NovelToon NovelToon
Talak Di Atas Pelaminan

Talak Di Atas Pelaminan

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dunia Yumna tiba-tiba berubah ketika sebuah video syur seorang wanita yang wajahnya mirip dengan dirinya sedang bercinta dengan pria tampan, di putar di layar lebar pada hari pernikahan.

Azriel menuduh Yumna sudah menjual dirinya kepada pria lain, lalu menjatuhkan talak beberapa saat setelah mengucapkan ijab qobul.

Terusir dari kampung halamannya, Yumna pun pergi merantau ke ibukota dan bekerja sebagai office girl di sebuah perusahaan penyiaran televisi swasta.

Suatu hari di tempat Yumna bekerja, kedatangan pegawai baru—Arundaru—yang wajahnya mirip dengan pria yang ada pada video syur bersama Yumna.

Kehidupan Yumna di tempat kerja terusik ketika Azriel juga bekerja di sana sebagai HRD baru dan ingin kembali menjalin hubungan asmara dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sepulang kerja, Yumna berdiri di lobi gedung ADTV sambil sesekali melihat jam di pergelangan tangannya. Udara dingin dari AC gedung bertabrakan dengan gerah tubuhnya yang lelah setelah bekerja seharian.

Sudah tiga puluh menit ia menunggu. Setiap kali pintu lift berbunyi ting, Yumna tetap menoleh dengan harapan.

Dan akhirnya—

“Mas Arun!”

Wajahnya langsung cerah. Ia melambaikan tangan tinggi-tinggi sambil tersenyum lebar begitu melihat sosok pria jangkung itu keluar dari lift.

Arundaru melangkah cepat, masih mengenakan ID card yang tergantung di dada. Rambutnya sedikit berantakan, tanda bahwa ia benar-benar terburu-buru.

“Maaf aku terlambat.” Nafasnya masih terdengar belum stabil. “Ada sedikit kesalahan di ruang penyiaran. Aku baru bisa keluar.”

Yumna menggeleng sambil tersenyum. “Nggak apa-apa, Mas. Aku juga baru sebentar, kok.”

Padahal jelas-jelas Yumna sudah menunggu lama. Tapi entah kenapa, melihat raut wajah Arundaru yang benar-benar merasa bersalah membuat Yumna tak tega mengakuinya.

Arundaru sempat melihat gerakan Yumna menepuk-nepuk bahu dan lengannya, seperti mencoba merilekskan otot yang pegal. Ia menyadari perempuan itu pasti sangat lelah. Dia ingin mengusap bahu itu dan bilang istirahatlah, tetapi ia menahan diri.

“Jadi,” kata Yumna hati-hati. “Kita mau bahas soal video itu di mana, ya? Ada tempat yang enak?”

Arundaru menepuk perutnya. “Sambil makan, yuk. Biar otak kita bisa mikir lebih jernih.”

“Mas mau makan di mana?” Yumna mulai tegang.

Wajahnya langsung berubah pucat ketika Arundaru menunjuk restoran di seberang gedung—restoran mahal yang bahkan karyawan level supervisor jarang datangi kecuali sedang ada bonus.

“Kita makan di sana.”

“A-apa?!” suara Yumna hampir melengking.

Pikirannya langsung berkecamuk. ”Satu porsi steak di sana gaji aku sebulan! Nabung tiga bulan pun belum tentu cukup!” Dan ia tidak mau makan makanan yang jika sudah lewat kerongkongan semuanya akan jadi ... yah, tahu sendiri.

Yumna mendekat sambil berbisik keras, nyaris seperti ibu-ibu sedang membicarakan gosip terbaru.

“Mas, jangan di sana! Itu tempat mahal! Kita ini rakyat biasa, di sana untuk kelas sultan. Beneran, jangan!”

Arundaru tertegun. Di matanya Yumna terlihat begitu polos, begitu jujur, dan begitu, lucu. Entah kenapa dadanya terasa hangat melihat kepanikan itu.

