NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:529.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Lampu neon di lorong tahanan menyala redup, menciptakan bayangan dingin di dinding-dinding lembap.

Setelah Elara pergi, petugas menutup pintu ruang kunjungan dengan suara logam yang menggema.

Zavier berdiri kaku di dalam selnya.

Beberapa detik kemudian, lututnya melemah, dan ia jatuh duduk di lantai sel, menunduk dalam.

Begitu pintu sel terkunci di belakangnya, semua pertahanan di wajahnya runtuh.

Tangisnya pecah.

Tanpa bisa menahan lagi, Zavier memukul-mukul dinding.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa aku sebodoh ini?!"

Ia bersimpuh, air matanya mengalir deras. Suara tangisnya bergema, namun tak ada yang peduli. Dia melirih sendiri.

Sambil terisak, ia menarik rambutnya sendiri, menyalahkan diri. "Aku menghancurkan rumah tanggaku demi Elara. Aku menyakiti Zhea dan meninggalkan anakku demi Elara juga. Dan aku, sampai menghilangkan nyawa Papa karena Elara juga ... tapi kini, di saat aku terpuruk dan hancur ... dia pergi begitu saja. Meninggalkanku jatuh dan menderita sendirian ..." Ia menangis lebih keras, suaranya parau.

"Kenapa aku buta? Kenapa aku bodoh sekali? Aku membuang istri yang selalu ada, demi untuk bisa bersama dengan Elara ..." Ucapannya tersendat di sela tangis yang memecah dadanya. "Kini aku kehilangan semuanya. Kekayaan, jabatan dan keluarga ... semua itu karena Elara ..." Zavier terus memukul-mukul dinding, lalu berpindah memukul-mukul kepalanya.

Zavier memeluk lututnya, menutup wajah. Ingatan itu datang bertubi-tubi seperti pukulan.

Momen ketika ia pertama kali mengkhianati Zhea. Pertama kalinya ia melakukan zina dengan Elara.

Flashback

Jam sudah melewati angka sebelas malam. Kantor sudah sunyi, hanya lampu-lampu temaram yang tersisa, menemani Zavier yang masih tenggelam dalam tumpukan berkas.

Elara, sekretarisnya, tetap di sana meski sudah beberapa kali ia suruh pulang. "Pak, saya buatkan kopi lagi ya?" tanya Elara, suara lembutnya memecah keheningan.

Zavier hanya mengangguk lelah, matanya tetap terarah pada laporan di depannya. Satu bulan terakhir ia begitu sibuk dengan proyek besar perusahaan, bahkan pulang larut sudah menjadi rutinitas. Dan, tanpa ia sadari, jarak fisik dengan Zhea pun makin melebar.

Saat Elara kembali dengan segelas kopi, ia meletakkannya sedikit terlalu cepat, membuat kakinya tersandung kabel printer di lantai.

"A-astaga, Elara!"

Tubuh Elara kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh ... tepat ke pangkuan Zavier.

Momen itu membuat waktu seperti berhenti.

Tubuh mereka begitu dekat. Napas Elara mengenai leher Zavier. Aroma parfum vanila yang selama ini hanya samar ia cium setiap kali gadis itu mendekat kini terasa sangat jelas ... mengundang.

"Elara ... kamu nggak apa-apa?" Suara Zavier terdengar serak, jauh berbeda dari biasanya.

Elara mengangkat wajah, kedua mata mereka bertaut, terlalu dekat, terlalu lama.

"Maaf, Pak ... say--" Belum sempat Elara menyelesaikan kalimatnya, Zavier  merasakan sesuatu yang menegang di dirinya. Satu bulan tanpa menyentuh Zhea, tiga puluh hari penuh dengan pekerjaan dan stres ... dan kini wanita di pangkuannya menatapnya dengan mata bergetar, bibir sedikit terbuka.

Sebuah celah kecil ... yang langsung memantik hasrat.

"Elara ..." kali ini ia menyebut nama dengan mata sayu, terdengar samar seperti bisikan.

Elara merasakan perubahan itu. Bahunya naik-turun menahan degup jantung. Lalu ... tanpa pikir panjang, tanpa logika ... ia menunduk.

Bibirnya menyentuh bibir Zavier.

Perlahan. Ragu. Tapi ada api di baliknya.

Zavier membeku. Selama beberapa detik ia masih sempat berpikir, ini salah ... bahwa ini tidak seharusnya terjadi.

Namun ketika Elara kembali menekan bibirnya, lebih dalam, lebih berani ... pertahanan itu runtuh seketika.

Tangan Zavier naik, memegang pinggang Elara, menariknya lebih dekat. Kopi di meja hampir tumpah saat ia mendorong berkas-berkas menjauh, membuat ruang di meja untuk tubuh mereka.

