Bagaimana rasanya kalau kamu mencintai seseorang yang tidak pernah menganggapmu ada, padahal kamu mencintainya dengan sangat tulus. Kecantikan Ara tidak bisa membuat hati Revan luluh.
Ara Anastasia selama beberapa bulan ini tanpa lelah mengejar cinta seorang Most Wanted sekaligus ketua OSIS di sekolahnya SMA Negeri Harapan 1 bernama Revan Prayoga. Tetapi sayangnya Revan sudah mempunyai gadis yang ia sukai bernama Angel.
Usaha Ara untuk bisa mendapatkan cinta Revan sia-sia ketika pria itu menyuruhnya berhenti mengejarnya. Ara yang merasa kalah dengan perasaannya sendiri akhirnya mengabulkan permintaan Revan dan mulai menjauh.
Tetapi setelah Ara menjauhi Revan selama beberapa waktu membuat cowok itu uring-uringan tidak jelas. Angel sang kekasih turut menjadi korban kekesalannya hanya karena Revan melihat Ara berpelukan dengan salah satu cowok populer dan sahabat baiknya sendiri.
"Gue bisa gila Ra, kalau Lo terus bersikap kayak gini!"
"Emang sikap Gue kenapa Van? ada yang salah?" Tanya Ara menaikkan sebelah alisnya.
"Jangan jauhin Gue dan jangan deket sama cowok lain!" Ara tertawa sinis.
"Lo lupa Van, Bukannya Lo sendiri yang nyuruh Gue buat ngejauhin Lo?"
Skakmatt! Revan tidak bisa menjawab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 ( Berjuang )
Happy Reading ☺️
Setelah beberapa saat, mas Rizal membawa nampan berisi bakso jumbo seperti yang di pesan oleh Ara.
"Silahkan, mbak, mas,,"
"Makasih, mas," ucap Ara berbinar. Revan tersenyum menanggapi.
"Mase ini pacarnya mbak Ara, ya?" tanya mas Rizal. Revan dan Ara langsung menoleh.
"Bukan, mas Rizal ki ngawur, dia temen saya, wonge wes duwe pacar kok, mas," jawab Ara.
Revan tidak paham dengan ucapan Ara yang terakhir.
"Oalah, tak kira mase ini pacarnya mbak Ara, soalnya kalian berdua cocok banget, yang satu ganteng, yang cewek cantik, serasi gitu," ucap mas Rizal cengengesan.
"Doakan saja, mas,, Ara mau sama saya, dianya gak mau, katanya hatinya udah di gembok rapat," jawab Revan.
"Loh, katanya tadi mase udah punya pacar, piye ta iki?" ucap mas Rizal bingung.
Revan baru paham. "Saya barusan putus dengan pacar saya, mas,," jawab Revan cepat.
"Oalah, ya wes, selamat menikmati ya mas, mbak, saya kembali ke depan dulu," ucap mas Rizal berlalu meninggalkan mereka.
"Mudah-mudahan doa mase iki terkabul!" seru mas Rizal yang masih belum jauh dengan meja mereka.
"Dasar, mas Rizal emang suka godain orang, maklum, dia masih jomblo," ucap Ara meraih mangkuk baksonya.
"Aamiin!" lirih Revan mengamini ucapan penjual bakso tadi. Berharap akan menjadi kenyataan.
"Apa?" tanya Ara mendongak sambil mengunyah bakso jumbonya yang sudah di potong kecil-kecil.
"Enggak apa-apa," jawab Revan tersenyum. Ara mengangkat kedua bahunya menanggapi.
Revan menatap Ara yang sedang asik menyuap bakso daging ke dalam mulutnya itu, ternyata Ara memang sangat menyukai bakso, makanan khas Indonesia.
"Ra, gue sama Angel udah putus," ucap Revan mengingat ucapan mas Rizal tadi.
"Hubungannya sama gue, apa?" tanya Ara cuek.
Revan tidak bisa menjawab, memang tidak ada hubungannya sama sekali, ingin mencoba mengatakan bahwa sekarang dia sudah jomblo dan akan membuat Ara senang, itupun mustahil. Ara sudah move darinya.
"Ra, apa rasa lo ke gue beneran gak ada sisanya sedikit pun?" tanya Revan sambil menyendok kuah bakso miliknya.
"Gak, sama sekali gak bersisa!"
"Segampang itu, Ra?" tanya Revan sendu.
"Kan lo yang bikin gampang! gue tuh, cewek yang susah buat jatuh cinta, sekali cinta pasti bakal gue perjuangin, tapi ketika cowok yang gue suka udah nyuruh gue berhenti, ya udah!" hati Revan mencelos, ucapan Ara benar-benar menusuk hatinya.
"Maaf, Ra,, misal gue minta lo buat cinta sama gue lagi, gimana?" Ara langsung menatap Revan tajam.
"Apa lo bilang? lo minta gue buat cinta sama lo lagi? hellow,,,, kemana Revan yang angkuh, yang selalu nolak gue, bilang gak suka sama gue, muak, jijik! kemarin minta buat gue menjauh, dan sekarang lo minta gue buat cinta lagi sama lo? gak mabuk kan elo, Van? masih waras, kan?"
"Ra, please,,, gue minta maaf atas sikap yang dulu kek gitu sama elo, tapi sebenarnya itu semua gak dari hati, gue terpengaruh, gue bodoh karena ikut terpengaruh, gue,,"
"Stop! udah deh, Van, gak perlu di ungkit lagi, gak penting juga," sela Ara.
Revan menunduk, menyesali semua perbuatan yang dulu pernah di tunjukkan ke Ara.
"Kalau gitu, izinkan gue ngejar cinta lo, Ra!" Ara mengambil es jeruknya dan membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering.
"Kenapa lo putus sama Angel? bukannya lo cinta mati ya sama dia? waktu lo ngumumin hubungan resmi kalian di depan umum, kan semangat banget, oh ya, gue belum ngucapin selamat!" ucap Ara membuat Revan malu dan sedikit geram dengan ucapan Ara.
"Lo gak perlu kasih selamat, gue sama Angel udah putus tadi pagi," ucap Revan kesal.
Ara menatap Revan dan tersenyum penuh arti. "Kalau begitu selamat buat putusnya hubungan lo yang masih seumur jagung itu, gak nyesel lo, Van? apa lo mutusin dia karena tadi pagi lo udah tau sifat aslinya? dengan mata kepala lo sendiri, lo lihat Angel nyiram gue pake air bekas pel,,,"
"Ra, please jangan bikin gue nahan emosi terus," ucap Revan penuh penekanan.
Ara hanya mengangkat kedua bahunya. Dia juga tidak ingin kehilangan selera makannya. Revan malah sudah sejak tadi tidak mood makan.
"Gue hanya minta satu permintaan sama lo, Ra," ucap Revan menatap Ara yang sedang asik memberi kecap pada kuah baksonya.
"Apa?"
"Izinkan gue mengejar cintanya lo, dulu lo yang berjuang, saat ini gantian gue yang berjuang, Ra,"
Ara terdiam. "Gak perlu, karena gue udah gak mau terjerumus lagi dengan apa yang di namakan cinta."
Bersambung.
Parah kali Cere cuma Krena masalah yg sbenarnya gaada😭 rill miss komunikasi+salah paham ini sampe kandas prnikahaan🤦