“Lalu, kamu punya rekomendasi tempat yang lebih enak untuk bahas masalah penting kayak gini?” tanya Arundaru ikut-ikutan berbisik.

Yumna mengangguk cepat. “Ada! Warung nasi dekat taman kota. Yang jualan nenek-nenek. Tempatnya kecil tapi makanannya enak banget. Murah juga!”

Arundaru mengangguk. “Baik. Kita ke sana. Jalan kaki atau mobil?”

“Kita naik busway aja, Mas.” Yumna tersenyum manis. “Lebih murah.”

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, jantung Arundaru deg-degan.

“Kenapa?”

Arundaru bahkan refleks menempelkan telapak tangan ke dadanya, lalu mengernyit bingung karena detaknya benar-benar tak normal.

“Mas?” Yumna menatap bingung. “Kenapa pegang dada? Sakit?”

“Tidak. Cuma kaget dikit,” jawabnya cepat, menutupi hal yang bahkan dirinya sendiri belum pahami.

Yumna tak menunggu jawaban lebih jauh. Ia langsung menarik tangan Arundaru. “Yuk!”

Sentuhan itu membuat dunia Arundaru berhenti sekejap. Tangan Yumna terasa hangat dan lembut. Bertolak belakang dari bayangannya tentang seseorang yang bekerja dengan cairan pembersih dan alat pel.

“Kenapa tangannya bisa selembut ini?” pikirnya panik.

Di dalam busway, penumpang membludak. Suara mesin, desakan tubuh, bau parfum bercampur keringat, semua membuat suasana sesak.

Arundaru yang jarang naik kendaraan umum tampak canggung. Akan tetapi ia cepat menyesuaikan diri, terlebih karena Yumna berada di sampingnya. Sangat dekat.

Begitu dekat sampai ia bisa merasakan helaan napas Yumna yang terdorong oleh kepadatan penumpang.

Seorang pria berjaket hitam berdiri tak jauh dari mereka. Dari tadi menatap tubuh Yumna dengan cara yang membuat darah Arundaru langsung naik ke kepala.

Tatapannya berubah tajam.

“Brengsek.”

Arundaru bergerak maju setengah langkah dan menempatkan tubuhnya seperti pelindung, membuat Yumna sepenuhnya berada di dalam “lingkar” perlindungan tubuhnya.

Yumna mengangkat wajah, terkejut. “Mas Arun?”

“Diam saja,” jawab Arundaru lirih. “Ada yang lihatin kamu nggak bener.”

Yumna mengikuti arah tatapannya dan langsung merasa mual melihat pria berjaket hitam itu masih menatapnya seperti barang.

Ia berbisik sangat pelan. “Makasih, Mas.”

Arundaru menahan diri agar tidak menatap mata itu terlalu lama. Jika ia lakukan, ia takut hatinya akan goyah lagi.

Beberapa menit kemudian, bus berhenti di terminal berikutnya. Pria berjaket hitam itu turun sambil terus menatap mereka. Arundaru membalas tatapannya dengan dingin, membuat pria itu buru-buru memalingkan muka.

Setelah suasana agak longgar, Yumna menunduk. “Mas Arun, terima kasih ya, sudah jagain aku.”

Yumna mengangkat wajah, menengadah karena tubuh pria itu terlalu tinggi.

“Kapan pun ....” Suaranya berat.

Dan tepat saat itu—

BRUK!

Tas besar seseorang menyenggol kepala Yumna cukup keras. Perempuan itu tersentak, kehilangan keseimbangan.

“Aw—!”

Refleks, Arundaru menangkapnya. Tapi momentum dorongan tas terlalu kuat. Sehingga yang terjadi adalah—

Yumna terjatuh tepat ke pelukan Arundaru.

Bukan sekadar pelukan biasa. Tubuh mereka menempel. Dada Yumna tertekan langsung ke dada Arundaru.

Yumna membelalak.

Arundaru membisu.

Dan dunia seolah berhenti selama tiga detik yang memalukan.

“Gawat!” Yumna menjerit dalam hati. “Kenapa aku malah MEMELUKNYA?!”

