jika berada di perusahaannya ataupun sedang menghadapi Rekan bisnisnya.
"Makasih Delia, kamu menjaga dan merawat anak-anak Kita dengan sangat Baik". Ucap Arya.
Pandangan Arya tak lepas dari anak-anak dan Istrinya, bahkan Arya tidak menghiraukan hpnya yang tak berhenti berdering.
"Aunty Dessy mana nak?" tanya Delia
"Aunty Dessy ada di kamarnya ma" ucap Zoe
"Zack kemas barang-barangnya nak, kita akan pulang ke rumah"
"Hore kita pulang" Teriak Zoe dengan gembira.
"Kamu sudah datang Del?"
"Iya, aku mau jemput anak-anak"
"Kok pulangnya lambat banget biasanya kan kamu ada di sini sebelum jam '9, kerjaanmu lancar-lancar saja kan?" tanya Dessy
"Alhamdulillah semuanya lancar cuma tadi aku selesaikan Kerjaan aku kamu kan tahu aku tidak mau bawa ke rumah Kerjaanku".
"Anak-anak anteng-anteng saja kan Dessy, mereka gak nakal?"
"Biasa lah anak-anakmu terlalu cepat dewasa nya dari umurnya"
Delia hanya menanggapinya dengan senyum.
"Zack dan Zoe Salim sama Aunty Dessy nak"
Perintah Delia.
Sikembar langsung mencium tangan Aunty Dessy.
"Makasih banyak Dessi kamu Sangat membantuku mengjaga Mereka,aku tidak tahu menitipkan mereka dimana, kamu tahu aku gak mudah percaya kalau masalah mengurus dan menjaga anak-anakku"
"Kamu kayak sama siapa saja".
"Aku pamit dulu Dessy,udah terlalu larut nih"
"Hati-hati di jalan "
"Assalamualaikum" ucap Delia.
"Waalaikum salam" jawab Dessy.
Delia mengendarai sepeda motor matic kesayangannya dengan sangat pelan dan hati-hati. Jika anak-anaknya tertidur di jalan, maka Delia akan mengikat pinggang anaknya ke pinggangnya dengan tali khusus untuk menghindari agar anaknya tidak terjatuh.
Karena jarak dari rumahnya Dessy dengan rumahannya tidak lah jauh hanya membutuhkan sekitar 10 menit Saja.
Delia tidak Lagi tinggal di rumah pemberian Suaminya, karena Delia Merasa sedih Jika mengingat kenangan bersama suaminya yang begitu singkat. Delia memilih rumah yang sederhana dan cukup untuk mereka bertiga.
Delia memarkirkan motornya di garasi yang berada di samping rumahnya.
Arya mengikuti Delia dari belakang. Arya semakin dibuat Sedih dan sangat menyesal setelah melihat Cara Delia membonceng anak-anaknya padahal keadaan sudah larut.
"Aku berjanji sama kalian,Ayah akan berusaha memperjuangkan kalian di hadapan kakekmu. Walaupun aku harus meninggalkan semua yang aku miliki sekarang". Arya bertekad demi kebahagiaan Istri dan anak-anaknya apa pun akan Arya lakukan.
Delia menggendong Zoe yang ketiduran. Sedangkan Zack membantu mamanya menutup dan mengunci pintu rumahnya.
Setelah lampu Rumah Delia padam barulah Arya meninggalkan rumah Istrinya.
Ke Esokan Harinya seperti biasa Delia akan mengantar anak-anaknya terlebih dahulu ke sekolahnya, setelah itu barulah Delia berangkat ke kantornya.
Ternyata Arya Sudah berada di jalan dekat rumah Delia. Arya Ingin melihat anak-anaknya sebelum memulai aktifitasnya.
Seperti itulah setiap harinya, Kebiasaan baru Arya. Arya pasti singgah ke Depan rumah Delia sebelum ke Kantornya. Jika Hari Libur Arya akan Menjadi Stalker dan mengikuti ke mana pun anak-anak dan Istrinya berada.
