ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Dominic di acara pernikahan Morgan
Ke esokan harinya pagi-pagi sekali dinda sudah berada di bandara bersama dengan adik nya, dia terlihat santai sedangkan gara ? dia melihat di sekitar nya dengan keheranan,terlihat dia seperti sedang mencari seseorang.
dinda yang melihat tingkah adiknya menaikan alisnya dengan heran.
" ada apa ? kenapa kamu terus saja menatap ke sana kemari ? memangnya siapa yang kamu cari ? " tanya dinda yang membuat gara tersentak dia menatap kakaknya dengan serius.
" kak kenapa aku tidak melihat keberadaan pemuda itu ? apakah dia tidak ikut ke Indonesia ? " tanyanya dengan serius.
dinda hanya terdiam dan tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan adiknya.
" entahlah biarkan saja dia tidak ikut ! aku tidak mau memaksa seseorang yang tidak benar-benar tulus mencintai ku " ucap dinda dengan santai.
tangan gara mengepal kuat,dia merasa pemuda itu sama saja dengan pemuda lainnya,dia yang ingin berbicara lagi mendengar suara dingin pemuda.
" siapa yang kamu maksud ? apakah kamu sedang menyindir ku ? " tanya seorang pemuda yang terlihat mengenakan kaca mata dan topi.
dia terlihat sangat tampan mengenakan kaos berwarna putih dan celana panjang, terlihat jam tangan yang melingkar di tangannya dan sebelah tangannya berada didalam kantong celananya.
dan tangan sebelah nya lagi menggenggam kopernya dengan kuat karna mendengar ucapan dinda yang menurut nya sangat melukai hatinya,padahal dia benar-benar mencintai wanita yang sekarang ada dihadapannya.
" wahhhh mas komandan ? kamu tenyata jadi ikut ? memangnya kamu sudah siap bertemu dengan keluargaku ? " tanyanya dinda dengan tersenyum menggoda.
gara yang melihat kehadiran pemuda itu hanya terdiam,amarahnya langsung hilang karna melihat kedatangan nya.
" untung saja aku tidak memakinya ! " gumam gara dalam hatinya,nathan hanya melirik dingin dinda dan menatap tajam kearah pesawat.
dinda yang melihat keterdiaman nathan merasa kesal tiba-tiba dia memiliki ide.
" ayo kita naik pesawat seperti nya sebentar lagi pesawat akan siap landas" ucap dinda dengan wajah datarnya.
gara hanya mengangguk dan berjalan mengikuti kakaknya, nathan tertinggal dan melihat kepergian dinda dengan kebingungan..
" kenapa dia tiba-tiba menjadi dingin padaku ? apakah mood perempuan akan berubah secepat itu ? dan aku juga merasa tidak punya salah " gumamnya dan berjalan mengikuti kedua kakak beradik itu.
setelah mereka duduk didalam pesawat dinda duduk bersebelahan dengan nathan, sementara gara duduk di belakang mereka dengan mendengus kesal.
" kenapa mereka bisa satu tempat duduk ? kenapa coba bukan aku saja , pemuda itu yang seharusnya duduk sendiri " ucap gara dengan sinis.
sedangkan dinda dan nathan yang saling terdiam,dinda menatap kearah jendela pesawat, sementara nathan terus saja melirik kearah dinda yang mengacuhkan nya,karna merasa tidak tahan melihat sikap dinginnya dia akhirnya membuka suara nya.
" ada apa , apakah kamu marah padaku ? " tanya nathan dengan dingin.
dinda pura-pura tidak mendengar nya dia menyenderkan kepalanya di kursi sembari memejamkan matanya.
nathan menggeram marah dia melihat dinda yang sedang menutup matanya,dengan wajah datarnya dia menarik dinda kedalam pelukannya dan menidurkan dinda di pahanya..
" maafkan aku jika aku salah, " ucapnya lagi dengan suara lirih agar orang-orang tidak mendengar nya,dia merasa gengsi jika seseorang mengetahui nya meminta maaf pada seorang wanita..
dinda yang sedang menutup mata merasa bahagia dalam hatinya.
" rasakan itu memangnya kamu saja yang bisa bersikap dingin padaku ! " gumam dinda dalam hati..
sang komandan yang melihat keterdiaman dinda lagi akhirnya dia juga terdiam dan mengelus rambut lembut wanita yang ada di atas pahanya..
********
sedangkan di kediaman erlangga yang sudah banyak orang berdatangan,acara nikah pagi ini akan di adakan,dan terlihat semua orang sudah berada diruang tamu yang sudah di dekorasi dengan pernak-pernik yang indah..
morgan duduk dengan gagah di hadapan ayah yohana, sedangkan yohana duduk di dekat ibunya dengan wajah cemas entah apa yang dia fikirkan.
" semoga saja dia tidak datang menghancurkan acara pernikahan ku,,aku mohon jangan datang biarkan aku hidup bahagia bersama dengan suamiku " gumamnya dalam hati sembari meremas gaunnya dengan kuat.
ibu yohana merasa kebingungan melihat putrinya yang terlihat gelisah.
" sayang ada apa ? apa yang sedang kamu fikirkan ? apakah kamu merasa gugup ?" tanya ibunya dengan suara pelan,yohana tersentak dan menatap ibunya dengan tersenyum paksa.
" iya ibu,,aku..aku sangat gugup yaa..aku sangat gugup sekali " ucapnya sembari menghapus keringatnya dengan tangan bergetar.
ibunya tersenyum lembut dan membantu putrinya membersihkan keringatnya.
