NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:47.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

( Berkunjung ke mansion utama.)

Axel mendengus, sementara Juan masuk ke depan, duduk bersama sang sopir. Tidak lama mobil mulai melaju dan di ikuti beberapa buah mobil-mobil mewah, dari belakang-nya.

Axel melirik istri-nya, lewat ekor mata-nya. Baru kali ini dia melihat istri-nya berpakaian yang menunjukkan bahwa dia seorang perempuan. setelah sadar dari koma. Biasa-nya Carlin memakai t-shirt oversize dengan celana Jogger 1 set jumpsuit, atau pajama panjang.

  " Apa kamu, masih marah pada ku?" Axel bertanya dengan nada yang kecil. Biar Juan dan sopirnya, tidak bisa mendengar.

" Sampai kapan pun, aku akan selalu marah' padamu. Jadi berhenti mengajak ku untuk bicara." balas-nya. Dengan nada yang keras, karena cuacanya juga sedang hujan deras.

Axel menghela nafas, dia tidak menyangka bahwa istri-nya masih awet marah. Padahal sudah 2 Minggu, mereka tidak bertemu. Dia memang belum sempat menjelaskan semuanya kepada istri-nya. Karena begitu banyak masalah, dan urusannya.

Juan dan sopirnya saling pandang, mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi di antara pasangan suami-istri itu.

  " Axel? "

" Apa...!"

" Bisa kah, Kita berhenti, di depan sana. sebentar? "

" Mau, apa? "

" Aku, mau singgah di cafe. sebentar! "

   " Untuk, apa? "

" Pertanyaan bodoh, macam apa ini Axel? Tentu saja aku mau singgah di cafe, karna aku mau membeli makanan, dan juga minuman. Memangnya kamu pikir aku mau ngapain? Tidur?" ucapnya galak.

Axel mendengus dingin, karena untuk Kesian kalinya dirinya di marahin istri-nya. Mana dia lupa menekan tombol pembatas kursi depan, dan kursi belakang. juan dan sopir-nya jadi bisa mendengar-nya sekarang.

 " Pak, berhenti di depan cafe." ucap Axel.

" Baik, tuan...!"

Setelah beberapa menit kemudian, sang sopir langsung menghentikan laju mobilnya. Tepat di depan cafe, yang cukup ramai di kunjungi oleh orang-orang, Axel memberi code kepada Juan, untuk membeli makanan, dan minumannya.

" Aku, beli sendiri? " Ucap Lea yang ingin membuka pintu mobil-nya, Tapi Axel segera memegang pergelangan tangan-nya. Lea menaik sebelah alis-nya, seolah-olah bertanya ada apa?

" Terlalu, bahaya kita tunggu di mobil saja' biar Juan, yang membeli-nya." keputusan Axel itu sontak membuat Lea melebarkan matanya.

" Bahaya, apanya? Jangan terlalu lebay deh!"

" kalau, aku bilang bahaya' yah bahaya Carlin. Kamu nggak tau musuh aku ada di mana-mana? Sekarang terserah kamu, kalau mau turun kita lanjutkan perjalanannya." ucap Axel yang tak ingin di bantah. Dia juga meninggi suaranya. Tidak perduli masih ada Juan, dan juga sopir-nya.

 " Terserah, kamu saja?" balas Lea yang begitu kesal, dia membuka kaca jendela mobil-nya. Lebih baik dia melihat ke luar jendela, dari pada melihat wajah Axel, yang menyebalkan itu.

" Juan, beli sana? " ucap Axel.

    " Baik tuan, Tapi nyonya ingin membeli makanan, dan minuman. jenis apa?" tanya Juan. Karena bagaimanapun juga, yang ingin makan dah minum nyonya-nya, dia tidak bisa asal membeli-nya.

  " Kenapa, kamu masih bertanya, beli saja semua-nya, yang ada di jual di cafe itu..." bentak Axel.

Juan meringis dalam hatinya, dia hanya mengangguk, kemudian Menuju ke arah cafe untuk membeli pesanan nyonya-nya.