Sesampainya di sekolah sikembar, Setelah anaknya masuk Delia langsung menjalankan motornya. Hal itu dimanfaatkan Arya untuk menemui anak-anaknya. Kebetulan Jam pelajaran belum dimulai jadi Arya masih punya waktu untuk menemui anaknya.
Arya memanggil Zoe. Zoe langsung berbalik dan melihat siapa orang yang telah memanggilnya.
"Kak jangan ke Sana,mam kan sudah bilang kalau ada yang memanggil kita terus orang itu gak kita kenal berarti kita tidak boleh ke sana" Ucap Zoe
Tapi Zack tidak mengindahkan peringatan dari adiknya. Entah kenapa Setelah melihat wajah Arya Zack merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan selama ini.
"kakak yakin paman itu baik dan tidak jahat Zoe, Ayo kita ke sana, jangan takut, kalau orang itu jahat kita berteriak dan lari".
"Tapi kakak,Zoe takut" Rengek Zoe
"Kalau kamu takut,kamu tungguin kakak di sini saja"
"Aku ikut Kakak Saja"
"Baiklah kalau begitu kita ke sana".
Zoe dan Zack berjalan ke arah Mobil Arya. Zoe semakin memegang erat tangan kakaknya.
"Assalamualaikum Paman" Salam dari Zack
Arya mematung setelah melihat langsung anak-anaknya. Bahkan Arya tidak bisa berucap apa-apa.
"Assalamualaikum Paman"
Zack mengulang salamnya.
Karena tidak ada tanggapan dari Arya. Zoe langsung mencubit tangan Arya.
""auhhh"
Akhirnya Arya tersadar dari lamunannya.
"Waalaikum salam, Maaf Paman tadi tidak mendengar baik salammu"
"Paman kalau ada yang memberi salam dijawab dong,kata mamaku Dosa kalau tidak menjawab salam orang Paman"
Zoe Akhirnya mengeluarkan Aura cerewetnya.
Arya tertawa cengengesan dengan kelakuannya sendiri.
"Maafkan paman yah nak".
"Permintaan maaf paman Zoe terima tapi Zoe tidak ingin kalau paman mengulanginya lagi"
"Baik Bu bos" Arya memberi hormat kepada Zoe seakan-akan Arya dimarahi oleh bosnya.
"Oiy Paman tahu namaku dari mana?".
Tanya Zack
"ohh itu, Sebenarnya paman adalah Ayah kalian" sayangnya ucapan itu tertahan di bibirnya.
"paman adalah teman sekolah mama kalian, makanya paman kenal kalian" jawab Arya.
Mereka berbincang-bincang santai sambil menunggu jam pelajaran sikembar di mulai.
Arya tetap memperkenalkan nama aslinya. Arya menemui anak-anaknya tanpa memakai Maskernya.
Sebelum mereka berpisah Arya memeluk anak-anaknya dan meminta ijin untuk bertemu kembali di lain waktu.
Si kembar merasakan hal yang tidak biasa bahkan mereka merasakan Ayahnyalah yang mereka peluk. Begitu besar ikatan hati mereka. Begitulah mungkin jika seseorang memiliki hubungan darah.
Karena Arya memiliki janji Meeting dengan kliennya terpaksa Arya Wiguna meninggalkan sekolah anak-anaknya.
TBC ..
Akhirnya si kembar bertemu dengan Ayahnya yah Readers... Senangnya hati ini.. Gimana dengan Readers satukan mereka secepatnya atau gimana???
Yang penasaran dengan kelanjutan kisah mereka, Tetap jadikan Favorit BDP Yah Readers 🙏💗
Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang telah memberikan Votenya sehingga BDP Nangkring di posisi 14 besar,🙏🙏💞😘
Fania ucapkan Makasih Banyak kepada kakak onlinenya fania yang telah memberikan Giftnya.💗💞🙏🙏
atau lebih baik di ganti dengan tidak sadarkan diri gitu,soalnya pengulangan kata pingsang mu terus dari awal sangat"mengganggu🙏