"Ela ... kita nggak boleh ..." bisiknya, tapi ia tetap membalas ciuman itu.

Elara tersenyum tipis di sela napas mereka. "Kalau nggak boleh ... kenapa Bapak nggak menghentikan saya?"

Pertanyaan itu seperti kunci terakhir yang membuka pintu.

Zavier tidak menjawab. Ia hanya mencium Elara kembali, kali ini tanpa menahan diri. Ciuman itu berlanjut, makin panas, makin dalam. Tangan mereka menyusuri punggung, pinggang, leher ... mencari pegangan di tengah badai hasrat.

Mata hati Zavier tertutup kabut nafsu durjana. Ia mendadak tidak ingat Zhea. Tangannya dengan tergesa melucuti semua benang yang menempel di tubuh sekretarisnya. Lalu berpindah menanggalkan semua pakaiannya.

Zavier memindahkan Elara ke sofa, memandang kagum pada tubuh sintal Elara yang kini sudah tanpa penghalang. "Ela ..." Suara seraknya mengalun sensual.

"Pak Zavier ... lakukan, Pak. Saya ikhlas ..." desah Elara tak kalah sensual sambil membuka kedua pahanya lebar-lebar. Hingga nampak lah bagian pribadi yang begitu menggoda dan membuat Zavier blingsatan, bak kehilangan kewarasan.

"Tidakkah kamu menyesal menyerahkan kegadisanmu padaku?" Zavier mulai menggesekkan miliknya ke bagian pribadi Elara.

Elara menggigit bibir sambil merem melek. "T-Tidak, Pak. K-Karena saya sudah lama ... menaruh hati pada Bapak. Saya jatuh cinta pada Pak Zavier sejak pandangan pertama ..."

Zavier menghentikan kegiatannya. "Kamu serius?"

"Iya."

"Tapi saya sudah punya istri, Ela ..."

"Tidak apa-apa, Pak. Saya bersedia jadi yang kedua. Lakukan, Pak. Saya mau merasakan Bapak malam ini. Saya mau menyatu dengan Bapak seutuhnya."

Zavier tak lagi menahan diri, dia mendorong miliknya hingga akhirnya berhasil menjebol pertahanan Elara.

Dan malam itu, di ruangan kantor yang seharusnya hanya menjadi tempat kerja, garis batas moral yang dulu begitu tegas tiba-tiba mengabur ... lalu hilang sama sekali.

Itulah pertama kalinya mereka terjatuh ke dalam dosa yang akhirnya menghancurkan segalanya. ingatan durjana itu usai.

"Zhea ... m-maafkan aku?" Zavier meraung, memukul dadanya sendiri. "Zhe-za ... m-maafkan Papa, Nak ..." Raungannya semakin kencang.

Bayangan lain pun datang, ketika ia mendorong Soni yang mengakibatkan ayahnya tiada.

"Papa ... maafkan aku ... maaf ..." Penyesalan semakin menggelayuti kalbu, jiwa serta raga hingga membuatnya ingin mengakhiri hidupnya.

"Ini semua gara-gara Elara! Semua ini gara-gara wanita sialan itu!" Zavier masih meraung, malah kini suaranya makin pecah. "Sekarang ... dia pergi begitu saja. Meninggalkanku yang sudah terpuruk." Air matanya jatuh tanpa bisa dihentikan. "Papa pergi ... Zhea dan Zheza pergi ... semua keluargaku membenciku ..." Ia menggeleng putus asa. "Dan aku, terjebak di sini sendirian." Zavier menarik napas terengah, tubuhnya gemetar.

Tidak ada lagi aura arogan.

Tidak ada lagi kesombongan.

Tidak ada Zavier yang dulu merasa paling berkuasa dan paling kaya.

Yang ada hanya seorang laki-laki muda yang hancur oleh kesalahannya sendiri.

"J-Jika waktu bisa diulang kembali ... aku tidak akan mengkhianati Zhea. Aku tidak akan menghancurkan rumah tanggaku sendiri demi wanita hina seperti Elara. Aku menyesal ... Tuhan. Aku ingin kembali. Aku ingin meminta maaf pada Zhea dan anakku. Pada Mama, Arin dan keluarga besarku ... aku menyesal ... aku tidak mau di sini sendirian. Aku ingin kembali ke keluargaku ..."

