NovelToon NovelToon
My Dokter

My Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dijodohkan Orang Tua / Dokter
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aily sauri

seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

"Yuk mas kita ke Timezone udah lama banget dia nggak main ke sana" ajak kia dengan semangat.

"Emang udah abis es krimnya??" Tanya Atar.

"Udah ni" jawab Kia sambil memperlihatkan cup es krim yang sudah tidak ada isinya.

"Ya udah yuk"

"Kamu sering main ke sini" tanya Atar.

"Dulu mah sering banget" jawab nya.

"Sama siapa??"

"Sama Raka"

"Sering ke mana aja sama Raka" tanya Atar .

"Banyak mas dulu Kia ke mana-mana selalu sama Raka" jawab nya dengan senang.

"Kita beli koin dulu ya mas"

"Ngapain harus beli koin"

"Kalau nggak beli koin kita nggak bisa main" protes Kia.

"Kata siapa???" Atar langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu.

"Gua mas punya kartu buat main game kapan mas beli berarti aku bisa main sepuasnya dong" ucap Kia dengan antusias.

"Ade deh, ya udah yuk main" ajak nya.

"Mas main capit boneka yuk, mas harus dapetin boneka yang besar itu buat Kia" ucapnya sambil menunjuk boneka yang lumayan besar.

"Gampang" jawab nya dengan sombong.

Atar mulai menggosokkan kartu yang ia pegang ke permainan tersebut dan ya hanya sekali main atur langsung mendapatkan boneka yang dia inginkan.

"Yeeee mas hebat banget" ucap Kia girang sambil mengambil boneka yang Atar dapat, Atar hanya tergagah melihat tingkah dia yang begitu senang mendapatkan boneka darinya.

Saat mereka sedang asyik menikmati permainan yang lainnya tiba-tiba ponsel Atar berdering.

"Bentar ya mas angkat telepon dulu"

"Siapa mas??"

"Nanti mas jelasin, mas angkat dulu soalnya di sini terlalu rame kamu main aja ya" ucap nya.

"Ya udah mas"

Ataupun pergi sedikit menjauh dari Kia mencari tempat yang tidak terlalu ramai untuk ia mengangkat panggilan tersebut.

Ternyata Atar mendapatkan panggilan dari rumah sakit dan ia harus segera kembali bekerja walaupun ia sedang cuti tapi ini urgent mau tak mau ataupun harus segera pulang.

"Udah mas" tanya Kia saat melihat ator sudah kembali.

"Kita pulang sekarang" pinta nya.

"Oh kenapa mas kok buru-buru"

"Urgent Kia nanti mas jelaskan, Ayok kiat pulang aja" ajak nya terburu buru.

"Yaudah" Kia pun menurut.

30 menit berlalu mobil Atar sampai di halaman rumah Kia keduanya pun buru-buru turun dari mobil dan segera masuk ke dalam tak sengaja mereka berpapasan dengan umi Kia.

"Loh kalian abis dari mana kok kelihatannya buru-buru banget" tanyanya.

"Kita habis main dari Timezone umi tapi tiba-tiba ada panggilan darurat yang mengharuskan Atar pulang sekarang" beritahunya.

Setelah mengambil perlengkapannya yang berada di dalam kamar Atar dan Kia pun kembali turun ke bawah untuk berpamitan kepada umi dan abang-abangnya.

"Umi, Abang kita pamit ya" ucap Atar.

"Loh kok buru-buru banget sih" tanya abang pertama Kia.

"Iya bang ada panggilan mendadak soalnya "

"Ya udah kalian hati-hati ya" ucap umi Kia, dua-duanya pun mengangguk.

Setelah itu Atar dan Kia menyalami bumi dan kedua Abang Kia lalu pamit.

"Assalamualaikum "

"Walaikumsalam "

Apapun melangkah menuju mobil sambil menggenggam tangan Kia.

"Kia" panggil Atar saat mereka sudah berada di dalam mobil dan atas sudah melajukan mobilnya.