Tanpa Axel sadari, seseorang sedang memotret Lea dari jarak jauh. Dia bisa melihat dengan jelas wajah Lea. Karena wanita itu membuka pintu jendela mobilnya hingga full. Lea dan Axel sama-sama tidak melihat pria itu, karena dia sembunyi di seberang jalan raya.

*****

   ( New york. )

Sementara itu, di apartemennya Bryan. Mereka sedang berkumpul Bryan dan Alvin serta pamannya Paul. dan juga sepupunya Noel. Yang lagi-lagi datang untuk meminta bagiannya. Sebenarnya Bryan dan kakaknya juga tidak pernah menganggap Paul sebagai keluarganya, karena memang pamannya itu tidak pantas di anggap sebagai keluarga. Paul adalah adik dari almarhum ibunya.

" Kalian ini, memang sebenarnya tidak tahu malu ya? Harta Lea itu punya Bryan. kalaupun Lea mewariskan semua hartanya yang pantas menerimanya adalah Bryan. Bukan kalian?" ucap Alvin geram.

" Diam, kamu bocah ingusan. Sudah sepatutnya harta keponakan ku, di wariskan kepada ku? Kamu jangan sok tahu." ucap Paul Keras kepala.

" Sewajarnya? Kalau begitu sudah cukup beberapa hari yang lalu, anda sudah menjual barang-barang Lea. Anda tidak tahu menahu bahwa Lea bekerja di tengah malam untuk mendapatkan semua harta-nya! Anda malah enak-enak minta di bagi hartanya." balas Alvin

Sedangkan Bryan masih berdebat dengan sepupunya Noel, yang ingin membawa barang-barang berharga kakaknya. Sementara dia selama ini tidak pernah berani menyentuhnya Saking mahalnya barang itu.

" Jangan, terlalu serakah Bryan. Kamu sudah memiliki semuanya." ucap Noel.

Bryan Sontak tertawa terbahak-bahak, tapi matanya berkilat tajam. Dengan cepat dia merampas Gucci, yang harganya ratusan ribu Rubel. dari tangan sepupunya tidak akan Bryan membiarkan Gucci itu di rampas begitu saja. Sudah cukup beberapa lukisan figuran puluhan Rubel, di jual paman dan sepupunya.

   " Kata-kata itu, lebih cocok untukmu, dan ayahmu! kamu dan ayahmu. bahkan sudah mengambil beberapa barang-barang kakakku' Apa kamu pikir harganya murah? Dan sekarang masih mau mengambilnya lagi, dasar tidak tahu malu." pergi sana Bryan menendang sepupunya Dengan kuat, karena kesal.

   Bruk~

" Aaahh..."

Noel membentur dinding dengan keras, Bryan tersenyum puas. Sementara Paul langsung datang, saat melihat putranya di tendang Bryan.

" Noel..."

  " Bryan, berani-beraninya kamu. melakukan kekerasan kepada putra ku?" raung Paul, kemudian mendekat ke arah Bryan.

Dor~

Alvin yang sudah nggak tahan lagi, melihat 2 orang itu, melayangkan tembakan ke arah samping Noel. Selama ini dia sudah cukup bersabar menghadapi ke 2 orang itu, untuk tidak mengunakan senjata api.

    " Ayah...!!!"

Noel berteriak, Sementara Paul terkejut, dia menatap tajam ke arah Alvin, sedangkan Bryan menjauhi paman, dan sepupunya. Sambil memeluk Guci kakaknya dengan erat.

" Coba saja, kalau berani menyentuh tubuh Bryan. Dan meminta bagian dari harta Lea maka detik ini juga, aku akan menjadikan kalian berdua mayat. Dan akan ku jual tubuh kalian, ke pasar gelap." ancam Alvin. Bryan meringis menatap wajah bengis Alvino.

     " Ka-ka, mm---"

" Ayah, dia akan membunuh ku?" teriak Noel, saat melihat Alvin yang sudah menarik pelatuk pistolnya lagi. Wajah Paul langsung pias, dia tidak menyangka teman-teman keponakannya, orang-orang gila semua.

" Noel, Noel. kamu itu laki-laki atau banci, bisa-bisanya kamu merengek ketakutan! Seperti bayi! Jangan bilang kamu itu sudah pipis di celana mu?" ledek Bryan.