1
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣kan jadi perang dunia ke 4🤭🤭🤭
Ama Apr: Haha seru ya
total 1 replies
Masha 235
dan pacarnya tu suaminya Riri pasti...🤭
Ama Apr: Kita tunggu saja kelanjutan 2 ratu drama itu🤣
total 2 replies
Sunaryati
Ya memang kamu harus mengikhlaskan, dan berharap mereka bahagia Zavier
Ama Apr: Sippp itulah lelaki sejati🥹
total 1 replies
Sunaryati
Emak harap pertunangan sampai pernikahan lancar, sebaiknya barengan saja sama Rafly toh Zhea yang keduy
Ama Apr: Hehe, iya. rafly kayaknya nanti klo zhea udah nikah😂
total 1 replies
Sunaryati
Sukses Tari
Ama Apr: Makasih mak🫰
total 1 replies
Sunaryati
Tak sadar juga malah makin menjadi. Kami benar Tari, jika kau diam kau yang akan dibunuhnya
Ama Apr: Huhu iya
total 1 replies
Ita Xiaomi
Ndak boleh lebih ya😁
Ama Apr: Haha iya, nanti kebablasan
total 1 replies
@Mita🥰
😭😭😭😭😭😭😭
Ama Apr: Terharu y kk🥹
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Ama Apr: siapp🫰
total 1 replies
Uthie
Akhirnya... sejak awal mampir sudah sampai di masa penantian kembali 🤩🤩😍😍

Menandakan cerita ini amat sangat berkesan untuk sy lanjuti menyimak nya terus 👍👍🤗🤗🤗

semangat selalu 👍👍👍👍
Ama Apr: Makasih kk😘😘😘. Aku senang kalau ceritaku berkesan di hati kk. Sipp🫰🫰🫰
total 1 replies
Uthie
rasain ulah penjahat 😡
Ama Apr: Kesel ya
total 1 replies
Jetva
KETIKA KAMU MASIH HIDUP DALAM KEBOHONGAN..APAKAH KAMU MENDENGAR SUARA AYAH DAN IBUMU MEMBERI NASEHAT DAN PERINGATAN AKAN MASA DEPANMU YG SURAM KRN MENYOLIMI ISTRIMU ???...TIDAK, KAMU MALAH MERASA DIRI HEBAT...MENGHIANATI ISTRIMU MENJADI KEBANGGAAN N KECONGKAKAN DIRIMU KRN KAMU MENGANGKAT KEPALAMU MENANTANG ORTUMU TTG PERNIKAHAN KEDUA DIRIMU......SUNGGUH KAMU TELAH MATI SAAT ITU...SAAT DIMANA KAU MENENTANG DGN PONGAH ORTUMU, PADAHAL KAU TAK TAU SIAPA ELARA YG SESUNGGUHNYA...TERIMA SAZA HUKUMANMU YG TIADA ARTINYA KRN NYAWA AYAHMU TAK BISA ADA LAGI...KAU KEHILANGAN TOTAL HIDUPMU...🤨🤨🤨🤨
Ama Apr: 🥹🥹 penyesalan selalu datang terakhir ya kk
total 1 replies
Soraya
semoga cepet ketauan lwt CCTV klo zavir yg bikin ayahnya meninggal
Ama Apr: Lanjut kk🫰
total 1 replies
Ita Xiaomi
Insyaa ALLAH berkah dan lancar usahamu Tari.
Ama Apr: Aamiin🫰
total 1 replies
@Mita🥰
selamat tinggal ayah bunda👋👋👋👋
Ama Apr: Haha iya
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Ama Apr: Makasih Kk🫰, ayolah lanjut baca🤭
total 1 replies
Yuningsih Nining
ada bagus nya juga lah gantari gak lagi di akui ortu durjana nya, udah kelewat salah ngeyel merasa benar
bangkai di tutupi di buang gmn pun pasti tercium juga wuooyy laras gusti
Ama Apr: ikut emosi y kk🥲
total 1 replies
Ita Xiaomi
😢😢😢. Didikan org tua bs mengubah segalanya.
Ama Apr: Huhu🥹
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Gusti dan Laras sudah gila, kok malah menyalahkan gantari, untuk semua masalah yang sudah terjadi, dan juga untuk meninggalkannya guntur. kalian sadar bos? yang jahat dan serqkah kan kalian juga, kalau kalian ga serakah, guntur masih hidup. dasar ga waras
Ama Apr: Sudah gelap mata mereka
total 1 replies
May Maya
malah bgus tari gk d aku anak lg oleh kalian org tua durjana, dah salah tp masih aja merasa benar bangkai d tutupi tetap aja tercium bgtu jg dgn kejahatan Klian itu. tari sumpahan atau cacian dari org tua durjana macam mereka tuh GK akan d dngar tuhan malah nanti nya balik k mereka jg.nanti KLO mereka knp2 entah sakit atau meninggal wessss masa bodo sja toh kau dah GK d anggap kau org asing bagi mereka itu pilihan mereka
Ama Apr: Iya, ikut sakit hati. Apalagi pas aku nulis Tari diludahi sm Gusti🥹 sakit bgt ih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!