*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. NML
Happy Reading ✨
"kamu gak ngundang banyak teman kamu???" tanya Nana berbisik pada Sagara setelah orang terakhir bersalaman pada mereka.
"aku undang beberapa yang lain banyak hilang kontak dan juga aku cuma minta sampaikan aja kalau aku menikah" kata sagara yang selanjutnya berjabat tangan pada lelaki dengan jas hitam dan tampilan yang sungguh karismatik.
"selamat ya atas pernikahan kalian " kata lelaki umur kisaran 50 tahunan itu yang mana hal itu membuat Nana dan Sagara sama sama tersenyum.
"ini dokter Indra pemilik rumah sakit tempat aku bekerja" kenal Nana pada suaminya yang membuat saya menunduk kecil sekedar memberikan hormat pada pemilik rumah sakit tempat istrinya itu bekerja.
"saya pikir dia ini tidak punya pacar hampir saya jadikan menantu untuk anak lelaki saya" kata pak Indra tertawa kecil sambil menepuk-nepuk pundak sagara.
"ahh dokter bagaimana sih kan dokter Tomi sudah memiliki kekasih kenapa ingin di jodohkan segala" kata Nana melirik dokter Tomi yang ada di belakang papinya ini .
"ohhh iya tom,,, ko cerita pada papi ,siapa perempuan itu" kata pak Indra beralih pada Tomi yang sudah selesai berjabat tangan pada Sagara.
"tidak apa Pi,,, itu hanya sekedar rumor dan tidak benar kisahnya" kata Tomi mengelak.
"selamat atas pernikahannya dokter Nana " kata Tomi yang selanjutnya di ikuti Anisa yang wajah nya tidak bisa Nana baca ekspresi nya.
tentu kesal yang pasti karena secara terang terangan kedekatan nya dan Tomi tidak di anggap Lelaki itu serius padahal hampir semua pegawai rumah sakit tahu mereka dekat.
"terimakasih" kata Nana tersenyum kecil.
setelah Dokter indra dan semua keluarga nya turun kini rombongan keluarga dokter hendra yang naik untuk bersalaman dengan Nana.
"wah,,, dokter cantik salah satu dokter best seller di rumah sakit akhirnya laku juga, saya pikir kamu gak punya pacar selama ini" kata dokter Hendar yang membuat Sagara dan Nana tertawa kecil.
"kerja sendiri ini saya Nanti selama partner kerja saya cuti, cepat bikin anak jangan di tunda lagi mas. biar emosi dia stabil ketika punya anak" kata dokter Hendar beralih pada Sagara kali ini.
"itu pasti dokter, kami tidak menunda memiliki momongan " kata Sagara tersenyum.
"selama ya mas, Bu dokter atas pernikahan nya ikut senang kalau dokter cantik ini sudah memiliki tambatan hati" kata ibu Hanum pada Nana.
"jangan di puji cantik terus dong nanti Nana terbang dan bikin kaget semua orang lagi" kata Nana yang membuat dokter Hendra dan istrinya tertawa.
"kamu sebentar bentar terbang , bentar bentar terbang. kamu ini dokter apa kuntilanak sih" kata dokter Hendra.
"ahh dokter kaya gak tahu aja , kan besti saya para mayat " kata Nana yang membuat ibu Hanum makin tertawa lagi.
"kamu ya selalu bikin saya Tertawa"
"yasudah kalau begitu sekali lagi selamat ya Nana dan suami" kata dokter hendra yang selanjutnya turun dari atas pelaminan setelah mengucapkan selamat pada Nana dan Sagara.
"pengen kaya dokter Nana deh, terlihat gak punya pasangan tau tau nyebar undangan dan nikah" kata salah satu suster yang selalu mendampingi Nana dalam pekerjaan nya.
"iya ya,,, dokter Nana selama ini kelihatan sendiri terus,mana kelihatan gak punya teman dekat lagi" kata Suster yang lain .