    " kakak, kamu pasti melihat dari atas sana kan? Maaf...aku nggak bisa menjaga beberapa hartamu, aku memang adik yang nggak berguna untukmu. tapi sekarang aku tidak akan membiarkan mereka merampas Guci kesayangan mu ini." batin Bryan, Dia menatap ke atas langit, seolah-olah Lea memang sedang melihatnya dari atas.

   " Coba saja, kalau kamu berani membunuh putra ku. aku akan segera mela---"

Dor~

   Bruk~

*****

" Tutup, mulut mu! Atau kamu memang sengaja. menunggu serangan dari musuh?"

Lea yang sedang terpana melihat kemewahan mansion Alexander! dari jendela mobilnya mendengus kesal, Karena teriakan Axel.

  " Juan, sabar yah! tuan mu itu. tidak bisa melihat orang lain menikmati kesenangan nya? Kamu pasti tertekan bukan selama ini, menjadi tangan kanannya?"

Juan menelan ludahnya, dia tidak tau harus harus berekpresi seperti apa. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sedangkan Axel mendengus, Dia menatap penuh peringatan kepada Juan.

  " Dasar, emosian...!"

" Cih, dia mengatakan orang lain emosian. dasar wanita tidak tahu diri?" cibir Axel, Dalam hatinya. Tidak mungkin dia mengatakan blak-blakan, bisa saja dia akan mendapatkan KDRT lagi.

Di depan pintu Grace, Bersama kepala pelayan, dan para pelayan lainnya serta pasukan khusus. Yang sudah menyambut kedatangan pemimpin Alexander! Lea melebarkan matanya, mulutnya terbuka dikit.

" Benar-benar, jauh dan mewah. dari mansion Jonathan. Axel berapa banyak harta kekayaan mu?" Axel jadi geli sendiri, dia diam saja.

  " Ayo, kita turun dari mobilnya. Kamu nggak mungkin mau duduk trus di dalam mobil kan?" Axel mengulurkan tangannya.

" Axel, apa di sini kita juga tidur 1 kamar?" tanya Lea, Dia mengabaikan uluran tangan Axel.

  " Tentu saja, tapi kamu juga tetap ada kamar pribadi. Sebagai nyonya Alexander!"

Lea dengan terpaksa, menerima uluran tangan Axel. Kemudian keluar dari mobilnya lalu berbisik.

 " Axel, aku akan tidur di kamar pribadi ku?" ucapnya, membuat Axel mendengus dingin.

" Menantuku, yang cantik. bagimana kabarmu? Akhirnya kamu datang juga." Grace tersenyum manis, sambil memeluk erat tubuh Lea.

" Aku, baik-baik saja ma! " sahut Lea singkat.

" Kamu, pasti tidak ingat sama mereka semua kan? " tanya Grace. Lea mengangguk meskipun dia tidak ingat dengan pelayan itu tapi dia bisa melihat tatapan dari para pelayan-pelayan itu, ada yang suka ada nggak kepadanya.

" Ini, kepala pelayan. di mansion utama kami? Namanya adalah Jasmine. Dan mereka semua seperti yang kamu tahu, mereka para pelayan." ucap Grace.

" Selamat datang, di mansion utama. nyonya muda Alexander! Saya senang anda sudah kembali sehat, seperti semula! " Jasmine tersenyum tipis.

  " Cih, dasar pelayan rendahan. lihat saja senyum palsunya. Rasanya mau aku robek mulutnya." batin Lea dia tahu bahwa kepala pelayan itu tidak pernah menyukai Carlin.

" Mama, kenapa cuma Carlin. yang mama tanya. Sedangkan aku tidak? " ucap Axel.

" Kamu, kan baik-baik saja. Sedangkan menantu-ku, belum terlalu sehat. Jangan iri dengan istri sendiri.." semprot Grace. Dia melototi Axel. Dia langsung mengandeng tangan Lea. Masa bodoh dengan Axel yang mengikuti dari belakangnya dengan wajah cemburu.

  " Loh itukan Guci...' yang harganya nggak manusiawi. Wah sialan Alexander! kekayaannya benar-benar melimpah!" batin Lea sepanjang lorong, dia begitu terpana melihat kemewahan dan isi dari mansion itu.