"Iya mas" jawab nya.

"Sebelum kita nikah mas kan ditugaskan ke kota x dan sekarang mas harus kembali ke sana karena di sana memerlukan tenaga mas, apa kamu keberatan kalau mas pergi??" Tanyanya dengan hati-hati.

"Tugas?? Bukannya mas sedang cuti ya??" Tanya Kia.

"Mendadak Kia, mas juga nggak tahu"

"Ya nggak keberatan kok mas"

"Serius??"

"Iya mas iya nggak apa-apa kok kalau mas mau berangkat" jawabnya sambil tersenyum ke arah Atar.

"Makasih ya" jawab atar membalas senyuman Kia.

Tak lama mereka sampai di rumah milik Atar, atau segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk sang istri.

"Maaf ya kita jadi buru-buru pulang" ucap Athar merasa bersalah.

"Nggak apa-apa" jawab Kia dengan senyuman.

"Assalamualaikum" ucap keduanya saat berada di depan pintu rumah.

"Waalaikumsalam" bunda Atar begitu senang saat melihat putra dan menantunya sudah kembali.

"Kalian kok sudah pulang??" Tanyanya dengan girang.

"Eh abang tersayangku udah pulang" teriak Sarah yang saat itu sedang menuruni tangga.

"Sarah kebiasaan" tegur sang bunda.

"Ah abang kok cepet banget sih pulangnya padahal aku udah nyaman loh di rumah nggak ada abang nggak ada yang buat kesel dan ngajakin berantem" ucap Sarah.

"Dasar curut, kalau mau berantem besok aja sekarang nggak ada waktu" jawab nya.

"Hah??" Sarah terbengong tumben banget abangnya itu tidak mengajaknya berantem biasanya mereka akan langsung adu mulut.

"Kayak mau minggat lo bang, jangan-jangan ada tugas mendadak ya" tebak Sarah.

"Pinter banget sih anak curut" ucapnya sambil mengacak-ngacak rambut Sarah.

"Beneran tar" tanya sang bunda penasaran, ataupun hanya mengangguk.

"Kamu kan masih cuti nikah masak ada tugas mendadak sih??" Tanya nya.

"Aduh bunda atar jadi pusing nih, Atar juga nggak tahu karena ini mendadak" ucap ater sambil memegangi pelipisnya.

"Mas emang kamu perginya kapan??" Tanya Kia.

"Sore ini"

"Oh masih ada waktu sekitar 1 jam setengah lagi mas lebih baik mas istirahat dulu ya" ucap Kia.

"Iya tar kamu istirahat dulu aja gih langsung ke atas" ucap bunda Atar.

"Jangan ganggu" ucapan ter sambil menatap tajam ke arah Sarah.

"Idih pede banget siapa juga yang mau gangguin tapi nggak janji" jawabnya sambil cekikikan.

"Sarah" tegur bunda.

"Iya iya Bun"

Atur langsung menggenggam tangan Kia untuk naik ke atas menuju kamarnya, sampai di kamar atau merebahkan dirinya di atas tempat tidur.

"Jangan terlalu dipikirkan mas nanti kamu sakit" ucap dia melangkah mendekati Atar dan duduk di pinggir tempat tidur.

"Mas pusing banget" keluhnya sambil mengubah posisi kepalanya pindah ke pangkuan Kia.

"Mas jadi manja gini" ucapnya sambil mengelus kepala Atar.

"Biarin gini dulu ya rasanya nyaman banget" ucap Atar, dia pun kembali mengelus rambut Atara dengan lembut.

"Enak banget ya punya istri" ucap attar Kiya hanya terkekeh mendengarnya.

"Emangnya kenapa mas" tanya Kia yang masih setia mengelus rambut Atar.

"Biasanya mas kayak gini itu ke bunda tapi sekarang ke istri" jawabnya sambil terkekeh.