"dokter Nana kan pernah bilang besti sejati dia ya para mayat " kata salah satunya yang membuat yang lain tertawa.
"tapi tahu gak suami dia dari kalangan mana???" tanya yang lain lagi terdengar penasaran.
"dia itu pemilik perusahaan x itu loh, kan papah aku kerja di sana jadi manager. di undang juga tapi rada makanan datang nya " kata suster ber dress soft pink itu.
"memang ya kalau jabatan kita tinggi pasti mudah dapat yang setara atau mungkin di atas kita , apalah aku yang hanya suster biasa"
"udah jangan adu nasib ayo ke pelaminan mumpung sepi ,kita foto bareng"
*************
"ini sesi fotonya kapan selesai sih,kepala aku rasanya mau aku pindahin ke kaki karena pegal berdiri terus " kata Nana yang mulai melantur.
"terus kamu mau jalan nya nanti pakai kepala kaya anak durhaka" kata Sagara tertawa.
"ini yang jaga di depan gak bisa apa tamu tamu yang baru datang di suruh pulang aja , kamu juga nyebar undangan berapa banyak kan aku bilang jangan banyak banyak" kata Nana memukul pundak suaminya itu.
"tanya nyebar dan cetak undangan bukan aku ,semua ka bee dan bang Rio yang urus" kata Sagara yang tidak ingin di marahi oleh Nana.
"memang ya kuntilanak merah satu ini ,dia memang niat ngerjain aku" kata Nana melihat ke Arah kakanya yang mengunakan gaun merah sebatas mata kaki itu.
"lihat tuh penampilan nya udah mirip sama kuntilanak merah, bergaun merah menyala begitu. niat banget bikin mata tamu sakit" kata Nana menatap kesal kakanya yang tengah reunian dengan teman temannya itu.
"udah jangan marah marah terus , sebentar lagi selesai ko ini. kalau kamu mau lepas heelsnya lepas aja " kata Sagara meminta Nana melepas heelsnya jika kaki perempuan itu sudah pegal.
"kalau aku lepas heels aku cuma se lengan kamu aja , aku pendek banget aku gak pede" kata Nana mulai menunjukkan wajah pura pura menangis nya.
"mendingan se lengan aku atau lebih tinggi dari aku???" tanya Sagara yang membuat tangis di buat buat itu berhenti.
"kalau aku lebih tinggi dari kamu aku gak jadi dokter tapi jadi pemain basket, Kan ini masalah insecure mas" kata Nana .
"terserah " kata Sagara akhirnya.
"ohh udah kaya perempuan tiap di tanya mau makan apa jawabnya terserah" kata Nana yang membuat tangan Sagara mengepal kesal.
"ngapain tangan kamu mengepal begitu, mau adu jotos kamu sama aku" kata Nana yang melihat tangan suaminya mengelap.
bukan sok tidak tahu jika Sagara kesal namun Nana suka melihat suaminya ini kesal tapi tidak bisa melontarkan kata kata kasar dan bentakan padanya.
"sayang lebih kamu duduk biar aku yang bersalam dengan tamu tamu nya" kata Sagara mendorong Nana pelan ke kursi pelaminan dan mendudukkan istrinya itu di sana, karena kalau meladeni Nana yang ada Sagara bisa naik darah karena tidak akan mampu membentak wanita kesayangan nya ini.
sedangkan bee yang melihat adiknya sedang duduk dan memberikan Sagara menerimanya tamu sendiri langsung tersenyum senang .
"rasain Lo,, dulu bilang kalau gue lebay sekarang lo makan lebay gue dulu" kata bee menjulurkan lidah nya saat melihat Nana melihat ke arahnya .
"kenapa???" tanya Rio istrinya itu.
"itu si tuan putri lagi kecapean" kata bee menunjuk Nana dengan dagunya. "dulu bilang kalau cape berdiri nerima tamu di pelaminan itu lebay mana ada cape nya di bilang , sekarang syukur . lecet lecet itu kaki" kata bee yang tertawa.
**********