 Sarah dan Julie yang sedang duduk di sofa ruang tamu, mendengus kesal saat melihat kedatangan Carlin, yang tak diinginkan itu Apa lagi saat mengingat apa yang pernah terjadi, di mansion kediaman Carlin. Membuatnya sebal.

 " Selamat malam, Tante Sarah, dan nona Julie?" Lea menyapa, sambil tersenyum lebar dia sengaja mau melihat ekspresi wajah, kesal ibu dan anak itu.

" Selamat malam, nyonya muda! Nyonya besar, dan tuan Alexander.!" keduanya menyapa dengan terpaksa.

Lea tersenyum, saat melihat wajah ibu dan anak itu. Lalu mereka segera menuju ke kamar kakeknya. Padahal Grace sudah meminta, Carlin untuk menemui kakeknya besok pagi saja' karena hari sudah malam dan waktunya untuk beristirahat, tapi Lea tidak mau dia ingin melihat kondisi kakeknya.

*****

" Apa kamu, yakin wanita ini istrinya yang selama ini Axel Alexander! sembunyikan?" tanya seseorang, Dengan nada beratnya.

" Benar, sekali tuan. aku juga sangat mengenali mobil Axel Alexander! Aku juga tadi melihat Juan pergi ke cafe. Tuan bisa lihat sendiri itu ada Axel Alexander! " ucap pria itu.

" Bajingan, si Alexander! Istrinya secantik ini dia sembunyikan. Tapi lebih cantik lagi kalau dia milikku saja?" pria itu tersenyum menyeringai. Dia menatap lekat foto Carlin yang memang kelihatan dengan jelas.

 " Kirim seseorang, ke mansion utama Alexander?" perintah pria itu. Dia meraba-raba foto Lea. yang sedang merajuk tadi, ketika Axel melarangnya untuk turun.

" Baik, tuan..."

Pria yang memotret Lea tadi, Segera pergi untuk menjalankan perintah, dari tuannya.

1
Reka Cantika
up nya lama kali pelit kali kau Thor
ecly: waduh maaf yah sayang, lagi sibuk bikin kue..🙏😍
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong Thor
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
baru bab awal, tanda baca nya membingungkan, typonya jg lumayan. diperhatikan lg yah tor💪💪
ecly: iya terimakasih yah sudah mampir maaf maklum baru pertama 🤭🙏
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong Thor
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
lanjutkan lagi thor
Reka Cantika
dari tadi nungguin cuma satu doang
ecly: Maaf yah kak. lagi ada kesibukan nih hehehe 😍
total 1 replies
Reka Cantika
💪💪 semangat Thor
Reka Cantika
aku selalu lihat udh up belum.. author pun up ny dikit kali
ecly: ya ampun, masih sibuk nih kak🤭🙏
total 1 replies
sasa adzka
sdh up langsung tancap baca aja.. berasa kurang aja aku 🤭🤭
ahh keren Thor cerita.. i like 😍😍😍
semangat up trus sampai tamat ya... 😍😍😍😍 aku menunggu kelanjutan nya
ecly: hey kak makasih banyak yah atas supportnya 😍🙏
total 1 replies
Reka Cantika
Thor kenapa up ny selalu satu
ecly: dua loh sayangku, kan pagi sama malam hehehe 🙏😍
total 1 replies
sasa adzka
axel d KDRT gak tuh🤣🤣🤣 belum belajar bela diri aja sdh deg deg an axel karena d kdrt.. lahhh apalagi d setujui sama kakek belajar beladiri..takut ya axel..wkwk
emang si Lea bar bar banget..
semangat up nya trus thor😍😍😍🤭🤭🤭😂😂
ecly: terimakasih banyak yah kak, sudah mampir 🙏😍
total 1 replies
Reka Cantika
teruskan
sasa adzka
baru mampir Thor...
semoga seru dan sampai tamat ya 😍😍
aku lanjut baca lagi
ecly: hehehe terimakasih yah😍
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
lagi ya Thor
Reka Cantika
ya lagi Thor
Reka Cantika
luar bisa
Reka Cantika
lagi ya Thor
Reka Cantika
lanjutkan Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!