Sementara Arundaru—

”Wow… lumayan juga?”

Ia langsung menepis pikiran itu.

“Gila! Apa yang otak aku pikirin!?”

Mereka buru-buru melepas pelukan itu, muka merah padam seperti kepiting rebus.

“Ma—maaf!” Yumna berucap cepat, menunduk dalam-dalam.

“Tidak apa-apa,” jawab Arundaru, meski wajahnya juga merona. “Yang penting kamu nggak jatuh.”

Mereka saling menghindari pandangan selama beberapa menit, keduanya mencoba mengatur ulang detak jantung yang melompat-lompat tak karuan.

Diam-diam di dalam hati keduanya muncul sesuatu yang tidak mereka pahami. Namun sangat jelas, sore itu bukan hanya video yang akan mereka bahas. Ada perasaan baru yang mulai tumbuh pelan, hangat, dan bisa jadi berbahaya.

1
Baim Ibrahim
sampai sini kok aku baru mikir kenapa dulu Azriel gak melakukan seperti yang dilakukan mas Aru,mereka dulu pacaran 5 tahun kenapa kepercayaannya mudah retak gak da memperjuangkan dan membersihkan nama baik dan kehormatan Yumna,yang dia yakin jadi pilihannya menjadikan istri.
bullshiet pria kayak gini lempar aja ke empang🤧🤧🤧
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Manstor
wahh baru mulai udah seseru ini
Yuni Ngsih
Aduuuuuh Authooooor Yumna blm lahiran anak kedua ,ko tamat....dikira ada Boncapnya ku cari ngga ada iiiiihhhh dasarrr kamu Thor....tapi tetap semangat ....ok
🌸Santi Suki🌸: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Baim Ibrahim
assalamualaikum kak,Alhamdulillah bisa mampir dengan suguhan cerita yang sangat bagus dan seru,saya ijin marathon ya kak😍😍😍😍
🌸Santi Suki🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Berto Morgan
yg LG kasmaran 🤭
Juniati Juniati
tdk selamax mengalah itu berarti kalah....bisa jdi mengalah adalah jln kita menuju ke sesuatu yg lbih baik.
Karo Karo
aku suka
fatmiatun sahono
semoga yumma tegas orang nya. ingat sakit hati yg di toreh kan sama Azriel😁
Yuni Ngsih
wah keren Yumna kamu ketemu Arumdarusmg menjadi awal yg berkah ,semangst Yumna & Arumdaru smg si Azriel menyesal .......pasti Yumna kamu yakin setelah badai pasti akan muncul pelangi....lanjut semangat Thor
Yuni Ngsih
Authooooor baru nongol ceritranya ko dah bikin ngenes tuh terutama sm si Azriel tuh kasihan Yuma ,....ko langsung percaya si Azrielnya....dasar ceritramu bgs Thor jd....ku pingin trs baca sih krn penasaran ...hehehe ...semangat Thor ...lanjut
🌸Santi Suki🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Berto Morgan
terkadang yg membunuh hidup kita adalah org yg paling dekat sama kita
Berto Morgan
wa'alaikum salam warahmatullahi wa barokhatu
mudah2an seru cerita selanjutnya
bibuk Hannan & Afnan
dunia benar benar bulat ya mas Arun kalian muter aja circle nya pdhl Azriel sudah menjauh resign dr perusahaan buat mas Arun lega eehh malah ketemu
niktut ugis
Weh istri tapi tidak percaya hueak zriel
niktut ugis
risend aja lah daripada malu lahir bathin sudah di beri kesempatan utk bekerja dg jabatan yg bagus malah niat nyerang mental cucu pemilik sah
niktut ugis
emang klu belum tau nape?... loe mau jd perusuh
niktut ugis
bagus lah yg punya perusahaan sich sah² saja Andaru berjiwa profesional masih bagus kamu tdk d pecat zriel
niktut ugis
kepo nech si Azriel.. dah kalah lebih baik tenang bekerja saja klu suatu hari tau trus kamu d tendang kan tambah kalah mental kamu zriel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!