NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sweeth tooth

POV Erick.

"Jadi bagaimana acara nikahannya kemarin Rick?", tanya papa saat makan siang.

"Lancar pa, aku bahkan bertemu dengan calon istriku tadi malam.", aku bisa melihat kepanikan dimata Jeny, tapi ia menyembunyikannya dengan cukup baik.

"Loh gimana toh Rick, bawa kerumah kenalin ke keluarga Rick.", ucap mama.

"Aku yang anggap dia calon ma, dianya sih ga nganggep Erick, jadi jangan tanya-tanya lagi."

"Tuh lihat pa kelakuan anakmu, ada cewek yang mau sama kamu aja mama udah bersyukur Rick."

Aku hanya tersenyum dan diam-diam memperhatikan Jeny yang berusaha menutupi kecanggungannya.

Tok tok...

"Masuk aja", ucapku sambil berbaring diatas tempat tidur memainkan ponselku.

"Kak... ", Jeny masuk dan menutup kembali pintu kamarku.

Aku langsung duduk diatas tempat tidurku dan mempersilahkannya duduk.

"Aku cuma sebentar kak", ucapnya masih berdiri di depan pintu kamar yang tertutup.

"Mmm... kak, apa boleh kejadian tadi malam dirahasiakan? Maksudku mmm... ya..."

Aku tersenyum dengan sikap canggungnya, dia sungguh sangat imut, aku ingin memeluknya seerat mungkin kalau bisa.

"Jen, aku ingin kamu datang padaku tidak dalam keadaan terpaksa seperti sekarang, saat ini dikamarku..., kamu terpaksa kan Jen."

"Tadi itu hanya bagian dari pengejaranku, kan aku sudah bilang ingin mengejarmu, aku hanya ingin bilang, 'hei Jen aku serius soal tadi malam'. Tentu saja aku akan merahasiakan ini, hanya ada 1 orang yang mungkin sudah tau tanpa perlu aku mengatakannya, Belva dia sudah curiga selama ini Jen. Sepertinya hanya Belva saja, tapi aku sungguh tidak mengatakan apapun pada siapapun termasuk Belva."

"Ooo... mmm... makasih kak."

Lalu ia langsung membuka pintu keluar dari kamarku lalu menutupnya kembali.

Akh Jen, kamu sungguh imut.

Semenjak hari itu, aku menunjukkan perasaanku dengan memberikan makanan kesukaannya. Jeny itu sweeth tooth, jadi jika aku melihat permen atau kue unik, maka aku akan membelinya dan menaruhnya di meja kamarnya, jika memungkinkan. Saat ini aku sedang tugas di Surabaya lagi, aku menemukan bakery yang menyediakan kue mini dengan desain yang unik dan menarik, aku menelepon bakery itu dan memesan beberapa lalu memintanya mengirim ke rumah.

"Bel aku kirim beberapa kue mini ke rumah, jatah kamu makan itu cuma 1 ya Bel.", begitu bunyi pesanku pada Belva.

Ya aku akan sebisa mungkin menutupi perasaanku pada Jeny, aku ga mau membuatnya merasa canggung, aku ingin ia tetap merasa nyaman tinggal dirumah itu, meski tau sebenarnya itu agak ga mungkin dan kontradiktif dengan sikapku yang terang-terangan sedang memperjuangkannya. Memperjuangkannya, 1 kata di malam itu yang mengubah segalanya.

"Buset deh kak, dari 6 aku cuma kebagian 1? Ga ada upah tutup mulut atau upah kerjasama gitu?. Kakak ga mikir mama juga ngambil kuenya?."

Rupanya kue pesananku sudah diterima oleh orang rumah.

"Iya mikir kok, mama kan paling ambil 1, soalnya ga mau gendut. Papa ga suka kue, di rumah itu yang berani buka kulkas siapa lagi, cuma kamu yang perlu diperingatkan. Aku udah itung kok, jadi Jeny kebagian 4 kue, jadi inget jatah kamu cuma 1."

"Kenapa ga beli selusin aja sih?."

"Nanti Jeny bosen makannya, besok aku kirim yang lain, jadi tolong tau diri untuk hari ini dan selanjutnya."

"Astaga!!!!", balas Belva melalui WA.

Aku memang ga pernah memberitahu soal Jeny pada Belva, tapi aku tau ia pasti mengetahuinya dengan jelas sekarang. Melihatnya tidak bertanya, itu artinya ia tidak mau ikut campur atau Jeny yang memintanya untuk tidak bertanya, apapun alasannya aku berterima kasih untuk itu.

*Sweeth tooth: penyuka makanan manis yang mengandung gula.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!