Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Misi Menegangkan"
Shanaya dengan sigap diam-diam memberi kabar mengenai informasi yang ia dapatkan dari Dr. Lee pada bintang dan yang lainnya. Bintang dan yang lainnya pun akhirnya langsung bergegas membagi tugas masing-masing untuk bergerak pada misi penyelamatan kedua dokter itu, ibu Shanaya dan juga Shanaya.
Shanaya mengambil napas dalam-dalam, "Gue dapat informasi dari Dr. Lee, ibu gue ada di sini beneran kayak yang dibilang si Maura dan mereka bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan gue secara diam-diam tanpa diketahui oleh anggota The Shadow..."
Bintang dan yang lainnya mendengarkan dengan serius.
"Apa? Ibu loe ada di situ?" tanya Ray terkejut
Shanaya mengangguk, "Iya, katanya ibu gue ingin melindungi gue dan membuat semuanya tertuntaskan sekarang..."
Thalia bertanya, "Apa loe percaya sama mereka?"
Shanaya ragu, "Gue gak tahu, tapi gue harus cari tahu kebenarannya, ok guys siapin plan B kita bergerak sekarang juga, tapi hati-hati the Shadow ada puluhan orang di dalamnya..."
Bintang menambahkan, "Gue percaya loe, Shan. Lo pasti bisa atasi ini..."
Ray menambahkan, "Gue siap bantu lo, kapanpun..."
Thalia mengangguk, "Gue juga, kita harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi..."
Shanaya tersenyum, "Makasih, guys. Gue gak bisa lakuin ini tanpa loe semua..."
Maura pun juga bersedia membantu dari dalam untuk mengeco para anggota the Shadow lainnya agar tidak mencurigai Shanaya.
Shanaya tersenyum, "Oke, Maura. Lo bisa mulai dari dalam, kita akan coba cari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan ibu gue..."
Maura mengangguk, "Gue siap, Shan. Lo jaga diri lo ya..."
Bintang menambahkan, "Gue akan jaga Maura dari luar, jangan khawatir..."
Ray dan Thalia juga siap, "Kita semua siap, Shan. Let's do this!"
Joe, Felix, dan Nathaniel pun juga menyetujui rencana cadangan yang akan mereka lalui bersama, tak hanya itu bahkan pak Tirta dan Dokter Wira pun juga turut serta.
Shanaya tersenyum, "Oke, jadi kita semua sepakat. Maura akan masuk ke dalam dan mengeco para anggota the Shadow lainnya, sementara kita akan siap di luar untuk membantu jika diperlukan..."
Joe menambahkan, "Gue akan siap dengan tim backup, jangan khawatir..."
Felix mengangguk, "Gue akan jaga komunikasi dengan Maura, pastikan dia aman..."
Nathaniel menambahkan, "Gue akan siap dengan rencana evakuasi jika diperlukan..."
Shanaya mengangguk, "Oke, kita semua siap. Let's do this!"
Mereka semua bersiap-siap untuk melaksanakan rencana, Maura masuk ke dalam fasilitas dengan identitas palsu, sementara Shanaya, Bintang, Ray, Thalia, Joe, Felix, dan Nathaniel menunggu di luar, siap untuk membantu jika diperlukan.
Maura berjalan dengan percaya diri melalui koridor fasilitas, identitas palsunya membuatnya terlihat seperti salah satu staf. Dia memindai kartu aksesnya dan memasuki ruangan yang dituju, di mana dia menemukan beberapa anggota the Shadow lainnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya salah satu anggota the Shadow, mata mereka menyipit
Maura tersenyum, "Saya hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Saya tidak ingin ada kesalahan..."
Anggota the Shadow itu mengangguk, "Baiklah, kita akan mulai segera. Tunggu di sini..."
Maura mengangguk dan menunggu, sementara itu dia mengirimkan sinyal ke Shanaya dan timnya melalui perangkat komunikasi yang tersembunyi.
