Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Melihat kucing hitam
Hingga sampai pagi datang dan para pria itu tidak berani keluar dari dalam pos ronda karena mereka ketakutan bila ternyata nanti akan di mangsa oleh harimau yang tadi sudah bersuara, memang tidak melihat wujud harimau itu ada di mana tapi yang jelas mereka tadi mendengar suara itu dan tidak mau bila sampai bertemu.
Pak RT saja mengatakan bahwa dia juga merasakan bahwa tanah yang dia pijak terasa bergetar saat suara geraman itu terdengar di telinga mereka, jadi ketika adzan subuh terdengar baru mereka keluar dari dalam pos ronda itu dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan mempersiapkan diri.
Hari ini rencananya mereka akan mendatangi rumah Purnama untuk membicarakan bahwa yang mencuri para mayat itu adalah sosok siluman harimau, entah itu siluman atau memang harimau asli tapi yang jelas ini pasti ada sangkut paut dengan sesuatu yang tidak bisa di ketahui oleh mata manusia biasa sehingga mereka memutuskan untuk meminta tolong saja.
Jadi mereka memang sudah sangat sepakat untuk meminta tolong kepada purnama dan sekitar jam sembilan nanti akan mendatangi rumah Purnama, sebab dari pak RT yang ketahui bahwa tentang kabar mayat hilang ini sudah menyebar ke seluruh desa dan sebelumnya dia sudah sempat sangat yakin bahwa desa mati tidak akan terkena.
Karena desa mati memang begitu angker dan masih kurang orang yang berani masuk di daerah ini setelah terjadi pembantaian yang begitu sadis di masa lalu, namun ternyata firasat itu salah dan justru merekalah yang berhasil melihat bagaimana wujud dari pencuri mayat di desa desa ini dan yang lain.
Oleh sebab itu Pak RT sudah sangat yakin untuk menemui Purnama secara langsung saja agar wanita itu bisa mengurus tentang harimau tersebut, entah apa nanti reaksi Purnama tapi yang jelas mereka akan mencoba terlebih dahulu agar tidak ada korban untuk selanjutnya atau bahkan mayat yang ada di dalam kuburan itu tidak hilang lagi.
"Kenapa kok sampai gemetaran seperti itu?" Bu RT bertanya kepada sang suami.
"Tadi malam aku mendengar suara harimau dan ternyata kata Toro yang mencuri mayat itu adalah harimau." Pak RT bercerita secara gamblang.
"Lah yang benar!" Bu RT yang sedang memasak nasi menjadi kaget bukan main.
"Iya, mungkin masih bisa tidak percaya kalau aku tidak mendengar secara langsung tapi tadi malam aku mendengar harimau itu menggeram." Pak RT berusaha meyakinkan sang istri.
"Waduh jadi ini gimana?!" panik Bu RT.
"Kamu jangan berbicara dulu kepada para warga yang lain karena aku akan mencari solusi." Pak RT memberi peringatan kepada sang istri.
"Ya harusnya malah segera diberitahu agar mereka hati-hati dan tidak keluar sembarangan di malam hari." sanggah Bu RT.
"Tapi aku takut nanti mereka malah tambah panik dan bersikap tidak karuan." cemas Pak RT.
"Enggak lah, pokoknya mereka harus tahu dan mereka bisa ambil tindakan bila ternyata harimau itu sampai mendatangi rumah." kekeh Bu RT.
Benar juga apa yang di katakan oleh bu RT bahwa mereka harus memberitahu para warga agar mereka semua bisa sedikit waspada dan tidak keluar sembarangan di malam hari, takut bila nanti mereka sedang keluar dan ternyata malah bertemu secara langsung dengan harimau itu.
"Nanti aku akan mengumumkan masalah ini di grup para Ibu Ibu." tegas Bu RT.
"Kamu jangan langsung ambil tindakan seperti itu dulu, bicarakan dulu dengan Bu Kades." kesal Pak RT.
"Oh jelas, aku pasti akan berbicara dengan dia terlebih dahulu dan baru mengumumkan di grup." angguk Bu RT.
"Jangan berbicara sembarangan Karena ini belum tentu harimau asli." peringat Pak RT.
"Harimau asli gimana?" Bu RT semakin tidak paham dengan ucapan sang suami.
"Kami belum bisa memastikan apakah itu harimau asli atau tidak, sebab ketika di rekam dia tidak nampak di ponsel milik Toro." jelas Pak RT kepada sang istri.
Sontak wanita ini terdiam karena pikiran dia jelas bercabang kemana-mana dan bisa menebak ke sana kemari, sebab musuh utama dalam diri wanita adalah pikirannya dia sendiri dan itu kadang justru membuat semakin tersiksa, sama seperti yang di lakukan oleh bu RT saat ini sehingga dia terus memikirkan tentang kejadian harimau tersebut.
...****************...
"Kau sudah bangun?" Andi menatap Lutfi yang perlahan membuka mata.
"Hah aku masih hidup!" Lutfi terbangun dan dia menatap sekitar dengan sorot wajah ketakutan.
"Ya masih, kalau kau mati maka kami semua di sini pasti sedang membaca Yasin untuk dirimu itu." jawab Ahmad cepat.
"Ya Allah, aku pikir aku sudah tidak mungkin bisa hidup lagi karena di seruduk oleh hewan itu!" Lutfi menarik nafas lega karena dia masih bernyawa.
"Hewan apa yang kau lihat saat itu?" Arya bertanya langsung ketika dia sedang bersiap akan pulang.
"Aku tidak bisa memastikan itu hewan apa tapi yang jelas dia memiliki taring sangat panjang." ujar Lutfi.
Nana masih memperhatikan dengan seksama dan dia tidak menyadari bahwa sebenarnya Lutfi sudah bisa melihat keberadaan Nana, bukan hanya Nana saja tapi Lutfi juga bisa melihat Bara yang memiliki wajah begitu tampan di sebelah mana sehingga dia mengira bahwa Nana telah berpacaran dengan Bara.
"Kau masih saja cantik." gumam Lutfi tanpa sadar ketika melihat wajah Nana.
"Siapa yang kau bilang cantik sih!" Andi kesal sendiri.
Cetaaaak.
Nolan menjentikkan jari di udara sehingga tabir gaib di antara mereka semua terbuka begitu saja, sekarang semua orang bisa melihat keberadaan Nana dan juga Bara yang sedang ada di antara mereka untuk mendengar pembicaraan mereka semua.
Andi dan yang lain tentu saja tadi belum bisa melihat Nana dan juga Bara tapi sekarang dia sudah melihat dan baru menyadari bahwa Lutfi sedang mengagumi kecantikan kucing hitam itu, sejak dulu hingga sampai saat ini Nana memang tidak berubah dan dia tetap cantik seperti masih menjadi manusia.
"Nana!" Ahmad saja tertegun ketika melihat Nana yang terlihat santai.
"Tidak usah kagum begitu, malu karena dari dulu sampai sekarang aku tidak akan pernah mau menerima kalian." Nana kumat kembali menjadi angkuh.
"Jangan aku begitu karena hidup saja dulu kau sudah kena santet, ini tidak mungkin sudah jadi arwah gentayangan masih juga mau di santet." peringat Arya.
Nana memutar bola mata malas karena dia memang tidak ingin berdebat dengan mereka semua, padahal para pria itu masih saja terkagum-kagum melihat kecantikan kucing hitam satu ini, terutama Lutfi karena dia juga kaget sebelum Nolan membuka tabir gaib namun dia sudah bisa melihat keberadaan para arwah.
Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