" sayang jangan gugup dan apakah kamu tau ? ibu masih tidak menyangka jika kamu menikah dengan keluarga terkaya di dunia, dan kamu sangat beruntung sekali nak, ingatlah pesan ibu jadilah istri yang berbakti pada suamimu dan jika ada masalah kalian harus membicarakan nya dengan kepala dingin,apakah kamu mengerti sayang ? " ucap ibunya dengan serius.
yohana mengangguk dan tersenyum paksa lagi .dan matanya melirik kearah tamu, dia sedang mencari keberadaan mantan kekasih nya.
" aku mohon jangan datang ke pesta pernikahan ku,,aku mohon sekali ini saja jangan hancurkan kebahagiaan ku " gumamnya tanpa mendengar suara morgan yang sekarang sudah menjadi suaminya.
ibu yohana mengerhit lagi dan menyentuh pundak putrinya dengan lembut.
" sayang suamimu memanggil mu,,apakah kamu tidak mendengar nya ? " tanya ibu yohana dengan bingung, membuat yohana tersentak lagi.
dia menatap morgan yang sedang tersenyum kearahnya, membuat yohana membalas senyumannya dan berdiri kemudian berjalan menghampiri suaminya.
" sayang kenapa dari tadi aku memanggil mu tapi kamu malah tidak mendengar nya ? apa yang sedang kamu fikiran hmmm ? " tanya morgan dengan lembut.
inilah salah satu yang yohana suka dari morgan dia sangat lembut dan juga selalu mengerti dengan perasaan nya, tapi sayang sekali dia tidak bisa memberitahu masalalu nya karna dia takut morgan tidak menerima nya.
" tidak ada sayang aku hanya menunggu kedatangan bos ku tapi dia belum juga terlihat dari tadi,,apakah dia tidak jadi datang ? " tanyanya dengan alasan karna dia tidak mungkin memberitahu yang sebenarnya.
" heyyyy kan aku sudah bilang jangan panggil dia bos ! panggil dia adik ipar karna sekarang dia adalah adik ipar mu ! dan kamu tenang saja adikku sudah ada di dalam pesawat mungkin nanti sore mereka akan sampai " ucapnya dengan tersenyum, yohana mengangguk dan tersenyum manis.
kedua orang tua yohana yang melihat putri mereka terlihat bahagia juga ikut merasa bahagia.
" semoga saja putri kita bahagia selalu bu dan semoga rumah tangga mereka harmonis " ucap ayah yohana dengan tersenyum tulus.
mereka benar-benar tidak menyangka akan berbesan dengan orang kaya raya,saat keduanya mengetahui calon suami putri mereka tentu saja mereka sangat shock.
disisi lain .Dominic yang baru saja datang matanya menatap ke sekelilingnya dengan tersenyum sedih,dia mencari keberadaan dinda sang mantan istri.
" rumah ini masih sama seperti dulu, aku sangat menyesali semuanya andaikan waktu bisa di putar aku tidak akan menyia-nyiakan wanita dan keluarga sebaik mereka " gumamnya dalam hati.
dia melihat verick yang sedang berbincang-bincang dengan rekannya,tapi dia sama sekali tidak melihat keberadaan dinda.
" apa dia tidak datang ? tidak mungkin dia tidak menghadiri acara pernikahan kakak nya,tapi dimana dia ? apa dia memang sengaja menghindari ku ? " tanyanya dalam hati.
haikal yang disamping nya hanya terdiam melihat tuannya yang sedang mencari seseorang.
" pasti tuan ingin mencari nona dinda,,,aku berharap mereka tidak bertemu,semoga saja tuan tidak betah berlama-lama di pesta ini " gumam haikal dalam hati.
kembali ke sisi morgan dan yohana yang terlihat berbincang-bincang, tiba-tiba mata morgan melihat kehadiran dominic yang membuat hatinya meradang.
" ternyata benar bajingan itu datang aku yakin dia pasti mencari keberadaan adikku ! dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi ! aku tidak akan membiarkan keduanya bertemu " gumam morgan dengan tangan mengepal.
yohana tiba-tiba mematung melihat kedatangan mantan kekasihnya,badannya bergetar hebat nafasnya tercekat dia beberapa kali meneguk salivnya.
" kena..pa..dia ada disini ? aku..sangat takut dia membongkar semua rahasia ku,,,aku..aku tidak mau kehilangan suami ku yang sangat perhatian padaku " gumamnya dia memeluk lengan suaminya dengan erat yang membuat morgan tersentak dan menatap wanita yang sekarang menjadi istrinya.
" ada apa sayang ? kenapa kamu terlihat ketakutan ? " tanya morgan dengan cemas melihat wajah pucat istrinya.
" bisakah kita beristirahat ke kamar sebentar ? aku..aku sangat lelah dan aku merasa kepala ku sangat pusing" ucapnya dengan gugup.
morgan mengangguk dan menggenggam tangan istrinya dengan lembut dan membawanya pergi dari sana.
*********
sedangkan pemuda yang baru saja datang dia yang melihat kepergian yohana dan morgan terlihat tangannya mengepal kuat.
" aku sudah memperingatkan mu yohana sepertinya kamu mengabaikan ancaman ku ! baiklah nanti malam aku akan menghancurkan hari bahagia mu ! aku tidak akan membiarkan mu menikah dengan siapapun ! kamu hanya pantas jadi budak ku ! " gumamnya dengan tajam.
setelah mengatakan itu dia pergi dari sana, karna nanti malam dia harus mempersiapkan semuanya, dia tidak akan pernah tinggal diam melihat kebahagiaan yohana.