"Mereka mulai, siap untuk bergerak..."
Shanaya dan timnya bersiap, mereka tahu bahwa waktu mereka telah tiba.
"Oke, kita masuk!"
Shanaya, Bintang, Ray, Thalia, Joe, Felix, dan Nathaniel bergerak dengan cepat dan diam-diam menuju fasilitas, mereka tahu bahwa mereka harus bergerak cepat sebelum anggota the Shadow lainnya menjadi curiga.
Mereka tiba di pintu masuk ruangan, dan Felix dengan cepat membuka kunci pintu dengan alat khusus.
"Masuk!" bisiknya
Mereka semua masuk ke dalam ruangan, dan Maura segera memberi isyarat kepada mereka untuk mendekati.
"Mereka ada di ruangan sebelah utara, jadi kita harus ekstra hati-hati..."
Bintang dan timnya melihat ke arah anggota the Shadow yang sedang bersiap-siap, dan mereka tahu bahwa pertarungan tidak bisa dihindari lagi.
Sementara di ruangan rahasia, Dr. Lee dan Dr. Patel duduk di seberang Shanaya dan ibunya, suasana tegang memenuhi ruangan.
"Bunda, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Shanaya, suaranya sedikit bergetar
Ibu Shanaya menatapnya, "Aku melakukan ini semua untuk melindungi kamu, Shanaya. Aku tahu kamu memiliki kemampuan yang luar biasa, dan aku tidak ingin kamu digunakan oleh the Shadow maka dari itu bunda harus melakukan semua ini agar kamu tidak menjadi korban mereka..."
Dr. Lee menambahkan, "Kami juga ingin membantu kamu, Shanaya. Kami memiliki rencana untuk menghancurkan the Shadow dan mengembalikan keadilan..."
Shanaya ragu, "Tapi bagaimana caranya?"
Ibu Shanaya mengambil napas dalam-dalam, "Aku tahu aku telah membuat kesalahan di masa lalu, tapi aku berjanji, aku akan melakukan apa saja untuk membuat semuanya benar sekarang..."
Bunda Shanaya memberitahukan sebuah rahasia besar pada Shanaya mengenai jati dirinya dan juga kenapa the Shadow mengincar para Jathayu.
Ibu Shanaya menatapnya dengan serius, "Shanaya, aku harus memberitahu kamu sesuatu. Kamu bukan anak biasa, kamu adalah...pewaris terakhir dari garis keturunan yang memiliki kekuatan luar biasa..."
Shanaya terkejut, "Apa maksud bunda?"
Ibu Shanaya melanjutkan, "Garis keturunan kamu memiliki kemampuan untuk mengontrol dan menghancurkan kekuatan gelap. The Shadow ingin menggunakan kamu untuk menguasai dunia, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi..."
Dr. Lee menambahkan, "Itulah mengapa kami ingin membantu kamu, Shanaya. Kami memiliki rencana untuk menghancurkan the Shadow dan membuat kamu menjadi pemimpin yang kuat untuk generasi penerus bangsa Jathayu..."
Tiba-tiba, pintu ruangan rahasia terbuka, dan Dr. Patel masuk dengan tergesa-gesa, "Kita harus pergi sekarang! The Shadow sudah menemukan kita!"
Shanaya dan ibunya langsung berdiri, "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Shanaya, suaranya sedikit panik
Dr. Lee menjawab, "Ikuti saya, saya tahu jalan keluar rahasia dari sini. Kita harus bergerak cepat!"
Ibu Shanaya memegang tangan Shanaya, "Aku akan menjaga kamu, Shanaya. Percaya pada bunda..."
Mereka semua berlari mengikuti Dr. Lee, yang membawa mereka ke sebuah pintu tersembunyi di belakang ruangan. Dr. Lee membuka pintu itu, dan mereka melihat sebuah lorong sempit yang gelap juga lembab.
"Kita harus masuk ke sini," ucap Dr. Lee,
"dan jangan berhenti berlari sampai kita mencapai tempat yang aman..."