Tiba-tiba Atar terbangun dari pangkuan Kia membuat Kia heran.

"Kenapa kok bangun??" Tanya nya.

"Tiba-tiba aja perasaan mas nggak enak ya sepertinya bentar lagi akan ada yang gangguin kita deh" tebak Atar dan Kia pun bisa menebak Ke mana arah pembicaraan suaminya.

"Heran Kenapa sih adek kakak berantem mulu"

"Hitung aja deh Kia, satu.. dua ...ti...."

"BAAAAANNNNGGGGGGGG" belum sempat antar mengatakan tiga suara cempreng Sarah sudah terdengar di balik pintu kamarnya.

"Tuh kan apa mas bilang" ucapnya dengan kesal.

"BANG BUKA WOYYYY, INI PENTINGA BANGET" teriak Sarah di balik pintu kamar Atar.

"Kamu istirahat aja yah biar mas yang urus anak satu ini" ucap Atar.

"Jangan berantem mas" tegur Kia.

"Mas gak bisa janji kai" jawabnya sambil terkekeh, kemudian Atar pun melangkah menuju pintu kamarnya.

"Ada apa sih berisik banget" ucap Atar kesal saat membuka pintu.

"Kak Kia sarah pinjam bang atarnya dulu ya" Teriak Sarah pada kia, kia pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Ada apa sih cepetan ngomong" tanya Atar dengan ketus.

"Bang tadi gue pinjam laptop Abang tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba laptopnya ngehang" ucap Sarah dengan ragu.

"Oh laptop yang mana" Tanya Atar masih terlihat santai.

"Yang Apple yang baru lo beli kemarin itu loh"

"APA????? Kok bisa sih langsung nge-hang emang Lo pakai buat apa Sarah" kesel attar saat laptopnya yang baru yang rusak oleh sang adik.

"Nggak tahu bang padahal cuman dipakai nonton drakor doang kok tiba-tiba aja gitu, lu beli yang KW kali"

"Sembarangan lu ngomong, gue beli itu mahal nggak mungkin barang KW lu aja yang jorok pakainya"

"Ya terus gimana dong bang, maaf ya lu aja yang benerin gue nggak tahu tempat benerin laptop di mana"

"Enak aja lo yang rusakin ya tanggung jawab lah, pokoknya benerin laptop itu segera kalau nggak bener semua fasilitas yang gue kasih gue cabut" acam nya.

"Wah tega banget lu bang sama adek masa gitu sih"

"Boda" ucap attar santai lalu kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci kamarnya.

"Bang buka dong, gue belum selesai bicara nih" teriak Atar sambil menggedor-gedor pintu kamar Abang nya.

"Kenapa sih mas kok Sarah sampai teriak-teriak gitu" tanya Kia.

"Emang nyebelin banget tuh anak satu masa laptop mas yang baru beli kemarin dirusakin sih" keluh nya.

"Ya udahlah mungkin dia nggak"

"Bukaian mas kasian" sambung Kia

"Gak usah biarin aja nanti juga lama-lama berhenti" ucap Atar.

"Tapi kasihan mas, bukain ya" pinta Kia.

"Kamu mau bukain?" Tanyanya dia pun langsung menggangguk.

"Boleh tapi nanti kamu juga ikutan mas hukum" ancam nya.

"Loh kok gitu sih"

"Ya terserah "

"Mas itu kasian loh Sarah masih teriak teriak di luar" ucap Kia.

"Biarin aja"

"Buka ya mas kasihan" bujuk nya.

"Kamu mau bukain" tanya nya, Kia pun mengangguk antusias.

"Yaudah sana"

Kia langsung beranjak dari duduk nya ingin membuka kan pintu untuk Sarah namun sayang baru saja ia memegang handle pintu Atar sudah menarik tangan nya hingga Kia berbalik dan berhadapan dengan Atar.

Cup

1
nurmia ekastuti
ini tuh cerita nya muter aja gak ada kemajuan hubungan kedua pasutri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!