Memiliki wajah cantik blesteran, membuatnya menonjol di antara gadis lainya. Tapi kisah hidupnya tak seindah wajahnya. Jessyca
Karena sang Mama meninggal sejak lama, membuat Ayahnya menikah lagi. Tapi keluarga baru, justru membuat hidupnya semakin sulit.
Hingga suatu saat, neneknya telah memilihkan jodoh untuknya. Yang menyebabkan ia 'kawin gantung' di usia muda.
Apakah kehidupan Jessy akan lebih baik? Atau malah sebaliknya!!!
Cuzzz kita lanjut ☺☺☺☺🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AuraAurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percikan Api
Menjelang malam Jessy baru tiba di rumah setelah ia dari cafe.
"Jessy, makan dulu!" seru Mariam melihat cucunya yang baru pulang.
Jessy menghampiri nenek nya yang ternyata menyiapkan makan malam di meja makan. "Nenek masak apa hari ini?"
Sebenarnya ia sudah kenyang, tapi melihat banyak makanan yang sudah di masak Mariam mana tega ia menolaknya.
"Seperti biasa, makanan kesukaan mu." jawab Mariam.
Jessy akhirnya makan lagi bersama neneknya.
"Kenapa sedikit sekali?" heran Mariam melihat porsi makanan di piring Jessy.
"Diet Nek," sahut Jessy. "Biar seksi seperti Nenek," imbuhnya dan kemudian tertawa.
"Hei! Untuk apa diet? Badan mu sudah ideal," Mariam menggelengkan kepala. Ada-ada saja cucunya itu. "Tapi kalau Nenek seksi itu memang dari dulu," sombongnya.
Jessy memasang wajah yang seakan-akan ingin muntah mendengar ucapan Mariam.
Pagi hari kabar tentang kejadian Jessy yang menghajar Reno sudah tersebar di seluruh penjuru sekolah.
Ada yang kagum dengan keberanian Jessy, ada yang juga takut jika berdekatan dengan gadis itu. Namun ada juga yang justru merasa lebih tertantang untuk memenangkan hati gadis cantik itu.
Seperti di kantin saat ini, banyak mata yang mencuri pandang ke arah Jessy. Padahal gadis itu sedang santai memakan gado-gado.
"Jessy, sekarang kamu terkenal." goda Meili.
"Kata siapa?" tanya Jessy datar.
"Kata lambe turah," jawab Meili.
"Bukan lambe tetangga lo!" cetus Jessy.
"Jessy!" sungut Meili.
Sedangkan di bangku lainya, Reza dan Ariel semakin mengagumi sosok Jessy.
"Dia pacar idaman banget bro, ibaratnya itu dia paket lengkap seperti nasi padang. Kalau di makan jadi satu kayak gurih-gurih gimana gitu!" Ariel yang sedari tadi memandang Jessy penuh damba.
"Jangankan nasi padang, dia itu udah pantes banget jadi jodoh masa depan gue. Apalagi ibu dari anak-anak gue." timpal Reza yang juga membayangkan tentang Jessy.
"Mau kemana?" Raka yang melihat Nathan tiba-tiba beranjak dari duduknya.
"Gue balik dulu," Nathan pergi begitu saja meninggalkan teman-teman nya.
"Kenapa Nathan? Lagi PMS!" celetuk Ariel.
"Mungkin!" sahut Reza. Kemudian mereka berdua tertawa.
Di sisi lain Tasya yang berada di toilet tiba-tiba pembicaraan seseorang.
"Lisa, sekarang kelihatannya Nathan lebih tertarik deh sama tuh anak baru dari pada Tasya." Tia mulai ngegosip.
Tasya yang tadinya sudah ingin keluar dari toilet, kemudian ia urungkan.
"Kelihatan nya emang begitu, lagipula kalau di lihat dari tampang memang anak baru itu lebih unggul." Lisa yang juga sependapat. "Apa lo juga nggak liat, temen Tasya yang dulu selalu nempel sama dia, sekarang juga nempel sama anak baru itu."
"Iya juga," sahut Tia. "Padahal mereka saudara, tapi kok beda ya?" herannya.
Sedangkan Lisa hanya mengangkat kedua bahunya, sembari menambah polesan bedaknya.
Tasya yang mendengar semua itu hanya bisa meremas kedua tangannya yang saling bertautan. Hingga beberapa saat ia memutuskan untuk keluar.
Klek.
Lisa dan Tia kemudian menoleh ke arah Tasya.
"Ups!" pekik Tia. Sedangkan Lisa meneruskan kembali dandanannya.
Tasya hanya tersenyum kaku, dan segera pergi dari sana.
Setelah kepergian Tasya, Lisa dan Tia tertawa puas. Nyatanya mereka tadi memang sengaja membicarakan itu, karena sebelum mereka masuk, mereka melihat Tasya yang lebih dulu masuk kedalam toilet.
"Pasti setelah ini ada percikan-percikan api!" ujar Tia.
"Tentu saja," sahut Lisa yakin. "Meskipun sekarang hanya percikan kecil, tapi lama kelamaan akan jadi besar." Lisa yang tersenyum puas
...----------------...