Mereka semua masuk ke dalam lorong, dan Dr. Lee menutup pintu di belakang mereka, meninggalkan ruangan rahasia yang sekarang sudah tidak aman lagi.
The Shadow yang masuk ke ruangan itu tak mendapati siapapun akhirnya murka. Mereka mencari-cari di setiap sudut ruangan, tapi tidak ada tanda-tanda Shanaya dan timnya.
"Di mana mereka?" teriak The Shadow, suaranya mengguncang ruangan
"Tuan Albert, mereka tidak ada di sini," jawab anggota lainnya
"Mereka pasti sudah kabur..." imbuhnya
Albert, pemimpin the Shadow, menggeram, "Bagaimana bisa mereka kabur? Kita harus menemukan mereka, dan kita harus menemukan mereka sekarang juga!"
Mereka semua mencari-cari di sekitar ruangan, mencari petunjuk tentang di mana Shanaya dan timnya mungkin pergi. Tiba-tiba, Albert melihat sebuah pintu tersembunyi di belakang ruangan.
"Lihat!" ucapnya, menunjuk ke arah pintu
"Mereka pasti pergi ke sana..."imbuhnya
Mereka semua berlari ke arah pintu, dan Albert membuka pintu itu dengan paksa. Mereka melihat sebuah lorong sempit yang gelap juga lembab, dan mereka tahu bahwa Shanaya dan timnya tidak jauh dari sana.
Albert, memimpin anggota the Shadow untuk mengejar Shanaya, Dr. Lee, Dr. Patel, dan ibu Shanaya melalui lorong sempit yang gelap itu. Suasana menjadi semakin tegang, dan mereka tahu bahwa waktu mereka hampir habis.
"Jangan biarkan mereka lolos!" teriak Albert, suaranya menggema di lorong
Mereka berlari dengan cepat, langkah kaki mereka bergentakan di lantai. Shanaya dan timnya tidak jauh di depan, dan Albert yakin mereka bisa mengejarnya.
Tiba-tiba, Dr. Lee berbelok ke kiri, memasuki sebuah ruangan yang lebih besar.
"Masuk!" teriaknya,
"Ini adalah satu-satunya jalan keluar!" imbuhnya
Shanaya, ibunya, Dr. Patel, dan Dr. Lee berlari masuk ke ruangan itu, dan Albert serta anggota the Shadow lainnya mengikuti mereka dengan cepat.
Albert dan anggotanya tidak berhasil mengejar Shanaya dan timnya, karena mereka sudah mencapai sebuah pintu rahasia di ujung ruangan yang lebih besar itu.
Dr. Lee dengan cepat membuka pintu itu, dan mereka semua berlari keluar, meninggalkan Albert dan anggotanya yang terperangkap di dalam ruangan.
"Arghhh...!" Albert menggeram, memukul tembok dengan keras
"Mereka lolos lagi!"
Anggotanya mencoba menenangkannya, "Tuan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sudah pergi keluar pulau..."
Albert mengambil napas dalam-dalam, "Kita harus menemukan cara untuk keluar dari sini. Kita tidak bisa membiarkan mereka melaporkan kita ke pihak berwenang, jangan biarkan mereka lolos dan menghancurkan misiku..."
Mereka semua mulai mencari-cari jalan keluar, sementara Shanaya dan timnya sudah jauh meninggalkan tempat itu. Disusul juga oleh geng Garuda dan yang lainnya yang berusaha meledakkan tempat praktek rahasia The Shadow dari dalam setelah mereka berhasil keluar dengan membawa beberapa tanaman ajaib yang sudah mereka ambil dengan bantuan Maura.
Bersamboo dulu yeee, episode kali ini agak menegangkan semua ya guys masih semakin menegangkan beberapa episode ke depannya. Lantas siapakah Albert itu sesungguhnya? Dan apa hubungan Albert dengan Zaneta?